VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 9

2016-10-07 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
100 views | 8 komentar | nilai: 9.25 (8 user)

Setelah Agartha dan Loura melanjutkan perjalanan, mereka pun tiba disebuah desa. Hal ganjil terjadi, para penduduk membawa ternak mereka keluar desa.

Mereka tengah mengungsi karna siluman ternak memakan ternak mereka.

Agartha dan Loura pun singgah di rumah seorang kakek yang mempunyai seorang putra. Mereka pun memulai percakapan tentang apa yang terjadi. Selengkapnya di chapter 9.

God The Artifact : The

Stealth War(Artifak Dewa :

Perang Siluman)

God The Artifact The Stealth War Chapter 9 - Teror Siluman Pemakan Ternak
Penulis : Aerilyn Shilaexs



---------God The Artifact------- Chapter 9 : Teror Siluman Pemakan Ternak

"Sudah ayah, totalnya ada 28 ekor."

"Hmm kurasa kambing kita tidak berkurang."

Matahari mulai tenggelam terlihat makhluk hitam tengah terbang diatas langit, bagaikan elang menargetkan mangsa.

"Makhluk itu datang.." ucap Yuta yang menengadah ke langit

"Sial, bahkan aku belum satupun memasukan ternakku."

Tiba-tiba makhluk itu menukik bagaikan elang yang siap menerkam mangsanya.

Bagaikan burung hantu, suara gerakan, kepakan sayap dan suara lainnya tak terdengar, makhluk itu benar,benar menghilangkan suaranya.

Grapp...!

Mbeek....!!!

Seekor kambing berhasil

diterkam makhluk itu.

"Siluman itu

memangsa kambing ku.! Sialan!" orang

itu lantas berlari membawa golok

kearah siluman itu dan, siluman itu

terbang membawa mayat kambing itu

menjauh, kembali ke gunung.

"Ayah,

aku akan mengikuti siluman itu," Yuta

terlihat geram.

"Tapi...."

Yuta langsung

berlari meninggalkan rumah

tanpa mendengarkan ucapan ayahnya.

"Hati-hati Yuta."

Ke tempat Yuta, ia

berlari sekuat

tenaga.

"Makhluk itu terbang dengan

cepat." Yuta terus berlari naik gunung,

terlihat

semakin jauh semakin lebat

pepohonan.

"Hari sudah gelap, aku

harus cepat." Beberapa waktu berlalu,

Akhirnya

siluman itu turun dan masuk kedalam

gua.

"Hah...hah...hah.... Sial, belum

pernah

aku berlari sejauh ini..hah...hah...hah..."

Yuta terlihat kelelahan, ia kemudian

mendekat ke mulut gua.

Roarrrhhh...!!!

"Su-suaranya keras sekali, sial aku

sampai gemetaran yaaah ngompol."

Karna ada raungan yang keras, Yuta

malah ngompol dicelana dan

mengurungkan niatnya,

"Le-lebih baik

aku kembali."

Tap...tap...

Yuta berjalan

pelan saat ia kembali, namun hari telah

gelap, karna tidak ada bulan, disana

terlihat begitu gelap tanpa penerangan

apapun.

"Eh, sepertinya aku lupa jalan

pulang."

Karna gelap, Yuta tidak

mengetahui kemana arah jalan pulang.

--

pagi harinya Yuta pulang dengan

keadaan acak-acakan, ia kemudian

memberitaukan tempat siluman itu

bersarang.

Flashback End

"Bfft.Whaahahahahahaha" mereka bertiga

menertawakan Yuta yang ngompol

"Berhentilah kalian tertawa! Ayah juga

kenapa ikut-ikutan tertawa."

"Hhahaha,soalnya itu sangat lucu Yuta, tubuhmu

besar dan berotot. Tapi nyalimu tak

sebesar anu mu. Hahahaha" Agartha

kembali tertawa setelah meledek Yuta.

"Anu mu? Apaan itu.?" Loura bingung

dengan apa yang dikatakan Agartha.

"Yuta, kau juga tidak bercerita padaku

tentang kau ngompol." ucap Yujima

yang telah berhenti tertawa.

"Ah sial,

aku keceplosan, kenapa hal itu malah

kubahas." batin Yuta.

"Baiklah, intinya

kita sudah tau tempat bersarang

siluman itu, tapi sekarang adalah

bagaimana memikirkan tentang

melawan siluman itu yang nanti sore

akan meneror penduduk.?" Agartha

mengentikan tawa dan kembali ke topik

utama

"Soal itu... Bagaimana jika kita

mengumpulkan para penduduk terlebih

dahulu, baru kita diskusikan bersama." saran Loura.

"Itu bagus juga nona emm....."

"Loura!, namaku Loura Arleen.!"

"Ahahaha. Aku bercanda ko."

"Haduh

dasar lelaki." Loura memukul

keningnya sendiri.

"Baik, ayo kita

kumpulkan penduduk yang tersisa."

Para penduduk mulai berkumpul,

namun waktu telah menunjukan mulai

senja. Mega merah terlihat di ufuk

barat, matahari mulai menghilang.

"Sial, kita tidak akan sempat. " Benar

saja, apa yang dipikirkan Agartha,

setelah matahari tenggelam. Seekor

siluman telah terlihat terbang dengan

gaya elangnya.

"Dengarkan

semuanya...." Namun siluman itu tiba-

tiba turun menukik dan membuat

semua orang panik hingga mereka

berlari berhamburan.

"Lari...."

"Siluman

itu menyerang...."

Karna tidak terlihat

satupun bintang, benar saja siluman itu

langsung meneror manusia yang berlari

ketakutan.

"Sial, bagaimana ini." Yuta

terlihat geram, namun apa daya

keberaniannya menghilang"

"Agartha,

bagaimana ini?"

"Kita harus melawan,"

Agartha pun bangkit dan berlari menuju

siluman itu.

Uwaak...

Uwaak...

Terlihat

siluman itu memakan 2 orang sekaligus

(keduanya setengah badan, dari perut

sampai kepala.)

"Hyaaat."

Agartha

melesatkan tinjunya yang dilapisi

cahaya yang bersinar terang.

Jduakkk.

Pukulan cahaya Agartha mendorong

jatuh makhluk itu. Siluman itu pun

bangkit dan membawa terbang membawa 2 orang.

Grap.. Grap..

Wush,

"Uwaa. Tolong aku!"

makhluk itu kembali

melarikan diri.

"Sialan kau.!"

Agartha

tampak marah,

"Sekali serang saja

membuat banyak korban berjatuhan,

tapi apa yang bisa kuperbuat? Aku

hanya bisa diam mematung." batin Yuta

"Dengarkan semuanya..!!!" Agartha

berteriak sangat keras.

Bersambung,

Sebelum itu, aku masih bingung tentang

jurusnya. Apa harus dinamai atau tidak.

Silahkan kritik dan sarannya.

TFR Sebelumnya. Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lainnya ya.

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 10

Gabriel Dropout
2017-01-19 10:08:34
Kalau bingung minta saran ke Lansbury entar jurusnya bakalan bernama "Jurus edisi baru" bruakakak #kabuur
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:43:23
siluman menyerang
Aruga Hiruya
2016-10-19 06:06:57
wkwkwk... Yuta sial amat..
SESHOMARU INU
2016-10-14 22:26:32
bagusnya diberi nama
ZaNdZ
2016-10-07 20:48:45
hmm dbri nama atau tdk jurusnya tdk masalah ., tpi untk memperkuat karakter tokoh, bsa dberi nama jurus pengunanxa.
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-07 16:39:13
silumannya kaya dinosaurus ya
ZENA LEO MONSTA X
2016-10-07 16:08:43
yuta ngompol dan nyasar. Wkwkwkwk
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook