VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Killer Chapter 29

2017-01-01 - Aerilyn Shilaexs > Killer
64 views | 10 komentar | nilai: 10 (7 user)

Killer Chapter 29 : Fight 2

Di kamar, terlihat Aldora, Keanan, Alice dan Johan sedang duduk di satu ranjang, entah apa yang sedang mereka lakukan. Tiba-tiba datanglah Brave.

"Teman-teman, besok kita akan berangkat ke kota."

"Apa maksudmu?"

"Kita akan mengejar para pemberontak dan membebaskan para tawanan." ujar Brave dengan semangat.

"Dengan begitu kita bisa membalaskan dendam atas kematian Devian." ucap Johan yang bangkit dari ranjang.

"Hm itu benar." Keana terlihat setuju.

"Tidak, sebenarnya aku tidak berniat balas dendam." kata Brave

"Apa kau bilang? Kau tidak mau membalas kematian teman terdekatmu? Orang macam apa kau ini.?" bentak Alice yang turun dari ranjang dan langsung memegang kerah baju Brave.

"Dengarkan aku, pelajaran penting yang kudapat dari Devian, Balas dendam hanya akan membuat kita semakin marah, karna amarah. Kita akan ceroboh dan tak dapat berpikir, kau hanya menyerang dengan membabi buta karna keegoisanmu. Kau akan cepat terbunuh jika hal itu terjadi, balas dendam tidak akan menyelesaikan apapun, tidak akan merubah apapun, tidak akan mengembalikan apapun. Balas dendam hanya akan membuat kita seolah bunuh diri karna kita menjadi ceroboh. Aku ingin membalas dendam, bagaimanapun Devian adalah sahabatku, tapi aku tidak bisa, aku harus berpikis sebagai prajurit. Tidak boleh memikirkan kepentingan diri sendiri." terang Brave yang membuat semua nya diam termenung.

"Kau benar Brave." ucap Alice yang langsung duduk dilantai.

"Tujuan kita pergi ke kota bukan untuk balas dendam tapi untuk menghabisi semua pemberontak karna mereka adalah penjahat." ujar Keana.

"Tabahkan hatimu, kau harus kuat, aku tau Devian adalah kakak bagimu, aku tau rasa kehilangan itu." ucap Brave yang memeluk Alice yang duduk dilantai.

"Semuanya, ayo kita berjuang dengan keras." ucap Johan.

"Ya." ucap Keana.

"Baiklah." ucap Aldora.

"Hm.." Brave dan Alice mengangguk.

Waktu berlalu dengan cepat, kini Waktu menunjukan malam hari.

Scene beralih ketempat Jill.

Terlihat para wanita merebahkan diri di ranjang masing-masing.

"Banyak diantara kita yang telah mati, tempat ini jadi terasa sepi." gumam Jill yang masih terjaga. Ia belum juga tidur.



Cahaya bulan terlihat menembus sela-sela lubang tempat itu.

"Jill, apa kita akan bisa keluar dari tempat ini?" tanya Claire.

"Entahlah, tapi aku yakin, jika kita terus berjuang dan menjadi kuat, kita akan bisa keluar dari tempat ini. Maka dari itu kita harus ..."

"Bertarung dan berjuang sampai akhir." lanjut Claire.

"Kau bentar, bertarung dan berjuang sampai akhir." balas Jill.

Untuk sesaat kamar itu hening, terlihat sebagian besar wanita sudah terlelap. Namun hal itu tak bertahan lama karna tiba-tiba.

Brak..

Pintu dibuka dengan keras, masuklah beberapa orang.

Drod..drod..drod..drod..

Seorang pria menembakan Uzi ke depan untuk membangunkan semua wanita. Sontak semuanya kaget dan bangun



"Dengar semuanya, dalam waktu 10 menit kalian harus membunuh salah satu teman kalian dan bawa jasadnya keluar, jika lebih dari 10 menit kalian tidak keluar. Maka aku akan menembak kalian semua dengan senjata ini." ancam orang itu, ia pun keluar meninggalkan tempat bersama yang lainnya.

Killer Chapter 29 - Fight 2
Penulis : Aerilyn Shilaexs

KILLER.

Jumlah wanita seluruhnya kebetulan tersisa 24 orang. Jadi jumlah yang tepat, jika mereka saling membunuh maka akan tersisa 12 orang wanita.

Dikamar.

Mereka semua langsung berkumpul.

"Hal gila macam apa ini? Masa kita harus membunuh satu sama lain?" ucap Claire unjuk bicara.

"Aku setuju denganmu, aku tidak mau membunuh teman." ucap Via.

"Tapi jika kita tidak melakukannya maka mereka akan menembak kita semua." ucap Jill.

"Tidak ada pilihan lain, kita harus melakukan permainan ini." ucap Cristine.

"Apa maksudmu, aku tidak ingin mati. Aku tidak mau membunuh lagi, hentikanlah kegilaan ini." teriak Kyu Hi. Tanpa seorang pun tau ada seorang wanita yang memegang belati berjalan kearah Kyu Hi



Mungkin belati itu ia dapat saat melawan pria kekar di dalam hutan beberapa waktu sebelumnya. Ia berjalan dan saat sampai di belakangnya, ia memarik kepala Kyu Hi dan menggorok lehernya.

"Permainan dimulai." ucapnya, terlihat wajahnya terkena puncratan darah dari leher yang digorok.

Seketika semuanya mundur perlahan, terlihat Jill dan Claire dipisahkan oleh dua orang wanita sehingga tidak mungkin mereka saling membunuh.

"Tak ada yang boleh kau percayai, kau harus bertarung. Temanmu adalah musuhmu." pikir Jill, ia pun mulai menghajar wanita disampingnya. Seketika pertarungan memperebutkan nyawa pun terjadi.

Jill mendorong wanita disampingnya ke ranjang dengan keras hingga membuat ranjang rusak, ia mengambil potongan kayu dan menghabisi korban nya menggunakan potongan kayu dengan cara memukul kepala wanita itu dengan keras.

"Maafkan aku."



Jrat..

Pukulan terakhir menghantam leher wanita naas itu hingga merenggut nyawa nya. Di tempat lain terlihat seorang wanita mematahkan pasta gigi dan menggunakan bagian runcingnya untuk menusuk leher temannya.

Seorang wanita melemparkan bantal untuk mengalihkan perhatian dan menendang wanita yang menjadi korbannya, saat jatuh terkapar, kepalanya di hantam oleh kaki ranjang dengan keras. Terlihat tengkoraknya retak dan ia pun tewas.

Ditempat lain seorang wanita mencabut karet yan ada pada ranjang dan ia menggunakannya untuk menjerat temannya sampai mati



"A.a.aa.."

"Aku tidak punya pilihan lain."

Ditempat Jill, ia tertunduk untuk sejenak dan Jill pun menyadari jika Claire dalam bahaya, saat ia bangkit, terlihat Claire sedang dicekik oleh seorang wanita diatas ranjang.

Sigap Jill melompat dan menendang wanita itu dengan Keras.



"Jill." ucap Claire yang bangkit.

"Kau harus kuat, dan bertarunglah." teriak Jill. Claire pun mengangguk dan menghajar wanita yang mencekiknya tadi.

Tak terasa 10 menit pun telah berlalu.

Scene berada diluar kamar, terlihat 12 wanita berdiri dan di bawahnya ada mayat temannya, ada yang menangis, ada yang biasa saja dan ada yang marah, ada juga yang hanya tertunduk. Jill dan Claire berdiri tegap.



"Selamat, kalian adalah pemenang dari permainan ini, dengan memenangkan permainan ini, kalian telah terlatih agar tak memiliki perasaan pada siapapun, tak memiliki hati nurani dan menjadi seorang Killer berdarah dingin."

"Aku sangat ingin membunuhmu. Andaikan tidak ada orang yang menodongkan senjata." pikir Jill.

Bersambung.

Gambar cuma peragaan aja, bukan berarti karakternya berwajah seperti itu atau memiliki tubuh seperti itu.

Bersambung ke Killer Chapter 30

Yagure Yasha
2017-01-02 13:17:16
kata-kata brave bagus juga
Kill Me 1st
2017-01-01 22:28:23
Kenapa Jill dkk gk membunuh mereka 1 per 1 biar gk terlalu mencolok.. Saat gk ada yg liat ya...
Zunuya Rajaf
2017-01-01 21:47:18
hampir mrip adegan yg di film ya.
Zena Leomosta Kun
2017-01-01 18:02:16
pembukaan nya maen gorok aja
Mr Blacky
2017-01-01 13:35:20
Wew mirip hunger game, tapi dengan tujuan yang berbeda
Rudy Wowor
2017-01-01 11:00:40
Brave bakal beraksi nih.
Jack El Jacqueline
2017-01-01 10:24:49
Hei sevira bisa kamu beritau aku apa judul film yang bersangkutan dengan cerita dan pict yang kamu tunjukkan, aku bener2 lupa judulnya. Bisa kamu memberitauku?
Gouenji Shuuya
2017-01-01 05:19:25
Sisa 12 orang.. kejam..
Aruga Hiruya
2017-01-01 03:57:36
Ini baru pembunuhan.. Hahahaa..*sambil masang muka maniak pembunuh.
Aruga Hiruya
2017-01-01 03:57:15
Ini baru pembunuh.. Hahahaa..*sambil masang muka maniak pembunuh.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook