VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Killer Chapter 23

2016-12-11 - Aerilyn Chan Kawai > Killer
81 views | 12 komentar | nilai: 10 (8 user)

Killer Chapter 23 : Aku Akan Menjadi Seorang Killer. 2

Beberapa waktu Jill pun berhenti, entah karna lelah atau ia sudah puas.

"Jika ini yang dunia inginkan maka, Aku Akan Menjadi Seorang Killer. Demi Claire, demi hidupku dan demi Brave. Aku akan menghilangkan perasaanku." gumamnya dengan tatapan membunuh. Terlihat tubuhnya seolah bermandikan darah.
Tak lama datanglah Claire dari balik semak-semak.

"Jill, Lisa diimana ka.. Jill kamu?" Claire benar-benar kaget dengan apa yang ia lihat, Jill bermandikan darah, dan dihadapan Jill ada sesosok mayat yang kondisinya mengerikan.

"Jill apa yang kamu.." tanpa menjawab Jill menunjuk kearah mayat Lisa.

Segera Claire berjalan menuju mayat Lisa.

"Tidak.. Ini tidak mungkin.. Aku pasti salah lihat.. Lisa.. Lisa tidak mungkin mati, kita sudah berjanji kan apapun yang terjadi kita akan bertahan sampai akhir.. Tidak.." perlahan air mata pun mengalir deras di wajah Claire, ia benar-benar terpukul melihat sahabatnya yang dibunuh dalam keadaan telanjang, terlihat kedua pergelangan tangannya disayat, dan di kedua paha nya juga ada sayatan. Hal itu membuat Lisa tak bergerak karna urat-urat yang berfungsi menggerakan otot nya putus.

Didada kirinya, tepatnya dijantungnya terdapat bekas tusukanTerlihat juga vagina yang berdarah dan masih basah.

"Tidak..tidak.. Kenapa..kenapa kau mati?" Claire menangis sambil memeluk tubuh Lisa.

Tak sadar, kini air mata Jill pun mengalir deras menyapu darah di pipinya.

Meskipun ia telah menjadi pembunuh sadis, tapi perasaan sedih yang amat dalam tak bisa ia sembunyikan.

"Claire, untuk bertahan hidup, kita harus menjadi Killer, aku tak ingin hal itu terjadi pada salah satu dari kita. Mulai hari ini kita akan saling melindungi." ucap Jill yang masih menangis.

"Ya Jill, aku tidak ingin hal yang dialami Lisa menimpa pada kita, aku akan percaya padamu dan berjuang bersamamu."

Kenangan masa lalu pun kembali terbayang.

Dipantai.

"Ayolah kalian berdua, masa segitu saja sudah menyerah." ledek Lisa.

"Ah mau bagaimana lagi, aku sangat lelah." keluh Claire.

"Aku juga, lihat kaki ku lecet-lecet nih." lanjut Jill.

"Dengar, jika kita terus berjuang dan berusaha. Kita pasti akan keluar dari tempat ini, apapun yang terjadi kita harus bertahan sampai akhir." tegas Lisa.

"Bicara sih gampang, tapi sulit melakukannya." ketus Claire.

"Ayolah kalian berdua, jika semangat kalian hilang maka kalian hanya akan mati sia-sia disini."

Ingatan lain pun muncul.

"Jill kenapa kamu belum tidur?" tanya Lisa,

"Aku takut, aku takut jika suatu hari akan kehilangan kalian, aku takut jika aku akan mati, aku takut jika aku tak bisa keluar dari tempat ini." lirih Jill sambil menangis.

Lisa pun turun dari ranjangnya dan naik keatas ranjang Jill.

"Tenanglah, aku dan Claire akan selalu bersamamu. Kita berjuang sampai akhir." ucap Lisa sambil memeluk Jill dari belakang.

"Lisa."

"Tidurlah, lihat claire sudah tidur pulas." ujar Lisa pada Jill.

Ingatan lain muncul.

"Aduh.." Saat semua anak berlari, Claire tersandung dan jatuh.

"Apa yang kau lakukan."

Buak..

Seorang pria hendak memukul Claire, namun sigap Lisa melindunginya dengan tubuhnya. Hingga punggungnya lah yang terkena hantaman senapan itu.

"Kau baik-baik saja?" tanya Lisa sambil tersenyum.

Jill membantu Lisa berdiri.

"Kau.."

Buak..

Pria itu pun menendang Lisa dengan keras.

"Cepat lanjutkan larinya."

Ingatan lain muncul.

Saat malam pertama di tempat itu, semua anak sedang makan.

"Sedikit sekali makanannya." keluh Claire.

"Ya, aku bahkan tidak kenyang." lanjut Jill.

"Makanlah bagianku." ucap Lisa yang membagi 2 makanan nya.

"Tapi bagaimana denganmu?"

"Aku tidak apa-apa, minum air laut membuatku kekenyangan." ucap Lisa berbohong, padahal ia sangat kelaparan.

"Kalau begitu baiklah." Claire dan Jill pun memakan makanan jatah Lisa, Lisa hanya tersenyum melihat hal itu.

Kembali ke waktu sekarang.

Beralih ketempat Brave

Killer Chapter 23 - Aku Akan Menjadi Seorang Killer. 2
Penulis : Aerilyn Chan Kawai

Killer.

Beralih ke tempat Brave

"Itu berarti Aku sangat hebat kan."

"Ah tetap saja a.." ucapan Devian terpotong saat melihat 2 orang dari musuh bangkit lagi. "Brave awas."

Dor..

Salah satu dari mereka menembak. Reflek Johan mendorong Brave hingga peluru mengenai pundak kirinya.

"Aaaa"

"Johan." teriak Alice. Johan pun tumbang ke tubh Alice.

"Mereka belum mati." geram Brave, Brave pun berbalik dan bersiap menembak namun salah satu dari mereka melemparkan sesuatu.

"Brave."

Sigap Devian menendang sesuatu itu yang ternyata geranat. Tepat saat ditendang dan terlempar sejauh 2 meter, geranat itu meledak

Bom..

Devian yang posisinya paling dekat dengan ledakan terhempas menabrak Brave.

"Devian, Brave." teriak Alice,

Ternyata peluru Brave hanya mengenai bahu ke 2 orang, dan 2 orang lain memang lehernya tertembus.

"Aaah.. Kau. .baik..baik saja...Brave." tanya Devian yang sekarat, tubuhnya berada diatas tubuh Brave.

"Devian kau.." Brave pun bangkit dan menggulingkan tubuh Devian perlahan.

"K..kaau memang... p..prajurit terhebat, aku akui kau le..lebih hebat dariku.." ucapnya terbata diakhiri dengan seyuman, ia pun tewas.

"Devian, hey buka matamu...hey.."

"Devian.." lirih Johan.

"Tidak.." lirih Alice, ia menangis.

"Kalian tidak akan kumaafkan." teriak Brave. Terlihat 2 orang tadi telah melarikan diri.

"Jika ini yang dunia inginkan maka Aku Akan Menjadi Seorang Killer." teriak Brave, ia pun berlari mengejar 2 orang tadi.

"Jangan harap kalian bisa lolos dariku setelah apa yang kalian lakukan pada sahabatku." teriak Brave sambil terus berlari mengejar kedua orang itu. Ia pun mengambil pistol biasa dari sakunya dan segera mengisi ulang pelurunya.

Tak jauh didepan terlihat 2 orang tadi sedang berlari.

"Matilah kau."

Dor... Dor... Dor..

Disetiap tembakan Brave, tak ada satupun peluru yang mengenai musuhnya.

"Sial.." Brave segera mengisi ulang pelurunya.

Dor... Dor... Dor... Dor..

Namun lagi-lagi tak ada peluru yang mengenai musuh.

"Kenapa-kenapa aku tidak bisa.."

Dor... Dor... Dor...

Hingga peluru terakhir pun ditembakan, namun tak mengenai musuh. Ia pun membuang pistol itu dan mengambil pistol peraknya. Saat ia akan menembak, ia mengingat lagi kata-kata Devian yang selalu memperingatinya.

"Sial kenapa aku tidak bisa menembak dengan dua tangan." kesal Brave sambil melemparkan pistol yang dipegangnya.

"Dasar bodoh, jika kau dirasuki hawa nafsu, rasa dendam dan amarah maka kau tidak akan mampu melakukan sesuatu dengan benar."

"Devian benar, aku akan menjadi seorang killer. Hal ini sangat mudah bagiku."

Brave pun menghentikan langkahnya. Ia memejamkan mata dan memegang pistol dengan kedua tangannya, ia menjulurkan pistol kedepan dan ia membuka matanya.

Shut..

Sebuah peluru berwarna perak melesat lurus menuju salah satu pria yang jaraknya hampir sudah tak terlihat.

Tak..

Kepala pria itu tertembus peluru berwarna perak.

"Kena." dengan cepat Brave mengejar seorang lagi.

"Aku tak boleh terpengaruh oleh amarah ku. Aku harus tetap fokus." gumamnya.

Tiba lah di tempat terbuka atau tepatnya padang rumput. Brave telah keluar dari hutan dan terus mengejar hingga

Klik...

Brave tiba-tiba berhenti tak bergerak sedikitpun

"Apa itu? Jangan-jangan.."

Pria yang tadi pun terus berlari dan

Duar...

Ledakan terjadi di pijakan pria itu, dia menginjak Ranjau darat.

"Ini ladang ranjau." gumam Brave.

Bersambung.

Yah itulah yang terjadi di kedua tempat Jill dan Brave sama-sama kehilangan temannya. Dan sama-sama bersumpah akan menjadi seorang KILLER.


Bersambung ke Killer Chapter 24

Kill Me 1st
2017-01-01 10:35:23
Njir.. Kukira Brave yang nginjek..
Rudy Wowor
2016-12-13 13:54:25
Vagina Lisa ada darahnya, darah perawan memang yang paling nikmat makanya aku suka berpetualang dengan gadis-gadis.
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-13 01:35:57
nilai sempurna
Seshomaru
2016-12-12 21:08:20
secara kebetulan ranjau yang diinjak brave ngga langsung meledak
Truth Seeker
2016-12-11 22:38:13
Lindungi apa yang ingin kau lindungi saat ini, ketika kau tak dapat melindungi apapun rasa penyesalan akan kegagalan itu pasti tetap ada. Next..
Mutia 4Ra
2016-12-11 21:01:34
next .d tunggu lnjutnnya
Zena Leomosta Kun
2016-12-11 20:32:28
jiah kenapa menginjak ranjau segala
Die And DeAth
2016-12-11 20:29:16
yang memberi semangat hidup.. meninggalkan kenangan terlebih dahulu... dan membuat mereka bertekad menjadi killer.
Kleiss Effortles
2016-12-11 19:51:30
lisa sangat baik
Prince of Darkness
2016-12-11 19:15:26
Udah mulai marah si brave
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook