VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Killer Chapter 26

2016-12-23 - Princess Alien > Killer
143 views | 15 komentar | nilai: 10 (7 user)

KILLER Chapter 26 : Memory

Api berkobar membakar banyak mayat diatas kayu. Bukan hanya mayat prajurit saja, tapi mayat prajurit pemberontak pun ikut dibakar, sebab itulah terlalu banyak mayat.

Terlihat orang-orang yang tersisa menangis meratapi kematian rekan-rekan mereka.

"Devian Alors, Arkta Moryn, Rafael, Daniel Garsack..." Jendral menyebutkan beberapa nama prajurit yang melawan pemberontak.

Dengan sedikit perban, terlihat Brave menangis sejadi-jadinya, karna dirinya Devian tewas.

Ingatan tentang Devian pun muncul.

Buak..

Terlihat Brave yang berusia 15 tahun sedang bertarung dengan Devian, terlihat ia terkapar.

"Payah, sampai kapanpun kau tidak akan bisa mengalahkanku jika seperti itu." sindir Devian, tepatnya meremehkan.

"Diamlah, lain kali aku akan mengalahkanmu."

Brave pun menunduk dan ingat saat pertama kali mereka jadi sahabat bukannya rival.

Flashback

Scene berada di hutan. Langit mulai gelap,

"Ini gara-gara dirimu, siapa suruh malah kencing.!" bentak Devian pada Brave.

"Kau menyalahkanku, ini salah dirimu, kau yang jalannya sangat lambat jadi kita tertinggal." bentak Brave pada Devian, mereka pun saling beradu kepala. Mereka berdua tersesat saat menyusuri hutan karna tertinggal.

"Hah percuma saja berdebat denganmu, tidak akan menyelesaikan masalah. Aku akan cari jalan pulang sendiri." ucap Devian yang melangkahkan kakinya menjauh.

"Aku juga tidak butuh bantuanmu, aku akan mencari jalan pulang sendiri." ucap Brave. Mereka pun berjalan kearah berlawanan. Setelah 10 menit berjalan. Hutan sudah gelap, hewan-hewan liar mulai berbunyi.

Ditempat Brave.

"Sialan, jika seperti ini lebih baik berjalan bersama orang menyebalkan itu." keluh Brave. Tiba-tiba ada yang bergerak dibalik semak-semak, terlihat mata terang mengintai.

"Apa itu? Jangan-jangan.. Hantu..." Brave pun lari ke tempat awal dengan ketakutan.

"Kenapa ada hantu dicerita ini? Maksudku dihutan ini?" panik Brave sambil terus berlari. Tiba-tiba.

Bruak..

Karna panik dan gelap, Brave tak memperhatikan jalan, ia pun menabrak sesuatu dan jatuh.

"Haduh bokongku sakit." ringis Brave.

"Gyah apa-apaan itu? Kepalaku jadi benjol." ringis Devian, ternyata yang ditabrak Brave adalah Devian.

"Hee apa yang kau lakukan disini?" bentak Brave.

"Aku yang harusnya bertanya begitu, apa yang kau lakukan disini? Dan apa-apaan itu, kau berlari.. Eh.. Jangan-jangan kau ketakutan yah."

"Siapa yang ketakutan, bukannya kau juga berlari hah? Kau yang ketakutan." bentak Brave.

"Aku tidak ketakutan, aku bukanlah pria pengecut seperti dirimu." balas Devian.

"Benarkah? Lalu kenapa celanamu basah? Kau ngompol dicelana yah?"

"Celana mu juga basah, kau juga ngompol dicelana yah?"

"Eh.."

"Hahahahahaha" mereka berdua pun tertawa lepas.

"Apa nya yang lucu?" bentak Brave yang kembali serius.

"Ini tidak lucu sama sekali." balas Devian yang juga serius.

"Lalu kenapa kau menertawakanku hah?"

"Kau juga menertawakanku."

"Kurasa kau mau kuhajar yah."

"Boleh juga, kita lihat siapa pecundang yang sebenarnya."

Mereka berdua pun berkelahi, saling memukul satu sama lain. Hingga.

Krsss.. Krsss...

Aada sesuatu dibalik semak-semak.

"Gyaa apa itu?" Brave dan Devian pun langsung berpelukan.

"Eeh.. Menyingkirlah." teriak Devian yang menendang Brave.

"Kenapa kau menendangku hah?" teriak Brave yang bangkit.

"Aku ini pria normal, ja.."

Grrr....

Ucapan Devian terhenti ketika ada suara yang menggeram.

"Apa itu Devian?"

"Kurasa hewan liar."

"Huwaaa..." Brave pun langsung lari. Seketika seekor harimau besar melompat keluar dari semak-semak.

"Huwaaa harimau.." panik Devian, ia pun berlari mengejar Brave.

"Tunggu aku bodoh, seenaknya saja kau meninggalkanku." teriak Devian pada Brave yang berada tak jauh di depannya.

Tiba-tiba. Devian pun tersandung akar pohon dan jatuh, Brave yang menyadari Hal itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menuju Devian, ia pun menolong Devian.

"Bangunlah berengsek, jika kau mati, tidak ada orang yang akan bertengkar denganku lagi." bentak Brave yang mengangkat
tubuh Devian.

"Sial, aku malah dibantu rivalku, tapi Brave, kurasa kakiku terkilir, aku tidak bisa berlari lagi. Tinggalkan aku saja."

"Dasar bodoh, apa kau mau mati dimakan binatang itu? Sungguh pemikiran bodoh."

"Bukannya terharu karna aku mengorbankan diri untukmu, kau malah memarahi dan mengejek ku."

"Siapa juga yang meminta agar kau mengorbankan dirimu, kita akan pulang sama-sama dan bertengkar lagi seperti biasa. Maka dari itu, paksakan kakimu untuk berlari." ucap Brave sambil membopong Devian. Namun tib

a-tiba harimau itu datang dan menerjang mereka berdua.

Grr...

"Awas Devian." Reflek Brave melepaskan Devian dan menyilangkan tangannya. Tangan Brave pun digigit oleh harimau itu.

"Sial.." Devian yang jatuh langsung bangkit dan melompat kepunggung harimau itu.

"Lepaskan temanku dasar harimau berengsek."

Teriak Devian diatas tubuh harimau, ia memukul kepala makhluk itu sekuat tenaga.

Harimau itu melepaskan gigitannya dan menjatuhkan Devian dari punggungnya.

"Sial."
bruak..

Devian pun jatuh namun dengan cepat ia bangkit dan mengeluarkan sebuah belati.

Harimau itu melompat dan menerjang.

"Devian," Brave pun melayangkan kakinya dan sukses menghantam perut harimau yang sedang mengarah pada Devian.

Tanpa membuang waktu, Devian langsung menancapkan belati dikepala harimau itu, dan binatang itu pun tewas.

"Hah..hah...hah.. Andaikan aku membawa pistol." gumam Brave.

"Kita berhasil."

Devian pun merebahkan diri.

"Bagaimana lukamu Brave?" tanya Devian, namun tak ada jawaban,

"Brave." saat Devian menengok kearah Brave, terlihat Brave sudah pingsan, darah dilengannya terus keluar.

"Brave." panik Devian.

"Gawat, aku harus segera membawanya."

Dengan memaksakan diri, Devian menggendong Brave, terlihat ia menahan sakit kakinya yang terkilir, ia terus memaksakan langkahnya.

"Devian.. Brave..." teriak seorang wanita.

"Dimana kalian?" teriak seorang pria. Dari kejauhan.

"Kak Austina, kak Gil.." teriak Devian, ia pun ambruk dan tak sadarkan diri.

Flashback end.

Sejak saat itu mereka menjadi sahabat dekat, bukan rival.



Killer Chapter 26 - Memory
Penulis : Princess Alien



Ingatan lain muncul.

"Tenangkan pikiranmu, fokus pada sasaran yang ada di depanmu." ucap Devian.

"Berisik, aku mencoba menembak nih."
bentak Brave.

"A.aku hanya mencoba membantumu."

"Kalian berdua, bertarunglah denganku." ucap Willona yang berjalan menuju mereka.

"Eh..ga..gawat." gumam Brave.

"Kita lawan dia Brave, anggap saja dia harimau yang waktu itu." bisik Devian.

"Baik." Brave menyimpan pistolnya.

Keduanya langsung berlari menuju Willona.

"Mereka berdua tidak pernah bertengkar lagi yah." ucap Johan.

"Kau benar, kurasa mereka sudah saling menerima satu sama lain." ucap Keana.

"Bukan hanya itu, Kerja sama dan kekompakan mereka benar-benar luar biasa." ucap Aldora.

"Makanan sudah siap." seru Alice.

"Eh makan." ucap Brave.

Buak...

Tendangan mengarah ke arah Brave, namun devian menangkisnya.

"Jangan lengah Brave, pertarungan belum berakhir." ucap Devian.

"Baiklah, kita serang bersama-sama." ucap Brave yang mulai semangat.

"Kalian bertiga, sebaiknya hentikan pertarungannya, nanti ngga kebagian loh." seru Gil.

"Benar juga." mereka bertiga pun menghentikan pertarungan dan berlari ke tempat makan.

Waktu berlalu, abu mereka pun ditaburkan kelautan.

Scene beralih ke tempat Jill,

malam hari, terlihat dikamar itu begitu hening. Para wanita mengingat kejadian tadi siang, pembunuhan pertama yang mereka lakukan.

"Ini bukan salahku, aku tidak melakukan kejahatan, aku hanya mempertahankan diri saja." gumam Kyu hi.

"Aku tidak membunuh, aku tidak membunuh." gumam Via.

"Kegiatan ini semakin gila, kami harus membunuh seseorang, apakah ini tujuan pelatihan kami selama bertahun-tahun." pikir Jill.

"Hari ini kami telah membunuh, aku yakin permainan ini akan terus berlanjut, tapi aku tidak akan ragu untuk membunuh pria bajingan." pikir Claire yang dipenuhi amarah dan dendam.

"Lisa, padahal keinginanmu, tekad mu sangat besar untuk keluar dari tempat ini, tapi..tapi kenapa kau..."

Di tempat Brave, terlihat kini kamar wanita dan pria terpisah. Dikamar Brave.

"Sial..sial..sial.. Andaikan saja.. andaikan saja, peluruku tidak meleset, andaikan saja aku tidak terlalu sombong, Devian tidak akan mati.. Sial...sialan.." kesal Brave ia terus menerus meninju sebuah tiang yang terbuat dari kayu.

Buak...

Tangan Brave terluka, namun terlihat tiang itupun patah.

"Sialan kenapa semua ini harus terjadi," teriak Brave.

Di ruang pengobatan Johan berada, terlihat ia tengkurap karna punggungnya masih mengeluarkan darah.

"Devian, kau adalah teman yang paling baik, kau adalah prajurit yang luar biasa, kenapa? Kenapa tidak aku saja yang mati, aku sangat payah." ucap Johan, ia pun menangis.

Ditempat Gil.

"Berengsek, semua ini gara-gara pemberontak keparat itu, teman-temanku mati." geram Gil, ia meninju tembok berulang kali.

"Hentikan itu Gil." ucap Dev.

"Apa maksudmu? Apa kau tidak sedih karna Moryn mati?" bentak Gil, ia mencengkram kerah baju Dev.

"Siapa yang tidak sedih ketika sahabat dekatnya tewas, Moryn mati tepat dihadapan mataku, dia adalah sahabat dekatku. Aku

Bersambung ke Killer Chapter 27

Lord Hellium
2017-06-20 13:26:05
Sedihnya kalau dibayangin memori mereka berdua (
Kill Me 1st
2017-01-01 11:16:10
Kalimatnya belum selesai.. Udah bersambung..
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-27 08:50:34
kayak natsu ama gray, mereka sering bertengkar
SESHOMARU INU
2016-12-24 20:09:23
kapan tarungnya lagi?
Vestaka Pyrokinesis
2016-12-24 10:44:31
chapter bagian kesedihan
chichay
2016-12-23 21:19:57
d tunggu selalu lnjutnnya
ThE LaSt EnD
2016-12-23 16:49:04
knanganan bruk kdng lbih tajam dri pd knammgan manis..dan tntunya khilangan tman itu menyakitkn.
Kleiss Effortles
2016-12-23 15:02:12
wah malah kepotong
Rifts S Granger
2016-12-23 14:03:42
rival yg saling berkorban hebat! tapi meski sudah sampai sini apakh gk ada penjelasan kenapa prajurit" itu memberontak?
Rudy Wowor
2016-12-23 13:58:18
Nextlah pokoknya.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook