VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


NEW!!! Sekarang kamu bisa melakukan register tanpa perlu melakukan proses validasi Facebook!!!

Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 189

2017-11-03 - Kosuke > Kosuke Arashi
161 views | 11 komentar | nilai: 10 (2 user)

Setelah berlangsung cukup lama tak terasa babak pertama telah memasuki waktu senja dimana sinar Sang Surya sudah semakin redup

"Ngomong-ngomong Kosuke, maukah kau mengadu kekuatan denganku??" Tantang Sausora-sama

"Nggak mau!!"

"Woiy, jangan tak sopan!!" Haru malah sewot

"Aku tak mau bertarung tanpa tujuan, kesannya bodoh dan percuma..."

"Jadi apa maumu??" Sausora-sama menatap tajam

"Bagaimana jika Haru jadi milikku..."

"Setuju..." jawab Sausora-sama singkat

"Hehe..." Arashi menatap Haru dengan tatapan licik

"Kyyaa...!!!" Haru menjerit dalam hati, "rencana licik apa lagi yang ada dikepalanya!!!!"

"Aku tak akan segan-segan padamu!!" Arashi mulai serius, sayap api mulai mengembang

Sausora-sama mulai mempersiapkan perisai dan tombaknya, "serang aku dengan seluruh kemampuanmu!! Puaskan aku!!"

"Sllaash..." Arashi melesat dan menyerang dari samping

"Baamm...!!!" Pukulan Arashi tertahan oleh perisai Sausora-sama, "apakah tadi serangan terkuatmu??"

"Ciih..." Arashi merasa kesal

Sausora-sama mengangkat tombaknya, sebuah bola air tercipta diujung tombak, "coba hindari ini!!"

"Tembakan Air" Bola-bola lebih kecil melesat dari bola air yang ada dimata tombak

Arashi berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan sayap api tapi percuma karena serangan Sausora-sama adalah air, "menyebalkan!!"

"Wuussh..." Arashi melesat keangkasa dan mengangkat kedua tangan lalu bola api yang sangat besar mulai terbentuk, "terima ini!!"

"Meteor Dragon!!"

Sausora-sama tak tinggal diam, ia menembakan seluruh air ditombaknya, "Meriam Air!!"

"Dhuuaarr...!!!" Api Arashi memang kuat tapi meriam air milik Sausora-sama mampu mengimbanginya

Haru kagum, "Hebat!! Apinya mampu menguapkan air milik Sausora-sama!!"

"Tidak!! Tidak!! Kenapa aku kagum padanya?? Bukankah diriku yang dipertarukan dalam pertarungan ini!!" Haru khawatir

Haru mulai membayangkan rencana licik Arashi seperti, difoto dalam keadaan telanjang, atau dipaksa menikah dengannya dan lebih parah Arashi terus-menerus menampar Haru untuk mendapatkan air matanya yang kemudian dijual dengan harga mahal

"Plaak... Plaak..."

"Hahahahaha... teruslah menangis dan buat diriku kaya!!"

"Kyyaa...!!! Pipiku akan memerah sepanjang hari dan kantung mataku akan membesar!! Aku akan lebih cepat tua!!" Haru membayangkan sesuatu diluar imajinasinya jika Arashi menang, "Sausora-sama jangan sampai anda kalah!!!"

"Anda harus menang...!!!!" Teriak Haru menyemangati dengan ekspresi tak karuan

Kosuke Arashi Chapter 189 - Elemen Baru
Penulis : Kosuke

"Ciih... serangannya tak bisa dianggap remeh!! Benar-benar kuat!!" Arashi melesat kebawah dengan cepat, "kalau begitu akan kugunakan cara lain..."

"Tendangan Api!!" Dengan kecepatannya Arashi mencoba menghantam dari atas tapi Sausora-sama tak tinggal diam, ia menahan dengan perisainya, "Baamm...!!!"

Serangan Arashi begitu kuat sampai-sampai membuat retakan ditanah tempat Sausora-sama berpijak, "benar-benar kuat!!"

Sausora-sama menghantam dengan perisainya dan mendorong sampai Arashi membentur pohon dan tak dapat bergerak, "Uggh...!!"

"Percuma saja melepaskan diri!!" Ucap Sausora-sama yang terus menekan dengan kuat, "tapi kenapa kau tidak menggunakan kristal, berlian, angin peruntuh atau semacamnya??"

"Dan malah menggunakan api yang berlawanan dengan air..."

"Hehehe..." walau tak dapat bergerak Arashi tersenyum, "asal kau tau saja pada dasarnya elemen milikku hanya api dan yang lainnya adalah milik orang lain..."

"Jadi jika memilih pertarung adil maka aku memilih api dan hanya akan menggunakan api!!" Karena tak dapat bergerak terpaksa Arashi membakar pohon yang ada dibelakangnya

"Owh... begitu, ya?? Aku akui sifat ksatriamu maka aku juga akan bertarung dengan bersungguh-sungguh..." Sausora-sama menusuk tanah beberapa kali dan muncullah air

"Kemampuan tombak dan perisaiku adalah mengendalikan air tetapi tidak mampu menciptakan air secara mutlak..."

Air yang muncul dari permukaan tanah terkumpul membentuk gelombang air yang sangat, "Mari kita akhiri pertarungan ini!!"

"Yeah...!!!" Arashi memfokuskan semua energi pada punggungnya sehingga kobaran sayap api makin besar

"Hiiiaaa...!!!" Keduanya melesat dengan serangan masing-masing, Sausora-sama dengan gunungan air dan tombak lengkap dengan perisainya kemudian Arashi dengan sayap api dan tinju api kebanggaanya

"Bllaasst...!!!"

"Dhuuuaaarrr...!!!"

Air menguap karena beradu dengan api dan terciptalah kabut, sebuah cekungan samar-samar terlihat akibat serangan Sausora-sama dan Arashi

Samar-samar tapi pasti kabut perlahan menghilang, Haru terlihat khawatir dari ekspresi wajahnya, "siapa yang menang?? Jangan-jangan..."

"Tidak..."

"Aku yakin Sausora-sama yang memenangkan pertarungan ini bukan Arashi..." Haru khawatir dan mulai membayangkan seribu kemungkinan buruk jika Arashi

"Wah..." wajah Haru kembali ceria setelah perlahan kabut menghilang dan nampak Sausora-sama masih berdiri tegak sementara Arashi terjatuh

"Sausora-sama!!" Teriak Haru ceria yang berlari mendekat

"Hah... Hah... Hah... kau benar-benar kuat!! Kaulah pemenangnya!!" Arashi berusaha bangkit dan berdiri

"Benar!! Sausora-sama memang kuat dialah pemenangnya!!" Ucap Haru dengan nada agak sombong dan sedikit mengejek Arashi

"Em... Kosuke, kau juga kuat jadi pertarungan kita bisa dianggap seri..."

"Woiy!! Woiy!! tidak ada yang namanya seri dalam pertarungan, menang atau kalah!!" Protes Arashi yang tak terima, "Jadi yang mana?? Kau atau aku yang menang??"

"Terserah kau saja!!"

Arashi menatap Haru dengan tatapan licik, "Bhuwahahaha...!!!"

"Sausora-sama!!" Haru merengek dengan rasa cemas dan khawatir yang bercampur menjadi satu

"Cobalah untuk mendengarkan apa yang diinginkannya!!"

"Tapi..."

"Hahahaha... sekarang kau milikku!!" Tawa puas Arashi

"Baiklah... apakah kau menginginkan tubuhku!!" Bentak Haru

"Nggak... melihatmu menggunakan pakaian minim sudah membuatku bosan..." ucap Arashi datar

"Apa maksudnya?? Apakah dia melihatku sebagai poster, gambar atau semacamnya..." batin Haru yang patah semangat

"Baiklah..." Arashi menciptakan kristal, "ulurkan tanganmu!!"

Haru tak mengerti tetapi tetap menuruti kata-kata Arashi, dilengan Haru terlihat luka lalu Arashi memberikan beberapa tetes darahnya dan perlahan luka-luka Haru sembuh

"...!!" Haru dan Sausora-sama terkejut

"Kalian berdua tau!! Aku memiliki darah spesial yang mampu melawan racun dan menyembuhkan luka tapi menggunakannya menguras cakra dan jika berlebihan kau akan pingsan karena kekurangan darah..."

"Nah... sekarang aku mau minta air matamu!!!"

"Hahaha..." Sausora-sama malah tertawa, "jadi kau sudah mengetahui kemampuan Haru, ya?? Tapi kurasa kau belum mengetahui kekuranganya..."

"Kemampuan Haru hanya bisa digunakan sehari satu kali untuk satu orang..."

"Jadi nggak guna!!" Arashi kecewa

"Hey, jangan bilang begitu!! Apa kau lupa aku telah menyelamatkanmu!!" Protes Haru

"Siapa peduli!! Sekarang permintaanku yang terakhir..."

Haru menelan ludah dan mulai tegang, "katakan, Arashi-sama aku mencintaimu!!"

"Apa??" Haru sangat terkejut mendengarnya, "lebih baik aku mati dari pada mengatakannya!!"

"Hey, tak baik berkata seperti itu..." Sausora-sama membujuk, "lebih baik kau turuti saja permintaannya!!"

"Hah... baiklah jika anda yang memintanya, Sausora-sama!!"

"Hehehe..." Arashi tersenyum kemenangan

Haru berkata dengan kikuk dan muka memerah karena malu, "Ara.."

"Arashi..."

"Arashi..."

"Sudah katakan saja!!" Ucap Arashi

"Arashi brengsek!! Aku membencimu!!" Teriak Haru sekeras-kerasnya dengan berlari menjauh

"Hahahaha..." tawa puas Arashi "Melihat seorang gadis berkata dengan malu dan sedikit dipaksa memiliki kenikmatan tersendiri..."

"Kau benar..."

Arashi yang melihat Sausora-sama tersenyum, "bukankah dia bawahanmu??"

"Asal kau tau saja!! Haru memiliki sifat pemalu dan kurang akrab dengan orang lain..."

"Dan melihat Haru akrab denganmu membuatku ikut senang..." jelas Sausora-sama

"kau tau meskipun Haru adalah pelayanku tetapi aku menganggapnya seperti adiku sendiri, jadi aku berhutang banyak karena kau melindunginya..."

"Hubungan yang aneh!! Tapi karena kau berhutang banyak lain kali kau harus membayarnya..."

Sausora-sama hendak pergi, "adik kandungku juga berada di Red Eagle, Namanya Hamura Fuyuki..."

"Owh... ternyata kau kakaknya Fuyuki, ya??" Ucap Arashi santai walau sebenarnya dalam hati ia juga terkejut, "bodohnya aku!! Fuyuki terlalu baik padaku dan aku memperlakukan orang-orang terdekatnya dengan sangat buruk!!"

"Kosuke Arashi dari penilaianku, mungkin kau tipe orang yang berbuat baik tetapi dengan cara yang buruk..."

"Ya... Ya... terserah kau saja!! Cepat pergi sana!!"

Sausora-sama pergi mengejar Haru, lalu setelahnya Arashi tersenyum licik, "hahahaha... sekarang aku mendapatkannya!!"

"Elemen Baru!!!" Ditangan kanan terlapisi besi dan tangan kiri mengendalikan bola air

"Besi dan air"

Lalu dimalam hari dan tepatnya diluar pertandingan...

Master Blue Pegasus dan Master Green Snake sedang makan bersama disebuah kedai makanan

Master Green Snake mulai berbicara, "kudengar Master Red Eagle diserang..."

Master Blue Pegasus menatap tajam, "apa maksudmu berkata seperti itu padaku!!"

"Tidak... ada apa-apa!!" Master Green Snake berkata dengan serius, "aku hanya ingin mencari tau siapa pelakunya..."

"Jadi..." dengan tatapan tajam seisi pengunjung serasa dikendalikan dan mereka keluar dari kedai

"Pengendalian pikiran, ya??" Gumam Master Green Snake

"Jadi apakah kau menuduhku!!"

"Tidak..." Master Green Snake mengeluarkan energi yang kuat dan mengerikan tetapi Master Blue Pegasus dapat mengimbanginya

Lalu dua orang masuk, Yuuki dan Tsuruna, "Ibu, kenapa kita makan disini?? Tempat ini sepi!!"

"Enyahlah!!" Seekor ular melesat dari lengan Master Green Snake kepada Yuuki

"Sllaash..."

"Cruuaat...!!!" Tsuruna melesat dan berhasil memutuskan lengan Master Green Snake

"Kami tak mau pergi!! Kami mau makan disini!!"

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 190

Alien Queen
2017-11-25 11:56:51
Aku belum dapet jawaban nya. Gimana batas tubuh arashi mengendalikan kekuatan yang ia ambil dari orang. Boboiboy aja ngga bisa pake semua kekuatannya secara bersamaan. Dia harus membelah diri.
Kuroko Akashi
2017-11-05 16:01:32
Arashi cman mau ngambil kekuatan rupa'na.. emtt,, ad situasi pnas tuhh..
Rifky D Dragnel
2017-11-05 15:48:02
Aku punya firasat kalau kompetisi gak akan berakhir seperti ujian chunin di naruto
Jack El Jacqueline
2017-11-05 00:24:48
Wah-wah bakal seru nih kayaknya, apa reaksi Arashi jika tau istri dan anak angkatnya di serang?
Rikuto Kagami
2017-11-04 05:35:05
Kelihatan'a seru liat pertarungan antara tsuruna n master green snake .. .. .. #nunngguin
Rikuto Kagami
2017-11-04 05:34:40
Kelihatan'a seru liat pertarungan antara tsuruna n master green snake .. .. ..
Zen Kureno
2017-11-03 19:51:49
Wah.... Wah ada masalah baru lagi
Bocah Redoks
2017-11-03 19:11:26
Akhirnya masalah para master muncul. Akankah d bahas
Sqouts Shadows
2017-11-03 17:20:53
Ditunggu chapter berikutnya
Hikigaya
2017-11-03 16:18:46
Zeep, lom baca semua sih
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook