VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 200

2018-01-01 - Kosuke > Kosuke Arashi
165 views | 14 komentar | nilai: 9.67 (12 user)

Saat ini, Rain tengah bersama tujuh orang anggota Red Eagle diatas atap sebuah bangunan

"Takayuki Jiro telah gugur dalam turnamen tapi yang lain belum..." Rain berkata dengan nada serius, "Demi Red Eagle, aku meminta kalian berenam yang belum tersingkir dalam turnamen untuk mengundurkan diri!!"

Misaki terdiam dan memikirkan kata-kata Rain sebelumnya...

Flashback...

Dirumah sakit

"Sebenarnya aku punya rencana yang mungkin kalian sukai!!"

"Eh...???" Yui, Misaki dan Yuza tak mengerti

"Memang aku tak dapat menghentikan Arashi tetapi rencanaku dapat mengungkap penyerang Master Red Eagle yang memanfaatkan posisi Arashi..."

"Jadi..."

"Baiklah... aku akan mengikuti rencanamu!!" Misaki langsung setuju tanpa pikir panjang

Flashback berakhir...

"Aku sudah bilang akan mengikuti rencanamu!!" Misaki memperjelas, "jadi aku mundur dalam turnamen!!"

"Baiklah..." Yemi dengan tersenyum langsung setuju tanpa banyak alasan karena telah membaca pikiran Rain

"Aku adalah anak dari Master Izumi dan sepertinya kau memiliki sebuah rencana untuk menyelamatkan Red Eagle walau aku tak mengerti apa itu..."

"Maka aku juga akan mengundurkan diri..." Daisuke juga setuju

Kitsune berfikir dengan keras dan bergumam dalam hati, "tunggu dulu!! Aku telah menjadi incaran banyak orang mungkin akan aman jika aku ikut mengundurkan diri..."

Secara perlahan karena ragu-ragu dan sifat penakut, Kitsune mengangkat tangan dan berkata dengan nada keren, "mau gimana lagi? Karena kau membutuhkanku aku tak bisa menolaknya!!"

"Ya..." Rain tersenyum, "terima kasih!! Karena misi ini mungkin akan sangat berbahaya sampai-sampai harus mempertarukan nyawa..."

Kitsune menelan ludah dan keringat bercucuran mendengar ucapan Rain, "duh... sepertinya aku salah mengambil keputusan!!"

"Tapi aku malu dan tidak mungkin menarik kata-kataku kembali..." batin Kitsune yang mencoba menutupi kepanikannya

Ashura bertanya dengan serius, "bagaimana status kita saat ini??"

Rain menjelaskan, "dari 26 peserta yang mengikuti telah gugur 12 peserta jadi tersisa 14 peserta"

"Dan dikurangi kalian berenam yang akan mengundurkan diri jadi 8 peserta dari Red Eagle yang tersisa..."

"8 peserta??" Ashura meragukan keputusan Rain, "apa kau yakin??"

"Tentu saja!! Dengan 8 peserta kita akan menang!!" Ucap Rain dengan keyakinan yang kuat

"Hahahaha... baiklah!! Sepertinya menarik!! Bertaruh pada 8 peserta!!" Ashura setuju, "aku juga akan mengudurkan diri!!"

"Emm..." Koharu tersenyum, "sepertinya kemampuanku akan lebih berguna disini!!"

"Baiklah!! Terima kasih semuanya!! Dan mari kita mulai!!" Teriak Senju Rain dengan semangat

Dengan begini 8 orang yang mengundurkan diri akan bertarung diluar turnamen dan 8 orang lagi akan bertarung didalam turnamen, pertarungan dua sisi untuk Red Eagle

Kosuke Arashi Chapter 200 - Empat Gerbang Elemen
Penulis : Kosuke

Dikedai, secara mendadak Naga Api Hitam, Kurogane Ryo menyerang Arashi lalu dengan sayap api hitam dipunggungnya, Ryo menarik nafas, "Auman Naga Api!!!"

"Wuuss..."

"Dhuuaarr...!!!"

Ryo berteriak dengan penuh amarah, "Akan kubunuh kau!! Karena telah melukai Putri Hanami dan Nona Kaori!!"

Tetapi dengan cepat kobaran api hitam tersebut membeku dan Arashi muncul dengan seluruh tubuh dilapisi berlian, "apa maksudmu??"

Mendengar ucapan santai dari mulut Arashi membuat Ryo jadi makin marah dan melesat dengan sayap api hitamnya, "kubunuh kau, sialan!!"

"Tinju Naga Api!!"

"Jbbllasst...!!"

Arashi tak membalas ataupun mencoba menghindar ia terpental menembus beberapa bangunan, Haru khawatir, "apa dia akan baik-baik saja!!"

"Tenang saja!!" Yuuki malah sibuk mengurus permennya, "papaku, orangnya kuat!!"

"Tapi kuakui serangannya sangat cepat dan tak terduga..." Lisha malah memuji kemampuan Ryo

Berbeda dengan Yuuki, Masamune nampak khawatir dengan mengingat kata-kata dari Kaori waktu itu, "Api hitam milik Ryo akan semakin kuat jika tekad Ryo juga kuat!!"

"Aku akan membantunya!!" Masamune bersiap-siap ikut campur karena khawatir

"Aku tak akan berbuat apapun karena bukan urusanku lagi!!" Jelas Lisha

Arashi bangkit tanpa luka karena terlapisi berlian, ia berkata dengan nada mengejek, "hey, sebenarnya kenapa kau menyerangku?? Dan bagaimana keadaan Hanami dan Kaori??"

Ryo makin geram dan kembali melesat lalu menendang perut, "kau benar-benar membuatku muak!!"

"Jbbuuaakk...!!!"

Masamune menahan Arashi yang terdorong kebelakang, "kenapa kau tak menghindar??"

"Ciih... berisik!! Pergilah!! Ini bukan urusanmu!!" Arashi malah membentak

"Jangan sok kuat!! Aku yakin meskipun kau terlapisi berlian kau tetap merasakan api darinya dan harus mengakui jika apinya berbeda!!"

Arashi terdiam

Masamune berdiri didepan Arashi, "karena sepertinya Arashi tak mau melawanmu!! Maka bersiaplah!!"

"Sllaash..."

"Jangan mengganggu!!" Ryo telah berdiri didepan Masamune dengan kobaran api ditangannya, "cepat sekali!!"

Masamune yang terkejut dengan cepat menyilangkan dua tangan untuk menangkis, "Jbbllaast...!!!"

Masamune kalah kuat lalu terhempas, Ryo yang berdiri tepat dihadapan Arashi memfokuskan cakra pada tinjunya, tetapi Arashi tak bergerak berniat menerima serangan itu, "ini untuk Nona Kaori!!"

"Jbbuuaakk..." tapi seseorang terlebih dahulu memukul tenggorokan Ryo dengan pedang yang masih tersarung, dan ia adalah Tsuruna, "maaf... aku terlambat sayang!!"

"Ya..." Arashi bersikap sok santai walau ia juga terkejut dengan kemunculan Tsuruna yang mendadak

"Uhuk... Uhuk..." Ryo kesulitan bernafas karena serangan telak pada leher lalu Tsuruna berkata, "lebih baik hentikan!! Karena aku takkan membiarkan kau menyerang kekasihku lagi!!"

Tetapi Ryo menjawab dengan tatapan kesal, sayap api hitam mulai mengembang dipunggungnya, "akan kubunuh siapapun yang menghalangi jalanku!!"

"Sepertinya kau orang yang bicara dengan tindakan bukan dengan kata-kata..."

Ryo melesatkan tinju api dengan tangan kirinya tapi Tsuruna mampu menghindar dan membalas dengan memukul tangan kanan menggunakan pedang yang masih tersarung, "Jbbuuaakk...!!"

Ryo makin kesal dan kembali menyerang dengan tendangan api kaki kirinya, tetapi Tsuruna jauh lebih cepat lalu memukul kaki kanan Ryo dan hal itu membuat Ryo jatuh karena kehilangan keseimbangan

Tsuruna tak berhenti dengan pedang yang tersarung, ia memukul perut Ryo bagaikan memukul bola, "Baamm...!!!"

Ryo jatuh tersungkur ditanah, Arashi mendekatinya, "Hentikan saja!! Jika Tsuruna..."

"Emm... bukan!! Maksudku istriku bersungguh-sungguh pasti kau sudah kehilangan tangan kanan, kaki kanan dan lehermu putus atau dirimu terpotong pada bagian perut..."

Ryo kesal tapi semua yang dikatakan Arashi benar, "lagi pula aku hanya akan bertarung selama turnamen berlangsung!!"

"Ciih..." Ryo bangkit lalu menatap dengan tatapan tajam, "kau telah melukai Nona Kaori!! Lebih baik kau bersiap-siap!!"

"Bhuuft... hahahaha..." Arashi malah tertawa, "kau lemah!! Sebelumnya kau gagal melindunginya!! Dan sekarang kau menantangku??"

"Baiklah!! Datanglah padaku kapanpun kau mau!!"

Ryo pergi dengan kekesalan yang mendalam

Masamune bertanya, "kau yakin untuk menantangnya??"

"Hah..." Arashi menghembuskan nafas, "dia kuat dan apinya tak terhentikan!!"

Arashi menunjukan pakaian pada bagian perutnya yang hangus terbakar karena tinju Ryo padahal terlapisi berlian

"Bagaimana mungkin??"

"Harus ku akui apinya mampu melelehkan berlian..." jelas Arashi, "tapi ada yang lebih ku khawatirkan..."

"Apa itu??"

"Kau tau?? Naga memiliki indra dan insting yang tajam, jika Ryo yakin bahwa aku yang menyerang Hanami dan Kaori maka pelakunya mungkin memiliki kemampuan meniru secara mutlak..."

"Lalu apa kau takut??" Masamune malah mengejek, "tapi menarik karena memang jalan untuk menjadi yang terkuat harus mengalahkan mereka para petarung kuat..."

"Cih... aku tau itu!! Dan takut bukan gayaku!!"

Ditempat lain, Master Shadow Dragon mengumpulkan empat orang pria yang merupakan peserta turnamen

"dalam babak ketiga aku ingin kalian berempat menggunakan formasi terhebat yang mampu menguasai empat elemen dasar secara mutlak..."

"Ya..." keempatnya menjawab serentak

"Kalian berempat dikenal dengan julukan Empat Gerbang Elemen..."

"Tunjukan kemampuan kalian padaku dengan menghancurkan musuh sebanyak-banyaknya!!" Dengan serius Master Shadow Dragon memberi perintah

Turnamen makin memanas, Akademi Shadow Dragon sekarang menjadi ancaman yang serius bagi enam peserta Red Eagle dengan adanya Naga Api Hitam dan Empat Gerbang Elemen yang mulai memperlihatkan taringnya

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 201

Gawa Ilahi
2018-01-03 22:00:40
Tengang gua bacany njir
Nicolous Kimanti
2018-01-03 01:10:57
Mampir baca.
ghamber
2018-01-01 13:06:40
Lanjutken......!
Newbie Karbitan
2018-01-01 11:09:41
Selamat udah mencapai chapter 200 Aku masih ketinggalan jauh, nanti aku baca maraton
Sqouts Shadows
2018-01-01 10:11:16
Seperti apa yak kekuatan gerbang elemen, ditunggu chapter berikutnya
Rifky D Dragnel
2018-01-01 07:54:01
Makin sulit ditebak aja ceritanya
Zen Kureno
2018-01-01 07:19:25
Jadi Bisa dibilang API Naga milk Ryo lebih kuat Dari arashi
Zen Kureno
2018-01-01 07:19:03
Jadi Bisa dibilang API Naga milk Ryo lebih kuat Dari
Ray Rain
2018-01-01 06:35:29
Lanjutkan...
Tatsuya
2018-01-01 03:13:41
Lanjut, kapan rilis lagi.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook