VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
God The Artifact The Stealth War Chapter 3

2016-09-11 - Aerilyn Shilaexs > God The Artifact The Stealth War
98 views | 7 komentar | nilai: 9 (7 user)

Kita lanjut ke chapter 3. Stelah sebelumnya Loura berhasil melarikan diri dari monster danau yang luar biasa besar. (bisa dilihat dari pictnya),

ia lari kehutan. Namun sialnya, saat Loura beristirahat, tiba-tiba ada 4 kadal mengergap.

Ia pun melarikan diri sambil sesekali melawan.

Apa yang terjadi sebelumnya?

Inilah chapter 3.

God The Artifact -The Stealth War-(Artifak Dewa -Perang Siluman-)

God The Artifact The Stealth War Chapter 3 - Ini Sangat Pahit, Luar Biasa Pahit
Penulis : Aerilyn Shilaexs

---------God The Artifact-------

Chapter 3 : Ini Sangat Pahit, Luar Biasa Pahit

"A-apa yang terjadi dengan tubuhku, tidak mungkin aku kehabisan sihir, aku- aku merasa..."

Ssssstttt...!!!

Kedua kadal telah berada tepat dibelakangnya dan

"Sial, aku tidak ingin mati dimakan kadal itu,"

Jduarrrr.

Kedua kadal itu meledak setelah sebelumnya terlihat cahaya putih menyambar mereka(seperti getsuga tensho ichigo)

"Kau tidak apa-apa nona cantik?"

Terlihat seorang pria berambut hitam memakai syal putih berdiri tepat dibelakang Loura.

Loura bangkit memaksakan diri untuk berdiri, ia melihat pria keren didepannya

"Si-siapa kau?"

"Aku, namaku.... Ehh"

Sebelum pria itu menyelesaikan ucapannya, Loura langsung pingsan. Sigap pria itu menangkap tubuh Loura.

"Hey kau bangunlah, kau.."

Belum menyelesaikan ucapannya ia melihat tangan kiri wanita itu

"Astaga ia terluka, apakah ini gigitan dari kadal itu?"

"Ah sebaiknya aku segera mengobatinya"

Waktu menunjukan telah malam, terlihat sekitar suasana gelap. Hanya kobaran api menerangi.

Loura mulai membuka matanya dan ia melihat semuanya gelap dan terlihat seorang pria didepan api yang hangat itu.

"K-kau..." kata Loura terbata dan mulai bangun, ia terduduk.

"Oh, sudah bangun yah? kesini ayo makan ikan ini! Kau pasti lapar!"

"Eh, i-iya."

Loura mendekati pria itu

"Lukaku, apa kau yang mengobatinya.?" ucap Loura yang melihat tangan kirinya yang terluka telah diperban.

"Itu..."

Flashback

"Aku harus segera mengobatinya."

Pria itupun membopong Loura pergi.

"Wanita ini sangat cantik dan mmh tubuhnya juga wangi." ucap pria itu dalam hati sambil menatap Loura,

"Ah apa yang kupikirkan. Aku tidak bisa melakukan hal yang aneh-aneh padanya!" gumamnya lagi.

"Tapi dia sangat cantik dan tubuhnya itu.."

Tak lama ia mendengar gemercik air.

"Ada sungai? Ah kurasa disini tempat membaringkan wanita ini"

Pria itu pun membaringkan tubuh Loura setelah ia mengelar kain sebagai alas.

"Aku harus cepat mencari obatnya, tapi sebelum itu aku harus membersihkan lukanya."

Pria itu pun membuka tas Loura dan melihat isinya.

"Semoga ada obat atau semacamnya ditasnya."

Setelah ia membuka tas Loura.

"Ah apa ini, baju, celana. Uahh bra, dan ini celana dalam. Ini makanan dan sebotol air." ucap pria itu saat mengeluarkan semua barang di tas itu.

"Sebaiknya aku mencuci dulu lukannya."

Pria itupun membasuh luka tangan Loura

"Dan selanjutnya.... Oh iya aku ingat."

Pria itu pun berlari kedalam hutan dan mencari-cari sesuatu.

"Tanaman itu, ah dimana ya?. Sial, dimana? Dimana?" ucapnya sambil terus mencari dengan teliti. Hingga

"Aah itu dia, berbatang kecil, daunnya warna ungu. Berbunga ungu, sudah jelas ini tanamannya."

Pria itu pun mencabut tanaman itu dan segera membawa ketempat Loura dibaringkan.

"Dalam buku, tanaman ini mampu menetralisir racun."

"Tapi ah sial aku tidak punya alat untuk menghaluskan daun-daun ini. Ah tidak ada waktu . Aam"

Pria itu mengunyah daun-daun obat itu.

"Ubhh, ternyata benar, ini sangat pahit. Luar biasa pahit." ucapnya sambil meneteskan air mata karna saking pahitnya.

Dia hendak memuntahkannya namun

"Aku tidak kuat, aku rasa akan muntah."

"Ti-tidak boleh, bagaimanapun aku harus menghaluskannya dan segera mengobati wanita ini. Tapi ahh ini luar biasa pahit."

Setelah beberapa saat, daun itu telah menjadi seperti bubur hiau. Pria itu memuntahkannya

"Uakhhh, sial ini rasa terpahit yang pernah kurasakan. Selanjutnya kuoleskan pada lukanya."

Pria itu pun mengoleskan obat itu pada luka Loura, dan membalutnya dengan perban ditas miliknya.

"Yosh selesai juga. Akhh mulutku masih sangat pahit," pria itu segera berlari ke sumber suara gemercik air dan terlihatada sungai disana.

Dengan cepat pria itu berkumur sebanyak mungkin. Berkali-kali ia berkumur dan

"Sial, aku merasa masih sangat pahit. Uekk. Aku tidak akan pernah mengunyah tanaman itu lagi, aku bersumpah!"

Setelah beberapa saat, ia melihat banyak ikan berenang disungai itu.

"Sebaiknya aku berburu ikan, aku mulai lapar."

Pria itu pun berburu ikan dengan kerambitnya.

Setelah senja, ia kembali ketempat Loura

"Dia belum juga sadar, tapi kurasa dia akan baikan. Yosh sebaiknya aku menyalakan api."

"aku juga harus membereskan barang-barangnya."

Flashback end

"Oh seperti itu, terimakasih banyak."

"Sekarang kau cepat makan, agar kau cepat sembuh."

"Baik,"

Loura pun memakan ikan itu,

"Ah untung aku tidak menceritakan kalau aku mengacak-acak tasnya, dan tak menceritakan sepahit apa daun itu."

"Ikan ini enak sekali." ucap Loura dengan senyuman

Wanita berambut merah ini sangat manis saat tersenyum, siapapun yang melihat senyumannya pasti tidak akan kuat.

"I-iya, aku memberi sedikit bumbu pada ikan itu"

"Benarkah, pantas saja ikan ini sangat enak"

"Kau benar, ikan ini sangat enak." ucap pria itu balik tersenyum .

"Tidak juga, aku merasakan ikan ini sangat pahit, luar biasa pahit karna efek daun itu. Uekk" ucapnya dalam hati

Bersambung.

Gimana pendapatnya minna? Silahkan komentari

Bersambung ke God The Artifact The Stealth War Chapter 4

Eiichiro Maruo
2017-01-04 11:34:02
chapter ini pendek luar biasa pendek #kabuuur
Kleiss Effortles
2016-12-08 08:45:44
no coment, lanjut baca aja
Suga Bulletproof
2016-10-21 12:43:05
jadi siapa karakter utamanya?
Yagure Yasha
2016-10-14 22:31:41
kenapa agartha? Itu kan pahit
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-05 14:54:32
uh itu pasti sangat pahit, aku pasti bakal pingsan
Zena Leomosta Kun
2016-09-27 11:47:52
apa sepahit obat di puskesmas?
Inoue Miyako
2016-09-17 16:57:48
Ckck *_^
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook