VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Killer Chapter 12

2016-10-22 - Aerilyn Shilaexs > Killer
86 views | 10 komentar | nilai: 9.64 (11 user)

"Sarapan yah, se siang ini.

Kupikir waktunya makan

siang." ujar Claire

Scene beralih ke tempat

Brave

"Baiklah, kurasa hari ini kalian akan latihan menembak." tegas Austina.

"Kami lapar, dan haus." ucap Johan

"Iya, lihat cewek-cewek kelelahan tuh." kata Brave.

"Huh, kalian ini. Baiklah istirahat selama 30 menit lalu mulai latihan."

"Siap." semuanya berdiri dan menghormat

Lalu segera membubarkan diri.

"Hah mereka kapan seriusnya sih." keluh seorang wanita.

"Yah entahlah, Willona giliranmu nanti, dan Diera akan menemanimu." ujar Austina yang kemudian beranjak

"Huh pasti akan menyusahkan." keluh Diera.

"Delv, ayo kita juga makan." ajak Gil.

Di tempat Brave memang tidak kejam, meskipun tempat militer. Berbeda dengan Jill.

1 bulan berlalu.

Kini ke 6 anak sedang belajar menembak.

Austina dan yang lainnya menyaksikan juniornya latihan.

"Bagaimana menurutmu Gil?" tanya Austina.

"Kurasa Devian akan unggul."

"Tapi aku masih yakin pada Brave, Diana kau panggil Calista kemari!" perintah Austina

"Baiklah."

Terlihat ke 6 anak telah berbaris dengan rapi.

"Hari ini kalian akan belajar menembak setelah kemarin kalian mempelajari nama-nama senjata api dan lain-lain."

"Di depan adalah sasarannya, pasti kalian sudah tau. Kalian harus menembak titik merah itu. Maju lah ke posisi masing masing."

Ke 6 anak maju ke tempat yang telah ditentukan

Ketempat Jill, terlihat semua anak telah di bariskan dan mereka memulai latihan bela diri

"Hyaat"

"Hyaat"



"Hyaat"

"Hyaat"

Kini mereka terlihat lebih baik dari 1 bulan yang lalu, mereka telah mengalami banyak kemajuan.

Gerakan tendangan dan pukulan telah mereka praktikan dengan baik.

"Cukup, istirahat 15 menit dan kembali latihan."

"Tumben istirahatnya lumayan lama." ucap Lisa.

"15 menit itu termasuk makan." ucap Claire.

"Apa-apaan itu, kita bahkan butuh 10 menit untuk makan." keluh Jill

Killer Chapter 12 - Shoot
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Setelah selesai, benar saja pada saat waktu 15 menit berakhir mereka kembali berlatih, kini mereka semua harus menarik perahu sampan ke daratan



"Tarik.."
teriak seorang pria

"Haat..."

"Lagi.."

"Haat.."

"Meskipun ditarik oleh banyak orang, tapi tetap saja sangat berat." gumam Lisa.

"Tanganku sakit." keluh Claire.

"Kami berdua juga sama, ya kan Jill." ucap Lisa.

"Ya, sebaiknya jangan banyak bicara, nanti dimarahi." kata Jill.

Perahu pun sampai ke darat. Sungguh sangat melelahkan dan menguras tenaga.

Ke tempat Brave

"Baik, pegang pistol kalian dengan kedua tangan, lalu arahkan ke depan. Setelah kalian menentukan sasaran..."

Dor...

"Kya..h."

Tiba-tiba Alice menembak dan melemparkan pistolnya, ia berjongkok dan menutup telinganya.

"Ehh." semua tatapan menuju ke arahnya.

"Aku bahkan belum menyelesaikan ucapanku." ucap Viktor

Austina pun turun dan berlari menghampiri Alice.

"Kau kenapa?" tanya Austina,

"A.aku takut.." Alice terlihat gemetaran.

"Apa dia baik-baik saja?" tanya Viktor.

"Sersan silahkan lanjutkan, serahkan dia padaku." ucap Austina dengan nada tinggi.

"Baiklah."

Austina pun menenangkan Alice, dia duduk bersama para seniornya.

"Ada apa Austina?" tanya Calista yang tiba-tiba datang.

"Urusannya nanti saja, aku akan menenangkan anak ini dulu." jawab Austina.

"Sepertinya anak ini takut senjata api." kata Dalv,

"Luis tolong ambilkan air minum."

"Ya."

"Tenanglah, kau baik-baik saja."

Di tempat Viktor.

"Kulanjutkan, setelah kalian menentukan sasaran. Kalian tarik pelatuknya dengan jari telunjuk kanan. Seperti ini." Viktor pun memberi contoh cara menembak dan

Dor..

Peluru tepat mengenai sasaran.

"Sekarang kalian coba lah."

Devian menembak

Dor..

Diikuti Keana

Dor..

Lalu Brave

Dor..

Dan Johan

Dor...

Terakhir Aldora

Dor..

Ke 5 anak menembak dan semuanya gagal. Bahkan tidak ada satu pun yang mengenai papan sasaran.

"Baik untuk pertama kali tidak apa-apa. Tapi usahakan kalian mengenai target"

Viktor pun menghampiri Devian.

"Lihat, arahkan pistolmu ke titik merah itu, genggam pistol dengan erat. Jangan sampai bergoyang. Setelah terarah tarik pelatuknya." ucap Viktor sambil membenarkan posisi Devian dan meluruskan tangannya ke depan.

Dor..

Terlihat peluru mengenai papan meskipun tidak mengenai titik merah.

"Bagus, lakukan seperti itu."

Viktor pun menginstruksikan pada semua anak seperti yang ia instruksikan pada Devian.

Semuanya mengalami kemajuan kecuali Brave. Semua pelurunya tak mengenai papan.

"Lihat Brave, arahkan pistolmu kedepan dan tentukan sasaranmu. Lalu tarik pelatuknya."



"Baik." brave pun menembak dan

Dor...

Tetap saja tidak mengalami perubahan, ia tetap tak mengenai papan sasaran.

"Brave, apa kau bermasalah dengan matamu?" tanya Viktor.

Dor..

Dor..

Dor.

Dor..

Sementara yang lain terus menembak.

"Tidak sersan, mataku baik-baik saja, bahkan aku dapat dengan jelas melihat sasaran merah itu." jawab Brave.

"Haduh, bagaimana ini. Hm, baiklah latihan cukup untuk hari ini. Kembali ke tempat latihan awal," ucap Viktor.

Semua orang meninggalkan tempat kecuali Brave, Brave kemudian memegang pistol dengan 1 tangan dan

Dor...

Brave kembali menembak.

"Brave sudah cukup." ucap Viktor dengan nada tinggi.

Brave pun menyimpan pistolnya dan berlalu meninggalkan tempat itu.

"Sepertinya dia sangat kesal."

Saat Gil hendak pergi dari tempat pengawasan. Ia terkejut.

"Sersan." panggil Gil.

"Ada apa?"

"Lihat di papan anak wanita yang tadi menangis." ucap Gil.

Viktor pun terkejut, terlihat sebuah peluru tertanam di tanda merah di papan Alice yang bahkan Alice menembak ke sembarang tempat.

"Apa mungkin anak perempuan itu yang melakukannya?"

"Tidak sersan, anak itu menembak sama sekali tak mengenai papan." ujar Gil.

"Apa.. Jangan jangan..."

"Brave.." ucap mereka serempak.

"Tapi itu tidak mungkin, mengingat jarak tempat Brave dan tempat sasaran ini lumayan jauh, dan bahkan papannya saja tidak terlihat jelas. Ditambah tembakan lurus tidak akan mengenai papan." terang Viktor.

"Jangan-jangan ia..."

Hari pun berlalu, Scene beralih ke tempat Jill. Di ruangan gelap itu anak-anak kembali berkumpul dan saling bercerita



Claire telah terlelap.

Jill dan Lisa pun mengobrol tanpa bergabung dengan anak lain.

"Latihan mulai keras,"

"Ya, hari demi hari kita latihan dengan keras. Lalu untuk apa semua ini? Aku bahkan tidak tau apa magsud dari semua ini." ucap Jill.

"Aku merindukan orang tuaku, biasanya sebelum tidur aku selalu ditemani ibuku. Aku rindu pelukan itu, aku rindu kehangatan itu." lirih Lisa

Jill pun beranjak ke tempat tidur Lisa, ia kemudian tidur diranjang Lisa dan memeluk Lisa



"Tenanglah, ada aku disisi mu. Sekarang beristirahatlah."

Malam itu mereka pun tidur bersama

Keesokan harinya.

"Lisa, Jill ayo bangun. Kita harus bergegas." ucap Claire yang menggoyangkan tubuh 2 sahabatnya itu.

Bersambung.

Beberapa chapter lagi masa pelatihan akan berakhir


Bersambung ke Killer Chapter 13

Kill Me 1st
2016-12-31 16:46:18
Kenapa Brave mengincar yg jauh yak,.
Kleiss Effortles
2016-12-08 18:35:08
lisa baik banget
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-23 16:26:19
viktor ternyata botak
Suga Bulletproof
2016-10-23 07:00:26
view menurun
Shark
2016-10-22 21:29:28
Kapan akan terjadi pertarungan nya.
Zena Leomosta Kun
2016-10-22 20:23:10
season 1 akan berakhir
Kira Tanha999
2016-10-22 19:19:29
Jangan2 rabun dekat.
Abix Syadzily
2016-10-22 18:20:16
mantaap.. cerita + gambar .. Ane kasih nilai 10
Yagure Yasha
2016-10-22 16:29:33
pictnya sesuai dengan cerita
happyreadin9
2016-10-22 16:19:58
syukurlh.rils nya cpat
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook