VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 5

2016-09-13 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
177 views | 7 komentar | nilai: 9.25 (8 user)

Kita lanjutkan ke chapter 5, setelah sebelumnya pria misterius yang telah diketahui bernama Agartha itu menolong Loura,

Perbincangan mereka dimulai, percakapan dimulai dengan cerita Loura.

Hm bagaimana ceritanya?

Kita lanjutkan, chapter 5.

God The Artifact -The Stealth War-(Artifak Dewa -Perang Siluman-)

God The Artifact The Stealth War Chapter 5 - Artifak Pedang Laba-laba
Penulis : Aerilyn Shilaexs

---------God The Artifact-------

Chapter 5 : Artifak Pedang Laba-laba

"Kouen, namanya Kouen, dia adalah

temanku." ucap Haru yang memperkenalkan temannya pada

mereka berdua.

"Namaku Kouen." ucap pria berambut hitam pendek

"Salam kenal."

Hari menunjukan telah petang, Loura telah pulang kerumahnya

"Aku pu.." ucap Loura terputus,

"Oh iya, ibu sudah tiada. Sekarang tidak ada yang mengatakan'selamat datang' lagi kepadaku, aku benci kalian para siluman." Loura pun perlahan meneteskan air mata.

"Sebaiknya aku menyiapkan makan malam untuk Ayah."

Malam telah larut, ayah Loura, Gouha telah pulang, terlihat Loura duduk dikursi, lebih tepatnya tidur sambil terduduk menunggu kedatangan ayahnya.

"Anak ini..."

Gouha pun memangku Loura ke kamarnya, ia segera makan malam, yang telah disiapkan anaknya.

Keesokan harinya

Loura telah bersiap-siap, terlihat ayahnya duduk dedepan rumah

"Loura kau sudah bangun.?"

"Ya ayah, sebelum kita latihan, ada

satu hal yang ingin kutanyakan padamu

ayah."

"Kalau begitu kutunggu ditempat

latihan, kita bicarakan disana. Sebelum

itu tolong petik buah-buahan untuk

para prajurit."

"Baiklah ayah, aku pergi dulu" Loura

pun beranjak dan pergi meninggalkan

ayahnya menuju kebun.

Di perkebunan, ia tengah memetik buah

berwarna putih

"Padahal aku ingin menanyakan

tentang artifak pedang laba-laba." pikir

Loura sambil memetik buah

Setelah usai

"Loura chaaan." teriak

seorang pria menanggil wanita itu yang

diketahui bernama Loura dari belakang

Pria itu tengah berlari menghampiri

Loura. Loura pun berbalik

"Oh, Haru-kun."

"Loura chan,hah...hah..hah.. kau mau

kemana membawa buah-buahan

itu?.hah..hah.." Haru bertanya eskipun

sambil terengah-engah karna tadi

berlari.

"Aku mau pergi ke tempat

ayahku dan berlatih disana, aku

membawa ini untuknya." jawab Loura

tersenyum.

"Bolehkah aku ikut?" pinta

Haru

"Mmm... Boleh, tapi apa kau tidak

bertugas hari ini?"

"Tugasku hari ini

adalah menemani ayahmu saja."

"Benarkah? Kau tidak berbohong?"

"Tidak"

"Kalau begitu ayo!" Loura dan

Haru pun pergi ke tempat Ayah Loura,

diamana mereka sering latihan disana

Sesampainya disana, alangkah

terkejutnya mereka Terlihat banyak

mayat berserakan.Itu adalah mayat

para prajurit

Dan mereka melihat

banyak siluman, ayah Loura terlihat

kewalahan melawan para siluman.

"Haaaah Loura, Haru apa yang kalian

lakukan disini? Pergilah.!" teriak ayah

Loura yang sedang melawan para

siluman

"Tapi ayah..."

"Tuan aku akan

membantumu."Haru hendak menuju

ayah Loura

"Jangan!!, kalian pergilah dari

sini. Bawalah Artifak ini," teriak ayah

Loura sambil melemparkan sebuah

Artifak

Tanpa mereka duga, dibelakang

mereka ada siluman yang siap

menyerang dan....

Srreet..!!

Siluman itu menyerang Loura, sigap

Haru menahan dengan pedangnya lalu

Loura menangkap artifak itu,

bentuknya seperti pedang namun

membeku.

"Loura-chan, cepat pergi bawa lari

artifak itu"

"T-tapi.."

"Cepatlah, aku akan menyusulmu."

"Baiklah, ayah, Haru-kun.."

Loura pun pergi, terlihat buah-buha tadi

berserakan. Gouha dan Haru sibuk

melawan siluman.

Ke tempat Loura, ia tengah berlari dan

langkahnya tiba-tiba terhenti,

Terlihat seekor siluman berbentuk

kerbau menghadang.

"Serahkan benda itu bocah.!"

"Ti-tidak akan, aku..."

Namun tiba-tiba, artifak yang

dipegangnya menghilang.

"Ke-kemana artifaknya?" pikir Loura

bingung.

"Kau lambat sekali buffalo." ucap seekor siluman yang tiba-tiba berada

disampingnya tengah memegang

artifak itu.

"Kembalikan benda itu?"

Flashback end

"Jadi para siluman yang mencuri artifak

milik desamu?"

"Iya," "Lalu apa yang terjadi setelah itu?"

"Saat aku berusaha melawan mereka, siluman kerbau itu menyerangku hingga aku tak sadarkan diri. Saat aku sadar, desa sudah terbakar banyak warga yang meninggal, aku tidak tau apa ada yang selamat atau tidak.

Saat aku menemukan siluman yang sekarat, aku menanyakan tentang artifak itu. Dan dia menjawab bahwa artifak itu dibawa ke arah barat Lost hell."

"Lost Hell?"

"Iya, selama ini aku menempuh perjalanan untuk mengambil kembali artifak itu."

"Lalu bagaimana dengan keadaan temanmu dan ayahmu?"

"Entahlah, setelah aku mengetahui lokasi artifak itu. Aku segera pulang dan membawa barang yang ku perlukan. Saat itu rumahku tidak terbakar."

"Jadi itu alasannya kau sampai ke sini?"

"Iya, hingga aku berhadapan dengan monster danau di danau sana," Loura kemudian menceritakan kejadian nya selama dihutan

"Hingga kau menyelamatkanku."

"Oh, begitu. Lalu tentang artifak itu, bagaimana ciri-cirinya?"

"Bentuknya seperti pedang, ditengahnya ada bentuk laba-laba, dan ditengah pedang ada 6 mata merah"

"Sudah kuduga, itu God The Artifact Pedang Laba-laba"

"Eh? Kau tau tantang god the artifact?"

"Yah aku tau, aku tau lebih dari siapapun karna aku..."

Bersambung.

Selanjutnya cerita tentang Agartha

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 6

Sovaren DF F
2017-06-18 05:50:43
mungkin sebaiknya flashback itu nantikan dahulu, ini serasa terlalu cepet
Bocah Redoks
2017-06-11 18:14:31
selain ceritanya yg hampir sama dengan chapter pertama, kesalahannya jg sama. spasi dan kesalahan kata
Zen Kureno
2017-06-01 14:49:01
Itu kalau ku baca teliti kebannyakan berasal dari chapter 1.
David Blueskhniczky
2017-01-07 08:43:10
Gpp berantakkan yang penting yang nulis tetap cantik dalam situasi apapun *civok Aerilyn-chan
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-05 14:58:00
sayang, ko berantakan?
ZENA LEO MONSTA X
2016-09-27 11:51:07
wah ko bagian flasback nya, tulisannya berantakan?
Inoue Miyako
2016-09-17 17:02:50
Pemilikkah?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook