VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Juusan Chapter 18

2017-01-01 - M_E_7 > Juusan
64 views | 4 komentar | nilai: 9 (2 user)

"Ren, maju!"

"Diperintah oleh mu rasanya agak menyebalkan memang"

Situasi pertarungan masih berat sebelah, Kyo dan Ren baru saja menyusun renacana untuk mengalahkan musuhnya. Sudah berbagai cara mereka gunakan tapi semuanya gagal karena kemampuan musuhnya membatalkan segala jenis sihir, benar-benar musuh terburuk untuk penyihir.

"Hm... Sepertinya kali ini aku harus mengakhiri kalian"

Orang bertopeng sudah mulai bosan dengan pertarungan yang berlangsung. Terlalu membosankan rasanya.

Ren dengan kecepatan tinggi melesat kearah musuhnya. Disusul Kyo dibelakangnya.

"Invice" gumam Ren.

Tubuh Ren diselimuti titik-titik cahaya dan tidak lama kemudian titik-titik cahaya itu hilang begitu saja bersama dengan tubuh Ren dan yang terlihat malah Kyo yang harusnya berada dibelakang Ren. Kemampuan yang belum pernah ditunjukan Ren sedari tadi sontak membuat lawannya sedikit kaget.

"Invice, kemampuan kamuflase tingkat tinggi yang membuat pengguna seolah menghilang. Tapi harusnya kalian tahu sihir tidak akan berpengaruh padaku"

Orang bertopeng mengeluarkan gelombang kecil yang hanya bisa dilihat orang tertentu, gelombang tersebut menyebar kesegala arah.

Kemampuan sudah ditunjukannya beberapa kali pada pertarungan ini.

'Sekarang' batin Kyo begitu melihat gelombang tipis yang dikeluarkan oleh orang bertopeng tadi mengenai Ren dan kemampuan menghilangnya dibatalkan secara paksa.

Orang bertopeng tadi langsung mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya kearah Ren yang masih panik dan membuat Ren terpental saat itu juga.

"Kena kau"

Suara yang berasal dari belakang orang bertopeng sontak membuatnya kaget, meskipun tidak terlihat ekspresi terkejutnya tapi dari suaranya sudah bisa terbaca kalau dia terkejut.

Kyo yang tiba-tiba dibelakang orang bertopeng mengayunkan pedang kearahnya, kemenangan adalah satu-satunya yang terpikirkan oleh Kyo, jika tidak bisa memotongnya maka satu goresan saja cukup.

Seperti terjadi sebuah ledakan kecil begitu Kyo mengayunkan pedangnya.

'Sensasi ini?'

Ada yang berbeda, itu yang Kyo pikirkan.

'Ini bukanlah sensasi yang terjadi saat memotong sesuatu.'

Semua menjadi jelas ketika kepulan asap menghilang. Kenyataan yang sulit Kyo terima. Takut, panik, putus asa, dan juga berpikir apa mahluk bertopeng ini manusia?

Pedang Kyo terhenti sebelum mengenai targetnya, dan hanya dihentikan oleh ibu jari dan jari telunjuk yang menjepit Kamikaze Kyo dan menghentikan lajunya.

"Menggunakan temanmu sebagai umpan itu tidak baik, karena itu aku akan menghukummu."

Sementara tangan kanan orang bertopeng menahan pedang Kyo, orang bertopeng tadi menempelkan telapak tangannya keperut Kyo dan langsung menghempaskan Kyo.

"Dengan begini, berakhir sudah." kata orang bertopeng

"Ya, dan kami yang menang." balas Ren yang masih belum sanggup bangun

"Apa kau masih belum menyadari goresan di topengmu?" lanjut Kyo

"Jadi begitu..."

Orang bertopeng menatap Kyo

"... Ternyata kau yang jadi umpan disini."

Kyo hanya membalasnya dengan seringai kecil.

"Lemparan pisauku hampir saja meleset tadi, untung masih kena." Ren menghela nafas lega.

"Jadi kau menggunakan invice pada pisaumu sendiri. Cukup menarik. Kali ini aku yang kalah." dan orang bertopengpun meninggalkan Kyo dan Ren.

"Kyo, bagaimana cara kita pulang?"

"Diamlah! Aku mengantuk."

Mereka berdua kini masih terbaring tak berdaya, bahkan setelah 2 jam ditinggal orang bertopeng. Mereka benar-benar dibuat babak belur.

Juusan Chapter 18 - Chapter 18: Satu Goresan
Penulis : M_E_7

[Aku menunggumu dibelakang sekolah saat pulang nanti.

Kumohon datanglah.]

"Surat cinta? Baiklah, akan kutolak dengan lembut."

"Kenapa tidak kau ambil saja, lumayankankan kalau punya pacar?"

"Diam kau stalker."

Kyo baru saja mendapat surat cinta, baru sekolah dalam hitungan hari sudah mendapat surat. Tapi Kyo tidak ambil pusing dengan hal itu karena tujuannya bukanlah menjadi populer diantara para gadis tapi menjadi pemain sepakbola profesional, itu adalah mimpi Kyo.

Tapi yang ditemukan Kyo saat pulang sekolah sangatlah mengejutkan.

"Jadi, kau yang menaruh surat itu di lokerku? Tanaka Lisa."

"Ya."

Bersambung ke Juusan Chapter 19

ThE LaSt EnD
2017-01-01 22:03:43
gak ada yang mati dpetarungan itu, eh?
Jack El Jacqueline
2017-01-01 11:34:35
Menarik
Rudy Wowor
2017-01-01 11:04:44
Pria bertopeng, kayak tobi.
Sqouts Shadows
2017-01-01 09:17:53
Lanjut vroh
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook