VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Killer Chapter 25

2016-12-16 - Aerilyn Shilaexs > Killer
88 views | 15 komentar | nilai: 9.78 (9 user)

KILLER Chapter 25 : Lost

"Nanti saja, apa kau tidak merasa ada hal ganjil."

"Apa?"

"Daritadi kita tidak melihat orang- orang yang bergabung bersama kita."

"Maksudmu.."

"Ya, dari awal tim kita dan anak anak, ditambah 3 pembimbing kita yang berperang. Perkiraanku mereka.."

"Disandra.." lanjut Gil.

"Ya, kurasa mereka dijadikan tawanan, tujuannya agar jendral tidak menenggelamkan kapal." jelas Austina.

"Keparat, mereka sudah merencanakannya dari awal." geram Gil.

"Gil kita harus berenang dan menyusup ke kapal untuk membebaskan para tawanan."

"Kita? Lihat dirimu, kau sudah kelelahan dan perutmu terluka."

"Aku tidak apa-apa."

"Cukup sudah, berhentilah memikirkan orang lain saat dirimu sendiri terluka.!" bentak Gil.

"Itulah peranku sebagai ketua, aku harus memastikan semua bawahanku tak terluka, inilah tanggung jawabku." ucap Austina lemah, ia berusaha berdiri.

"Kau istirahat saja, aku tau kau adalah ketua yang hebat, tapi dengan luka ini kau tidak akan bertahan." ucap Gil sambil menyandarkan tubuh Austina ke pohon.

"Aku tidak apa-apa."

"Jangan so kuat, aku tau seberapa sakit yang kau rasakan."

"Tapi Gil.."

Buak...

"K-kau.." Austina pun pingsan setelah menerima pukulan dari Gil.

"Maafkan aku, tapi hanya ini caranya agar kau diam." Gil kemudian sedikit mengangkat baju Austina, ia mengobati luka Austina.

"Semua musuh sudah mundur menuju pantai, kurasa kau akan aman disini." gumam Gil.

Setelah selesai, Gil pun beranjak.

"Serahkan semuanya padaku, aku akan berusaha semampuku." Gil kemudian berlari meninggalkan Austina.

Beralih ke tempat Brave.

"Angkat kakimu perlahan." Andreas terlihat sangat berkonsentrasi.

Saat Brave mengangkat kakinya, terlihat belati menekan pemicu ranjau.

"Jika ditekan lebih keras akan meledak, jika di lepaskan maka akan meledak juga. Jadi aku harus membongkarnya." gumam Andreas.

Kaki Brave terangkat sepenuhnya.

"Brave bisa kau bantu aku memutar baut yang itu."

"Baik," Brave perlahan memutar Baut menggunakan pisau, kebetulan bautnya untuk obeng minus.

"Kesalahan sedikit saja akan merenggut nyawa kita." pikir Brave, keringat mereka berdua bercucuran.

"Sudah,"

"2 baut lagi, yang itu dan itu." ucap Andreas sambil menunjuk kearah 2 baut lain.

"Baik," Brave kembali memutar baut.

"Hati-hati Brave."

"Hm.." Brave berhasil membuka satu baut, namun saat ia akan membuka baut kedua.

"Kak, baut yang ini sudah berkarat, tidak bisa dibuka."

"Apa?"

"Aku punya minyak di tas ku, cepat ambil."

"Kenapa kau membawa minyak?"

"Itu minyak yang mudah terbakar, aku menggunakannya untuk bom buatanku. Cepatlah ambil."

"Ba-baik."

Brave mengambil minyak itu dan terlihat minyak itu dalam sebuah tabung berukuran 10 cm dan diameter 4 cm.

"Lumasi bautnya, jangan membasahi yang lain selain baut."

"Baik."

Brave dengan hati-hati meneteskan minyak itu ke baut. Setelah menetes.

"Cepatlah buka, tanganku sudah pegal."

"Baik."

Brave membuka baut itu, dan berhasil. Kemudian Andreas membuka penutup bagian atas sambil masih menekan pemicu,

"0,2 mm lagi benda ini akan menyentuh peledaknya." gumam Andreas. Ia pun memutar benda lain dan mulai melepaskan bagian-bagian ranjau.

"Berhasil." dengan demikian ranjau berhasil dijinakan. Andreas mengelap keringat dikeningnya tanda ia sudah lega. Brave kemudian menggali ranjau itu.

"Hah aku hampir mati oleh benda kecil ini." ucapnya sambil melihat ranjau itu hanya berukuran sebesar bola baseball. Ia pun melemparkannya kedepan

"Jangan di le.."

Jduar... Jduar... Jduar..

Terjadi sebuah ledakan yang diikuti ledakan lain.

Killer Chapter 25 - Lost
Penulis : Aerilyn Shilaexs

KILLER.

Beralih ke tempat Willona dan Diera. Mereka sudah di dermaga.

"Kurasa musuh belum sampai disini." ucap Willona.

"Ya, tapi lihat kapal lautnya." ujar Diera, ia pun hendak melemparkan geranat.

"Jangan lakukan." teriak Viktor yang tidak jauh berada disana.

"Kenapa tidak boleh.?"

"Mereka menawan prajurit lain dikapal." seru jendral yang juga ada disana.

"Tidak ada yang bisa kita lakukan." ujar Aran.

"Kita kalah, kalah oleh orang-orang kita." kesal Alexander.

"Tapi masih ada beberapa yang tersisa dihutan." ucap Diera.

"Mereka meninggalkan yang lainnya."

Willona pun berjalan menuju hutan.

"Kau mau kemana?"

"Aku akan membuat jebakan, aku yakin sisanya akan lewat sini." ucap Willona, ia pun memasang benang tipis diantara 2 pohon.

"Penjerat tak terlihat," ucap Aran.

"Ya, dialah ahlinya." ucap Diera.

"Jendral, lalu bagaimana dengan senjata dan tawanan.?" tanya Viktor.

"Kita akan mengejar mereka nanti, untuk sekarang, kita kumpulkan semua mayat dan segera memakamkannya, dan segera obati prajurit yang terluka." tegas Jendral.

"Baik," tiba-tiba datanglah Gil.

"Tunggu Gil jangan kesini." teriak Willona.

Segera Gil menghentikan langkahnya.

"Kau memasang jebakan lagi?" teriak Gil.

"Benar."

Gil pun berjalan kearah benang yang sangat tipis itu.

"Benang kawat, sangat tipis namun begitu kuat bagaikan kawat." gumam Gil yang memperhatikan benang itu dari dekat.

"Lalu bagaimana dengan musuh dan para tawanan." lanjut Gil.

"Mereka sudah pergi, kita kalah." ucap Aran

"Apa? Kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus mengejar mereka."

"Tidak bisa Gil, semua kapal telah diledakan dan speeboatnya berada didalam kapal." jelas Viktor.

"Ah sial.."

"Sebaiknya kita mengobati yang terluka dan segera memakamkan yang telah tewas." ucap Diera.

Ditempat Keana.

"Bagaimana ini?" teriak Aldora, mereka berdua sembunyi dibalik pohon.

"Kita lari, dan jangan sampai tertembak." ucap keana.

"Apa?" keana pun melarikan diri.

"Hey tunggu aku." Aldora pun mengejar, melihat musuh melarikan diri, keenam orang itu pun mengejar, namun saat beberapa meter mereka mengejar.

"Kena kalian." gumam Keana dengan senyuman penuh kemenangan.

Duar...

Terjadi sebuah ledakan yang menyebabkan mereka semua tewas.

"He apa yang terjadi?" Aldora bertanya-tanya. Ia menghentikan langkahnya dan melihat kearah musuh.

"Tadi sebelum aku lari, aku sempat menjatuhkan geranat, dan timing nya tepat sekali."

"Kau bisa memperkirakannya? Itu hebat."

"Geranat akan meledak setelah 10 detik pemicunya dilepaskan, mereka bersembunyi dan melihat kita berlari. Itu sudah 5 detik, dengan jarak mereka dan tempat geranat dijatuhkan, cukup 5 detik mereka berlari untuk sampai ke tempat geranat." terang Keana.

"Wah hebat."

"Baiklah, sebaiknya kita kembali ke markas."

"Hm, lagipula kita tidak tau harus kemana."

Ke tempat pelabuhan, beberapa orang berlari menuju pelabuhan dan tak ada yang menyadari ada benang tipis. Mereka pun menabrak benang itu dan tubuh merekapun terpotong.

Time skip.

Setelah diberitaukan pada semua prajurit yang tersisa. Lalu bagaimana dengan Brave? Kita lihat ke tempat Brave.

Duar.. Jduar...

Ledakan pun telah berhenti.

"Bodoh kenapa kau melemparkannya kearah tempat ranjau sih." geram Andreas, terlihat ia melindungi Brave, terlihat juga punggungnya terkena luka bakar.

"A..aku minta maaf."

"Baiklah, tapi gendong aku ke markas."

"Apa? Aku tidak mau, kau terlalu berat."

"Kau tidak lihat aku terluka gara-gara dirimu?" bentak Andreas.

"Benar juga, yasudah aku akan menggendongmu."

1 jam kemudian.

Karna banyak orang yang tewas, tidak akan cukup lahan untuk pemakaman, jadi semua mayat pun dibakar sebagaimana upacara pemakaman agama (ngga perlu disebutkan agama apa, udah pada tau lah pastinya.)

Bersambung


Bersambung ke Killer Chapter 26

Kill Me 1st
2017-01-01 10:56:44
Bukannya granat meledak karena adanya tekanan setelah beberapa detik ketika pemicunya dilepaskan yah? Setahuku begitu..
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-18 18:37:44
kukira andreas akan mati juga
SESHOMARU INU
2016-12-17 07:18:18
peperangan berakhir
Spectra Phantom
2016-12-17 06:02:38
kapan jill diceritain lagi?
Vestaka Pyrokinesis
2016-12-17 05:56:57
nilai 10 buat cerita kamu
ZENA LEO MONSTA X
2016-12-17 05:54:37
abis ini pasti tamat
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-12-16 16:44:48
akhrny mledak jg. hbis ini mreka akn menyusun rncna menyelamatkn sandera.
Rifts S Granger
2016-12-16 13:29:17
austina cntoh leader yg hebat,brave itu bdoh/gx tau blasbudi.dia pernah mmbuat tmany mti karena kcerbohanya.dasar brave!
Rudy Wowor
2016-12-16 12:01:42
Nextlah pokoknya.
L E Ox Kiruru
2016-12-16 10:54:41
njay kbiasaan end nya ngantung
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook