VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Killer Chapter 7

2016-10-10 - Aerilyn Shilaexs > Killer
105 views | 10 komentar | nilai: 10 (7 user)

oh iya, sebelum kulanjutkan ceritanya. Apa menurut kalian cerita pelatihan ini di cut aja dan memasuki pertarungan dan pembunuhan.? Jadi biar cerita masa pelatihan ini akan dijadikan flashback.

Mungkin karna hal itu juga cerita ini membosankan, judulnya aja killer. Tapi belum ada adegan pembunuhan. Cuma di chapter 2 aja.

Kembali ke cerita.

Ditempat Jill, keadaannya jauh berbeda dengan Brave, meskipun sama-sama dilatih.

Di hari pertama Jill dan anak lainnya harus berlari lebih dari 1 kilometer, jika ada yang jatuh karna kelelahan. Dia akan ditendang atau dipukul dengan ujung tumpul senapan, mereka dipaksa untuk melakukan itu semua.

"Cepat-cepat. Jangan bermalas malasan. Kalian baru setengah jalan.!" teriak seorang pria memerintahkan agar semua anak terus berlari.

"Ini penindasan namanya, bahkan tenaga kami hampir habis." gumam Lisa.

"Kau benar, tapi kita harus tetap melakukannya jika ingin hidup." ujar Jill.

"Aku akan terus menjalani semua ini sampai aku menjadi lebih kuat dan menghabisi mereka" ucap Claire pelan.

Ternyata meskipun ia terlihat manis dan masih kekanak kanakan. Dalam hatinya ia menaruh dendam yang sangat besar.

Kematian kakak yang ia sayangi terus membayanginya.

Pemandangan sangat indah di tempat itu, tebing, air terjun, hutan yang lebat sungguh sangat indah untuk dilihat. Namun dengan penindasan ini, semua hal itu sirna.

20 menit berlalu.

Banyak dari mereka yang duduk kelelahan, tenaga mereka benar-benar habis.

"Siapa yang menyuruh kalian untuk duduk?" teriak pria tadi.

Dreed... Dreed...

"Aaaa" semua anak menjerit ketakutan dengan suara tembakan itu.

"Berdiri.!" lanjutnya.

Terpaksa semuanya berdiri dan berbaris.

"Orang ini adalah orang yang pertama akan kubunuh." geram Lisa.

Killer Chapter 7 - Inikah Neraka Dunia?
Penulis : Aerilyn Shilaexs

Scene berada di pantai.

"Sekarang Istirahat selama 2 menit dan setelah itu kembali berbaris." ucap orang itu yang kemudian pergi menuju tempat teduh.

Para anak yang kehausan dan kepanasan segera ke laut untuk membasuh dan meminum air laut. Meskipun mereka tau air laut itu sangat asin. Tapi tenggorokan mereka sangat kering.

"Aku sampai harus meminum air asin ini. Hidupku dulu bagai di surga dengan segala kemewahan, kini aku hidup bagai di neraka dengan segala penindasan dan paksaan. Apakah ini neraka dunia?" pikir Lisa yang mulai meneteskan air mata.

"Tegarlah, kita bertiga pasti mampu melewati ini semua." ujar Jill yang menghapus air mata Lisa.

Waktu 2 menit hampir habis, beberapa anak masih didalam air dan sisanya sudah berbaris.

"Cepat kalian berbaris." perintah anak lain dan beberapa anak tadi langsung memasuki barisan saat mereka melihat pria kejam mulai datang menghampiri.

"Sekarang waktunya kalian melakukan push up, jangan berheti sebelum aku perintahkan berhenti." teriaknya dengan lantang.

"Mulai." lanjutnya.

Semua anak pun tiarap dan mulai push up. Sungguh ini penindasan, mereka dipaksa push up diatas pasir panas dan dibawah teriknya matahari.

Terlihat dari ekspresi wajah anak-anak itu. Ada yang kepanasan, ada yang memaksakan diri. Ada yang menangis.

Hingga salah satu anak tidak kuat push up. Dan

"Hoey terus lakukan push up. Aku belum memerintahkanmu untuk berhenti." teriak pria itu sambil menginjak punggung anak itu. Sungguh keji perbuatan mereka terhadap anak-anak itu. Apakah ini neraka dunia?

Anak-anak yang melihat itu menghentikan push up nya dan melihat ke arah anak tadi.

"Siapa yang menyuruh kalian untuk berhenti? Terus push up." teriak pria itu.

Hari berlalu, kini sudah malam.

Scene berada di sebuah ruangan besar yang terdapat 20 kasur tingkat. Disana mereka tidur

"Aku ingin pulang."

"Ini sangat sakit."

"Aku tidak kuat, aku ingin pulang"

Para anak merengek

"Mereka semua payah, menangis seperti itu tidak ada gunanya" pikir Jill

Hampir semua anak tidak bisa tidur. Mereka merasakan sakit disekujur tubuhnya dan membayangkan hal kejam apa yang terjadi esok hari.

"Jill, kau belum tidur?" tanya Lisa.

"Ya, aku memikirkan sahabatku Brave. Aku ingin mengetahui apakah dia masih hidup atau tidak."

"Aku yakin dia masih hidup."

"Yah, aku harap begitu. Jika ia masih hidup, dia akan mencariku. Itulah janjinya padaku."

"Kau tau, seseorang akan terus bertahan karna tekad kuat mereka dan seorang pria akan terus bangkit demi janji nya. Pria sejati adalah pria yang bisa dipercayai segala ucapan nya. Ku yakin temanmu salah satunya."

"Kau benar, lalu kenapa kau belum tidur.? Lihat Claire sudah tidur nyenyak."

"Aku ingin menemanimu sampai terlelap."

Malam pun berlalu.

Ditempat Brave.

"Huh sungguh malam yang dingin." gumam Brave.

Terlihat Aldora dan Keana telah terlelap.

"Ah, ternyata wajahnya saat tidur begitu manis saat tidur. Berbeda dengan tadi." ucap Brave yang telah berdiri di depan ke dua kasur itu.

"Hoam, sebaiknya aku tidur. Mungkin besok adalah hari yang berat untukku." pikirnya sambil berjalan menuju kasurnya yang tepat di sebrang kasur 2 wanita itu.

"Jill bagaimana keadaanmu? Kuharap kau baik-baik saja. Bertahanlah sampai aku menyelamatkanmu, aku pasti akan mencarimu. Aku akan menepati janji itu Jill. Jadi selama itu kau harus bertahan meskipun kau berada di neraka dunia sekalipun." gumam Brave yang merebahkan diri sambil menatap langit-langit ruangan itu.

Malam semakin larut. Brave telah terlelap tanpa selimut.

Keesokan harinya di tempat Brave.

Terlihat Keana dan Aldora telah bangun dan mereka sedang merapikan kasur mereka masing-masing.

Setelah selesai, keana melihat kearah Brave dan tanpa sengaja melihat sesuatu yang berdiri dibalik celana Brave.

"Aldora, lihat itu burung merah." bisik Keana kepada Aldora sambil menunjuk ke arah selangkangan Brave.

"Kyaaa.. I-itu.."

Keana pun meninju perut Brave dengan keras.

Buk...

"Ukhukh.."

"Bangun berengsek, ini sudah pagi. Sampai kapan kau akan tidur?" teriak Keana.

"Sakit sekali, kenapa kau memukulku hah?"

"Agar kau bangun tentunya. Lagipula apa yang kau mimpikan hingga benda itu berdiri hah?" teriak Keana sambil menunjuk itu.

"Hee... Itu..."

"Dasar mesum. Cepat kau mandi dan rapikan tempat tidurmu."

Buk...

Teriak Keana yang langsung menendang Brave sampai jatuh dari kasurnya.

"Baiklah dasar galak."

Brave pun berjalan menuju kamar mandi.

"Bersama dengannya ternyata membuatku tersiksa. inikah neraka dunia?" pikir Brave.

Bersambung.

Jadi bagaimana? Mau dilanjut atau di cut aja. Kebetulan cerita ini udah ku tulis dibuku.

Bersambung ke Killer Chapter 8

Kill Me 1st
2016-12-31 16:12:22
Yg diculik itu perempuan semua ya? Apa ada laki"nya?
Kleiss Effortles
2016-12-08 18:34:52
nice story, numpang baca
Suga Bulletproof
2016-10-21 17:07:10
sekamar cewek-cowok
Yagure Yasha
2016-10-15 17:19:37
emang bener sih viewnya dikit. Tapi coba aja update banyak chapter. Siapa tau dengan banyaknya chapter akan semakin banyak orang yang tertarik dengan ceritamu
Zena Leomosta Kun
2016-10-11 11:51:39
lanjutkan sevira
Blackpearl Kwon Yuri
2016-10-11 08:40:34
pasti brave mimpi tentang oppai
Dzibril Al Dturjyana
2016-10-11 04:53:17
lanjutkan.. suatu cerita dari awal char sudah kecil yaa mpe tumbuh dewasa.. flashback mungkin berlaku kalau char uda dewasa dari awal cerita.. emm itu yg sring aku baca sie.. jdi yaa lanjutkan..
Leon Lockhart
2016-10-10 22:08:27
Terserah kau saja, asalkan nantinya tak kehabisan ide di pertengahan cerita '-')
Inuyasha
2016-10-10 19:49:16
Sambung aj deh
gIN taka
2016-10-10 19:09:39
cerita'ny menarik kok . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook