VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Killer Chapter 19

2016-11-23 - Aerilyn Shilaexs > Killer
178 views | 12 komentar | nilai: 9.45 (11 user)

Jiah cerita ku diberi nilai kecil, yah berarti itu menunjukan kualitas ceritaku rendah. Bagusnya Daripada ngasih nilai kecil, lebih baik ngasih komentar tentang kekurangan atau apapun lah tentang hal yang ada dalam cerita agar kedepannya cerita nya lebih baik. Yasudalah
lupakan, toh tujuanku ngirim cerita di vt ini cuma berbagi cerita aja. maaf yah kalau memang cerita ku kurang seru, kalau suka yah terus aja berkunjung, kalau ngga suka yah tinggalin aja dan baca cerita lain.

Kembali ke cerita. Maaf sebelumnya karna sedikit berantakan.

Killer dilanjutkan. Setelah sebelumnya Jill dan yang lainnya mendapat latihan fisik lagi, dan yah mereka juga telah menerima pelatihan bela diri dan menembak, kini mereka mendapat pelatihan lain, latihan apa itu? Simak di dicerita ini.

Next story

Killer Chapter 19 : Membunuh atau Dibunuh 1.

Scene berawal di tempat Jill.

(Scene ya, bukan scan. Scene artinya tempat kejadian latar tempat utama. Scan artinya memindai, mengamati,)

Setelah berbagai latihan fisik, kini mereka kembali memasuki sebuah ruangan.

Didalam ruangan itu sudah berada seorang pria besar menunggu.

"Kali ini apalagi?" pikir Lisa.

"Aku sudah bosan menjalani semua ini." pikir Jill.

Diruangan itu mereka semua berkumpul.

"Perhatikan semuanya." tegas pria itu.

Ia pun mulai menerangkan maksud dari dikumpulkannya para wanita itu ditempat tersebut. Ini adalah pelajaran terakhir, yaitu teknik membunuh.

Pria tadi pun mulai menunjukan bagian-bagian vital tubuh manusia yang paling utama, atau titik lemah manusia. Pria itu juga menjelaskan jika kelemahan setiap orang itu berbeda.



"Aku baru tau tentang hal itu." pikir Jill.

"Tetap saja jika jantungmu ditembak kau akan mati,"geram Claire yang kembali mengingat kejadian kakaknya terbunuh. Jadi menurutnya, jantung dan leher manusia adalah kelemahan utama.

"Hah, bahkan aku belum pernah mendengar atau membaca ada bagian-bagian tubuh manusia yang rentan." pikir Lisa.

Semua fokus mendengarkan penjelasan dan keterangan yang dilontarkan pria itu.



"Baiklah, aku yakin kalian sudah mengerti." akhir ucapannya. Ia pun menurunkan tengkorak tadi dan mulai menerangkan cara-cara menyerang anggota tubuh yang tadi sudah diterangkan.

Beralih ke tempat Brave.

Terlihat Brave sedang menembaki papan sasaran yang tertempel di beberapa batang pohon. Ia pun bersiap, menjulurkan tangan kanannya kedepan dan siap menembak.

Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dor.. Dor.

Dalam 1 kedipan mata, mata, ia menembakan 6 peluru sekaligus.

Trink.. Trink..

Ada beberapa peluru berbenturan karna berbelok dari lintasan arahnya dan.

"Waw, itulah Brave, penembak yang luar biasa." ucap seorang wanita memuji.

Terlihat semua peluru tepat mengenai papan sasaran, bahkan ditempat yang tak terlihat olehnya.

"Alice ada apa kau kemari?" tanya Brave yang berbalik melirik ke asal suara.

"Tidak ada, aku hanya ingin melihat mu berlatih saja."

"Hah, setidaknya bawakan aku

makanan kesini."

"Ahaha, baiklah jika itu maumu, aku akan membawakan makanan untukmu. Tunggu sebentar."Alice pun pergi.

Dor.. Dor..

"Ini belum cukup, mengingat orang-orang yang membawa Jill bukan orang sembarangan. Ini masih terlalu mudah.

Aku tidak akan bisa membunuh orang- orang itu." gumam Brave.

Cklek.

Dor..Dor..

Brave terus menembak dan mengisi ulang peluru, kecepatan tangannya luar biasa.

"Jill aku mohon tunggulah aku sebentar lagi. Aku harus lebih kuat lagi."

Dor.. Dor.. Dor..

Ceklek.

Dor.. Dor.. Dor..

"Pelurunya habis." ucap Brave yang memang ia tidak mengantongi 1 peluru pun. Terlihat di papan sasaran, semua peluru memenuhi tanda merah. Bahkan beberapa papan hingga berlubang.

Beralih ke tempat Jill.

Diruangan itu, semuanya memperhatikan bagaimana teknik membunuh dengan tangan kosong.



"Sekarang cobalah.!" perintah pria itu.



Killer Chapter 19 - Membunuh Atau Dibunuh
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Setelah semuanya mencoba, teknik baru di ajarkan sehingga mereka memiliki beberapa teknik membunuh orang dengan tangan kosong.
Hari berlalu.
Keesokan harinya. Scene beralih ke sebuah hutan.
Jill, Claire, dan Lisa berada ditempat yang sama. Jill mengingat instruksi yang diberikan beberapa menit lalu yang berbunyi.
"Hari ini adalah permainan pertama kalian. Nama Permainannya adalah memangsa atau dimangsa. Jika kalian tidak ingin dimangsa maka kalian harus kuat dan menjadi pemangsa, jika kalian menjadi pemangsa maka harus MEMBUNUH."
Di hutan itu terlihat beberapa wanita berkumpul dan bersiaga, ada beberapa orang yang belum tau tentang aturan permainan ini. Hanya diam dan bersiaga bersama yang lainnya.

"Memangsa atau dimangsa, artinya kita harus membunuh atau kita yang dibunuh, ya kan." ucap Jill pada kedua sahabatnya.
"Kau benar Jill." ucap Lisa.
"Tapi aku belum siap untuk ini, aku belum pernah melukai siapapun, apalagi membunuh." ucap Claire.
"Kuatkan tekad mu Claire, ingat kembali ambisi dan kata-katamu dulu. Bukankah kau ingin membunuh mereka dan membalaskan dendam kakakmu?" ucap Jill.
"Kamu benar, aku harus berusaha. Lagipula mereka adalah orang-orang jahat, aku tidak perlu ragu tuk membunuh orang jahat."
"Itu benar."
"Kalian berdua berjanjilah padaku. Bahwa kalian akan terus bertahan sampai akhir dan menjadi pemangsa." ucap Lisa.
"Itu sudah pasti." ucap Jill.
"Kami akan terus bertahan sampai akhir, apapun yang terjadi." lanjut Claire.
Obrolan mereka teralihkan ketika tiba-tiba ada suara wanita menjerit.
Permainan dimulai.
Seorang wanita langsung ditangkap dan ditikam dari belakang.

Pertarungan kematian dimulai.
Semua wanita pun menyebar setelah para pria kekar bersenjatakan belati mulai bermunculan.
"Gawat." Jill pun menarik tangan Claire dan melarikan diri.
Saat sedang berlari..
"Jill awas"
Claire mendorong Jill karna tiba-tiba ada seorang pria yang keluar dibalik pohon dan secara tiba-tiba menebaskan belatinya.
"Hampir saja."
"Jill, biar aku yang tangani, kau pergi saja."
"Tidak, melawan bersama lebih baik." tolak Jill.
Tiba-tiba.
Bruak..
Seorang pria lain langsung menerjang Jill, ia menendang Jill dengan keras hingga membuat nya terhempas jauh.
"Jill." panik Claire.
Tiba-tiba pria didepan nya menghunuskan belatinya.
"Siat.."
Sigap Claire menghindar.
"Tidak ada waktu menghawatirkan Jill. Nyawaku sedang terancam disini."
Ditempat lain, Lisa ternyata tidak mengikuti Claire dan Jill. Ia terpisah. Kini ia malah berjalan sendirian

"Gawat, aku terpisah dari Claire dan Jill. Apa yang harus kulakukan."
tiba-tiba dibalik sebuah pohon sebuah tangan langsung muncul menebaskan belati.
Reflek Lisa merunduk.
"Sial, serangan tiba-tiba." gumam Lisa.
Muncul lah seorang pria berbadan besar dihadapan Lisa.
"Seperti ini yah permainannya, tidak ada aturan apapun. Kau harus membunuh seorang pria atau kau yang akan dibunuh pria itu." gumam Lisa.
Scene beralih ke tempat Brave.
Saat ke 4 orang itu (Keana, Aldora, Johan dan Devian ) sedang berkumpul, tiba-tiba ada suara ledakan.
"Apa itu?" kaget Devian yang bangkit dari tempat duduknya dan melihat ke sumber suara.
"Suara ledakan."
"Kalian semua ayo bantu kami." ucap Gil yang datang ke arah Mereka dengan senjata dan pakaian lengkap.
"Ada apa kak?"
"Ada.. Eh tunggu dulu, kemana Brave?"
"Dia sedang latihan." jawab Keana.
"Cepat cari dia, ada pemberontakan di sebelah utara. Kita harus bergegas. Aku duluan" ucap Gil yang langsung berlalu.
"Pemberontakan? Kita juga harus segera eh..." ucap Johan terpotong ketika melihat ke 4 teman nya sudah pergi jauh.
Bersambung.

Bersambung ke Killer Chapter 20

Under1
2017-06-20 09:54:12
Akhirnya adegan yang berhubungan dengan cerita ini muncul.
Kill Me 1st
2017-01-01 09:58:55
Pemberontakan apa penyusup? Langsung baca next chap biar tau..
Kleiss Effortles
2016-12-09 12:29:41
numpang baca
Vestaka Pyrokinesis
2016-11-25 10:33:40
yups ceritanya keren
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-25 08:14:29
jangan sampe out gitu aja, semangat terus untuk berkarya. Cerita mu masih panjang
Crash Bubbleo
2016-11-23 22:59:44
smangat yahh nulis.x..
chichay
2016-11-23 21:43:32
semangt trus senpai tuk berkryA nya.*^_^*
Gouenji Shuuya
2016-11-23 21:02:31
Kira2 pacar brave siapa ya
ZENA LEO MONSTA X
2016-11-23 20:46:31
Semangat berkarya
PUZIENK
2016-11-23 20:45:54
Mantap, tp ane bingung (karna/karena)
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook