VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Killer Chapter 21

2016-11-29 - Aerilyn Shilaexs > Killer
115 views | 10 komentar | nilai: 10 (9 user)



KILLER Chapter 21: Membunuh atau Dibunuh 3

Claire sigap menghindar namun pria itu melayangkan pukulan tangan kirinya.

"Sial.."

Jbuak..

"Jika tangan kanan yang digunakan, mungkin perutku sudah tertembus." ucap Claire yang terkapar. Tiba-tiba.

Buak..

Pria itu menginjak perut Claire dengan keras.

"Aaa" Erang Claire.

Pria itu pun menendang Claire dengan kencang hingga ia terlempar.

"Aku sangat payah, kakak aku tidak bisa, aku tidak sanggup lagi." pikir Claire yang tergeletak.

Ia pun menutup matanya pasrah, namun kata-kata yang ia ucapkan beberapa menit yang lalu kembali terngiang.

"Kalian berdua berjanjilah padaku. Bahwa kalian akan terus bertahan sampai akhir dan menjadi pemangsa." ucap Lisa.

"Itu sudah pasti." ucap Jill.

"Kami akan terus bertahan sampai akhir, apapun yang terjadi." lanjut Claire.

Claire pun kembali membuka matanya.

"Itu benar, aku akan terus bertahan sampai akhir, apapun terjadi."

Saat pria itu menghampiri Claire, dengan kencang ia kembali menginjak perut Claire, ia melakukannya terus berulang kali hingga.

Grap..

Kedua tangan Claire menahan kaki pria itu. "Cukup sampai disini, giliranku untuk menghajarmu." ucap Claire dengan tatapan jatam.

Dengan cepat kedua kakinya melilit kaki pria itu, ia pun memutar tubuhnya dan

Kratak..

Kaki kanan pria itu berputar kebelakang.

"Aaaa." erang pria itu yang langsung jatuh, terlihat kaki kanannya berputar 270 derajat.

Claire pun bangkit dan menarik kaki kiri pria itu. Ia menginjak bagian anu nya dan menggenggam erat kaki kiri pria itu dan kemudian ia memutar tubuhnya lalu menjatuhkan diri di tubuh pria itu dengan siku kanan mengarah ke leher pria itu.

Kratak..

Kaki kiri patah mengacung keatas ditambah tulang leher retak dan saluran tenggorokan terhimpit tulang leher.

Sudah jelas, pria itu tewas dengan sangat menyakitkan.

"Aku menang." ucap Claire yang bangkit dari tubuh pria itu.

Beralih ke tempat Jill"Aku tidak akan kalah, membunuh atau dibunuh? Tentu saja aku akan membunuh." gumamnya. Ia pun melayangkan tendangan kearah pria itu.

Pria itu mundur beberapa langkah, ia sama sekali tidak tumbang dengan tendangan Jill.

"Bagaimana ini? Dia kuat."

Pria itu pun kembali menyerang Jill, ia menusukan belatinya, namun dengan cepat Jill menghindar. Pria itu terus melancarkan pukulan, tendangan dan sayatan. Jill tak bisa menyerang, ia hanya mampu menghindari berbagai serangan dari pria itu.

Hingga pria itu menebaskan belatinya secara vertikal. Jill pun menahan dengan kedua tangannya.

Melihat ada celah. Pria itu pun menendang perut Jill dengan keras.

"Kyaahh." Jill pun terlempar karna tendangan itu. Terlihat ia terkapar diatas rerumputan.

Tanpa membuang waktu pria itu melompat keatas tubuh Jill dan bersiap menusuk wajah Jill dengan belati yang dipegangnya.

Reflek Jill menahan dengan kedua tangannya, tenaga yang tidak seimbang membuat belati itu perlahan mendekat kearah mata kanannya.

"Aku tidak akan kalah." gumam Jill sambil mengerahkan seluruh tenaga yang dimilikinya, namun tetap saja ia kalah kuat.

"Aku akan bertahan sampai akhir apapun yang terjadi."

Ujung belati semakin mendekat, Jill pun sudah tidak kuat. Terlihat senyuman pria itu seolah ia sudah menang. Dan

Brush...

Pisau menancap ke tanah, sesaat Jill akan melepaskan pegangan, kepalanya terkebih dahulu mengelak. Kini pisau itu menancap tanah di sisi kanannya.

Jill pun menatap Pria itu tajam. Ia kemudian bangkit dan mengadu kepalanya ke pria itu.

"Aaa.."

Pria itu pun hendak bangkit. Namun Jill menendang punggung pria itu(posisinya masih diatas tubuh Jill) hingga membuatnya terdorong ke depan menabrak sebuah pohon.

Jill pun bangkit dan mencabut belati yang tertancap di tanah itu. Saat pria tadi berbalik, Jill melompat dan menerjang pria itu, ia pun menusukan belati tadi tepat ke leher pria itu.

"Hah..hah...hah.. Untuk pertama kalinya aku membunuh seseorang... Hah..hah.. Tapi membunuh orang jahat Bukanlah suatu kejahatan"

Darah pria itu memuncrat ke tubuh Jill. Itu adalah korban pertama Jill.

Beralih ke tempat Lisa.

Saat ia melihat keadaan, tiba-tiba.

Buak..

Bagian belakang nya dipukul dengan keras. Ia pun langsung jatuh, namun masih sadarkan diri.(orang biasa mungkin sudah pingsan terkena pukulan itu.)

"Gawat, pandanganku mulai kabur." pikir Lisa.

Pria itu pun menghajar Lisa, tubuhnya ditendang berulang kali.

Buak.. Buak..

Scene beralih ke tempat Brave.

Brave mengganti pistolnya, terlihat pistol itu berwarna perak.

"Sekarang saatnya beraksi." Brave pun maju, ia tidak diam saja.

"Woy tugas mu melindungi kami." teriak Gil.

"Aku tau itu."

Sut..

Pistol ini tak mengeluarkan suara keras, Brave menembakan satu peluru. Namun 3 orang langsung tumbang.

"Keren." gumam Aldora.

"Jangan diam saja, lihat banyak musuh menyerang." bentak Keana.

"Baiklah, tapi musuh kita yang mana.?"

"Yang tidak memakai pakaian loreng." teriak Gil.

Dor.. Dor..

Ia menembak 2 orang sekaligus.

Killer Chapter 21 - Membunuh atau Dibunuh 3
Penulis : Aerilyn Shilaexs



KILLER.

Ditempat Andreas.

"Aku mulai kehabisan amunisi, sebaiknya aku turun."

Ia pun membuang senjatanya dan melompat turun dari pohon, Terlihat ada seorang pria dibelakangnya siap menembaknya namun.

Duar..

Sebuah geranat meledak hingga menumbangkan pohon.

"Kau pikir aku tidak menyadari keberadaanmu." ucapnya dengan senyuman menyeringai, ia mendarat sambil jongkok.

Ditempat Willona dan Diera.

Saat 2 orang pria maju.

Grap..

Srat..

Tiba-tiba dibalik pohon kedua wanita itu menangkap 2 pria itu
dan menggoroknya.

Keahlian mereka berdua bertarung jarak dekat, kurang mahir menggunakan pistol, mereka lebih mengandalkan senjata tajam sama seperti Moryn dan Dev.

"Kita ke tempat lain." Ajak Diera.

"Ya,"

mereka juga ahli dalam hal bersembunyi.

Di tempat sersan Viktor

Dev dan Moryn saling membelakangi. Terlihat mereka dikepung oleh 4 orang.

"Kau siap?" tanya Dev.

"Ya."

"Mulai." Dev dengan cepat mengambil 2 pisau dan melemparkannya kebelakang tubuhnya. Tepatnya kedepan Moryn,

Moryn merunduk dan langsung berlari kearah dua pria dibelakangnya dan dengan cepa ia memegang pistol dari kedua orang itu dan mengarahkan nya kebawah. Tepatnya ke kaki orang itu.

Reflex atau gara-gara tangannya tertarik. Kedua pria itu menarik pelatuknya hingga pistol yang dipegang menembak kakinya sendiri.

Dor.. Dor..

"Aaa" teriak keduanya.

Dev yang sedang terbaring ditanah mengambil pistol di sakunya dan

Dor... Dor..

Ia menembak kedua pria itu.

"Berhasil." ucap Dev.

"Kukira kau akan menggunakan pisaumu." ucap Moryn.

"Ya, tadinya, tapi pisauku tinggal satu. Aku sudah menggunakan semuanya." ucap Dev bangkit dari posisinya.

"Haha. Yang penting ki... Awas Dev..." Moryn melihat pria dibelakang Dev siap menembak Dev. Sigap Moryin mendorong tubuh Dev namun.

Dor..

Sebuah peluru langsung menembus kepalanya.

"Moryn.. Sialan." Dev pun bangkit dan dengan cepat melemparkan pisau terakhirnya kearah pria tadi dan

Sleb..

Pisau sukses mengenai jantung nya.

"Moryn.. Hey.. Bangunlah. Jangan mati.. Moryn.."

Namun Moryn tak bergerak, ia tewas dengan kening berlubang.

Kemana sersan Viktor.? Entahlah ia sudah pergi ke tempat lain.

Kembali ke tempat Brave.

Ia melompat dan mengayunkan 2 tangannya secara horizontal dan

Sut.. Sut..



Peluru mengarah ke kepala salah satu orang dan sukses menembus kepala nya dan belum berhenti disitu. Peluru yang ujungnya runcing itu masih bergerak dan berbelok 270 derajat kekiri menuju pria lain.

Dan dengan hanya 2 peluru Ia menumbangkan 5 orang sekaligus. Sasarannya. dan orang yang akan menembak Austina langsung tumbang.

"Itu hebat." ucap Gil.

Di tempat Devian.

Devian, Johan dan Alice bersembunyi dibalik pohon.

"Kita mulai." intruksi Devian.

Mereka pun mulai melakukan baku tembak dengan musuh.

Bersambung.


Bersambung ke Killer Chapter 22

Kill Me 1st
2017-01-01 10:18:16
Sugoi ne.... Piercing Shot!
Snow Blue
2016-12-31 16:56:19
Keren, pelurunya jalan"
Kleiss Effortles
2016-12-06 13:40:24
keren, next
Nugroho Hamisetiadi
2016-12-06 02:05:49
Yang nyerang sapa min ?!? Aku kok kurang "paham" nih ?!? #butuhpenjelasan 😦😦
Blackpearl Kwon Yuri
2016-12-02 10:05:11
aw linu, chapter ini agak ngeri
Gouenji Shuuya
2016-11-29 13:18:07
Next...
Grim Rieper
2016-11-29 10:09:04
Lanjut !
chichay
2016-11-29 08:42:14
seru moga rlis klnjutnnya cept senpai
ZENA LEO MONSTA X
2016-11-29 07:42:09
keren, tapi itu typonya haha. Jatam, harusnya tajam
Rudy Wowor
2016-11-29 00:59:08
Brave keren.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook