VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
One PacMan Chapter 7

2016-12-28 - Fuyuki Zirconixena > One PacMan
64 views | 6 komentar | nilai: 9.5 (4 user)

Setelah Aliansi RAR dan Aliansi Cicak mengacau kehidupan sehari-hari Putra Sadewa Sukijan di Bumi, sebuah bahaya dari luar angkasa telah menanti.

"Cepat atau lambat kita harus bergegas dari Planet ini.. Sebelum dia datang.." ucap Requie pada Aliansi RAR dan Aliansi Cicak.

"Kau benar, makhluk di Planet ini begitu baik.. Kita tidak boleh membiarkan dia mengacau di Planet ini hanya karena mencarinya.." jawab Demonica.

Keesokan harinya...

"Telolet telolet... Telolet telolet..." suara jam alarm Putra berbunyi.

"Uuhh.. Aku pengen bolos..." gumam Putra yang mematikan alarmnya, "Ah, tapi hari ini ada remedial Matematika, kalau gak dateng aku yang kelar.."

Putra segera bangkit menuju kamar mandi dan mandi seperti biasa, memakai seragam SMA seperti biasa, dan berangkat ke sekolah seperti biasa.

"Eh.." baru sampai depan gang perumahan, Putra terhenti, "Kenapa hari ini sepi ya? Kemana perginya para pengacau itu?" gumam Putra.

Namun Putra membiarkannya dan lanjut jalan ke sekolah.

"Hei, bro.. Pinjem PR Biologi dong..." ucap Reno yang begitu melihat Putra memasuki ruang kelas.

"Ah, aku lupa ngerjain, semalaman aku belajar Matematika buat nanti remedial.." jawab Putra yang sebenarnya juga berniat meminjam PR Reno.

"Tralala trilili..." Hp Putra berbunyi dengan layar yang berwarna merah.

"Warning..?" Putra membaca tulisan di Hpnya.

"Kenapa, Put?" tanya Reno.

"Nggak, cuma firasatku gak enak aja, Ren.." jawab Putra.

Dara hanya menguping pembicaraan Putra dan Reno dari pintu kelas Putra yang agak jauh dari tempat duduk Putra.

"Apa mungkin sudah waktunya?" pikir Dara.


One PacMan Chapter 7 - Musuh Kuat
Penulis : Fuyuki Zirconixena

Dara menghampiri Putra dan berdiri di hadapan Putra.

"Aku mau bilang sesuatu.. Ini penting banget.." ucap Dara.

"Mau ngomong apa? Aku lagi serius nih..." Putra sibuk menyalin jawaban PR milik temannya. (Adegan ini tidak boleh ditiru adik-adik yang masih sekolah yaa.. :v)

"Ini tentang Aliansi RAR dan Aliansi Cicak.." ucap Dara.

"Iya, mereka kenapa? Hari ini gak kelihatan batang hidungnya.." jawab Putra.

"Mereka kemarin malam datang ke rumahku dan bilang kalau mereka mau pergi dari Bumi.." lanjut Dara.

"Oh, baguslah.." Putra masih serius menyalin PR.

"Mereka bilang, Raja Planet asal mereka sedang mencari mereka dan menuju Bumi, jadi cepat atau lambat Bumi akan hancur.."

"Apaa??!!" Putra terkejut hingga mencoret lembaran buku PRnya.

Tak lama kemudian langit bergemuruh dan menjadi gelap. Putra langsung berlari ke halaman sekolahnya untuk melihat kejanggalan yang terjadi itu.

Terlihat bayang-bayang bola raksasa dari balik awan di langit.

"Apa itu? Citra, konfirmasikan objek.." ucap Putra pada Hp Androidnya karena program Artificial Intelligence, program pintar yang mensuport program game Putra terdapat pada Hpnya.

"Itu bagian kecil Planet Alfa, Planet buatan yang dikendalikan oleh seorang pemimpin Alien dari Venus yang disebut Sigmanoxs.." jawab suara cewek cantik yang muncul dari Hp Putra, Citra.

"SHUUUT..." bola raksasa itu menembakkan laser ke arah rumah-rumah penduduk, "DUAARR!!!"

"Wah, nyari gara-gara nih..." gumam Putra yang langsung mengetikkan kode emoticon pacman ":v" ke aplikasi game buatannya, "BLIIINKKK!!!" Putra berubah menjadi PacMan.

"Ah, tapi gimana cara nyerang musuh sebesar ini?" pikir PacMan, "Aku gak bisa lama-lama pakai Mode PacMan ini.."

PacMan meyentuh tombol aplikasi gamennya dan mengetik sebuah kode, "Mode Sunglasses On!!" Putra berubah menjadi PacMan berkacamata hitam.

Tangan kanan PacMan berubah menjadi senapan berbentuk pacman. Butiran-butiran cahaya sedikit-demi sedikit berkumpul di mulut senjata PacMan hingga penuh.

"Shoot!!!" seru PacMan yang menembakkan laser ke bola besi raksasa di langit.

Tembakan PacMan diserap oleh bola besi raksasa itu dan kini PacMan hanya dapat bertahan selama 1 menit lagi dalam wujud superheronya.

"Sial.. Tidak akan sempat untuk menembakkan laser lagi...!" batin PacMan.

Bersambung..

Bersambung ke One PacMan Chapter 8

D Generation X
2016-12-29 21:46:04
Bunyi alarmnya kren
Kill Me 1st
2016-12-29 18:55:58
Wah... 1 nya lanjut... Ku panggil bala bantuan...
Rudy Wowor
2016-12-29 11:40:04
Gamennya atau gamenya?
ThE LaSt EnD
2016-12-29 10:41:30
tolelet msuk ke sini..ha..
Aerilyn Shilaexs
2016-12-28 20:05:48
kaya ultraman aja, pertarungannya dibatasi waktu.
Phantom Alicia
2016-12-28 19:33:36
Hajar monster gaje
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook