VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Spring Of Symphony Chapter 8

2016-12-30 - Fuyuki Zirconixena > Spring Of Symphony
49 views | 6 komentar | nilai: 9.33 (3 user)

Aria menatap Sonata, "Kau tidak serius menganggapku musuh.." ucap Aria.

"Hah?" Sonata bingung.

"Ayo kita berteman.. Aku tidak ingin menjadi musuh atau rivalmu.." ucap Aria.

"Baiklah.. Tapi jangan pernah dekat denganku lagi.. Cukup sampai hari ini saja kau berbicara denganku.." jawab Sonata.

"Kok gitu? Alasannya?"

Sonata yang wajahnya pucat karena demam menatap Aria.

"Karena aku membencimu.." jawab Sonata.

"Apa karena orang tua kita??" tanya Aria.

"Tidak.." jawab Sonata singkat.

"Lalu karena apa kau membenciku?" tanya Aria yang mulai terisak dan menahan air mata, "Aku cuma ingin teman.. Saat kau mengajakku bermain piano bersama kupikir aku akan mendapatkan teman pertamaku.. Karena aku selalu dibenci di dunia musik.."

"Aku hanya.." Sonata berhenti berkata-kata dengan tatapan sayu memandang Aria.

Sonata membelai rambut pirang Aria yang panjang dan bergelombang, "Karena kamu adalah mimpiku.. Kalau kita berteman, mungkin kita akan segera terpisah.."

"Kamu cinta pertamaku.." lanjut Sonata.



Spring Of Symphony Chapter 8 - Karena Aku Menyukaimu
Penulis : Fuyuki Zirconixena

Aria terdiam mendengar perkataan Sonata dan mulai meneteskan air mata.

"Kamu.. Benar-benar Peter Pan?" tanya Aria.

"Iya.. Aku yang 15 tahun yang lalu memainkan Waltz milik Chopin untukmu.." jawab Sonata.

"Maaf.. Maafkan aku dan ayahku... Hiks.." Aria menangis deras dan menunduk.

"Sudahlah.. Lagipula aku masih hidup.." Sonata berusaha menenangkan Aria.

"Maaf, Sonata.." Aria terus teringat akan kesalahan besarnya saat ia kecil dulu.

"Sudah.. Sudah..." Sonata mengelus kepala Aria.

"Karena itu aku tidak bisa dekat denganmu.. Karena aku takut akan dijauhkan darimu.." lanjut Sonata.

"Apa kamu memaafkan aku dan ayahku?" tanya Aria.

"Iya, aku maafkan.." jawab Sonata.

Pandangan Sonata tiba-tiba menjadi buram.

"Jangan sekarang.." batin Sonata yang takut penyakit Narkolepsinya membuatnya tertidur.

"Bzztt bzztt.." ponsel Sonata yang tergeletak tak jauh dari Sonata bergetar. Sonata membaca pesan di ponselnya, "Sonata, mama ada di depan pintu apartemenmu, kamu kenapa gak sekolah?"

"Gawat.. Gawat..."batin Sonata yang langsung bangkit dan panik.

"Kamu kenapa?" tanya Aria.

"Ssstt... Kamu cepat sembunyi..." bisik Sonata, "Ada ibuku.."

Aria melotot kaget dan ikut panik. Di apartemen Sonata hanya terdapat tempat tidur, piano, koper, meja makan dan kursi, juga lemari dinding. Sonata dan Aria kebingungan mencari tempat persembunyian untuk Aria.

Tanpa mengulur waktu lagi, Sonata menarik kasurnya hingga terdapat sedikit celah antara dinding dan tempat tidurnya.

"Kamu sembunyi di sana.." bisik Sonata.

"Hah?" karena takut bertemu musuh ayahnya, Aria langsung berbaring di celah itu.

Sonata langsung menutupinya dengan selimutnya dan menuju pintu untuk membukanya.

"Ceklek.." Sonata membuka pintu.

"Kamu kenapa lama?" tanya ibu Sonata, Mercy.

"Kepalaku pusing..." Sonata mencari alasan.

"Apa kamu sudah minum obatnya tiap hari? Gak tambah parah kan Narkolepsimu?" tanya Mercy.

"Ah, udah kok.." jawab Sonata.

Mercy langsung memegang pipi Sonata, "Kamu demam?"

"Iya, dari kemarin.." Sonata mulai gelisah.

"Ya ampun... Kabarin mama dong.. Sana kamu tidur, mama siapin makanmu.. Ntar mama nginep sini deh.." Mercy menuntun Sonata ke tempat tidurnya.

"Eh, jangan nginep, ma.." ucap Sonata panik.

"Lho, kenapa?" Mercy curiga.

"Nanti teman-teman sekelasku mau datang rame-rame buat jenguk aku.. Nanti mama malah kesal gara-gara temanku berisik.." Sonata terpaksa berbaring.

"Ya udah, mama gak jadi nginep.. Selimutan sana.. Mama siapin dulu ini makanan kesukaanmu.." ucap Mercy.

"Ah, aku kepanasan, gak perlu selimut.." Sonata ngeles.

"Kasurmu kenapa agak maju begini?" Mercy curiga lagi.

"Aku suka terjedot tembok, ma.." lagi-lagi Sonata ngeles.

"Oh.." jawab Mercy singkat dan selesai menata makanan di meja makan.

"Kring.." ponsel ibu Sonata berbunyi, "Halo.." jawab Mercy.

"Aahh... Maafkan saya, saya lupa kalau hari ini jadwal ke tempat anda..." ucap Mercy pada seseorang di telpon, "Saya akan ke tempat anda sekarang..."

"Sonata, mama mau pergi sekarang.. Jangan lupa minum obat tiap hari sama minum obat demam.. Mama ada janji les piano sama anaknya teman mama.." Mercy buru-buru keluar apartemen Sonata.

"Huff.." Sonata lega begitu melihat ibunya telah pergi.

"Hei, keluar.." Sonata menarik selimut yang menutupi Aria dan ternyata Aria malah ketiduran.

"Kok malah tidur nih anak.." batin Sonata yang memperhatikan wajah Aria yang manis dari atas kasurnya.

"Dia memang cantik.." gumam Sonata dengan wajah agak memerah.

"Aahh.. Apa yang aku pikirkan??" Sonata kebingungan.

"Sonata..." Aria mengigau dalam tidurnya, "Aku menyukaimu.."

Sonata agak kaget karena mengira Aria terbangun. Sonata hanya tersenyum.

"Aku juga menyukaimu.." ucap Sonata.

Bersambung...

Bersambung ke Spring Of Symphony Chapter 9

Bocah Redoks
2017-02-11 10:00:19
Ahaha. Jadi ingat masa lalu
Dalreba
2016-12-30 21:22:52
Aku jadi ingat shigatsu
Rudy Wowor
2016-12-30 18:29:28
Wow romantis.
Tay Alison
2016-12-30 18:10:31
Cerita yg cantik sekali
Sqouts Shadows
2016-12-30 17:15:42
Akhirnya dilanjutkan lagi ceritanya..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook