VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Scary Stories Chapter 11

2017-01-07 - Aerilyn Shilaexs > Scary Stories
52 views | 10 komentar | nilai: 9.75 (8 user)

"Hm, jadi seperti itu ceritanya. Serem banget kalau sampai tak menghentikan permainan itu,"

"Seperti itulah, jadi kusarankan kau jangan mencoba memainkan permainan ini."

"Lalu bagaimana bagaimana cara menghentikan permainannya?" tanya Yuuga yang penasaran.

"Hmm, caranya ada di cerita kedua, aku sedang menyalin nya di notebook ku."

"Aku ingin tau ceritanya dong."

"Sebentar.."

"Baiklah sudah. Ini dia cerita kedua nya."

Scary Stories Chapter 11 - Charlie Charlie Challenge 2
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Scary Stories Chapter 11 : Charlie Charlie Challenge 2

Disebuah kampus terlihat dua orang pemuda sedang nonton video mesum :v, ralat, sedang nonton video permainan Charlie Charlie. Terlihat di video terdapat petunjuk cara memainkan permainan itu dalam bahasa inggris yang berbunyi.

- Prepare two pencils are still long.

- Prepare The blank piece of paper, then divide into four fields area to draw a straight line in the middle of the length and width of paper using a pencil or pen.

- Give the name of the two quadrants of the cross line with the "No" and "Yes"

- put two pencils overlapping cross crosses on each axis of the central part, to start the game then say, "Charlie, Charlie, what are you there? "

Itulah yang dikatakan dalam video. Lalu dikatakan juga cara untuk mengakhirinya

to end the game finish the game with both pencil and broke the throw. Then burn the paper game. Charlie Charlie then the game ends.

"Hm gampang banget cara mainnya." ucap seorang pria.

"Kalian percaya dengan permainan seperti itu?" tanya seorang wanita yang entah kapan sudah berada di belakang mereka berdua.

"Anna, kapan kamu kesini?" tanya pria lain yang kaget,

"Sejak kalian fokus nonton video itu." jawab Anna

"Video apa?" tanya wanita lain yang datang.

"Pagi July." sapa Anna

"Pagi Joe, Anna, Fred." sapa July.

"Apa yang kalian tonton?" tanya July karna penasaran.

"Permainan memanggil hantu . Charlie Charlie." ucap Joe dengan horor.

"Oh." jawab July datar.

"Kamu tidak percaya?" tanya Fred.

"Teman-teman yang lain sudah pernah mencobanya dan tak ada hasilnya, itu semua bohong."

"Kalau kamu tidak percaya, bagaimana kalau malam ini kita memainkan permainan ini.!" tawar Anna.

"Siapa takut." ucap July setuju.

"Oke." ucap Fred juga setuju.

"Ayo." ucap Joe.

Waktu pun berlalu, mereka berjalan menuju bangunan tua.

"Kenapa kita kesini?" tanya July.

"Agar permainannya berhasil maka harus ditempat gelap, angker dan menakutkan. Jadi kita pilih tempat ini saja." jelas Joe.

"Teman-teman mu yang lain bermain di rumah ya kan?" tebak Anna.

"Benar."

"Pantas saja gagal." ujar Fred.

Mereka pun memasuki rumah itu, Fred menyalakan korek api dan menyalakan lilin untuk penerangan.

"Dimana kira-kira tempat yang cocok?" tanya Joe.

"Di depan sana saja." ujar Anna sambil menunjuk ke ruangan kosong yang diatasnya terdapat kipas angin dan lampu yang rusak disisi dinding dinding terdapat kursi dan meja tua yang ditutup kain, keadaan rumah sangat kotor tak terurus dan mengerikan.

Fred menggunakan 4 lilin agar lebih terang. Mereka pun duduk membentuk segi empat.

"Baiklah keluarkan kertasnya dan pensilnya." ucap Anna.

July mengeluarkan berbagai alat yang dibutuhkan.

Joe mengambilnya dan menggambar + di kertas dan menulis kata Yes dan No di setiap sisi.

"Sudah selesai." ucap Joe,

"Baiklah kita mulai." ucap Anna.

"Charlie Charlie can we play?" ucap Anna.

"Charlie Charlie can we play?" ucap July.

Untuk sekejap ada angin yang berhembus hingga membuat lilin bergerak, namun berbeda dengan pensilnya yang tak juga bergerak.

"Hm, sepertinya kita gagal." ucap Joe.

"Tenang, sekarang giliranku." ucap Fred

"Charlie Charlie are you here?" lanjutnya, dan perlahan lilin kembali bergerak bahkan tanpa angin yang meniup, pensil pun bergerak kearah Yes.

"Bergerak." kaget keempatnya. Namun Joe masih tidak yakin.

"Apa beneran nih, masa datang beneran gara-gara hanya seperti ini." ucap Joe.

"Bener, lihat kan pensilnya bergerak." ucap Fred.

"Hentikan perdebatan kalian, kita masih dalam permainan." ucap Anna coba melerai.

"Hah tapi aku tetap saja tidak percaya. Yo Charlie, jika kau memang nyata, tampakkan wujudmu." teriak Joe yang menggema di ruangan, ia pun bangkit.

Tiba-tiba saja api lilin membesar, kipas berputar

"Apa yang terjadi."

Wush..

Tiba-tiba Joe terhempas dan menabrak dinding.

"Joe." kaget karna Joe tiba-tiba terhempas, reflek mereka bertiga bangkit.

Fred hendak berlari menuju Joe dan Juli tak sengaja menjatuhkan lilin ke kertas hingga kertas pun terbakar.

"Apa? Kertasnya terbakar.." kaget July.

Joe yang hendak bangkit kembali terhempas keluar jendela.

Fred yang sedang berlari tiba-tiba terpental kebelakang dan.

"Aaaa" erang Fred yang berguling-guling.

"Fred." teriak Anna, namun api lilin terus membesar hingga membakar celana July, July pun melihat celananya yang terbakar.

"July." Anna tak tau apa yang harus ia lakukan, tiba-tiba pensil bergerak dan menusuk kedua mata July.

"Aaaaa..." teriak July yang kedua matanya tertusuk, bersamaan dengan hal itu, api membakar July dari celananya.

"July.." Anna coba memadamkan api namun ia tiba-tiba melayang dan terhempas keatas menuju kipas yang bergerak.

Srat.. Srat.. Srat...

Tubuh Anna terpotong oleh kipas dan jatuh berserakan, api terus membesar dan membakar tubuh July yang menggeliat.

Sementara Fred, terlihat ia sudah tak bernyawa dengan punggungnya terdapat bekas banyak sayatan pisau, darah membanjiri tubuhnya.

Diluar, mayat Joe, lehernya tertusuk dahan pohon dan disekujur tubuhnya terdapat pecahan kaca yang menusuk tubuhnya.

Terlihat samar-samar bayangan hitam anak kecil bermata merah memperhatikan mayat mayat mereka.

Keesokan harinya, karna tempat itu sepi dan jauh dari pemukiman, tak ada yang mengetahui jasad 4 orang itu, potongan Anna tubuh berserakan, dan tubuh July sudah hangus tampak mengerikan.

E N D

"Wah. Wah cerita kedua lebih menyeramkan" ucap Yuuga.

"Nah jadi mereka tak menghentikan permainan karna tak sengaja kertasnya terbakar."

"Lalu kenapa Joe tiba-tiba terhempas.?"

"Mungkin karna ia meremehkan hantu charlie."

"Dan api itu, kenapa bisa membakar seseorang sampai hangus?"

"Mungkin karna efek kekuatan hantu charlie."

"Hah apapun itu, aku sudah mengantuk, tak terasa kau bercerita seharian."

"Kalau begitu silahkan istirahat, aku juga sudah ngantuk."

Bersambung

Bersambung ke Scary Stories Chapter 12

SHiniGami GhoUL
2017-03-08 22:01:05
Ini jg ntapzzz...
Vestaka Pyrokinesis
2017-01-13 07:14:36
Akhirnya selalu tewas
Spectra Phantom
2017-01-11 15:19:11
Akhir permainan, begitu tragis
Gangster V
2017-01-08 14:43:18
Permainan yang aneh
Ghost Rider
2017-01-07 20:54:17
hantu luar negeri ternyata sadis juga ya.
Red Ink
2017-01-07 19:25:26
Aku dan teman-temanku udah pernah main begituan, tapi gak terjadi apa-apa '-') atau kami ada yang ketinggalan ya? '-')
Rudy Wowor
2017-01-07 14:07:06
Hii aku takut (meluk Aerilyn) > mantap
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-07 12:50:40
akhr yang menyenangkan ha ha
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2017-01-07 12:17:58
akhir yang menyenangkan ha ha..
Suzumiya Haruhi
2017-01-07 12:10:29
Charlie Setia Band
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook