VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Killer Chapter 20

2016-11-27 - Aerilyn Shilaexs > Killer
71 views | 11 komentar | nilai: 10 (9 user)

btw masa pelatihan sudah selesai, jadi season 1 berakhir. Masuk ke season 2.

Season 2 : KILLER



Killer Chapter 20 : Membunuh Atau Dibunuh 2.

Scene beralih ke tempat Brave. Saat ke 4 orang itu (Keana, Aldora, Johan dan Devian ) sedang berkumpul, tiba-tiba ada suara ledakan.

"Apa itu?" kaget Devian yang bangkit dari tempat duduknya dan melihat ke sumber suara.

"Suara ledakan."

"Kalian semua ayo bantu kami." ucap Gil yang datang ke arah Mereka dengan senjata dan pakaian lengkap.

"Ada apa kak?"

"Ada.. Eh tunggu dulu, kemana Brave?"

"Dia sedang latihan." jawab Keana.

"Cepat cari dia, ada pemberontakan di sebelah utara. Kita harus bergegas. Aku duluan" ucap Gil yang langsung berlalu.

"Pemberontakan? Kita juga harus segera eh..." ucap Johan terpotong ketika melihat ke 4 teman nya sudah pergi jauh.

"Teman-teman tunggu aku." teriak Johan yang menyusul.

Ditempat Brave.

Terlihat ia sedang duduk dibawah pohon, disana juga ada Alice.

"Hah aku bosan menembak titik merah, kau mau jadi sasaran tembak sebagai penggantinya?"

"Kau mau membunuhku yah? Tega sekali." kesal Alice yang mengembungkan pipinya.

"Ahaha aku hanya bercanda, kau saat marah jadi terlihat imut." ucap Brave yang mencubit kedua pipi Alice dengan pelan.

"Apa-apaan sih kamu, aku bukan anak kecil lagi."

"Tapi kau itu sangat imut dan cantik loh."

"Berhentilah memujiku." ucap Alice dengan nada kesal sambil memalingkan wajah.

"Hee tapi kau suka kan?" Brave malah menggodanya.

"Mmmh ti..tidak ko." kata Alice dengan wajah memerah.

"Benarkah. Mau kucium?" tanya Brave yang kini sudah berpindah posisi ke hadapan Alice.

"Kyaa Brave se.sebaiknya..."

"Ahaha kau benar-benar lucu loh aku jadi gemas padamu."

"Berhentilah menggodaku, lanjutkan latihanmu."

"Baiklah." Brave pun bangkit.

"Ngomong-ngomong kapan kau mau membawa makanan lagi?" tanya Brave.

"Nanti saja."

Tiba-tiba datanglah seorang wanita.

"Brave kenapa kamu malah pacaran disini?" bentak Aldora

"Pa.pacaran?" gumam Alice.

"Ada apa memangnya.?" tanya Brave, dia tidak menyangkalnya.

"Ada pemberontakan di utara, apa kau tidak diberi tau?"

"Apa? Aku tidak tau. Kalau begitu ayo segera kesana." seru Brave yang berlari duluan.

"Kamu juga Alice."

"Aku?"

"Tentu saja, kamu juga prajurit kan? Ayo jangan banyak bicara."

"Baiklah." Alice pun bangkit dan segera berlari.

Beralih ke tempat Devian dan yang lainnya, mereka sedang berlari.

"Hah sebenarnya apa yang terjadi sih? Kenapa bisa terjadi pemberontakan?" ucap Devian.

"Entahlah, yang penting kita harus bergegas." seru Keana.

"Ya."

Di tempat kejadian (TKP).

Baku tembak terjadi antara beberapa orang.



Killer Chapter 20 - Membunuh Atau Dibunuh 2
Penulis : Aerilyn Shilaexs



"Berengsek, aku tidak akan kalah." ucap seorang pria yang sedang bersembunyi dibalik pohon, ia pun mengisi ulang peluru dan kembali beraksi.

"Gil dimana Brave?" tanya Austina bersembunyi dibalik pohon.

Dor.. Dor..

"Aku tidak tau, tapi aku sudah meminta anak-anak untuk mencarinya." jawab Gil. Ia pun mengisi ulang pelurunya.

Dor.. Dor..

"Calista, kau diam saja disini. Lenganmu tertembak tuh." tahan Dalv.

Mereka berdua bersembunyi dibalik pohon yang cukup besar.

"Tidak Dalv, bagaimanapun juga aku adalah prajurit. Aku tidak akan menyerah sampai akhir, itulah ketetapan kita kan."

"Sial, disaat seperti ini kau malah mengingatkanku kata-kata itu. Mau bagaimana lagi. Ayo serang bersama"

"Ya."

"Sebelum itu, lukamu harus ditutup untuk menghentikan pendarahannya."

"Ya baiklah."

Diatas pohon.

Alexander sedang membidik para beberapa orang yang sedang menembak.

"Inilah permainan yang kusuka, Membunuh atau dibunuh."

Syut..

Tak..

Seseorang langsung tewas. Alexander adalah sniper terhebat dari 10 orang senior Brave.

"Kena, selanjutnya orang yang wajahnya tak enak dilihat." gumamnya.

Syut..

Tak..

Ditempat lain.

"Rafael, lindungi aku." ucap Diana, ia pun berlari keluar dari pepohonan.

"Oey aku belum siap." bentak Rafael, ia pun segera menyiapkan pistolnya.

Ditempat sersan Viktor.

"Dev jangan bertindak ceroboh." teriak Viktor dari kejauhan.

"Tentu saja, aku juga belum mau mati." seru Dev. Ia melompat dari balik pohon ke pohon lain sambil melemparkan beberapa pisau lempar.

Dev adalah pelempar terbaik diantara 10 senior Brave.

"Moryn giliranmu." teriak Dev.

"Aku tau." Moryn berlari ke arah beberapa orang dan menghindari semua peluru yang mengarah padanya.

"Dia memang cepat, tapi itu adalah tindakan bodoh." geram Viktor, ia pun mengisi amunisi.

Dor.. Dor..

Moryn langsung menghajar orang-orang itu, ia adalah petarung jarak dekat.

"Membunuh atau dibunuh, aku sudah siap untuk hal itu." gumam Moryn sambil menghajar beberapa orang. Ia pun menggunakan sebuah belati.

"Ini saat nya."

"Sersan lindungi kami." ucap Dev.

"Apa? Kau juga mau mendekat?"

"Mau bagaimana lagi, aku petarung jarak dekat dan jarak menengah." Dev pun keluar.

"Mereka sangat merepotkan."

Dor.. Dor..

Viktor menembak beberapa orang yang hendak menembak Moryn dan Dev.

Beralih ke tempat Austina dan Gil.

"Gil aku akan maju."

"Aku akan melindungimu."

"Serahkan itu padaku, kalian maju saja." ucap Brave yang sudah sampai, ia berada tak jauh dari mereka berdua.

"Kemana saja kau bego. Kami sudah menunggumu daritadi." bentak Gil.

"Gil.." panggil Austina.

"Khi.. Habisnya si bodoh ini sangat lama."

"Maafkan aku kak. Aku sempat tersesat."

"Kita bahas hal itu nanti, kau bisa melindungi kami.?" tanya Austina.

"Tentu saja kak, serahkan padaku."

"Baiklah ayo Gil."

"Kupercayakan nyawaku padamu Brave." ujar Gil.

"Aku akan berusaha." ucap Brave.

Austina dan Gil pun keluar dari balik pepohonan.

Lalu bagaimana dengan Austina? Wanita ini adalah ketua nya yang disegani ke 9 orang senior Brave.

Austina menguasai teknik bertarung dan mampu menggunakan berbagai jenis senjata, jadi kemampuan. Ia mampu menembak dengan baik, dan melempar pisau dingan baik. Kemampuan fisiknya diatas rata-rata.

Gil adalah pengguna pistol terbaik, kecepatan tangan saat menembak sangat luar biasa, keakuratan menembak 98%.

Ia juga menguasai teknik beladiri yang lumayan.

"Baiklah." Brave pun mengeluarkan 2 pistol sekaligus.

Dor.. Dor.. Dor..

Ia pun menembakan pelurunya dan dengan gerakan lambat.

3 peluru itu berbelok 45 derajat . Itulah kemampuan Brave, satu-satunya prajurit yang mempunyai keahlian membelokan peluru, entah bagaimana caranya peluru dapat berbelok secara horizontal(kekiri maupun kekanan) maupun vertikal(keatas maupun kebawah.).

"Austina." Gil melemparkan amunisi.

Jduak..

Cklek. Dor..

Aaustina menghajar seorang pria dan dengan cepat ia menangkap dan mengisi peluru, dan dengan cepat ia menembak pria tadi.

"Luar biasa." puji Gil.

Dor..

Brave menembak seseorang yang hendak menembak Gil.

"Apa yang kau lihat guru? Kau sedang dalam peperangan, konsentrasilah." teriak Brave.

"Terimakasih muridku." ucap Gil tak memperdulikan Brave marah.

Tak lama Aldora dan Alice datang diikuti Johan, Keana dan Devian.

"Brave larinya sangat cepat." ucap Alice.

"Kalian sangat terlambat." teriak Brave pada ke 5 temannya itu.

"Berisik." teriak Keana. Mereka pun terjun.

"Alice di medan perang ini kau harus membunuh atau kau yang akan dibunuh." ucap Johan di sisi Alice.

"Hm, aku sudah siap. Aku tidak takut lagi."

"Itulah adikku."

"Berjuanglah, kami akan melindungimu." ucap Devian dari belakang.

Beralih ke tempat Jill.

"Ows. Itu sakit.." gumam Jill. Ia pun bangkin namun.

Grap..

Seorang pria menangkapnya dari belakang.

Jill pun memberontak, apalagi tangan kanan pria itu siap menikamnya
dengan belati.

Meskipun tenaga mereka berbeda, tapi entah bagaimana Jill mampu melepaskan diri dan menghantam perut pria itu dengan lututnya.



"Aku tidak akan kalah, membunuh atau dibunuh? Tentu saja aku akan membunuh." gumamnya. Ia pun melayangkan tendangan kearah pria itu.

Beralih ke tempat Claire.

"Ini gawat, dia punya senjata, apa yang harus kulakukan."

Pria didepannya pun bersiap melakukan tendangan berputar.

Claire sigap menghindar namun pria itu melayangkan pukulan tangan kirinya.

"Sial.."

Jbuak..

"Jika tangan kanan yang digunakan, mungkin perutku sudah tertembus." ucap Claire yang terkapar. Tiba-tiba.

Buak..

Pria itu menginjak perut Claire dengan keras.

"Aaa" Erang Claire.

Bersambung.


Bersambung ke Killer Chapter 21

Kill Me 1st
2017-01-01 10:08:53
Pemberontakan yah.. Berarti dari orang dalam...
Kleiss Effortles
2016-12-09 12:30:31
numpang baca
Nugroho Hamisetiadi
2016-12-06 01:44:51
Semangat !!
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-28 17:32:55
jill dan brave akan menjadi pasangan yang cocok
Suga Bulletproof
2016-11-28 17:13:20
padahal udah seru, tapi view nya dikit
Zunuya Rajaf
2016-11-27 20:20:11
brave tiap hri brlatih untk mnyelamatkn Jill. dan Jill brlatih untk keluar dr tmpat itu.. jd ktika Jill kluar dr tmpat itu dan brtemu Brave, alasn apa yg membuat mreka brtrung.?
Kira Tanha999
2016-11-27 12:49:22
Lanjut !
Gouenji Shuuya
2016-11-27 11:11:06
Next...
Zena Leomosta Kun
2016-11-27 11:05:48
bentar lagi lisa bakal mati
happyreadin9
2016-11-27 10:34:08
next senpai .d tunggu lnjutnnya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook