VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Another Soul Chapter 12

2017-01-10 - Shineria of Life > Another Soul
58 views | 7 komentar

Tengok kanan, tengok kiri. Hum. . . . Pada kemana semua orang ya?? hihihihi i'm back minna, miss u all. .

rr perlukah review chap sebelumnya?? Achemy rasa tidak perlu, yang lupa alurnya, silahkan dibaca ulang. Selamat membaca .

**-**

"Kau beruntung Kuchiki, ada bala bantuan datang." ucap orang itu.

Anna berdiri dan menatap orang itu.

sebuah lingkaran sihir terbentuk di atas orang tadi dan menghujaninya dengan kristal merah darah yang begitu runcing. Orang itu hanya dia menerima serangan itu, tak ada niatan untuk menghindar. Selang beberaa detik berikutnya, orang itu mengarahkan telunjuk kanannya dan sebuah laser cahaya kembali terbentuk dan menghancurkan sihir itu.

"Tadinya aku berpikir, kristal itu akan semakin tajam. Tch tapi tetap saja tumpul." ucapnya. Luka-luka yang didapatnya juga sudah sembuh.

"Regenarasi ya?" tanya Mika entah pada siapa.

"Akh, itu akan sedikit menyusahkan kita Mika-kun." keluh Akane.

Tudung orang itu sudah terlepas, sosok pemuda bersurai kuning terlihat begitu jelas.

"Well, bagaimana jika kita akhiri ini?" tanya pemuda itu dengan sringai di wajahnya. Dia menjentikkan jarinya, detik berikutnya ribuah cahaya menghujani mereka dari segala arah.

"Game over." gumam pemuda itu.

Sllaasstt, sebuah tebasa horisontal hampir mengenainya jika dia tidak menghindar. Kamito terus melancarkan serangan tiba-tibanya.

"Dia menghilang ugh?" pemuda itu melihat kesekelilingnya, namun nihil.

"Di belakangmu." ucap Kamito pelan sambil menebas dan menendang pemuda itu sampai membentur dinding sekolah.

Kamito masih berdiri di tempatnya dengan pijakan lingkaran sihir hitam di bawahnya. Dia mengarahkan pedangnya tepat ke dada pemuda itu.

"Jika jantungmu berhenti berdetak, maka kau tak akan bisa meregenerasikan tubuhmu." ucapnya sambil melesat kearahnya.

Jlepp. . Pedang itu tepat menancap di jantung pemuda itu, dengan Kamito di atasnya.

"Aargghh," pemuda itu berteriak, namun detik berikutnya.

"Maaf, tapi aku tak bermaksud mengecewakanmu." ucapnya sambil tersenyum.

Slink . . . Boommm, ledakan kembali terjadi.

Wink.. . Kamito muncul di atap gedung olahraga.

"Tadi itu hampir saja." gumam Mika.

"Arigatou Akane." ucap Kamito yang kemudian berdiri di depan mereka.

"Haruskah aku memanggil bantuan?" tanya Akane.

"Iie, kita sudah cukup." tolak Kamito.

Dari balik asap pemuda tadi berjalan di udara perlahan. Penampilannya berbeda dari sebelumnya. Sebuah sayap mencul di bahu kanannya, tangan kirinya terlihat diselimuti oleh darah. Kedua matanya berubah menjadi hitam kelam.

"Akh, aku lupa memberitahu pada kalian. Aku ini tidak memiliki jantung, dan aku tak terkalahkan." ucapnya.

"Eum? benarkah?" tanya Mika sambil menguap.

"Haa, sepertinya dari tadi kalian hanya mempermainkanku. Baiklah, aku akan sedikit serius pada kalian." ucapnya sambil mengepakkan sayapnya.

Ribuan cahaya kembali menyerang mereka.

"Dan harus kukatakan juga padamu, serangan yang sama tak akan mempan pada kami." ucap Anna yang tiba-tiba muncul di belakangnya.

"SEAL." ucapnya pelan setelah menyentuh punggung orang itu.

Another Soul Chapter 12 - Perlawan yang Sia-sia
Penulis : Shineria of Life

Anna melompat ke belakang sambil mengarahkan telapak tangannya pada pemuda itu.

"Hum?" pemuda itu malah menyeringai. Detik berikutnya, laser cahaya melesat dari bawah.

Sementara itu, semua laser cahaya yang tertuju pada Kamito dan yang lainnya begitu juga pada Anna langsung menghilang.

Perlahan, sebuah simbol sihir berwarna putih terbentuk mengintari pemuda itu. Simbol sihir itu mengintari secara horisontal dan vertikal.

"Seal complate." gumam Anna.

"Kau mencoba menyegelku gadis kecil?" tanya pemuda itu sembari mengeluarkan aura yang begitu besar.

"Iie." jawab Anna dengan senyum terpatri di wajahnya.

"Tapi kami akan membawamu ke nereka dan mengakhiri hidupmu." sambung Akane yang berdiri tak jauh di hadapan pemuda itu sambil mengarahkan tangan kirinya pada pemuda itu.

"Hexagon." ucapnya lagi.

Seketika pemuda itu terkunci dalam sebuah dimensi berbentuk hexagon.

"Jangan meremehkanku, sihir seperti ini tak akan bisa menahanku!!" serunya mengerahkan seluruh kekuatannya.

'Dia kuat.' 'Jika seperti ini terus segelnya akan hancur.' batin Akane dan Anna sambil berusaha menahan luapan kekuatan pemuda.

"Well, apa jadinya jika cahaya terbelenggu oleh black hole?" tanya Kamito yang menengadahkan kedua tangannya.

"Yare yare yare, kau simpan dulu black hole itu serangan terakhir. Bagaimana jika kita kembalikan dahulu semua serangannya tadi." gumam Mika yang sudah berjongkok tepat di samping Kamito.

"Ide bagus, hey Akane tahan dimensinya ok?" pinta Kamito yang kemudian mengulurkan tangannya pada Mika.

Mika meraihnya dan menyaat lengan Kamito perlahan. Liquid merah perlahan mengalir, Mika dengan perlahan menyesap liquid itu. Detik berikutnya luka itu menutup.

Mika menyapukan lidahnya ke bibirnya. Sejenak kemudian, kedua bola mata Mika bersinar.

"Anna, kau masih bisa bertahan?" tanya Akane.

"Tentu senpai." jawab Anna pasti. Walaupun dia sudah kewalahan menahan lonjakan kekuatan pemuda itu.

"Open gate." ucap Mika yang sudah berdiri di atas pemuda itu.

"Change compotition." ucapnya lagi sambil mengarahkan tangannga pada dimensi di bawahnya.

Perlahan lingkaran sihir ungu terbentuk di seluruh sisi, atas, bawah, kanan, kiri, atas dan bawah. Setelah semuanya terbentuk semua warnanya berganti merah darah.

Krrrakkkk, dimensi dan segel di dalam sudah mulai retak.

"Makhluk rendahan seperti kalian akan mengalahkanku? tch, jangan bercanda." seru pemuda itu kesal.

Akane dan Anna memejamkan matanya sejenak. Mereka menghembuskan nafas mereka perlahan.

"Change formation." gumam Akane, Anna dan Mika serentak.

Seketika ketiga sihir itu bertukar tempat. Di bagian terluar ada segel milik Anna, berikutnya adalah dimensi milik Akane dan yang terakhir adalah lingkaran sihir milik Mika.

"huh? apa rencana kalian?? tapi, cukup sampai disini."

ucap pemuda itu.

"Dengan cahaya penghukuman ini, kalian akan menuju ajal kalian. EXplosion.!!" serunya.

Bukan hanya cahaya putih belaka, namun disertai dengan hamburan halilintar dan juga
cahaya berwarna hitam kelam. Semua itu mengarah pada mereka dan penghalang itu terlihat mulai retak.

Akane dan Anna membulatkan kedua mata mereka.

Bersambung ke Another Soul Chapter 13

Yukki Amatsu
2017-11-16 14:52:30
Wah, rupanya anna juga bagian dari ini semua ya... keren...
Author Of Pain
2017-06-05 11:00:40
Aku gagal paham
Kenny
2017-01-10 23:37:00
next
Rudy Wowor
2017-01-10 14:10:27
Kekuatan yang hebat milik si pemuda.
Downcrazy
2017-01-10 07:04:40
dari jurus nya ane ingat anime magi sinbad
Sqouts Shadows
2017-01-10 05:56:08
Ditunggu cerita berikutnya
Gouenji Shuuya
2017-01-10 05:43:12
Mereka main kroyokan
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook