VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Killer Chapter 17

2016-11-05 - Princess Alien > Killer
166 views | 12 komentar | nilai: 9.78 (9 user)

"Entahlah, orang menyebalkan itu hanya menyuruhku untuk mengajak kalian semua memasuki ruangan, aku juga tidak tau ruangan apa."jawab Carolline.

"Sebaiknya cepat masuk, bisa-bisa kita dipukul lagi dengan senapan." ucap Jill.

"Baiklah ayo." mereka berempat pun menyusul para wanita yang telah pergi lebih dulu.

Setelah berada dalam ruangan, terlihat didalam telah berdiri seorang pria berbadan besar sedang berdiri tegak. Terlihat dibelakangnya seperti tempat latihan tembak.

"Hari ini kalian akan belajar menembak. Sasaran tembaknya tepat dibelakangku..."

"Menembak yah, jadi kita benar-benar dilatih jadi seorang pembunuh yah." gumam Claire.

"Seperti yang kukatakan, itulah tujuan pelatihan kita." bisik Jill.

Mereka berdua saling berbisik tanpa mendengarkan instruksi.

5 orang pertama maju. Terlihat mereka mulai mengambil pistol.



dan memasukan peluru kedalamnya tak lupa mereka memakai kacamata dan tutup telinga. Mereka mempraktikan apa yang tadi di contohkan.

Mereka memegang pistol dengan kedua tangan dan mengarahkannya kedepan, tangan mereka lurus, sasaran terfokus.

"Tembak."

Dor.

Dor.

Dor.

Dor.

Dor.

Terlihat peluru-peluru tak mengenai sasaran.(gambar bentuk sasaran tembak seperti tubuh manusia, berbeda dengan di tempat Brave, sasaran tembaknya seperti sasaran papan panah, hanya berbentuk lingkaran.)

"Lagi."

Dor.

Dor.

Dor.

Dor.

Dor.

5 menit berlalu, mereka mengalami kemajuan.

"Cukup, berikutnya."

5 orang lagi maju dan mulai memakai kacamata dan penutup telinga, kemudian memasukan peluru kedalam pistol dan mereka bersiap.

"Jill, bagaimana ini, aku masih takut dengan pistol." bisik Claire.

Hal yang wajar ia takut pistol karna kakaknya pun terbunuh oleh pistol, maka bukan hal mustahil kejadian itu meninggalkan kenangan buruk dan membuat dia takut senjata.

"Tenanglah, kau hanya perlu menganggap pistol itu pistol mainan. Tak perlu takut dan cemas, lagipula kau tidak akan membunuh seseorang." bisik Jill.

"Iya tapi.."

"Bukankah kau ingin membalas kematian kakakmu? Jika kau takut pistol, bagaimana caranya kau membunuh orang-orang berengsek ini?" potong Lisa.

Ditempat para penembak, terlihat para wanita sedang bersiap-siap dan

Dor..

Dor..

Dor..



"Cukup, berikutnya." teriaknya lantang.

Giliran 5 wanita berikutnya. Termasuk Lisa, Jill dan Claire.

"Anggap saja ini game online." bisik Lisa.

Mereka berlima pun telah bersiap dan

"Bagaimana caranya." pikir Claire, wajar saja ia tidak tau caranya memasukan peluru dan cara menembak, mereka bertiga tidak memperhatikan sejak awal.

Lisa menghentakan kaki kirinya hingga Claire sedikit melirik kearahnya.

Claire mengerti hal itu, ia memperhatikan gerakan Lisa dan menirunya.

"Tembak."

Claire menutup matanya dan

Dor.

Dor.

Dor.

Dor.

Dor.

Jill dan Lisa melakukannya dengan baik, hanya Claire yang terlihat sedikit kesusahan.

"Ini seperti main tembak-tembakan dengan Brave, bedanya hanya sekarang menggunakan pistol asli dan bobotnya lebih berat." pikir Jill yang mengingat kembali saat masih kecil bermain tembak-tembakan.

"Ini seperti game bagiku. Hanya saja aku sebagai pemain nya bukan yang memainkannya." pikir Lisa. Seperti itulah anak orang kaya, bahkan dirumah kerjanya main game.



Dor. Dor. Dor. Dor.

Mereka belum berhenti menembak, beberapa kali mereka mengisi ulang peluru yang disediakan hingga 5 menit berlalu.

"Cukup. Berikutnya."

Hari ini dihabiskan untuk latihan menembak.



Killer Chapter 17 - Latihan Fisik Lagi
Penulis : Princess Alien

Kita habiskan singgah ditempat Jill, ke tempat Brave kapan-kapanlah. Pusing mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain.

Keesokan harinya mereka berlari lagi dan dikumpulkan dipantai.

"Huh kali ini apalagi.?" Lisa bertanya-tanya.

"Latihan fisik kalian kurang, kalian sangat lemah." teriak seorang pria yang berjalan mondar-mandir di depan.

Buak..

Tiba-tiba Pria yang berteriak itu menendang seorang wanita dan wanita itupun jatuh bahkan sempat terhempas kebelakang dan menabrak wanita lain.

"Christin, kau tidak apa-apa?" tanya wanita yang menahan tubuh Christin,

"Aku tidak apa-apa Lin, terimakasih telah menahanku." ucapnya yang terdengar menahan sakit.

"Lihat bahkan tendangan seperti itu saja tidak bisa kau tahan. Dasar sampah, mana hasil latihan kalian selama ini hah,!" teriaknya dengan lantang.

Semua wanita tidak ada yang berani berucap.

"Hari ini lakukan push up dan sit up. Jangan berhenti sebelum kuperintahkan." teriak pria itu.

Semua wanita pun mulai melakukan sit up di pasir pantai.

"Katanya latihan fisik sudah selesai. Dasar cewek sok tau." geram Lisa pada Elina yang kemarin mengatakan kalau latihan fisik telah selesai.

Setelah selesai, mereka belum diizinkan makan, karna mereka harus lari lagi. Berbeda dengan pagi hari, lari ditengah terik matahari sangat menguras tenaga dan sangat melelahkan.

Terlihat para wanita sedang berlari di bibir pantai.



Entah berapa Km mereka berlari,

"Ini penyiksaan. Bahkan kita belum makan sama sekali." geram Jill.

"Bahkan kita sudah lari mengelilingi pulau, tapi belum juga disuruh istirahat." timpal Lisa.

"Kalian jangan mengeluh, lakukan saja." ucap Carolline yang berada dibelakang mereka.

"Seenaknya saja kau bilang, kau sendiri sudah lelah kan." kata Claire.

"Ya memang, tapi mengeluh tidak merubah apapun."

"Hanya dengan membunuh mereka yang dapat merubah semua ini." lanjut Carolline.

"Kau juga berniat membunuh mereka?" tanya Jill.

"Ya, jika ada kesepatan aku akan membunuh satu persatu pria menyebalkan ini." terlihat diwajah Carolline penuh ambisi.

"Kita bertiga juga membunuh mereka." ujar Lisa.

"Ya kalau begitu kita berjuang dan jalani hari-hari berat ini dengan semangat."

Entah berapa lama, namun kini mereka diizinkan makan.

Keesokan Harinya semua wanita sedang berlari dibibir pantai.



"Hah entah kenapa aku merasa hari ini pasir begitu panas." keluh Claire.

"Hm, aku lebih suka berlari masuk hutan, selain teduh, rute nya tidak terlalu jauh." lanjut Lisa.

"Kalian tau, semakin bertambah usia kalian, semakin berat pula rintangan hidup yang harus dijalani, begitu pula sekarang semakin kita kuat semakin berat juga latihan yang harus dihadapi." kata Jill.

"Hm kau benar Jill."

Setelah mereka kembali ketempat awal ada beberapa wanita yang duduk di pasir panas.

Drod..drod..

"Siapa suruh kalian duduk. Cepat push up." teriak seorang pria botak setelah selesai menembakan peluru entah kemana, namun hal itu mengagetkan semua wanita yang ada disana.



"Si botak itu sangat menyebalkan, tidak tau apa kalau kami kelelahan." geram Lisa.

"Sebaiknya kita Push up." ucap Jill.

Semuanya pun melakukan Push up diatas pasir panas itu. Namun.

"Berhenti, siapa yang bilang push up sana. Lakukan didalam air.!" teriaknya.

"Berengsek, kenapa tidak bilang dari tadi." geram Jill namun dengan nada rendah.

Mereka pun melakukan push up didalam air, saat naik mereka mengambil nafas dan saat turun seluruh tubuh mereka masuk kedalam air.

Terlihat seorang pria besar menghitung jumlah push up mereka lalu.

Jrak...

"Lakukan dengan benar.!"

Pria itu menginjak punggung Lisa dengan keras.



Tak ada yang bisa membela, semuanya takut karna orang itu membawa senjata,

"Ini bahkan lebih sulit dari sebelumnya, aku bahkan sulit bernafas." pikir Jill.

Bersambung.

Ini latihan terakhir, chapter selanjutnya akan diadakan pelajaran teknik membunuh dan langsung dipraktikan. Entah chapter berikutnya atau 2 chapter yang akan datang. Saat dimana pembunuhan akan terjadi.

Tapi untuk kalian yang belum baca sinopsisnya. Kusarankan baca dulu di oneshot yang judulnya Killer sinopsis.

Kalian akan tau siapa yang akan mati di kejadian itu.


Bersambung ke Killer Chapter 18

Lord Hellium
2017-06-20 09:38:35
Apa mereka nanti saling bunuh?
Kill Me 1st
2016-12-31 19:57:40
Ah.. Jadi sinopsis nya spoiler dong...
Kleiss Effortles
2016-12-09 12:27:56
numpang baca
Aruga Hiruya
2016-11-07 15:14:23
Di tunggu chapter selenjutnya...
Vestaka Pyrokinesis
2016-11-05 21:55:21
semangat meskipun view nya dikit
kyoushi
2016-11-05 19:37:31
Akhir nya akan tiba sebuah pembunuhan..
Gouenji Shuuya
2016-11-05 19:11:29
Next
Grim Rieper
2016-11-05 17:49:27
di tunggu lanjutanya.!
chichay
2016-11-05 17:48:42
prjurit pmbunh mksdnya
chichay
2016-11-05 17:47:27
d sinpsisnya yg sy bc cumn pmain utmnya brave.dn mnjdi pmbunh prpsionl
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook