VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 8

2016-09-30 - Aerilyn Chan Kawai > God The Artifact The Stealth War
119 views | 6 komentar | nilai: 9.11 (9 user)

di chapter 8 ini ngga ada pictnya, lagi males menggambar. Kembali ke pembahasan cerita .

Setelah Agartha menceritakan tentang God the artifak jenis Crystal. Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan dan ditengah perjalanan mereka dihadang oleh ular raksasa(bukan siluman.) namun Agartha mengalahkan ular itu dengan 2 serangan magia cahaya nya.

Merekapun melanjutkan perjalanan hingga tiba disebuah desa. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

ini dia chapter 8.

God The Artifact : The Stealth War(Artifak Dewa : Perang Siluman)

God The Artifact The Stealth War Chapter 8 - Siluman Pemakan Ternak
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

--------God The Artifact--------

Chapter 8 : Siluman Pemakan Ternak

Tak lama terlihat pemukiman. Itu

adalah sebuah desa kecil yang berada

di kaki gunung.

"Lihat di depan" kata Agartha sambil

menunjuk ke desa di depan mereka.

"Sebuah desa?"

"Ya, itu adalah tempat kita beristirahat."

"Ayo!"

Mereka pun berjalan kesana dan memutuskan untukistirahat sejenak di desa tersebut

"Karna kita mengobrol, tak terasa sudah lumayan jauh."

"Kau benar Loura."

Terlihat banyak orang yang berlalu lalang di sana.

"Baiklah, kita beristirahat disini saja."

ucap Agartha

"Hmm, karna lokasinya di kaki gunung, udara disini sangat sejuk ya kan, Agartha-san?"

"Agartha saja, hmm kau benar Loura, eh apa yang kau lakukan?"

terlihat Loura membuka seleting baju nya.

"Aku sangat .... Eh, coba lihat orang-orang itu!"

Loura menunjuk ke arah para penduduk yang ada di desa itu. Terlihat mereka membawa ternak mereka keluar desa.

"Ada apa Loura?" tanya Agartha.

"Lihat para penduduk membawa

binatang peliharaan mereka keluar

desa"

"Mmmh kau benar, ayo kita

kesana.!"

"Hmm,"

"Sebelum itu, cepat

rapikan kembali bajumu.!"

"Oh iya, aku

lupa."

"Huuh, dasar wanita. suka pamer."

Agartha memukul

keningnya sendiri

Tak lama

mereka pun masuk desa, dan Agartha

pun bertanya pada salah seorang

warga.

"Ano,, permisi paman. Kenapa

semua orang membawa ternak mereka

keluar desa?"

"Kami akan mengungsi,

desa ini sudah tidak aman." ucap orang

itu yang kemudian berlalu membawa

ternaknya.

"Tapi.. Tapi..." Agartha

masih banyak pertanyaan, namun

orang itu telah pergi.

Mereka berdua

hanya memerhatikan aktivitas para

penduduk itu, dan terlihat disebuah

rumah, mereka melihat seorang kakek

tua tengah menggiring kambing

peliharaannya masuk kedalam

kandang.

"Loura, lihat orang itu." kata

Agartha sambil menunjuk ke arah

rumah itu.

"Hanya orang itu yang tidak

membawa ternaknya. Ayo kita coba

tanyakan padanya.!"

"Ayo!"

Mereka

berdua pun segera berjalan menuju

rumah itu

"Ano.. Permisi paman,"

kini giliran Loura yang

bertanya

"Oh rupanya ada tamu,

silahkan duduk.!" ucapnya ramah

dengan tersenyum.

Singkatnya mereka duduk di halaman

depan rumah itu, tepatnya diteras

rumah. Meskipun sederhana, namun

teras rumah itu lumayan nyaman.

"Mmh sepertinya kalian seorang

pengembara, ya kan?" kakek itu

membuka percakapan sambil

menuangkan teh kedalam cangkir.

"Kau

benar paman, kami adalah pengembara

dan tak sengaja kami singgah disini."

Agartha membenarkan ucapan si

kakek

"Begitukah,." ucap si kakek tersenyum

"Boleh aku bertanya sesuatu kek?"

Agartha langsung ke inti.

"Tentu saja."

"Sebenarnya

apa yang terjadi di desa ini, kami

melihat para penduduk membawa

ternak mereka keluar desa?"

"Mmh,

seharusnya orang-orang disini

menyambut tamu, tapi mereka tengah

sibuk mengungsi. semua itu karna ulah

Siluman Pemakan Ternak."

"Siluman?!" Agartha dan Loura terkejut

"Ya. Di gua sekitar gunung itu, gunung

yang tak terjamah oleh manusia.

Disana tinggalah siluman, siluman itu

memakan binatang yang ada digunung

sana, namun karna bintang sudah tak

ditemukan di gunung itu, maka siluman

itu turun gunung.

Tepatnya 3 minggu

yang lalu, siluman itu mulai memakan

ternak para penduduk. Kambing, sapi,

kerbau dimangsa oleh makhluk itu."

"Makhluk itu kami namakan siluman

pemakan ternak. Memang siluman itu

tak pernah memangsa manusia. Tetapi

siluman itu gemar sekali meneror

warga. Siluman itu gemar sekali

meneror warga desa, seakan-akan

shluman itu senang jika melihat orang-orang lari ketakutan. Warga mulai

kesal dengan siluman itu. Tetapi jika

ada warga yang melawannya, siluman

itu terbang menjauh."

"Jadi tidak ada

cara untuk menghindarinya yah?" ucap Loura

"Benar, jadi para penduduk

memutuskan mengungsi kan ternaknya

ke desa sebelah, sekitar 70% penduduk

disini meninggalkan desa."

"Ada desa lain?" tanya Agartha

"Ya, jaraknya sekitar 5-7 km dari sini"

"Hm, jadi diluar jangkauan siluman itu

yah."

"Ano paman,

kira-kira sebesar apa makhluk itu?" tanya Loura

"Ukurannya lumayan besar, mulutnya

saja mampu melahap manusia dalam

sekali serang. Tingginya kira-kira 2

meter."

"Lumayan

besar juga." ucap Agartha

"Hmm, setiap hari makhluk

itu turun gunung untuk memangsa

ternak." lanjut si kakek.

"Jadi pilihan terakhirnya para

penduduk adalah membawa pergi

ternaknya sebelum dimangsa" kata

Agartha

"Tapi paman, kenapa siluman itu

tidak memangsa manusia? Kenapa

makhluk itu hanya menakut nakuti

manusia saja?" tanya Loura

"Entahlah."

"Agartha,

apa mungkin siluman itu memilih

mangsa yang besar?"

"Apa magsudmu

karna sapi dan kambing lebih besar dari

manusia, jadi makhluk itu hanya

memangsa hewan ternak?"

"Ya,"

"Lalu apa yang

akan terjadi jika mereka sudah tidak

menemukan hewan ternak? Jangan-

jangan..."

"Makhluk itu akan memangsa manusia.." Loura melanjutkan,

"Apaa?

Tidak mungkin, selama ini siluman itu

selalu menghindari manusia."

"Pasti ada

alasan dibalik itu, bisa jadi karna yang

tadi kusebutkan, dan yang kedua

manusia memiliki persenjataan untuk

melawan." ucap Agartha.

"Ya, itu bisa jadi."

"Tapi yang

jadi masalah adalah saat ini, jika ternak

sudah tidak ada. Ada kemungkinan

siluman itu akan benar-benar

memangsa manusia."

"Agartha, jadi para warga yang masih

tinggal dalam keadaan bahaya?"

"Ya

Loura, itulah perkiraanku. Ini tidak

boleh dibiarkan begitu saja."

"Kita harus segera

memperingatkan penduduk yang masih

tinggal" ucap Loura

"Paman, biasanya kapan

makhluk itu turun gunung?" tanya

Agartha

"Saat hari

menjelang gelap, tepatnya saat senja." ucap si kakek

"Berarti sore ini makhluk itu akan

datang. Oh iya sebelum itu, kenapa

paman tau siluman itu tinggal di dalam

gua?"

"Karna aku pernah mengejar

siluman itu sampai ke sarangnya." ucap

seseorang yang tiba-tiba keluar rumah.

"Eh, kau siapa?"

"Yuta? Dia adalah Yuta,

anakku." ucap si kakek.

"Ternyata ada tamu, maaf yah kalau

kedatangan kalian tidak disambut."

"Tidak apa-apa ko." ucap Loura sambil

tersenyum memejamkan mata

"Etoo." Yuta jadi terlihat aneh

"Oh iya, kami

belum memperkenalkan diri, Namaku

Agartha, dan dia adalah Loura. Kami

adalah pengembara, bisa kau jelaskan

apa yang tadi kau bicarakan?"

"Namaku Yuta dan ini ayahku Yujima,

Akan ku ceritakan kejadiannya waktu

itu..."

Flashback on

Hari telah senja,

matahari mulai tenggelam di ufuk barat

Terlihat 2 orang pria sedang menggiring

kambing-kambing kekandang. Yap, dua

orang itu adalah Yuta dan Yujima. "Ayah,cepatlah sebelum para ternak itu

dimangsa."

"Ya Yuta, apa kau telah

menghitung semuanya?"

"Sudah ayah,

totalnya ada 28 ekor."

"Hmm

kurasa kambing kita tidak berkurang."

Matahari

mulai tenggelam terlihat makhluk

hitam tengah terbang diatas langit,

bagaikan elang menargetkan mangsa.

"Khkhhk" Siluman itu memyeringai

seolah akan membunuh

"Makhluk itu datang.." ucap Yuta yang

melihat keatas langit.

Bersambung,

-siluman adalah makhluk yang

berwujud aneh, dan tak jarang mereka

memiliki kekuatan. Siluman terbagi

menjadi 2 jenis.

-1. Siluman berbentuk binatang.

Siluman ini mirip binatang, namun

warna dan bentuknya berbeda dari

binatang.

-2. Siluman yang dapat berubah wujud,

siluman ini biasanya berwujud manusia,

dan dapat berubah menjadi hewan aneh

sepenuhnya ataupun hanya setengah.-Siluman ini kuat, biasanya siluman jenis

ini mempunyai kekuatan didalam

dirinya tapi bukan magia, mereka memiliki kekuatan aneh didalam diri

mereka.

Pertarungan selanjutnya melawan

siluman pemakan ternak,. Jangan lupa beri nilai terbaik jika kalian

suka, dan ikuti cerita ini jika kalian

penasaran dengan cerita selanjutnya,

semakin banyak view akan semakin

sering update.

jangan lupa baca cerbungku yang lain

-MAX2150CME

-Killer

-Scary Stories

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 9

Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:43:20
hargai cerita orang, kuberi nilai 10 untuk ceritamu
SESHOMARU INU
2016-10-14 22:27:19
jadi apa yang terjadi?
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-05 15:15:05
ho loura terlalu berani, memperlihatkan dadanya pada pria
ThE LaSt EnD
2016-09-30 20:49:25
sbenarnya apa 7an mencri artifact itu.? jk tlah trkumpul smua, apa yg akan trjadi? apa mungkin ada kekuatan besar yg akn trjdi? ..
ZENA LEO MONSTA X
2016-09-30 11:27:36
wah kebawahnya jadi berantakan. Ini efek copasnya yah?
gIN taka
2016-09-30 07:50:22
pertamaxx lgi ahh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook