VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 161

2016-12-24 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
197 views | 15 komentar | nilai: 9.63 (8 user)

Tak terasa malampun hampir berganti pagi, sinar sang surya mulai terlihat di ufuk timur. Hari baru, hari kedua dari babak penyisihan Turnamen Lima Bintang

Di sebuah pohon, seseorang berdiri menatap kejauhan, Hataya Ibusaki dari Blue Pegasus (salah satu pengawal pangeran)

"Tap..."

"Aku sudah menunggumu, orang Red Eagle" ucap Ibusaki santai pada seseorang yang baru datang, ia juga berdiri di pucuk pohon

"Aku datang kemari, untuk membalas kekalahanku dulu" ucap pria yang tak lain Shirio Torano, salah satu kapten Red Eagle

"Ya... ya... terserah apa maumu, tapi aku tak ingin melawanmu sekarang" ucap Ibusaki seenaknya, "Disini aku hanya ingin pamer"

"Apa maksudmu??" Tegas Torano kesal dengan tatapan tajam

"Hahaha... perhatikan baik-baik ya?" Ibusaki meluap-luapkan cakranya, sebuah senjata berukuran besar mulai terbentuk, "inilah kebanggaanku, inilah hasil latihanku"

"...!!!" Tanpa kata-kata, tapi Torano tak gentar ataupun takut. Sebuah roket yang berukuran cukup besar berada dipunggung Ibusaki

"Setelah kekacauan diistana aku terus menerus berlatih, dan inilah hasilnya!!" Bagian belakang roket mulai menyala, mengeluarkan api, "inilah kekuatanku!!"

"Roket...!!!!"

"Wuuussshhh...!!!!"

"Booooommmm....!!!!"

Sebuah ledakan yang amat dahsyat terjadi, getaran,angin dan kobaran api muncul akibat roket Ibusaki

"Cih... sebelumnya ia hanya mampu menciptakan bazoka, tapi saat ini kekuatannya berbeda, ia sangat kuat" ucap Torano kesal, "dari bazoka menjadi roket, benar-benar petarung jarak jauh yang amat berbahaya"

Di hutan, tempat salah satu pengawal pangeran Alvarez, Sorano Kiriha si pengendali pedang

"Yang semula 1200 peserta sekarang menjadi 900 peserta..." ucap Kiriha saat melihat kertas mantra, "cih...!!"

"Menyedihkan!! Serangan pamungkas Ibusaki hanya mampu menyingkirkan 300 orang..."

"Dia benar-benar tak berguna..." Kiriha merapal jutsu

"Kuchiyose No Jutsu"

"Dyyeess..."

Pedang yang tak terhitung jumplahnya muncul diudara, kemudian masing-masing bagian gagang menyatu menjadi bentuk baling-baling bermata empat

"Agar babak ini cepat selesai... Akan kuhabisi peserta sebanyak mungkin..."

"Sllaasshh...."

"Shhrriingg..."

Baling-baling pedang Kiriha menyebar kesegala arah memotong segala yang ada baik itu pohon, rumput, bunga maupun binatang

Ditempat lain padang rumput, seseorang tengah terkepung atau lebih tepatnya menikmati pertarungan, Tatsumi Saburo, sesosok monster dari Red Eagle

"Gyyahahahahaha..."

"Elemen Tanah : Dinding Batu"

"Wuusshh..."

"Dyyeess..." tak peduli dengan pertahanan musuh, Tatsumi Saburo berlari menghancurkannya dengan sekali hantam, ia mencengkram kepala si pencipta dinding batu lalu membantingnya, "Jbbuuuaaakk..."

"Sekarang kepung dia!!" Teriak beberapa orang yang kemudian merapal Jutsu, "Ayo bakar dia!!"

"Elemen Api : Bola Api"

"Wuusshh..." orang-orang yang telah mengepung melancarkan teknik api

"Meskipun ia menggunakan teknik pertahanan, pasti ia tak kan selamat..." ucap pengendali elemen api

"Benar..." sahut yang lainnya

"Wuusshh..."

"Jbbuuaakk..."

"Tidak mungkin... Mustahil..." beberapa orang tak percaya, Tatsumi Saburo keluar dari kobaran api tanpa goresan sedikitpun

"Api, tanah, petir, maupun senjata tak mempan padanya..."

"Dia bahkan tak menggunakan dua pedang dipunggungnya..."

"Lari semua... lari....!!" Beberapa orang mulai panik

"Gyahahahaha..."

"Buat aku senang!! Penuhi hasrat bertarungku!!" Saburo terus-menerus menyerang, walau mereka mencoba kabur

Sekarang berpindah ketempat Raja Racun dari Green Snake, Hozuki Ryura

"731..." Ia duduk mengamati kertas mantra, "begitu ya?"

"Kelihatannya beberapa petarung kuat telah menyadarinya. Agar babak ini cepat selesai, petarung tak berguna harus disingkirkan..."

"Huuaamps..." Ryura menguap lalu berdiri, "menarik!! Kalau begitu akan kubuat babak ini cepat selesai..."

"Agar bisa lanjut kebabak yang lain..." dari sekitar tubuh Ryura keluar asap biru, gas asam

Rumput,pohon, binatang mulai perlahan mati. Air dan udara mulai tercemar, "racunku tak kan berhenti sebelum babak ini selesai..."

Kosuke Arashi Chapter 161 - Si Raksasa
Penulis : Kosuke Arashi

Di sisi Arashi dkk

"Woiy!! Bangun!! Sekarang sudah pagi!!" Kitsune berteriak-teriak membangunkan Arashi dan Masamune, "huams..." keduanya menguap, dan mulai membuka mata

"Hey, kenapa aku diikat seperti ini!! Apa yang terjadi di sini!!" Masamune baru menyadari, lalu langsung berteriak-teriak, "cepat lepaskan aku!!"

"Kurasa mantra musuh sudah hilang" Misaki mengabaikan

"Kurasa juga begitu..." sahut Kitsune setuju

Masamune dikacangi, "woiy, apa yang terjadi sebenarnya!! Cepat lepaskan aku!!"

"Kenapa tak kau lepaskan sendiri? Ikatannya gak terlalu kuat kok?" Ucap Arashi yang telah terlepas ikatanya

"Benarkah?" Masamune mencoba melepaskan ikatan dan ternyata mudah, "whooha... ternyata ikatannya gak terlalu kuat!!"

"Dasar bodoh!!" Pikir Arashi, Misaki dan Kitsune bersamaan

"Duumm... Duumm... Duumm..." tiba-tiba tanah bergetar, pepohonan tumbang, binatang berlarian dan burung-burung beterbangan dari dalam hutan

"Kyyaa..." Kitsune panik, berlarian kesana kemari, "apa yang terjadi??"

"Mungkin petarung tangguh sedang kemari" ucap Arashi santai

"Kyyaa... dia pasti sangat kuat, sampai bisa menggetar tanah" Kitsune menjerit makin panik

"Bagus..." Masamune bersemangat

"Plak..." Kitsune mengeplak kepala Masamune dengan pelan, "apanya yang bagus!?!"

"Hey, kalian!! Arashi... Ryuzaki..." Misaki malah duduk santai, "aku cukup lelah dengan lawan tadi malam, jadi kali ini giliran kalian!!"

"Bagaimana kau bisa sesantai itu!!" Kitsune makin panik

"Baiklah..." jawab keduanya, Kitsune dikacangin

"Woiy, apakah kalian tidak punya rasa takut atau tak bisa menjerit!!" Bentak Kitsune

"Ryuzaki, kita selesaikan secara jantan..."

"Baiklah..." Masamune setuju

"Hiiyaaa...

"Suit...!!"

"Sial, aku akan mati!!" Gumam Kitsune yang berulang kali dikacangin

"Sial, aku kalah!!" Masamune agak kecewa

"Yah, aku menang!!" Ucap Arashi kurang semangat

"Duumm... Duumm... Duumm..." ternyata suara itu berasal dari langkah kaki si raksasa yang membawa bukit, Toga Si Raksasa dari Green Snake

"Sekarang!! Matilah kalian semua!!" Toga melemparkan bukit yang ia bawa

Dihadapan Arashi, muncul lawan yang benar-benar kuat sampai-sampai mampu mengangkat bukit, lawan yang tidak aneh-aneh seperti sebelumnya

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 162

SHiniGami GhoUL
2017-02-12 09:51:15
Tatsumi Saburo... Mmtt... Lbih bgus lgi klau dia mmbantu Eagle red... :/
Bee Zero
2016-12-27 19:59:23
sekuat apa sbnarnya tatsumi saburo itu ya ?? apa akhirnya dia akn mmbntu eagle red !?
Kyouzo
2016-12-27 09:04:55
Bakar bukit na biar jd bukit berkobar
Die And DeAth
2016-12-25 20:53:26
akhirnya pertarungan serius, akan segera dimulai..
Ishiri iuki
2016-12-25 16:06:53
.dari 7 kaisar hutan, berapa yg bakal ngelawan arashi?
Dark Of The Moon
2016-12-25 10:38:04
Lanjut
Kei Takashima
2016-12-25 09:22:18
Next wae lahh
Sqouts Shadows
2016-12-25 09:12:29
Lanjut vroh
Downcrazy
2016-12-25 08:32:50
Gx aneh apanya
Aerilyn Chan Kawai
2016-12-25 08:15:45
musuh baru muncul.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook