VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Killer Chapter 18

2016-11-11 - Aerilyn Shilaexs > Killer
114 views | 10 komentar | nilai: 10 (7 user)

Hm cerita ini jadi lambat Rilis, soalnya aku lagi fokus sama sekuelnya. Haha padahal cerita ini aja belum tamat, tapi udah mikirin cerita sekuelnya. Tapi emang cerita ini ngga akan terlalu panjang, ngga bakal lebih dari 100 chapter.

Kita lanjutkan ceritanya.

Pria itu menginjak punggung Lisa dengan keras. Tak ada yang bisa membela, semuanya takut karna orang itu membawa senjata,

"Ini bahkan lebih sulit dari sebelumnya, aku bahkan sulit bernafas." pikir Jill.

Sekitar setengah jam, akhirnya push up pun selesai.

Sekarang beralih dulu ke tempat Brave, ia terlihat bertarung dengan 5 pria berbadan kekar. Terlihat Aldora dan Keana duduk memperhatikan.

Bruak..

Kelimanya tumbang.

"Majulah, apa hanya segitu kemampuan kalian.!" bentak Brave.

Pria didepannya langsung bangkit dan menendang lurus kedepan.

Namun tendangannya langsung ditahan Brave, ia menangkap kaki pria itu dan memutarnya.

Brave langsung berbalik dan melakukan tendangan salto Horizontal pada salah satu pria yang hendak menyerangnya.

"Kemampuan menyerang, kekuatan, keakuratan. Ketajaman, dan kecepatan. Brave benar-benar luar biasa." ucap Aldora memuji.

"Hm"

Killer Chapter 18 - Bau
Penulis : Aerilyn Shilaexs

"Kemampuan menyerang, kekuatan, keakuratan. Ketajaman, dan, kecepatan. Brave benar-benar luar biasa." ucap Aldora memuji.

"Hm" tampaknya Keana juga setuju.

Buk...

Terlihat Brave telah merobohkan 4 orang dan ia pun menendang pria ke 5

Buak..

Tendangan Brave berhasil membuat pria itu mundur beberapa langkah, mungkin jika manusia biasa yang mendapatkan serangan itu akan langsung pingsan.

Tanpa membuang waktu, Brave berlari dan melompat ke arah pria itu,

Buak...

Hantaman lutut Brave yang mengenai wajahnya sukses membuatnya tumbang.

"Bangun.!" teriak Brave yang terlihat kelelahan.

"Kurasa sudah cukup Brave, mereka sudah lelah, begitu juga dirimu." ujar Keana.

"Istirahatlah dulu, Alice sudah membuat makanan, nanti dihabiskan Devian dan Johan loh." kata Aldora.

"Aku tidak peduli, aku harus terus berlatih agar lebih kuat lagi." tolak Brave.

Keana pun turun dan berjalan kearah Brave.

Buak...

"Aku bilang istirahat dulu.." tegas Keana, ia menendang dan menginjak punggung Brave dengan tatapan menyeramkan.

"Ba..baiklah." lirih Brave, entah kelelahan atau ia mengalah. Ia tak menghindari tendangan Keana yang bahkan jauh lebih lemah dari tendangan ke 5 pria yang ditumbangkan olehnya.

"Kau tetap saja menyebalkan." lanjut Brave.

"Kau tetap keras kepala." balas Keana.

Brave pun bangkit dan mengikuti Keana dari belakang.

"Wanita ini, tampang cowoknya sudah hilang. Ia sekarang sudah menjadi wanita yang cantik, namun galaknya tak pernah berubah." pikir Brave yang melihat punggung Keana, terlihat rambutnya hampir se pinggang.

Berbeda dengan saat pertama datang ke tempat ini, rambutnya sangat pendek seperti pria dan penampilan yang tomboy.

Scene beralih ke sebuah tempat yang terlihat seperti ruang makan, disana hanya terlihat Alice, Devian, Johan dan Gil yang terlihat tumbuh kumis dibawah hidungnya.

"Seperti biasa, makananmu sangat enak." puji Johan pada wanita cantik berambut panjang yang diketahui bernama Alice, bisa dibilang antara Alice, Aldora dan Keana. Alice lah yang paling cantik.

Tak lama datanglah Brave, Keana dan Aldora.

"Sekarang aku tidak akan kalah darimu." ucap Brave yang berlari kearah pria berbadan besar dengan kumis tipis nya. Yaitu Gil.

"Mulai lagi." keluh Keana.

Brave dan Gil pun saling menatap dan merekapun beradu panco. Meja Gil terpisah dari Devian dan Johan.

"Kau sangat yakin sekali hari ini." ucap Gil.

"Ya, aku sudah banyak berlatih untuk mengalahkanmu."

"Hm, begitu yah. Tapi aku juga tidak seperti seminggu lalu, aku sudah bertambah kuat."

"Kita lihat saja.."

"Hyaaat.."
mereka berdua saling berusaha mengalahkan lawan, keduanya terlihat mengeluarkan sekuat tenaga hingga.

Prot...

"Gyaah dasar senior bodoh. Kenapa malah kentut." bentak Brave yang langsung berdiri menjauh.

"Dasar jorok." teriak Keana yang melemparkan kursi ke arah Gil.

Brak..

Kursi pun hancur menghantam tangan kiri Gil yang ia gunakan untuk menahan.

"Maaf, aku kebelet." Gil segera lari.

"Bau sekali." ucap Aldora. Terlihat ke 6 pemuda itu menutup hidung.

"Aku jadi tidak berselera makan." keluh Johan.

"Aku mau muntah." kata Devian.

Sedangkan Alice, ia benar-benar muntah.

"Aku tidak peduli." Brave langsung menerjang sepiring makanan yang telah Alice siapkan untuknya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Johan. Devian dan Johan menghampiri Alice.

"Aku tidak apa-apa, uek.."

"Benar-benar bau." ucap Keana yang membawa sepiring makanan dan kemudian pergi.

"Mungkin dia hamil." ucap Brave yang telah menelan makanan nya.

"Dasar bodoh. Sudah jelas karna bau kentut kak Gil." bentak Johan.

"Lagipula siapa juga yang menghamilinya." ucap Devian.

"Kalian berdua tentunya, kalian kan sekamar dengannya." ucap Brave enteng.

"Kami tidak mungkin melakukan hal itu," bentak Johan.

"Ya, meskipun dia cantik. Kami telah menganggapnya adik."

"Uek..."

"Dia benar-benar hamil tuh."

"Diam."

"Alice, sebaiknya kita periksa keadaanmu. Takutnya kau sakit." ujar Devian.

"Baiklah."

"Kubantu kau berjalan." ucap Devian.

Ternyata bukan karna bau kentut Alice muntah. (mungkin 50% nya iya.) terlihat wajahnya pucat, badannya tidak sehat.

"Kenapa kau tidak bilang." ucap Johan.

"Aku tidak mau merepotkan kalian." ucap Alice.

"Justru gara-gara kau tidak bilang malah jadi merepotkan kami."

Kesisi Brave.

Entah sejak kapan Aldora pergi membawa makanannya, terlihat disana hanya ada Brave yang telah selesai makan.

Tak lama datanglah Gil.

"Wah wah, pada kemana teman-temanmu Brave?" tanya Gil yang melihat kesana-kemari.

"Mereka semua melarikan diri karna bau kentut mu."

"Separah itu kah?"

"Ya, bahkan Alice sampai muntah."

"Apa?"

Singkatnya mereka duduk berdua di satu meja dengan saling berhadapan.

"Ngomong-ngomong, kapan kau akan mencari temanmu itu Brave?"

"Entahlah, selama ini aku telah mencarinya melalu satelit, telah mencari diberbagai berita. Namun hasilnya nihil."

"Mungkin saja dia sudah mati."

"Tidak.! Aku yakin dia masih hidup. Dia pasti sudah menungguku." yakin Brave.

"Jadi apa kau punya ide atau rencana untuk menemukannya?"

"Tidak ada, tapi naluri. Aku akan mengandalkan naluriku untuk menemukannya."

"Begitu yah."

"Hm, ngomong-ngomong, apa kau sudah cuci tangan? Aku masih mencium bau busuk." ucap Brave yang kemudian beranjak dari tempat itu.

"Eh? Padahal aku sudah yakin tadi sudah bersih."

Beralih ke tempat Keana dan Aldora. Ternyata mereka makan diatas gajah.

"Ini lebih baik daripada disana." ucap Keana sambil memakan makanannya.

"Hm, kamu benar, aku baru pdrtama kali makan diatas gajah." ucap Aldora.

"Ya, apalagi diatas sini pemandangannya lumayan bagus."

"Hm."

Sedang asiknya mereka makan sambil berbincang. Tiba-tiba

Brusutt.....

"Ba..bau.."

"Uek..." keduanya muntah karna ternyata gajah yang mereka naiki malah buang kotoran yang lumayan banyak.

Bersambung

Chapter selanjutnya pertarungan Jill.


Bersambung ke Killer Chapter 19

Kill Me 1st
2016-12-31 20:06:20
Gajah nya cerdas!!!
Kleiss Effortles
2016-12-09 12:28:43
numpang baca
Blackpearl Kwon Yuri
2016-11-12 18:49:40
kasian, niatnya mau menjauh dari bau kentut. Eh malah lebih parah
SESHOMARU INU
2016-11-12 18:41:02
aku mau tau dong sekuelnya kaya gimana
Grim Rieper
2016-11-11 16:08:21
Keren di tunggu lanjutanya !
Gouenji Shuuya
2016-11-11 14:58:27
Next
Minke Opoli
2016-11-11 14:16:59
lanjut senpai
chichay
2016-11-11 14:11:18
next senpaiii
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-11 14:01:45
menjijikkan
kyoushi
2016-11-11 13:18:36
Lanjut aja
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook