VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Killer Chapter 16

2016-11-02 - Aerilyn Shilaexs > Killer
81 views | 8 komentar | nilai: 9.57 (7 user)

karna beberapa para pembaca menunggu aksi pertarungannya, maka akan ada beberapa bagian yang di cut dan dijadikan flashback saja.

Chapter ini sepenuhnya di tempat Jill.

Beberapa hari berlalu, disebuah ruangan atau mungkin bisa disebut kamar. Terlihat anak-anak masih terlelap, terlihat hanya Lisa yang telah bangun dari tidurnya.

"Apakah ayah dan bunda ku mencari ku atau tidak yah? Mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka, apa mereka peduli pada ku? Pada anaknya. Kurasa tidak. Mereka lebih peduli pada pekerjaan mereka." pikir Lisa yang sedang berbaring dan melihat langit-langit.

Pagi pun menjelang. Seperti biasa semua anak lari pagi.

Terlihat jembatan besar dan panjang yang setiap hari mereka lalui.



Latihan demi latihan mereka lalui, hingga kini.

7 tahun berlalu, berapa usia mereka sekarang?

Killer Chapter 16 - Pelatihan Terakhir
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Brave dan Jill seumuran. Brave berusia 13 tahun, lihat di sinopsisnya. Aku lupa ngga mencantumkan usia mereka.

Claire 13 tahun dan Lisa 15 tahun saat penculikan atau awal cerita. Ditambah masa pelatihan 2 tahun dan time skip 7 tahun. Jadi usia Brave dan Jill juga Claire 22 tahun. Dan Lisa 24 tahun. Lalu usia rekan-rekan Brave? Entar dibahas saat bagian Brave.

Kini mereka telah menginjak dewasa. Mereka masih melakukan lari pagi. Dijembatan panjang itu, terlihat seorang pria kekar sedang mengawasi.



Terlihat banyak cewek-cewek yang sedang berlari melewati jembatan itu.

Lalu Jill yang mana? Entahlah author juga bingung.



Hingga tujuan terakhir yaitu pantai.

Terlihat semua wanita berbaris. Tidak ada rasa lelah terlihat, hanya keringat yang sidikit mengucur ditubuh mereka.

Seperti biasa, mereka bertarung satu sama lain, semuanya terlihat serius. Pukulan keras dihantamkan kepada musuh dihadapan mereka.

Hari berlalu, setelah makan mereka dibawa ke sebuah ruangan. Mereka diajarkan menggunakan komputer.



Lisa, Claire dan Jill belajar menjadi Hacker.

"Ini sangat mudah bagiku, dahulu aku sudah sering melakukan ini. Meskipun hanya sebuah permainan. Bedanya sekarang adalah belajar meretas komputer." pikir Lisa.

"Ternyata ada teknik seperti ini untuk meretas komputer lain. Aku baru tau." pikir Jill.

"Ini lumayan sulit, aku belum pernah memakai komputer, bahkan melihat saja belum." pikir Claire yang sedikit merasa kesulitan.



tujuan belajar kali ini adalah untuk menjadi seorang penjahat komputer.

Yah bahkan latihan mereka itu adalah meretas dan mencuri data dari sebuah kota terdekat.

Entah bagaimana caranya.

"Aku berhasil.." teriak salah satu wanita.

"Via?" pikir Jill saat melihat wanita yang berteriak tadi.

Terlihat seorang pria yang memerhatikan dari awal. Ia menghampiri Via.

"Kau berhasil mencuri data dan meretas komputer kepolisian. Kerja bagus."

Semua wanita kembali bekerja.

Terlihat Jill berhasil membajak kamera satelit, ia melihat kota Mouna dari kamera itu.

"Kota kelahiranku, aku sangat merindukan tempat itu, tempat dimana dahulu aku bermain bersama Brave." pikir Jill yang sedang menatap layar monitor.

"Jill kau berhasil." kata Claire.

"Apa? Eh aku berhasil yah." ucap Jill yang teringat.

"Aku juga berhasil loh." ucap Lisa.

"Kalian berdua hebat." puji Claire.

Waktu berlalu, keesokan harinya. Mereka tidak lari pagi lagi.

"Kenapa kita tidak lari lagi?" tanya Claire.

"Entahlah." ucap Jill dan Lisa bersamaan.

"Kita akan melakukan latihan yang lain, latihan fisik sudah selesai." ujar seorang wanita yang bernama Elina.

"Kenapa kau tau?" tanya Lisa.

"Semua orang sudah tau kecuali kalian bertiga."

"Semuanya, kita disuruh memasuki ruangan itu." tunjuk seorang wanita yang tiba-tiba datang dengan berlari.

"Baiklah, mungkin latihan fisik sudah selesai."

"Siapa bilang? Besok kita akan latihan fisik lagi loh." ujar wanita yang tiba-tiba datang.

"Carolline, kita akan kemana?" tanya Lisa.

"Entahlah, orang menyebalkan itu hanya menyuruhku untuk mengajak kalian semua memasuki ruangan, aku juga tidak tau ruangan apa." jawab Carolline.

"Sebaiknya cepat masuk, bisa-bisa kita dipukul lagi dengan senapan." ucap Jill.

"Baiklah ayo." mereka berempat pun menyusul para wanita yang telah pergi lebih dulu.

Lalu bagaimana dengan Brave? Entahlah, chapter ini hanya ditempat Jill saja.

Mereka semua memasuki sebuah ruangan yang bahkan belum pernah mereka datangi.

Selanjutnya apa yah? Em bersambung dulu deh, nanti dilanjutkan.

yang pasti latihan fisik belum selesai, selanjutnya akan ada latihan teknik membunuh dan menembak. Di tempat Jill, semua wanita belum pernah diajari menembak.

Jadi untuk chapter selanjutnya masih pelatihan. Season 1 belum berakhir.


Bersambung ke Killer Chapter 17

Kill Me 1st
2016-12-31 17:17:09
Pendek..
Kleiss Effortles
2016-12-09 12:27:02
numpang baca
Suga Bulletproof
2016-11-03 19:27:10
pembaca setia datang lagi
Gouenji Shuuya
2016-11-03 04:06:30
Lanjut terus
Shark
2016-11-02 23:03:07
Lanjut aja
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-02 19:34:46
busyet apa bertarung perlu dewasa dlu yaa..
happyreadin9
2016-11-02 12:38:01
nunggu klnjutannya senpai.semangka berkrya na *^_^*
Jack El Jacqueline
2016-11-02 10:55:59
kenapa harus langsung dewasa tifa?.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook