VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 158

2016-11-27 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
183 views | 16 komentar | nilai: 9.71 (7 user)

Sebuah pertarungan telah mendekati akhir, pertarungan yang merobohkan, meratakan, menghanguskan seisi hutan. Pertarungan yang tak menyisahkan apapun kecuali kepulan asap, pertarungan elemen petir antara Thunder, pemimpin pasukan pemakan bangkai melawan Daisuke, salah satu kapten dari Eagle Red

Saat ini, Thunder telah terkepung oleh empat bayangan petir Daisuke tetapi ia tetap tenang walau dalam kondisi tak menguntungkan

"Khi..." Thunder menatap remeh Daisuke yang kelelahan "Percuma!! Sejak awal pertarungan ini berat sebelah"

Walau dalam kondisi kelelahan karena mengeluarkan banyak jutsu, Daisuke tetap tersenyum optimis "ternyata kau banyak omong juga tetapi..."

"Ini akan segera selesai..." keempat bayangan Daisuke merapal jutsu, sebuah penghalang tercipta menghubungkan keempatnya, mengurung Thunder

"Begitu ya? Kau mengurungku" Thunder menatap langit dengan santai, "itu artinya seranganmu yang kuat dan berdampak luas" pikirnya

"Woiy!!" Thunder menatap santai dan tenang, "tadi kau bilang ini akan segera berakhir bukan..."

"Itu artinya kau telah sampai batasanmu..." ledek Thunder

"Berisik....!!!!"

"Elemen Petir : Cahaya Langit"

Sebuah energi yang sangat kuat mulai terbentuk diatas kepala Thunder

"Mari kita lihat, sekuat apa dirimu!!"

"Terimalah serangan terakhirku" sebuah cahaya yang dan cepat melesat dari langit

"Dhhhhuuuuaaaarrrr....

Sebuah kilatan petir melesat cepat dari langit, menghancurkan segala yang ada didalam dinding pelindung ciptaan Daisuke

"Hah... hah... hah..." Daisuke cukup kelelahan setelah melakukan serangannya, "tak kukira aku sampai terpojok seperti ini"

"Shhrreettt...

"Apa???" Daisuke terbelalak mengetahui ketiga bayangannya terhisap

"Terima kasih, atas energinya" ucap Thunder dari kepulan asap, "aku jadi bisa membangkitkannya..."

"Tidak mungkin... bagaimana bisa..." ucap Daisuke yang mencoba menyangkal kenyataan, "itu... kemampuan spesial dari jalan ksatria"

"Ya... kau benar... ini adalah Jubah Raja, Jubah Raja Petir..." Thunder menjelaskan, "sebenarnya ini kusiapkan untuk orang yang telah mencuri petirku, Kosuke Arashi"

Jubah Raja Petir, sebuah jubah cakra dengan bola petir dibelakang punggung dan empat pedang petir di masing-masing pundaknya

Ditempat yang lain, tempat Arashi dkk

"Yosh... Ayo kita menari!!"

"Menari brow... baru kali ini aku dapat tantangan menari... aku senang sekali..." sahut Kagota semangat

"Em... anu..." Arashi berfikir

"Kenapa brow? Apa ada masalah?"

"Aku berfikir, jika ini adalah jutsu bayanganmu... bagaimana nantinya jika kau curang..." ucap Arashi, "bukankah pertandinganya jadi tak menyenangkan..."

"Em... benar juga brow..." Kagota setuju, "Ah... aku punya ide" kemudian ia merapal jutsu

"Brow... sekarang kau kuberi hak dalam wilayah bayangan ini... selama aku dan kau belum pingsan kita tak dapat keluar dari jutsu ini..."

"Sementara mereka..." Kagota menunjuk Misaki, Masamune dan Jiro, "mereka akan ikut menari..."

"Heeh... kenapa kami diikutkan...!!!" Protes ketiganya

"Berisik...!!! Kalian hanya bonekaku...!!!" Bentak Kagota

"Benarkah jadi gerakan kita terhubung ya?" Ucap Arashi dengan mengupil

"Jangan melakukan gerakan yang menjijikan!!!" Bentak semuanya yang ikut mengupil

"Whoohaa... beneran terhubung!!" Arashi malah terkagum-kagum dengan mata berbinar-binar

"Yosh... brow... sekarang kau sudah mengerti, jadi sebaiknya kita mulai tanding tarinya..." ucap Kagota semangat

Misaki berkata pelan, "anu sepertinya akan ada hal yang buruk yang akan menimpa kita"

"Em... kami juga berfikir seperti itu" sahut Masamune dan Jiro

"Dan juga... sepertinya pengguna bayangan telah tertipu oleh Arashi..." Misaki menambahkan

"Kami juga berfikir sepertimu..."

"Yosh... aku mulai!!!" Teriak Kagota penuh semangat, "gerakan dansa...!!!"

Semuanya berdansa dengan gemulai walau dalam keadaan terpaksa

"Mati, aku!! Jika Rain mengetahui tentang ini!!" Pikir Masamune, "bisa-bisa ia mentertawaiku"

"Hebat... brow, kau benar-benar hebat..." Arashi memuji

"Terima kasih... sekarang giliranmu, brow..."

"Yo...sekarang giliranku..." teriak Arashi semangat, "gerakan tertawa bersama-sama...!!!"

"Eh....????" Semua bingung, tapi langsung bergerak melingkar membelakangi satu sama lain

"Sekarang!! Waktunya menggelitiki!!"

"Hahahaha..."semua tertawa karena menggelitiki satu sama lain

"Yosh... ternyata ada untungnya jutsu ini" pikir Masamune yang menggelitiki Misaki, "aku jadi bisa meraba-raba tubuh Misaki"

"Ternyata kau menikmatinya..." ucap Jiro

"Bukan!! Bukannya begitu!!" Bentak Masamune yang salah tingkah dengan muka memerah

"Awas, kalian nanti!! Ryuzaki, Arashi" batin Misaki kesal

"Hahahahaha..."

Kosuke Arashi Chapter 158 - Penari Amatir
Penulis : Kosuke Arashi

"Hahahaha..." secara perlahan
Arashi menghentikan gerakannya, "hah... sudah itu aja gerakanku!!"

"Brow... gerakan tadi itu suwngguh aneh... tapi tak apa-apa... dan sekarang gerakan tari keduaku...!!!" Kagota mengambil bagian, selayaknya dancer ia berputar dengan kepala dibawah dan semuanya mengikuti gerakan itu

Masamune yang melihat rok dan baju Misaki yang tersingkap, "hihi... ternyata ada kenikmatan tersendiri dari perangkap bayangan ini"

"Sepertinya hanya kau dan Arashi yang menikmati ini..." sindir Jiro

"Hihihi... sedikit..."

"Dasar... mesum..."

"Sekarang giliranku!!" Teriak Arashi semangat, "gerakanku!! Gerakan cacing menggeliat di panasnya pantai!!"

"Eh...??" Semuanya bingung tapi dengan cepat mengikuti gerakan Arashi, menggeliat seperti cacing kepanasan

"Gerakan macam apa itu!!!" Bentak semuanya dengan kesal

"Hehehe... itu juga baru kepikiran..."

"Jangan pikirkan yang aneh-aneh!!" Semua makin kesal

"Sial... aku akan serius..."

"Goyang dumang ditambah dansa..."

"Kyyyaaa... ini memalukan...!!"

Beberapa saat kemudian, setelah berulang kali beradu gerakan...

"Hah... hah... hah... kau hebat brow... tidak pingsan setelah semua ini" ucap Kagota yang telah kelelahan karena kelamaan menari

"Hahaha... terima kasih... ini pertama kalinya aku tanding tari..." ucap Arashi santai, "yosh... sekarang giliranku..."

"Anu... brow... kumohon jangan melakukan gerakan yang aneh-aneh lagi... gerakan cacing kepanasan,ikan kehabisan nafas, monyet menyusui, kambing makan rumput, ayam mengerami telur... tak bisakah kau melakukan gerakan tari??" Kagota menggerutu

"Hahaha... kan sudah kubilang tadi, ini pertama kalinya aku menari, jadi aku sama sekali tak tau gerakan tari..."

"Tapi... ini gerakan terakhirku jadi aku akan jujur padamu..."

"Heehh... apa maksudmu brow??" Kagota bingung

"Pertama-tama namaku bukan Tarashi tapi Arashi, Kosuke Arashi..."

"Dan kedua aku berasal dari Red Eagle, aku teman-teman mereka..." Arashi menjelaskan, "jadi maaf, karena membohongimu"

"Begitu ya?" Kagota tertunduk kecewa, "tapi setidaknya kau bukan orang jahat..."

"Jadi dia benar-benar tertipu dengan tipuan murahan, ya?" Pikir Masamune, Misaki dan Jiro

"Sekarang akan kutunjukan serangan terakhirku, maksudku gerakan terakhirku" Arashi memundurkan langkah

"Hiiiiyyyyaaaa..." Arashi berlari kencang, "gerakan kepala saling berciuman...!!!"

"Jddduuuaaakkk..." hantaman yang sangat keras terjadi antara Arashi dan Kagota, Misaki, Masamune dan Jiro juga saling menubrukan kepala

"Hehehe... ternyata latihanku berguna juga..." ucap Arashi yang melihat Kagota terkapar

Secara perlahan lingkaran bayangan menghilang, disusul memudarnya Kagota, "Kosuke Arashi, aku mengakuimu..."

"Sebagai penari amatir terburuk..." ucap Kagota sebelum menghilang

"Fiuh... akhirnya aku menang dan berhasil menyelamatkan teman-temanku" ucap Arashi bangga

"Apanya yang menyelamatkan!! Kau malah melukai kami!!"bentak Misaki, Masamune dan Jiro secara bersamaan

"Kalian benar-benar tak tau diri dan tak tau sopan santun... seharusnya kalian berterima kasih padaku..."

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 159

SHiniGami GhoUL
2017-02-12 09:25:13
Yey,yey,yeyyy... Lnjut Arashi... (Y)
Flynns
2016-12-03 20:02:54
Gerakan Monyet Menyusui Gimana Ituu, Atau Jangan2. . .
Akazu hakuchi
2016-11-29 11:25:03
Hah goyang dumang hahhaaa
Grim Reaper
2016-11-29 10:46:12
Lanjutin terus dong bro jangan delay !
Dzibril Al Dturjyana
2016-11-28 13:58:59
enak bgt yaa cari kesempitan dalam kesempatan
Mutia 4Ra
2016-11-28 07:57:39
semoga lnjut trus senpai
Rifky D Dragnel
2016-11-28 06:47:35
Dasar masamune cari kesempatan dalam kesempitan
Baidi Mondoko
2016-11-28 06:30:22
next
Abix Syadzily
2016-11-28 00:04:23
keterlaluan... masamune Ambil kesempatan....
Shark
2016-11-27 23:02:36
Lanjut.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook