VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Killer Chapter 11

2016-10-21 - Aerilyn Shilaexs > Killer
127 views | 11 komentar | nilai: 9.57 (7 user)

Ia pun dengan pelan pelan dan perlahan membuka sedikit pintu kamarnya dan ia menemgok keluar kamar melalui celah pintu

kamarnya.

"Ayah.?" Keana melihat ayah diluar dan ia terlihat ketakutan.

Keana memperhatikan, pandangannya tertuju ke arah ayahnya saat ia hendak menghampiri ayahnya. Tiba tiba

Seorang pria bertubuh besar datang mendekati ayah keana, orang itu terlihat membawa sebuah golok.

"Aku mohon biarkan istri dan anak ku pergi, mereka tidak ter..aaaa.."

Tanpa memperdulikan kata-kata ayah Keana, orang itu langsung menebaskan golok nya hingga memenggal kepala ayah Keana.

"Ayaah,.." teriak Keana.

Menyadari ada seorang anak menyaksikan peristiwa itu. Orang itu pun segera berlari kearah pintu kamar keana.

"Tidak, ayah...ayah..." keana menangis sejadinya karna ayahnya tewas tepat dihadapannya.

Ia langsung menutup pintu kamar dan menguncinya.

"Ayah telah dibunuh..." lirihnya dengan duduk dan menyandar di pintu. Tiba-tiba

Brug.. Brug...

Pintu kamar keana didobrak paksa.

Seketika ketakutan yang sangat, ia rasakan. Keana segera berlari ke arah kasur.

"Apa yang harus kulakukan?" pikir keana panik dengan air mata masih bercucuran.

Diluar kamar.

Terlihat orang itu berusaha membuka pintu kamar keana. Ia berusaha mendobrak, menendang dan akhirnya ia menggunakan goloknya untuk menghancurkan pintu.

Brak...

Pintu pun hancur, terlihat kamar keana gelap gulita. Terlihat juga samar-samar diatas ranjang ada benda yang berbentuk tubuh berbaring.

Orang itupun melompat keatas ranjang dan menebaskan goloknya dan

Srat...

Kumpulan kapas pun tersebar kemana-mana, ternyata itu adalah kumpulan boneka yang disusun sedemikian rupa membentuk tubuh.

Orang itu pun sangat kesal dan ia pun turun dari ranjang, ia membungkuk mencoba melihat kebawah ranjang dan...

"Uwaaaa....."

Killer Chapter 11 - Latihan Bela Diri 1
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Ia pun membungkuk dan mencoba melihat kebawah ranjang dan...

"Uwaaa...." orang itu berteriak dan mundur beberapa langkah. Ia sangat kaget dengan apa yang dilihatnya.

Meskipun gelap, sosok benda yang orang itu lihat sangat jelas, sebuah boneka yang sangat menakutkan yang terlihat seperti hantu yang mengerikan.

Orang itu berdiri dan menendang kasur hingga kasur terbalik dan sinar rembulan pun menjadi penerangan. Terlihat jelas bahwa benda itu benar-benar boneka yang menyeramkan.

Orang itu pun menyadari sesuatu. Sinar rembulan bisa masuk melalui jendela. Yaah, saat orang itu melihat kearah jendela, ternyata jendela terbuka lebar.

Keana melarikan diri melalui jendela.

Kesisi keana

Ia berlari tanpa arah sambil menangis.

"Aayaah, kedua orang tuaku sudah mati. Aku harus kemana." gumam keana yang terus berlari.

*Flashback end

"Hah aku ingin tau, apakah penjahat itu melihat hantu buatanku tidak yah? Lalu ekspresinya seperti apa..." namun saat Keana tersenyum sendiri, ia mengingat kembali saat ayahnya dipenggal oleh orang itu. Ia pun meneteskan air matanya.

"Aku ingat tujuanku, mencari orang-orang itu. Aku masih ingat jelas wajah killer itu." gumam Keana yang kini terlihat geram.

"Aku hanya bisa menyaksikan dan melarikan diri saat orang yang berharga bagiku direnggut. Tapi brave, dia berjuang mati-matian mempertahankan orang berharga baginya. Sungguh aku sangat payah. Sangat lemah." gumam Keana menyalahkan dirinya.

"Andaikan Brave diposisi ku, mungkin dia akan keluar kamar dan melawan orang itu sebelum goloknya menebas leher ayah."

"Tapi apa aku akan seperti Brave jika aku berada diposisinya? Tidak, aku pasti akan lari meninggalkan temanku. Sungguh aku sangat pengecut,"

Keesokan harinya di tempat Jill, seperti biasa mereka dikumpulkan dipantai.

"Claire, Jill. Ayo kita berjuang." bisik Lisa.

Kedua sahabatnya pun mengangguk.

Lari pagi pun dimulai.

Terlihat anak-anak berlari dibibir pantai



Mereka berlari diikuti oleh seorang pria berbadan besar.

Rute yang dilewati tetap sama, mereka terus berlari tanpa henti.

"Aku mulai terbiasa dengan hal ini." bisik Lisa.

"Hm." Jill mengangguk.

"Ini belum cukup." bisik Claire.

Kini mereka telah berlari setengah jalan.

"Kita sudah dekat." bisik Jill.

"Tidak, kiat baru setengah jalan." bisik Claire.

Bukan hanya mereka bertiga yang berbisik-bisik. Beberapa anak pun melakukan hal yang sama.

Terlihat semua anak mulai terbiasa dengan lari pagi itu.

Tak terasa atau memang mereka sudah biasa. Mereka sudah sampai di tempat semula, yaitu pantai.

Semua anak pun berbaris dengan rapi.

"Dengar semuanya. Hari ini kita akan latihan bela diri." teriak seorang yang berdiri dihadapan mereka



Pria yang sedikit menyeramkan. Terlihat juga beberapa pria dibelakangnya sedang membawa senjata.

Siang hari.

Semua anak telah melihat berbagai gerakan pukulan dan tendangan ala petarung. Kini mereka pun mulai mempraktikan apa yang tadi mereka lihat.

"Satu." teriak pria itu.

"Hyaaat.."

"Dua." hyaat.



"Tiga."

"Hyaat."

Latihan bela diri berlangsung selama setengah jam.

Semua anak kembali dibariskan

"Baiklah, kalian beristirahat selama 5 menit dan kalian boleh makan." teriak pria itu.

Mereka hanya diam dan berbaris dengan rapi, untuk anak yang tak terbiasa. Memukul dan menendang membuat urat dan otot mereka tertarik hingga banyak dari mereka merasakan keram di kaki dan tangan mereka. Namun semuanya menahan sakit itu dan berdiri dipantai dengan rapi dan tegap



Meskipun matahari terik menambah beban, hingga orang itu pergi. Semua anak duduk dan banyak yang meringis kesakitan.

"Tangan dan kaki ku sangat sakit." keluh Claire.

"Aku juga, aku belum pernah melakukan hal ini, bagaimana dengan mu Jill? Ehh..." Lisa terkejut melihat Jill berdiri, terlihat baik-baik saja.

"Aku tidak apa-apa. Hal ini sudah biasa bagiku, dulu aku dan Brave sering berkelahi seperti orang dewasa. Jadi aku sudah sering melakukan tendangan dan pukulan seperti ini." ucap Jill menyombongkan diri.

"Huh sombong. Baiklah kita sarapan dulu, aku sudah lapar nih." ujar Lisa.

"Sarapan yah, se siang ini. Kupikir waktunya makan siang." ujar Claire

Scene beralih ke tempat Brave

Bersambung.

Ada yang bisa menebak aku ngambil pict diatas dari film apa? Dulu pernah tayang di tv loh.


Bersambung ke Killer Chapter 12

Clint Mobile Legend
2017-01-29 14:11:18
Gak tau tentang gambar, maklum jarang nonton tv
Kill Me 1st
2016-12-31 16:36:23
Ah.. Padahal aku mau tanya.. Tapi malah suruh nebak..
Kleiss Effortles
2016-12-08 18:35:05
nice story, numpang baca
gIN taka
2016-10-21 21:08:54
penjahat'ny tkut hantu . . .
Abix Syadzily
2016-10-21 19:31:03
gambar-gambarnya keren..
ThE LaSt EnD
2016-10-21 18:53:21
hmm, ini film mandarin? yg 3 cwek jd pembunuh bayran wlau awalny diambil satu orang?
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-21 17:16:02
semangat sayang
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-21 12:16:26
lanjut aja
ZENA LEO MONSTA X
2016-10-21 08:52:40
terus lanjutkan
SESHOMARU INU
2016-10-21 08:48:59
mulai bertebaran pict
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook