VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Killer Chapter 30

2017-01-03 - Tifa Lockhart Chan > Killer
128 views | 14 komentar | nilai: 10 (8 user)

KILLER Chapter 30 : End

Scene beralih ke sebuah kapal besar.

"Sebentar lagi kita sampai di kota." ucap seorang pria.

"Hm bagus, apa ada tanda-tanda pengejar?" tanya seorang pria yang sedang duduk sambil memainkan sebuah belati.

"Tidak ada bos, tak ada tanda-tanda ada yang mengejar kita."

"Semua berjalan sesuai rencana, misi berikutnya adalah menjadi penguasa."

"Bos bagaimana dengan 119 orang tawanan nya." tanya salah satu prajurit.

"Aku punya rencana tentang itu, jaga baik-baik para tawanan, mereka sangat berharga." jawab sang bos.

Scene beralih ke tempat Brave.

Terlihat mereka telah bersiap-siap.

"Sudah semuanya," gumam Brave yang sedang memasukan barang miliknya ke dalam tas nya.

"Ah aku sudah tidak sabar untuk hari esok." gumam Aldora yang merebahkan dirinya diatas ranjang.

"Akhirnya, aku dapat pergi ke kota, aku bisa mencari orang yang telah membunuh kedua orang tuaku." pikir Keana.

Ditempat Johan, ia sudah terlelap setelah merapikan barang-barangnya.

Malam semakin larut,

Semua orang beristirahat guna mempersiapkan diri untuk esok hari.

Scene beralih ke tempat Jill, waktu menunjukan hampir pagi.

Mereka dibawa ke suatu ruangan yang besar.

Terlihat ditengah ruangan terdapat seperti lapangan yang sekelilingnya dibatasi pagar kawat.

"Selamat pagi para killer, ini adalah pelatihan terakhir untuk kalian." ucap seseorang.

"Kali ini apa lagi?" pikir Claire.

Ditempat Brave, ia tiba-tiba bagun,

"Perasaan ini, tiba-tiba perasaanku tidak enak." Brave pun bangkit dan keluar dari kamar, di halaman. Ia menatap langit yang perlahan berubah warna.

"Jill aku harus segera menyelamatkanmu." pikir Brave, ia pun mengambil dua pistol silver yang dia rakit sendiri.

Ia berlari menuju beberapa pohon yang di tepel papan sasaran.

Ia melompat dan

Shut.. Shut.. Shut.. Shut...

Peluru 1 berbelok 180 derajat kekiri
dengan diameter 10 meter, peluru 2 berbelok 180 derajat kekanan dengan diameter sama.

Peluru 3 berbelok kebawah dengan diameter sama dan derajat sama. Begitu juga peluru 4 yang berbelok keatas sehingga ke 4 peluru bertemu di titik yang sama.

Brave berdiri tegak dan menembak lurus.

Shut...

Sebuah peluru melesat lurus kedepan dan menembus ke 4 peluru tadi.

"Hm, kemampuan menembak ku sudah lebih baik."

Ia membuang pistolnya dan melakukan gerak bela diri.



Killer Chapter 30 - End
Penulis : Tifa Lockhart Chan



Pagi menjelang, datanglah Johan, Alice, Keana, Aldora.

"Sepagi ini kau sudah berolahraga." ucap Johan.

"Selamat pagi semuanya." ucap Brave yang menghentikan aktivitasnya.

"Jadi siapa yang akan menjadi ketuanya?" tanya Aldora.

"Hm, ketua harus kuat dan cerdas."

"Bagaimana jika kita adakan pertarungan saja." saran Alice.

"Satu lawan satu, yang menang akan menjadi ketua." ujar Brave.

"Bagaimana dengan tes kecerdasan?" tanya Johan.

"Kita minta pada jendral untuk mengadakan ujian."

"Semua itu tidak perlu dilakukan, sudah jelas. Brave lah yang jadi ketuanya." ujar Gil yang datang menghampiri mereka berlima.

"Eh..."

"Kenapa Brave?"

"Iya, kenapa harus aku?"

"Ya, jika Devian ada, maka dia yang akan menjadi ketua, karna dia lebih cerdas dari Brave, tapi diantara kalian, Brave lah yang lebih unggul dari kalian."

"Eh.."

"Kalau begitu kita lihat saja buktinya, kalian berempat hajar Brave secara bersamaan." perintah Gil.

"Apa?"

"Kau yakin?"

"Mulai."

"Tunggu dulu aku belum siap." ucap Brave kaget melihat keempat temannya berlari kearahnya.

"Mau bagaimana lagi."

Brave pun maju.

Aldora melayangkan tinjunya namun Brave merunduk dan menangkap tangan Aldora, Brave memutar tubuhnya dan menendang Alice dibelakangnya.

"Lumayan tapi." Keana berputar dan menendang secara Horizontal, sigap Brave menangkap kaki Keana dan merunduk karna Johan melompat dan melayangkan tendangan kearahnya.

"Tidak kena." Brave kembali tegap, namun Keana melancarkan tendangan kaki kirinya sehingga mengenai Pipi kiri Brave, ia pun melepaskan kaki Keana.

"Ini kesempatanku." Alice bangkit dan melancarkan pukulan, namun
dengan mudah Brave menggunakan lengannya untuk menangkis pukulan. Alice merunduk dan terlihat Johan menendang lurus kedepan.

Brave sigap menyilangkan kedua tangannya kedepan untuk menahan tendangan. Brave langsung berbalik dan terlihat Keana bersiap melayangkan tendangan.

Dengan cepat Brave melayangkan tendangan juga, dan mereka berdua pun beradu tendangan.

Tiba-tiba. Aldora melayangkan tendangan ke punggung Brave, namun karna Brave beradu tendangan, ia tak bisa menghindar dan ia pun terpental kearah Keana, sigap Keana menurunkan kakinya dan memutar tubuh kemudian menendang kebelakang.

Brave yang terkena tendangan langsung terpental dan jatuh.

"Ini belum berakhir." Brave bangkit ala Jacky chen (apa namanya ya? Ada yang tau?)

Saat bangkit ia di sambut dengan pukulan Johan, pukulan mengenai wajahnya namun Brave menangkap tangan Johan dan mengapit tangan dengan kedua kakinya.

"Dia mengunci gerakanku." gumam Johan, terlihat mereka jatuh.

Keana melompat dan memutar tubuhnya kemudian melancarkan tendangan, Brave melepas tangan Johan dan menggelindingkan tubuhnya, alhasil tangan johan yang menerima tendangan Keana.

Saat akan Bangkit Brave langsung ditendang Alice,

"Gawat."

Brave terpental namun posisinya masih berdiri

"Baiklah aku akan serius. Gumam Brave namun.

"Cukup, bagaimana menurut kalian?" tanya Gil.

"Hah, aku akui, Brave hebat, dia mampu mengimbangi kami berempat." ujar Keana.

"Ya meskipun terlihat kewalahan." tambah Johan.

"Tenangannya keras." timpal Alice.

"Jadi bagaimana?" tanya Brave.

"Kau yang jadi ketuanya." ucap Aldora.

"Baiklah teman-teman, aku yang akan menjadi ketuanya." Brave pun berbalik dan memandang mentari yang terbit

"Tak lama lagi, Jill. Aku akan menyelamatkanmu. Jadi tunggulah aku, aku akan mencarimu. Dimanapun kau berada." pikir Brave. Ia pun memungut pistol silver miliknya dan memasukan ke saku celananya.

Mundur beberapa jam dan beralih ke tempat Jill.

"Ini adalah permainan terakhir untuk kalian, dan pemenangnya akan bebas dari tempat ini dan menjadi seorang pembunuh. Permainan dimulai..."

Tamat, dengan ini berakhirlah season 2 dan berakhir juga cerita pertama Killer. Nantikan sekuelnya yang entahlah kapan rilis. Sampai jumpa di cerita Killer berikutnya


Tamat

Soul Demon
2017-06-20 14:02:47
Jirrrrrrrr dah tamat padahal Brave belum menepati janjinya.
SovarenDF Furinkazan
2017-06-16 11:50:33
Ending dengan mentari senja itu bener2 cocok yah,
SESHOMARU INU
2017-06-06 05:14:38
jiah udah tamat lagi dengan ending ngegantung
Vestaka Pyrokinesis
2017-06-06 05:10:08
bagian end nya aku malah kelewat . Ditunggu bagian 2 nya
Afrizal
2017-01-22 14:54:39
Di tunggu kelanjutanya
Nugroho Hamisetiadi
2017-01-14 17:34:29
Akhirnya,, tamat !! 😉😉
ThE LaSt EnD
2017-01-03 22:54:42
perjalanan masih panjang.. permainanx siapa yg hidup ia bebas mungkin.
Kill Me 1st
2017-01-03 22:22:29
Wah... Udah tamat aja.... Di tunggu sekuel nya jangan kelamaan...!!
Gouenji Shuuya
2017-01-03 21:41:24
Udah tamat ya.. apa pertarungan di tempat wanita akan ada di cerita berikutnya
CANDRA
2017-01-03 18:48:01
Cerita dan judulnya tak sesuai,dasar......!!
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook