VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 201

2018-01-06 - Kosuke > Kosuke Arashi
141 views | 14 komentar | nilai: 9.6 (10 user)

Satu jam sebelum babak ketiga dimulai pertemuan Master Akademi diadakan

Master Blue Pegasus berkata dengan nada kesal, "Master Shadow Dragon, Dia terlambat datang!!"

"Hoho..." Master Green Snake malah meledek, "sepertinya kau kesal padanya?? Mungkin karena ia membeberkan kekalahanmu didepan para Jendral tadi??"

"Jangan konyol!!" Master Blue Pegasus berusaha menyangkal, "bukankah kau juga dikalahkan??"

"Emm... bukannya kesal malah aku lebih merasa senang dikalahkan olehnya!! Terlebih oleh anak dari daerah selatan!!" Jelas Master Green Snake dengan nada senang

"Hahaha..." Master Blue Pegasus malah tertawa, "jadi kau percaya ramalan bahwa era perubahan akan dimulai dari daerah selatan??"

"Aku percaya ramalan itu!! Meskipun hanya sebuah ramalan atau malah dianggap lelucon tapi hal itu tetap membuat para dewa dinegeri langit khawatir..."

Master Blue Pegasus terdiam setelah mendengar pernyataan tersebut sementara itu Master White Tiger tetap tak tergerak dalam tidur pulasnya

Lalu Master Shadow Dragon datang dan duduk ditempatnya, "maaf... aku terlambat!!"

"Baik... sudah waktunya kita mulai!!" Ucap Master Blue Pegasus

Tapi sebuah suara terdengar, "tunggu dulu!!"

Yemi/Yami dan Daisuke memasuki ruangan tersebut

Dengan tatapan tajam Master Shadow Dragon bertanya dengan tegas, "untuk apa kalian datang kemari??"

Dengan tegas Daisuke menjawab, "aku adalah anak dari Master Red Eagle!! Dan sudah menjadi hakku untuk ada disini!!"

"Master Shadow Dragon, anda memiliki mata kebenaran yang mampu melihat masa lalu seharusnya tak perlu penjelasan tentang rencana kami mengungkap penyerang Master Red Eagle..."

"Hoho... bagaimana cara kalian menangkapnya??" Master Green Snake merasa tertarik

"Kami menarik 6 perserta dari turnamen!!"

"Bocah!! Apa yang kau katakan!! Apa kau meremehkan Akademi yang lain!!" Bentak Master Blue Pegasus yang tak terima keputusan Daisuke

Tapi Daisuke menjawab dengan tenang, "itu adalah keputusan kami jadi anda tak berhak ikut campur!!"

"Dan dengan peserta yang tersisa, kamilah yang akan menang dia akhir!!"

"Ciih..." Master Blue Pegasus berkata lagi, "Akademi Blue Pegasus yang merupakan Akademi kerajaan takkan kalah!!"

"Sayangnya kebanggaan anda itu akan hancur..."

Master Blue Pegasus nampak makin kesal tapi karena ia orang dewasa maka ia mencoba untuk menahan diri

"Aku tidak suka bicara jadi lebih baik kita menggunakan kemampuan telepati mikik Kurosaki Yemi dalam pertemuan ini!!" Jelas Daisuke

"Ho... telepati, ya??" Master Green Snake menatap Yemi dengan tatapan kagum, "kemampuan yang menarik!!"

"Guubbrraak!!" Master White Tiger mendadak terbangun, "kelimanya telah lengkap, jadi mari kita mulai!!"

Untuk sementara Daisuke berhasil menggantikan posisi Master Red Eagle, tapi apa maksud dari tujuannya??

Kosuke Arashi Chapter 201 - Rumit
Penulis : Kosuke

Sementara itu Senju Rain dan Kurosaki Yemi/Yami pergi ketempat dimana Hanami dan Kaori diserang

Gang-gang sempit dan bangunan yang tinggi

"Apakah kau menemukan sesuatu, Rain??" Tanya Yami/teleport/sisi buruk

"Em... tempat ini tidak terlihat terjadi pertarungan sedikitpun tapi energi naga api masih terasa kuat..." jelas Rain dengan memperhatikan gang-gang yang rapi tanpa ada kerusakan sama sekali

"Yang jadi pertanyaan kenapa mereka bertiga kemari??" Ucap Yami

"Ya... itu juga aneh!!"

"Itu bukan hal aneh!!" Seorang pria berjubah hitam mendadak muncul dari atas dan berdiri dibelakang Rain, "karena akulah pelakunya!!"

"Sllaash..."

"Cruuaatt..." dengan jari-jarinya yang tajam tangan kanan Rain putus dengan mudah

"Rain!!" Jerit Yami

Rain jatuh tersungkur, Yami berniat berpindah tempat tapi tak dapat dilalukan, "kemampuanku tak dapat digunakan!!"

"Peng-halang!!" Ucap Rain dengan terbata-bata karena menahan rasa sakit

"Benar sekali!!"

Yami tak punya pilihan lain dan berlari keluar dari gang, "aku harus keluar dari sini!!"

"Jbbuuaak...!!"

Seseorang lagi menghadang dan menendang Yami, "kalian tak mengira jika kami lebih dari satu, bukan??"

Yami berusaha melawan tapi tak berdaya lalu terpojok, ia tertusuk pada bagian paha dan bahu

"Kami telah menganalisa dari pertarungan kalian diistana kerajaan Alvarez, yang paling merepotkan adalah kemampuan telepati dan teleportasi lalu si perancang strategi Senju Rain..."

"Jadi kami memancing kalian berdua kemari dengan memanfaatkan putri kerajaan Alvarez lalu menghabisi kalian!!"

"Ciih... semua dugaanku benar!!" Rain tersenyum walau tengah terpojok, "dan kalau perhitunganku benar masih ada satu lagi yang bertugas membuat penghalang dan dia berada diatas gedung..."

"Kau benar!! Tapi terlambat!!"

"Sllaassh..."

"Crruuaatt..." kepala Rain putus tertebas

"Rain!!" Jerit Yami

"Kau tak perlu khawatir..."

"Jleebb..." jantung Yami tertusuk pedang, "karena kau akan segera menyusulnya!!"

Dengan nada santai pria berjubah hitam berkata pada temannya, "Hah... mudah sekali!! Tapi dari raut wajahmu kau tak terlihat senang!!"

"Aneh!! Justru karena sangat mudah menjadi sangat aneh!!"

"Tapi kita didalam penghalang, semua kemampuan ditiadakan jadi ini nyata, mereka benar-benar mati bukan??"

"Kuharap begitu..."

"Kuharap bukan ilusi..."

Diluar penghalang, Kitsune mengawasi dengan kemampuan menghilangnya dan Ashura juga menghilang tapi dengan kemampuan hantunya

"Semuanya berjalan sesuai rencana walau harus mengorbankan mereka berdua..."

"Tapi harus kuakui rencana ini memang mempertarukan nyawa karena mereka terlihat benar-benar kuat dan tak segan-segan membunuh..." batin Ashura

"Tuuuttt...!!!" Kitsune malah kentut

"Hey, kau cari mati, ya??"

"Jangan berisik!!" Ucap pelan Kitsune, "maaf... aku akan kentut mendadak jika ketakutan berlebihan!!"

"Ciih..." batin Ashura kesal, "disana ada beberapa pembunuh dan lama-lama aku disini aku akan terbunuh dengan bau ini..."

Siapa yang tau rencana si jenius tapi yang jelas si musuh tak segan-segan membunuh demi tujuannya

Lalu kurang dari 100 peserta yang mengikuti babak ketiga telah berkumpul disebuah ruangan

"Kaulah yang menyebabkan semua ini!!" Situasi menjadi tegang saat seorang peserta menghunuskan pedangnya pada Arashi, "kau membuat babak ketiga dipercepat!!"

"Hah..." Arashi menanggapi dengan santai, "hey, ayolah!! Semuanya tak akan menyenangkan jika berjalan sesuai rencana..."

"Kau benar..." pria itu menggores pipi kiri Arashi dengan pedangnya tapi Arashi diam saja dan malah tersenyum, "apa ada yang lucu??"

"Tidak..." Arashi malah berkata dengan entengnya, "bukankah turnamen ini untuk menentukan yang terkuat??"

"Kenapa tidak semua peserta pada saat ini bertarung habis-habisan dari pada diatur oleh beberapa tahapan yang tak jelas dan buang-buang waktu??"

Ucapan Arashi membuat seisi ruangan menjadi memanas, aura dan rasa ingin mengalahkan antar peserta. Mereka seakan siap bertarung dalam tempat itu dan saat itu juga

"Kau benar..." pria yang menghunuskan pedang pada Arashi tersenyum, "kau akan kusingkirkan!!"

Ia melesat bersiap menebas dengan pedangnya, "sllaassh..."

"Jbbuuaak...!!!" Sebelum menebas pria itu dan Arashi dihantam oleh seseorang, mereka berdua terhempas menghantam tembok hingga menciptakan lubang yang cukup besar

"Gyahahahaha..." orang yang menghantam Arashi tak lain merupakan peserta dari Red Eagle, Tatsumi Saburo, "baiklah... ayo akhiri semua ini sekarang juga!!"

Arashi muncul dari lubang tempatnya terpental, ia membawa pria yang semula berniat menebasnya tapi sekarang telah sekarat, "kau setuju denganku, ya??"

Arashi menatap dengan senyuman licik pada Saburo, "karena kau setuju maka kau akan kusingkirkan dahulu!!"

Entah apa yang dipikirkan Arashi dan Saburo tapi keduanya telah membuat suasana menjadi memanas dan kacau

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 202

Ray Rain
2018-01-10 18:31:50
Next chapter..
Gawa Ilahi
2018-01-08 07:51:47
Masih menunggu
Bocah Redoks
2018-01-06 13:27:40
Mati ? Paling jg cuma siasat aja
Romusa 13
2018-01-06 12:56:33
sayank sih klo si jenius ahli strategi rain harus mati, yemi ko d 2 tempt pasti yg 1 jiro,, lanjut
Rifky D Dragnel
2018-01-06 12:13:30
Rasanya gak mungkin rain sama yami/yemi mati
Lord Dark
2018-01-06 10:16:55
Pembawa masalah vs pengacau vs ribet
Zen Kureno
2018-01-06 08:51:24
Dua duet pembawa masalah dari red eagle membuat permainannya.
Kallen Stadtfeld
2018-01-06 07:35:30
Rain dan yami/yemi mati semudah itu? Itu bunshin buatan misaki kan?
Sqouts Shadows
2018-01-06 07:32:30
Duo pengacau.. ditunggu chapter berikutnya
Tatsuya
2018-01-06 05:01:57
Apa benar rain dan yami/yemi mati,kurasa itu hanya bunshin
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook