VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 159

2016-12-06 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
175 views | 11 komentar | nilai: 9.91 (11 user)

Tak terasa Turnamen Lima Bintang, babk penyisihan telah berlangsung cukup lama. Matahari mulai terbenam, cahaya yang menyelimuti hutan mulai menghilang, kegelapan malam pun mulai nampak terasa dengan ditandai dinginnya udara

Arashi jatuh tersungkur dengan benjolan-benjolan dikepala, bukan karena musuh tapi karena teman-temannya sendiri, Misaki, Masamune dan Jiro

"Beginikah perlakukan kalian setelah kuselamatkan hah...!??!" Protes Arashi

"Diam bodoh!!" Misaki menginjak-injak kepala Arashi, "Pertama kau mengerjaiku saat melawan pegguna lem dan air..."

"Lalu kau mengajakku menari-nari tak karuan dengan gerakan aneh-anehmu!!" Misaki marah-marah, "semua ide mu selalu berhasil tapi tak ada yang normal...!!"

Berbeda dengan Misaki yang marah-marah, Masamune malah senyam-senyum sendiri, ia bergumam dalam hati, "itu tadi adalah hari yang paling baik dalam hidupku... tak hanya meraba, aku bahkan sempat melihat celana dalam dan juga branya..."

"Hihihi... jika ada kesempatan seperti itu lagi, aku rela terkena perangkap musuh" pikirnya dalam hati

"Jbbbbbuuuuaaakkk...." Misaki memukul wajah Masamune

"Hey, apa salahku??" Protes Masamune dengan memegangi hidung

"Berisik...!!!" Bentak Misaki, "aku tau dari senyummu, kalau kau berfikiran kotor..."

"...." Masamune tak dapat berkata-kata, dalam hati ia bergumam, "sial... apa ia dapat membaca pikiranku, ya?"

"Hey, Misaki tenanglah!! Kau ini kan perempuan tak bisakah lebih anggun dan feminim" Jiro mencoba menenangkan

"Mau kupukuli ya?" Ancam Misaki dengan tatapan menyeramkan

"Tidak... tidak... bukan itu makusudku... aku tidak berniat menyindirmu" Jiro ketakutan

"Tapi lihatlah ini!!" Jiro memperlihatkan kertas segel di lengannya, "1621"

"Bukannya tadi 2731, ya?" Ucap Arashi yang telah berdiri

"Saat aku melihat tadi 1997" sahut Misaki

"Kalau aku sih tak tau karena gak memperhatikan..." ucap Masamune datar

"Kalau kau sih, memang selalu tak memperhatikan karena otakmu, otak udang..." ejek Arashi

"Hah... kau bilang apa?" Masamune nampak kesal

"Bilang apa ya? Aku tak mengira jika otak udang dengar?" Arashi malah tambah mengejek

"Ngajak berantem ya?" Tantang Masamune makin kesal

"Baikklah, ayo..."

"Tyyeenng... tyyeenng..."

"Tak bisakah kalian lebih serius!!" Bentak Misaki

"Maaf..."

"Anu... teman-teman aku punya sebuah kesimpulan..." ucap Jiro menyela, "kesimpulan tentang tata cara babak penyisihan ini..."

"Hah...???"

"Pertama tentang jumplah peserta, kemungkinan jumplahnya 2700 lebih... aku menyimpulkan dari perkataan Arashi barusan..."

"Kedua, jumplah yang tertulis di kertas mantra adalah jumplah peserta yang tersisa..." Jiro menyampaikan kesimpulannya,"dan juga mungkin kertas mantra inilah alat yang menteleport kita jika kalah..."

"Owh... pantas saja terus menurun..." gumam Masamune,"dan mereka akan menghilang jika kalah"

"Dan yang terakhir... mungkin babak ini akan berlangsung sampai jumplah tertentu... jadi babak ini tak terikat waktu..." Jiro mengakhiri kesimpulannya

"Sekarang aku mengerti..." ucap Arashi mendadak, "itu artinya dibabak ini, kita hanya harus bertahan atau terus bertarung..."

"Yosh... ayo kalahkan musuh sebanyak-banyaknya agar babak ini cepat selesai!!!" Teriak Masamune dengan semangat membara

"Bodoh!! Dari pada kita bertarung lebih baik sembunyi dan tunggu sampai babak ini selesai..."

"Em... aku setuju dengan idemu Jiro" Arashi Mengangguk

"Hey, mana semangat kalian!! Ayo pergi kalahkan banyak musuh!!" Teriak Masamune bersikeras

"2700 peserta ya?" Misaki berfikir, "hey, kalian bukankah ada yang aneh?"

"Hah?? Aneh??"

"2700 peserta dan Red Eagle hanya mengirim 26 peserta bukankah itu aneh" ucap Misaki

"Hahahahaha..." semuanya malah tertawa

"Hey, apanya yang lucu!!!" Teriak Misaki kesal

"Hahaha... Misaki, bodoh!!" Arashi meledek, "itu artinya master menganggap 26 bisa mengalahkan 2700"

"Hahaha... 2700 orang itu hanya sampah..." Masamune menambahkan

"Hahaha... benar... kali ini kau terlalu serius Misaki" Jiro ikut-ikutan

"Kaalliiaan...!!!"

"Hahahaha..."

"Tyyeng... tyyeng..."

"Maaf..." ucap ketiganya yang benjol

"Huh..." Misaki memalingkan muka dan melangkahkan kaki pergi

"Hey, kau mau kemana!!" Teriak Masamune

"Berisik!! Jangan ikuti aku!! Jangan pedulikan aku!!" Ucap Misaki kesal, "dan juga buatkan aku makanan saat aku kembali"

"Duh... dia itu kenapa sih? Marah-marah gak jelas dan memerintah seenaknya?" Masamune bertanya-tanya

"Mungkin itu yang dinamakan wanita susah dimengerti" ucap Jiro

"Sudah abaikan dia, dia bisa menjaga dirinya sendiri" Arashi mengambil sebuah kertas segel dan menaruhnya ditanah, "sekarang saatnya memasak"

"Kuciyose no jutsu"

"Dhhuuurrr..." peralatan dapur seperti kompor, piring, gelas, dll muncul, tak hanya itu bahkan beberapa bahan makanan juga tersedia

"Whooaa... mengagumkan Arashi, kemampuanmu benar-benar hebat dan berguna" Jiro memuji

"Terima kasih, teknik ini kupelajari dari Sizuka-senpai..."

"Apa-apaan teknikmu itu, Arashi!! Apakah itu bisa membuatmu menang hah?" Ledek Masamune

"Woiy, Ryuzaki!! Kau bodoh ya? Apa kau pikir kau bisa menang jika perut mu lapar hah?" Bantah Arashi kesal

"Cih... bodo amat!!" Masamune kesal tak dapat berkata-kata lagi

"Woiy, teman-teman!! Maaf tadi aku tersesat" Teriak seseorang yang berlari mendekat

"Siapa dia? Apa dia musuh?" Jiro waspada

"Owh... dia Kitsune, dia berasal dari Red Eagle sama seperti kita" jelas Arashi santai, "yosh... abaikan dia, ayo mulai memasak"

Kosuke Arashi Chapter 159 - Jatuh Cinta
Penulis : Kosuke Arashi

Di tempat lain, tampak beberapa pohon tumbang dan pohon yang masih berdiri penuh dengan sayatan pedang.

"Khi... ternyata pertarungan melawanmu cukup memakan banyak waktu ya? Dan juga kau adalah orang hebat pertama yang kutemui hari ini" ucap seorang gadis berambut putih pendek, ia menyarungkan dua pedangnya. Gadis itu bernama Yoshimura Lisha dari Green Snake

"Sial..." umpat seorang gadis yang terkapar, ia anggota Red Eagle, Kurokiba Nanami

"Sial, apa yang kau inginkan dari Yoshimura Kiba, hah??" Tanya Nanami yang perlahan memudar

"Hi..." Lisha tersenyum pada Nanami yang hampir menghilang, "tentu saja untuk mengalahkan kakaku itu, Yoshimura Kiba adalah Kakaku"

Berpindah ke tepian sungai

Misaki membasuh muka, sesekali ia bercermin pada jernihnya air sungai, "bodoh... bodoh sekali!! Arashi itu hebat tapi sungguh bodoh... dia selalu main-main dalam menghadapi lawan-lawanya..."

"Bodoh... Ryuzaki sebenanya kuat tapi sangat disayangkan, ia ceroboh dan gegabah terlebih Ryuzaki itu, mesum sekali...!!" Gerutu Misaki

Ia pun melangkahkan kaki berniat kembali, "tapi yang paling normal, Jiro... walau agak payah dalam pertarungan karena kemampuan menirunya harus menyentuh terlebih dulu, dan itu pun menghabiskan banyak cakra..."

"Hah... apa-apaan lelaki itu? Mereka selalu saja bermain-main dan gegabah... mereka tak dapat diandalkan!!"

"Bodoh!! Bodoh!!"gerutunya sambil berjalan,"sial... kenapa aku selalu bersama dengan para lelaki yang tak berguna!!"

"Arashi bodoh!! Ryuzaki bodoh!! Jiro tak berguna!!" Ucap Misaki sambil berjalan kembali lalu tanpa disadari semua pohon, batu bahkan rerumputan telah berubah warna menjadi pink

"Woiy, jangan pergi kesana, berbahaya!!" Teriak Kitsune pelan, ia bersembunyi dibalik pohon dengan kemampuan tak terlihat

"Semuanya menyebalkan!!" Teriak Misaki yang tak dengar peringatan Kitsune, "eh...??"

Jiro telah terkapar penuh luka dan mulai memudar, "Misaki, Arashi dan Ryuzaki telah mengalahkanku, lari dari sini!!"

"Hey, apa maksudmu?" Misaki memperjelas lalu menengok sekeliling

"Apa yang terjadi!??" Misaki terbelakang melihat Arashi dan Masamune berubah warna menjadi pink, terlebih keduanya saling berpelukan lalu berciuman

"Aku mencintaimu..."

"Aku juga, Arashi..."

"Hey, sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang kalian lakukan?" Teriak Misaki tak percaya

"Mereka telah jatuh cinta!! Perkenalkan aku, Mr.pink" ucap pria yang berpakaian serba pink dan membawa payung berwarna pink pula, ia datang dengan beberapa orang yang juga serba pink

"Didunia ini hanya ada satu racun yang paling mematikan yaitu Cinta, keduanya telah jatuh cinta, keduanya telah menjadi budak cintaku" jelas Mr.pink

"Hahahahahaha..." entah kenapa Misaki tertawa, lalu ia mengambil nafas panjang

"Kalian berdua menjijikan...!!!" Teriak Misaki sekeras-kerasnya

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 160

Mr Blacky
2016-12-07 06:04:08
Bhahaha
Rifky D Dragnel
2016-12-07 03:56:45
Arashi kena jurus musuh lagi
Zunuya Rajaf
2016-12-06 23:02:44
musuh dg kekuatan aneh lg,muncul.. pserta smakin berkurang
happyreadin9
2016-12-06 21:05:52
trmksih ats crtanya senpai*^_^*
Downcrazy
2016-12-06 19:04:55
acdc
Okii Vn Fajr
2016-12-06 18:53:00
Next Bang..
Kira Tanha999
2016-12-06 18:01:57
Lanjut
Melody Kiraki Hiyuki
2016-12-06 17:43:10
Yah Jiro k.o. Ya ela.. Next!
Rudy Wowor
2016-12-06 17:42:01
Aku kira Arashi seperti Luffy yang gak mempan dengan jurus yang berbau dengan cinta atau romantis.
Flynns
2016-12-06 16:34:35
pertamax. . . bisa kena jurus jatuh cinta gitu arashi sama masamune, apalg sampe ciuman hahaa...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook