VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 4

2016-09-12 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
173 views | 8 komentar | nilai: 9.5 (8 user)

Lanjut ke chapter 4, setelah sebelumnya Loura terluka dan diselamatkan oleh pria misterius,

Pria itu mengobati luka Loura dan yah
karna pengetahuan dan pengalamannya, dia berhasil mengobati Loura,

Meskipun efeknya, mulutnya terus merasakan pahit.

Penasaran siapa pria itu?

Kita lanjutkan ceritanya

God The Artifact -The Stealth War- (Artifak Dewa-Perang Siluman-)

God The Artifact The Stealth War Chapter 4 - Namamu?
Penulis : Aerilyn Shilaexs

---------God The Artifact-------

Chapter 4 :

Nama mu?

"I-iya, aku memberi sedikit bumbu pada

ikan itu"

"Benarkah, pantas saja ikan ini sangat

enak"

"Kau benar, ikan ini sangat enak." ucap

pria itu balik tersenyum .

"Tidak juga, aku merasakan ikan ini

sangat pahit, luar biasa pahit karna

efek daun itu. Uekk" ucapnya dalam

hati

"Sekali lagi kuucapkan terima kasih."

Agartha hanya tersenyum

"Oh iya, namamu siapa?"

"Aku Agartha, Agartha DF Valley seorang prajurit pasukan cahaya."

"Prajurit cahaya? Mmh itu keren."

"Lalu namamu?"

"Aku Loura Arleen."

"Arleen? Mmh bagus sekali. Baiklah jika kau sudah baikan, kau tidur saja agar kau cepat sembuh. Selain itu, makanlah daun itu"

"Daun ini? Yang berwarna ungu?" sambil mengambil beberapa daun yang berada didekat tas Loura.

"Ya, yang itu. Besok makanlah selembar saja, agar kau cepat sehat."

"Tapi..."

"Sudahlah, kita lanjutkan percakapan ini esok hari. Istirahatkan badanmu, selain itu aku juga sangat lelah," ucap pria itu yang diketahui bernama Agartha.

Ia pun membaringkan tubuh bersebrangan dengan Loura, kini api itu menjadi pembatas antara mereka.

"Baiklah, selamat malam Agartha-kun." ucap Loura sambil membaringkan tubuhnya

Agartha tidak menjawab, ia telah terlelap.

Malam pun semakin larut, Loura tidur pulas dengan selimut menggulung tubuhnya, berbeda dengan Agartha yang hanya beralaskan sebuah kain.

Suhu udara tak begitu dingin meskipun sesekali angin berhembus menerpa pepohonan. Hingga cahaya dari api pun semakin redup dan api pun padam.

Keesokan harinya, langit tampak cerah.

Loura yang terbaring mulai membuka matanya

"Oh kau sudah bangun, ee..too... Namamu? Emm"

"Loura! Loura Arleen!" tegas Loura sedikit marah.

"Ahahaha, aku hanya bercanda, aku ingat jelas namamu. Baiklah, ku yakin kau punya banyak pertanyaan. Ya kan?"

"Be-benar,"

"Kalau begitu kita bicarakan sekarang sambil sarapan. sarapan pagi,"

"Emm, sebenarnya aku membawa bekal, aku punya beberapa buah-buahan dan makanan lainnya."

"Benarkah?" Agartha pura-pura tidak tau. Loura lalu mengangguk dan membuka tas nya.

"Ini, makanlah." Loura memberikan makanan pada Agartha, entah apa namanya, bentuknya aneh, berwarna putih.

"Terimakasih, a.am. Whoah ini sangat enak, manis dan lembut,"

"A.am, sudah kuduga, kau pasti menyukainya."

"Mmm, ini sangat enak, apa namanya?"

"Itu... Ah aku juga lupa lagi. Tapi di desaku terdapat banyak sekali dan..." ucapan Loura terpotong, ia kemudian menunduk.

"Ada apa Loura?"

"Ti-tidak apa-apa ko." ucap Loura sambil tersenyum, yah tersenyum. Terlihat senyuman yang dipaksa.

"Kau yakin?"

"Em, ngomong-ngomong kenapa kau ada dihutan ini Agartha-kun?"

"Aku... Eh
sebelum itu, apa kau mendengar suara monster meraung?"

"Itu... Sebenarnya aku berhadapan langsung dengan monster itu."

"Apaaa? Benarkah itu? Bagaimana ceritanya?"

"Mh kuceritakan dari mana yah? Mmh, sebenarnya aku sedang berpetualang, aku sedang mencari sesuatu milik desaku."

"Sesuatu? Apa itu?" Agartha semakin penasaran.

"Apa boleh aku mengatakan hal itu padanya? Aku kurang percaya padanya. Tapiii wajahnya terlihat bukan orang jahat." gumam Loura.

"Eh kenapa kau diam? Baiklah jika itu rahasia, tidak perlu kau ceritakan.."

"Tidak apa-apa ko, akan kuceritakan, 2 minggu yang lalu desaku diserang gerombolan siluman, ayahku adalah kepala desa. Beliau dipercaya untuk menjaga sebuah God the artifact..."

"God the artifact.?" gumam Agartha dalam hati,

Flashback

"Loura, sudah cukup untuk hari ini, kau istirahat lah!. Besok kita lanjutkan." perintah pria berbadan besar,

"Baiklah ayah, fyuh lelah sekali." ucap Loura yang kemudian duduk di bawah pohon

Tak lama 2 orang prajurit datang

"Selamat siang Gouha-sama." sapa salah satu prajurit.

"Haru-kun, dan etoo. Nama mu?"

"Kouen, namanya Kouen, dia adalah temanku." ucap Haru yang memperkenalkan temannya pada
mereka berdua.

"Namaku Kouen."

Bersambung.

Hm bagaimana pendapatnya? Silahkan coment

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 5

Sovaren
2017-06-18 05:49:16
agartha nama yang tadinya mau kugunakan
Bocah Redoks
2017-06-10 22:28:47
senyum palsu lalu pengalihan pembicaraan. jurus dasar seorang wanita
Under1
2017-06-01 14:43:46
Terlalu pendek jadi ennga puas.
SESHOMARU INU
2017-04-03 05:41:09
Nama pasaran haru, padahal nama-nama diceritamu pada keren loh
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:43:08
baru aja flashback udah bersambung
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-05 14:55:32
ini flashback ya sayang?
ZENA LEO MONSTA X
2016-09-27 11:49:07
orang nanya malah balik nanya
Inoue Miyako
2016-09-17 17:00:19
First
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook