VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Killer Chapter 10

2016-10-19 - Princess Alien > Killer
181 views | 14 komentar | nilai: 9.33 (9 user)

"Berisik, aku tidak akan kalah darinya." ucap Devian dan Brave serempak.

"Haduh mereka ini."

Brav dan Devian masih push up meskipun terlihat dari wajah keduanya mereka terlihat memaksakan diri.

"Baiklah sudah cukup.. Eh..pingsan?" Moryn terkejut karna ternyata mereka berdua melakukan push up sampai pingsan.

Seketika semuanya terkejut, Austina dan yang lainnya langsung berlari menghampiri Brave dan Devian.

"Apa-apaan mereka itu, I-ini bukan salahku kan." ucap Moryn takut dimarahi.

"Ini bukan salahmu, sebaiknya cepat bawa mereka." perintah Austina yang kini terlihat wajah seorang pemimpin nya.

Gil dan salah satu pria membawa Brave dan Devian.

"Kak apakah mereka tidak apa-apa?" tanya Aldora pada Austina, ia khawatir pada Brave.

"Mereka tidak apa-apa. Mereka terlalu memaksakan diri hingga tubuh mereka lemas dan pingsan. Maka dari itu aku tidak memaksakan kalian takut hal ini terjadi." jawabnya dengan tegas.

Waktupun berlalu, scene berada di kamar. Aldora dan Keana duduk diatas ranjang masing-masing dan memerhatikan Brave diranjangnya yang belum juga sadar.

"Jill." teriak Brave yang bangun seketika.

Hal itu membuat Aldora dan Keana terkejut.

"Jangan berteriak tiba-tiba"

"Ya, kau membuat kami kaget."

"Maafkan aku, eh apa ada makanan?" tanya Brave.

"Kau ini, biasa nya orang yang tersadar. Hal pertama yang ditanyakan itu apa yang terjadi padaku? Atau dimana ini?" bentak Keana.

"Itu mah perkataan lebay." kata Brave.

"Apa katamu? Dan siapa itu Jill?" tanya Keana.

"Ya, tadi kau berteriak memanggil nama itu."

"Dia adalah temanku. Karna dia, aku adalah tujuanku masuk ke tentara militer ini."

"Memangnya apa yang terjadi padanya?" tanya Aldora.

"Dia diculik,"

"Diculik? Oleh siapa?"

"Entahlah. Andaikan aku lebih kuat. Pasti waktu itu Aku bisa melindunginya."

Brave pun bercerita tentang kejadian waktu itu. Flashback? Ngga perlu sepertinya. baca aja chapter awal.

"Kau hebat, keberanianmu luar biasa." puji Aldora.

"Ah tapi lihat kan hasilnya, seharusnya kau diam saja. Kau sudah tau jika akan gagal tapi kau terus melawan. Dasar bodoh." ledek keana.

"Meskipun kau tau apa yang kau perjuangkan akan gagal. Tapi setidaknya kau sudah berusaha daripada hanya diam dan pasrah." ujar Brave sambil menunduk.

"Apa itu hal yang disebut pantang menyerah? Atau melakukan hal bodoh yang sia-sia?" kata Keana.

"Dalam hidup kita harus berjuang. Apapun yang terjadi kau harus berjuang meskipun hal itu pada akhirnya menjadi sia-sia. Tapi hidup itu sebuah perjuangan." balas Brave.

"Perjuangan katamu, untuk apa berjuang jika hal itu sia-sia saja. Tetap saja takdir yang menentukan."

"Yah aku tau itu, meskipun takdir yang menentukan tapi bukan berarti kita harus diam saja. Ya kan?"

"Tapi bukan berarti kau harus melakukan hal bodoh hingga membahayakan nyawamu."

Keadaan seketika hening.

"Keana lalu apa tujuanmu masuk ke tempat ini?"

"Entahlah, mungkin sudah takdir." jawab Keana.

Terlihat Aldora sudah terlelap.

Di tempat jill.

Killer Chapter 10 - Percaya Takdir
Penulis : Princess Alien

Scene beralih ke tempat Jill. Terlihat semua anak berkumpul



Di tempat gelap itu mereka berbicara saling mengenal setelah
hari sebelumnya mereka dilanda ketakutan.

"Mungkin seumur hidup kita, kita tidak akan keluar dari tempat ini." ucap seorang anak membuka percakapan.

"Ya, tapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus berusaha menjalani hari-hari berat ini bersama." sambung Jill

"Dan mulai hari ini ayo kita semua berteman." ujar yang lain.

"Pertama tama kita perkenalkan nama masing-masing. Namaku Via."

"Namaku Carolline"

"Namaku Jill."

"Namaku Kyu Hi."

"Namaku Lisa."

"Namaku Claire."

Mereka memulai percakapan mereka diawali dengan perkenalan nama. Hingga nama ke 40, mereka bercerita tentang diri mereka.

Tekanan dan intimidasi, kekerasan dan paksaan. Tidak membuat mereka putus asa. Dalam percakapan, banyak dari mereka yang yakin dan percaya bahwa suatu hari mereka bisa keluar dari tempat itu. Malam semakin larut, akhirnya mereka menyudahi obrolan dan kembali ke ranjang masing-masing.

Terlihat Jill dan Lisa belum juga terlelap.

Mereka pun saling menghadap.

"Jill apa yang terjadi hari esok yah." tanya Lisa



"Entahlah, mungkin mereka akan memberikan kejutan ulang tahun." jawab Jill dengan candaan.



"Kau ini, masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti ini." kata Lisa.

"Jill apa kau yakin suatu hari kita dapat keluar dari tempat ini?"tanya Lisa.

"Entahlah, yang kita harus lakukan adalah percaya pada takdir." ucap Jill.

"Percaya pada takdir yah."

Mereka berdua melanjutkan percakapan mereka hingga larut malam.

Di tempat Brave.

Terlihat ketiga anak itu telah terlelap di ranjang masing-masing.

Keana belum juga tertidur, ia mengingat masa lalunya.

*flashback

Scene berada di sebuah rumah yang besar dan megah.

Terlihat di ruang makan ada 3 orang yang sedang makan malam, itu adalah keana yang masih berusia 12 tahun dan kedua orang tuanya.

"Ayah aku mau itu." pinta Keana yang menunjuk sebuah makanan di dekat ayahnya.

"Nah silahkan, kau harus makan banyak agar cepat tumbuh."

"Bukannya banyak makan akan cepat gemuk seperti ayah." ledek ibu keana.

Ketentraman dan kebahagiaan keluarga kecil itu jelas tergambar. Hingga malam itu pun terjadi.

Di dalam kamar Keana.

Hari menunjukan telah tengah malam tapi keana belum juga mengantuk.

"Kenapa yah malam ini aku tidak bisa tidur, tidak seperti biasanya." pikir keana yang berguling kesana kemari.

"Perasaanku tidak enak."

Tengah malam yang hening, bahkan suara napas pun seolah terdengar jelas.

Tiba-tiba dalam keheningan. Keana mendengar bunyi langkah seseorang.

"Suara siapa itu?" pikir keana.

Langkah kaki kini bertambah dan terdengar suara jeritan. Suara jeritan itu tidak asing ditelinganya. Yah itu suara ibunya.

"Ibu?" seketika keana bangkit dari ranjangnya dan berjalan mengendap endap menuju pintu kamarnya.

Ia pun dengan pelan dan perlahan membuka sedikit pintu kamarnya dan ia menengok keluar kamar melalui celah pintu kamarnya.

"Ayah.?" Keana melihat ayahnya diluar dan...

Bersambung,

Apa yang terjadi? Sudah jelas akan ada pembunuhan.

Terimakasih buat kalian yang sering mampir, cerita ini akan sering update dan mungkin cerita yang lain delay dulu.


Bersambung ke Killer Chapter 11

Lord Hellium
2017-06-19 20:16:53
Akhirnya korban bembunuhan ke-4 diserial Killer akan muncul.
SovarenDF Furinkazan
2017-06-12 16:25:47
ada screenshotnya juga ternyata
David Lopez
2017-01-29 13:55:40
komentar .. Kasihan yak, kalau aku... Lupakan #plak
Kill Me 1st
2016-12-31 16:30:09
Jill perempuan yah.. Kukira laki..
Kleiss Effortles
2016-12-08 18:35:01
nice story, numpang baca
Vestaka Pyrokinesis
2016-10-20 18:44:43
tifa lockhart chan kawai
chichay
2016-10-20 09:30:57
kpn lnjutnnya senpai
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-19 18:15:52
sering-sering update sayang
Crash Bubbleo
2016-10-19 16:20:23
nextlah
Abix Syadzily
2016-10-19 16:00:18
ooo begitu yah.. gambarnya bayar paki poin Ga..??
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook