VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
God The Artifact The Stealth War Chapter 7

2016-09-24 - Aerilyn Chan Kawai > God The Artifact The Stealth War
132 views | 6 komentar | nilai: 9.43 (7 user)

oke udah sampe chapter 7, tetap semangat meskipun lagi sakit. Kita lanjutkan ceritanya, ternyata Agartha adalah seorang prajurit cahaya yang bernama Gerlaria. Cerita selengkapnya akan dibahas di GTA prekuel series. Inilah cerita selengkapnya chapter 7.

God The Artifact : The Stealth War (Artifak Dewa : Perang Siluman)

God The Artifact The Stealth War Chapter 7 - Artifak Krystal
Penulis : Aerilyn Chan Kawai



---------God The Artifact-------

Chapter 7 : Artifak Krystal

"Apa? Apakah menuju lost hell?"

"Aku tidak tau,"

"Kalau begitu, bagaimana kalau kita

mencarinya bersama? Tujuan kita

sama, selain itu arah yang dituju juga

sama, ya kan?!"

"Baiklah, Sebelum itu aku mau makananmu dong."

"Nih, ambilah"

kata Loura sambil menjulurkan buah berwarna merah

"Waah buah apalagi kali ini?"

"Makan sajalah."

"Baiklah, terimakasih banyak."

Agartha segera memakan buah itu dan setelah habis.

"Yosh, sebaiknya kita mulai perjalanan kita."

"Oke.."

Mereka berdua merapikan barang masing-masing. Terlihat Loura memasukan barangnya kedalam tas gendongnya, sementara Agartha memasukan barangnya kedalam tas Selendangnya.

"Ayo kita berangkat.!!" teriak Agartha

"Yosh."

Perjalanan pun dimulai.

Sambil berjalan, mereka berbincang.

"Agartha-kun, kurasa kau ahli sejarah."

"Benarkah?"

"Aku merasakan kau memiliki

pengetahuan yang luas tentang dunia

ini. Selain itu, kau memiliki

pengetahuan tentang pengobatan."

"Ah kau terlalu melebih-lebihkan"

"Aku serius, dan jika diingat kau adalah

prajurit. Apa kau ahli dalam strategi

perang?"

"Soal itu... Mmmh tidak, aku tidak mau

memikirkan hal yang rumit"

"Mmmmh. Eh selain itu, aku penasaran

tentang benda yang kau cari itu.

Sebenarnya Artifak Krystal itu apa?"

"Pertanyaan yang bagus, cerita ini berawal dari masa 4 golongan makhluk

yang hidup

tentram dibumi. Karna kekuatan

7 dewa, semua makhluk tunduk dengan

kekuasaan para dewa."

"Maaf memotong, 4 golongan makhluk

itu apa saja? Dan dewa itu seperti

apa?"

"Soal itu tidak bisa kuceritakan, karna

hal itu terlalu rumit untukmu. Yang

jelas, artifak krystal muncul di era

masa itu. Benda bulat yang muncul di

atmosfir memiliki Magia luar biasa"

"Pada masa peperangan besar yang

meluluh lantakan dunia ini, artifak

krystal terbelah menjadi 2 bagian. Saat salah

satu potongannya mendarat di bumi,

benda itu mengeluarkan Magia yang

mempengaruhi sebagian besar makhluk hidup

yang ada dibumi. Contohnya adalah

monster danau dan kadal yang

kemarin, contoh lain adalah manusia

memiliki Magia, bukan hanya itu

pengaruhnya. Karna hal itu bumi yang

luluh lanta kembali menjadi seperti

sediakala. Malah menjadi aneh karna 68% makhluk kidup terkena pengaruh Magia"

"Oh seperti itu. Jadi kerusakan bumi

diperbaiki oleh benda itu." Loura

berusaha

memahami apa yang diceritakan, "Lalu kemana potongan yang satunya

lagi?"

Loura kembali bertanya

"Itu rahasia."

"Ehh, kenapa?"

"Aku malas menceritakannya, mungkin

hilang bersama tubuh dewa."

"Ah kau ini, selanjutnya apa yang

terjadi?"

"Seluruh dewa meninggal, namun

mayatnya tidak ada. Katanya mayat

mereka melebur menjadi cahaya,

tinggalah dibumi 2 golongan, manusia

dan siluman."

"Potongan artifak yang tertanam

dibumi dijaga oleh kami Gerlaria,

dan setelah 500 tahun berlalu akhirnya

berhasil dicuri."

"Seperti itu ceritanya, sebenarnya

masih banyak yang ingin kutanyakan

kutanyakan

padamu."

"Ternyata kau haus akan pengetahuan

juga yah, Loura."

"Tidak seperti itu, aku sangat tertarik

dengan ceritamu karna baru kali ini aku

mendengarnya. Cerita ini lebih menarik

dari cerita pengembara manapun. Aku

ingin lebih banyak

mengetahui tentang dunia ini."

"Benarkah?"

"Ya, cerita yang sangat bagus."

Tiba-tiba mereka dihadang oleh ular raksasa.

"Ah lihat ular itu, karna pengaruh artifak krystal dia menjadi membengkak seperti itu." ucap Agartha santai.

"Hiiiih" Loura terlihat ngeri.

"Eh kau kenapa?"

"Tidak apa-apa aku hanya masih trauma dengan monster danau yang kebetulan bentuknya seperti ular itu, yang membedakan hanya kepala dan layar."

.Stttt

Ular itu pun menyerang

"Baiklah kau mundur saja. Biar aku yang melawannya." Agartha pun melompat keatas dan menyerang ular itu.

"Boxeo Argia"

Tangan Agartha mengeluarkan cahaya. Tepatnya tinju tangan kanan nya mengeluarkan cahaya dan. Bamm.

Kepala ular itu berhasil dipukul Agartha.

Shaaattt. Desis ular itu

"Satu serangan lagi."

Agartha pun mendarat ditanah dan

"Besoak Argi Erasoa" tiba-tiba tangan kanan Agartha menjadi cahaya sampai ke siku. Ia pun menebaskan tangannya bak pedang secara vertikal dan munculah serangan seperti getsuga tensho.

Serangan itu tepat mengenai ular raksasa yang kemudian tubuhnya hancur berantakan.

"Kereen." Loura tampak kagum dengan pria keren berambut hitam ini, bukan hanya otak dan wajahnya, kemampuannya pun luar biasa.

"Selesai dengan 2 serangan."

"Agartha kau hebat."

"Hehehe, itu bukan apa-apa, baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan kita!"

"Emm," Loura pun berjalan menghampiri Agartha dan berjalan berdampingan

"Aku bertemu dengan pria yang baik dan kuat, bukan hanya itu dia juga pintar dan tampan. Kuharap dengan bantuannya aku bisa mengambil kembali artifak desa ku." pikir Loura sambil melirik kearah Agartha.

Setelah beberapa lama mereka berjalan menelusuri pinggiran hutan. Tak lama terlihat pemukiman. Itu

adalah sebuah desa kecil yang berada

di kaki gunung.

"Lihat di depan" kata Agartha sambil

menunjuk ke desa di depan mereka.

"Sebuah desa?"

"Ya, itu adalah tempat kita beristirahat.

"Ayo!"

Bersambung,

-kisah perang besar dan

artifak krystal juga masa lalu Agartha

akan dibahas di kisah Agartha di

prekuel series. Cerita ke

3 ini berhubungan

-Rata-rata dalam cerita, karakter

utama

itu bodoh dan ceroboh. Tapi dalam

ceritaku, karakter utama itu pintar,

cerdik dan berpengetahuan. Meskipun

kadang bertindak tanpa berpikir terlebih dulu

-Karakter

ke 4 yang akan menjadi orang

yang bodoh dan ceroboh, nanti akan

dibahas.

So ikuti terus ceritaku dan Jangan

bosan untuk mampir.

Jangan lupa juga baca cerbung ku

yang lainnya

-MAX20150CME

-Killer

-Scary Stories

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 8

Clint Mobile Legend
2017-01-17 20:58:36
Menurutku, kebodohan lebih penting daripada taktik, karena orang bodoh cukup berpikiran sederhana, sedangkan orang pintar harus memikirkan cara untuk membuat strategi #komentgaje
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:43:20
"Besoak Argi Erasoa" bahasa apa itu?
SESHOMARU INU
2016-10-14 22:29:12
.agartha keren
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-05 15:13:16
sepertinya karakter utama pintar dan kuat yah
ZENA LEO MONSTA X
2016-09-27 11:57:02
ini cerita sejarah adanya artifak dewa yah?
Mr Blacky
2016-09-24 12:55:27
Loura sangat beruntung bertemu arghatra
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook