VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
MAX2150CME Chapter 24

2018-01-01 - Alien Queen > MAX2150CME
38 views | 5 komentar | nilai: 10 (3 user)

MAX2150CME Chapter 24

Kembali ke masa 3 tahun yang lalu.

"Orbleiv semacam muatan energi alam yang terbentuk dari hasil sisa fotosintesis tumbuhan." Quorra menganalisis benda-benda bulat berukuran cukup kecil sebesar bola pingpong melayang-layang disekitar hutan yang mereka datangi.

"Bukannya karbon dioksida atau oksigen yah yang berhubungan dengan fotosintesis." ucap Excel sambil memakan Orbleiv. Quorra melirik kearah Excel.

"Kyaaaa... Jangan dimakan.!" Quorra seketika panik, sudah jelas ia panik. Belum tentu Orbleiv itu bisa dimakan, atau tepatnya aman dimakan.

"Tapi ini enak ko, meskipun nggak ada rasanya, tapi teksturnya lembut." ucap Max malas, ia juga sedang makan Orbleiv itu.

"Kau jugaa!!!"

"Quorra, jika kamu berteriak gitu, kita bisa ketahuan loh.. Am.." Excel memakan orbleiv itu bagaikan cicak makan nyamuk, langsung disantap begitu saja, tidak di tangkap dahulu

"Hah, yang penting, kalian berhentilah memakan Orbleiv itu." Quorra memegang keningnya seolah ia pening, namun ternyata kedua pria itu tak mendengarkan

"Hei! Kalian dengar tidak.!"

"Ya.. Ya kami dengar ko." ucap Excel sambil muntah.

"Uekh.!" Max juga ikut muntah.

"Kalian baik-baik saja?" tanya Quorra kuatir.

"Ya, yang terpenting sebenarnya apa Orbleiv itu." ucap Excel.

"Kepala ku pusing." Max bergumam pelan.

"Sebenarnya, orbleiv itu semacam muatan energi, tapi disini pun tak ada rincian jelasnya. Yang terpenting, kalian jangan makan lagi. Apalagi tadi sudah muntah."



MAX2150CME Chapter 24 - Max Mati
Penulis : Alien Queen

Kembali ke waktu sekarang.

Ternyata hal itu yang membuat tangan dan kaki Max berfungsi, Orbleiv pada tubuh Max mengalirkan energi pada benda buatan itu.

Kini, Max hanya memiliki kaki kiri dan tangan kiri saja, namun ia masih dapat berdiri dengan normal.

"Aku mulai, rasakan ini rongsokan." Pada telapak kaki Max, terjadi ledakan energi yang membuat kaki buatan itu penyok. Max terlempar jauh dan melesat menuju kedua robot itu,

Kedua robot menjulurkan tangannya kearah Max, sementara Max mengambil ancang-ancang. Tangan buatannya memancarkan cahaya biru. Max mengayunkan tangannya dan

Hantaman pun terjadi. Ledakan dasyat tercipta, kini ledakannya lebih besar dari sebelumnya.

Ledakan energi dan listrik tercipta begitu besar, efek nya merambat melalui lantai yang memang terbuat dari logam.

"Uwaa..." Alfonso dan yang lainnya langsung terkena sengatan listrik, hal itu juga mempengaruhi menara.

"A..aku gosong." gumam Ron, ia menekan sebuah tombol untuk melepaskan ledakan nuklir pada menara itu.

Ledakan nuklir menghabisi para robot yang tersisa dan meluluh lantakan tempat itu.

Daerah itu pun seperti telah mengalami bencana alam yang dasyat.

1 hari berlalu pasca kejadian itu.

Di ruang UGD, keempat orang itu dirawat, beberapa orang datang menjenguk termasuk Excel.

"Kenapa Max tidak ada disana? Padahal aku yakin waktu itu dia masih hidup." gumam Excel.

"Kau mencari Max?" tanya seorang wanita. Excel melirik kearah sumber suara.

"Namaku Alsenta, kekasih Kainan, aku tahu dimana temanmu berada."

"..." Excel tak menanggapi, ekspresinya biasa saja.

"Ikuti aku.." Alsenta berjalan pergi diikuti Excel.

"Namamu Excel bukan?"

"Kenapa kau tahu namaku?"

"Atlet terkenal, namamu sudah tak asing bagi kebanyakan orang, apalagi kau adalah perwakilan dari keluarga Rutherford."

Tak ada tanggapan lagi, Excel hanya diam dan terus mengikuti.

"Aku dengar, kemarin kau datang ke tempat walikota dan mengumpulkan para petinggi."

"Ya."

"Hm, lalu apa yang terjadi disana?"

Excel tak menanggapi, ia sepertinya benar-benar malas berbicara
dengan orang lain.

"Ah baiklah, tak perlu kau jawab juga. Tapi katanya, kau itu mewakilkan diri sebagai wakilnya Max Rutherford bukan? Tapi aneh juga, aku tak pernah melihat kalian bersama-sama. Apa kalian bertengkar?"

"Tidak."

"Ah, apapun itu, kau harus berada di dekat tuanmu, bila terjadi sesuatu pada Max, kau lah yang pertama kali disalahkan. Setidaknya itu menurut peraturan."

"Max tidak akan melakukan itu, beberapa waktu lalu saat ia di katakan sudah mati, aku tetap aman tanpa tuduhan. Lagipula Max menjamin keamananku" pikir Excel.

"Nah, kita sudah sampai." terlihat mereka telah sampai di depan sebuah pintu. Saat Excel melihat kedalam melalui kaca.

"A-apa-apaan itu? Apa Max mati? Di..dia.." Excel tak sanggup berucap, ia seketika lemas.

Apa Max mati untuk kedua kalinya? Entahlah, yang jelas dari ledakan besar itu, mustahil seseorang bisa selamat.

Mengingat Max yang paling dekat jaraknya dengan ledakan, apa dia benar-benar mati?

Excel kembali mengingat apa yang terjadi satu hari yang lalu.

Setelah uji coba selesai, semua anggota tercengang, mereka tak menduga ada anak muda yang dapat menciptakan alat untuk melawan robot dengan mudah.

Bahkan alat itu juga dapat mematikan sistem komputer, ponsel yang mereka bawa juga terkena dampaknya. Seolah terkena serangan virus, ponsel mereka mati.

"Saya juga ada alat untuk memulihkan pengaruh dari ledakan ini."

Singkatnya, semua ponsel dapat berfungsi lagi. Arvair melihat ponselnya dan langsung panik.

"Excel, sesuatu terjadi pada Max, sinyal ponselnya menghilang." ucap Arvair, kejadianini terjadi karena saat pertarungan ponsel Max meledak.

"Apa?" Excel segera pergi dari tempat itu tanpa permisi.

"Hamura, kau juga ikuti Excel, aku ada dibelakangmu." ucap Arvair.

"Baik."

Disisi Excel.

Ia meluncur dengan sangat cepat menyusuri jalan layang, ia melihat sinyal ponsel Max terakhir menyala.

"Tcih, seharusnya ini bukan waktunya aku menemui Max, tapi jika keadaannya benar-benar membahayakan nyawa Max, aku harus menunda misi ku." butuh waktu cukup lama untuk sampai ke tempat Max yang sedang bertarung, Hamura dan Arvair juga mengejar Excel dengan kecepatan penuh.

Hingga saat mereka sampai, ledakan besar terjadi, Excel dengan mengerahkan kemampuan tercepatnya segera menangkap Max dan menjauh dari ledakan.

Arvair membawa Kainan dan Rudolf, Hamura membawa Alfonso dan Ron ke tempat aman.

Kelima nyawa berhasil selamat dari ledakan dasyat, timing mereka begitu tepat, sebelum ledakan nuklir terjadi. Semuanya berhasil di selamatkan.

Kelima orang itu mendapati luka cukup serius, terutama Max, banyak organ yang hancur dan kulit terbakar. Terlihat baju Excel habis terbakar akibat ledakan pertama itu.

Luka-luka pada tubuh Excel mengeluarkan energi biru dari orbleiv pada tubuhnya.

"Apa yang terjadi pada tubuhmu?" Hamura kaget.

"Itulah kehebatan klan cerdas." ucap Arvair.

"Sebenarnya apa yang terjadi disini." Excel menatap Max yang jelas saat ini masih hidup, meskipun kondisinya sangat parah.

Kembali ke waktu sekarang.

"Aku ingat, saat itu. Max masih bernapas, tapi apa yang kulihat tadi. Ini tidak mungkin, jangan sampai Max mati. Quora aku mohon, jika kau melihat Max disana, katakan padanya untuk pulang."

Excel tak kuasa membendung air matanya, meskipun sebelumnya ia terlihat dingin dan kuat. Kini ia terlihat rapuh.

"Apa yang kau lihat disana? Apa maksudmu Max mati?"


Bersambung ke MAX2150CME Chapter 25

Takashi
2018-01-03 01:02:43
Akhirnya di udapte
Hiatus
2018-01-01 23:00:49
Akhirx hiatus berakhir
KazutoWalker
2018-01-01 11:53:10
Next
Sqouts Shadows
2018-01-01 11:17:44
Ditunggu chapter berikutnya
Alien Queen
2017-12-31 10:34:12
Hiatus telah berakhir.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook