VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 156

2016-09-04 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
275 views | 19 komentar | nilai: 8.09 (11 user)

"Hadeh... Kepalaku pusing" gerutu Arashi yang mencoba untuk bangkit

"Eh..??" Arashi menatap tubuh Genzo yang terkapar dan mulai memudar karena kalah

"Kau, Menang, Kosuke Arashi" Tubuh Genzo menghilang dengan mengakui kekalahannya pada Arashi

"Hi..." Arashi tersenyum gembira dan berbalik badan, "Kalian lihat itu, kan?" Arashi mengacungkan jempol dan berteriak pada teman-temannya, "Aku menang!!"

"Jbbuuaak... Tyyeeng... Tyyeeng...

"Apanya yang menang?" ucap Misaki dengan tatapan menyeramkan, dibelakangnya ada Masamune dan Jiro yang juga menatap dengan tatapan sadis, "Saatnya pembalasan" ucap Masamune

"Em... Ya..." keduanya mengangguk-angguk

"Woiy... Woiy... Apa yang ingin kalian lakukan?" tampak Arashi ketakutan saat ketiganya berjalan mendekat

"Kyyaaa... Aaawwaah...

Beralih ke dalam hutan, tempat pertarungan yang lain

Langit hutan tampak gelap, awan hitam nampak ada dilangit, Kilatan-kilatan petir menyambar pepohonan, menyerang para peserta

Seseorang berjalan dengan tubuh terlapisi elemen petir, sebuah pedang tersarung dipunggunnya dan seekor burung gagak bertengger di pundaknya. Ia adalah Thunder, pemimpin dari pasukan pemakan bangkai

"Kalian sungguh menyedihkan!!" ucapnya dengan tatapan santai dan datar diiringi luapan petir

"Serang...!!!

"Bunuh dia...!!!

Beberapa peserta masih dapat bangkit dan berusaha melawan lengkap dengan berbagai senjata

"Ciihh..." Melihat beberapa orang hendak menyerangnya Thunder tetap santai dan merapal jutsu,"Bodoh!!"

"Elemen Petir : Gelombang Petir"

"Bllaaarrr...

"Dhhuuaar...

Thunder berdiri dengan santainya berhasil menghempaskan puluhan peserta dengan gelombang petir yang tiba-tiba meledak dari sekeliling tubuhnya

"Hah..." Thunder menghela nafas dan bergumam, "Aku mulai bosan"

"Wuussh...

Tetapi secara tiba-tiba, dengan kecepatan yang sangat cepat sesuatu melesat ke arah Thunder

"Ctthhiing...

Thunder sangat sigap dan cekatan dengan cepat ia mengambil katana yang tersarung dipunggungnya untuk menahan serangan musuhnya

"Pedang petir" gumam Thunder dalam hati

"Aku juga bosan, dan juga akan kubalas kekalahanku dulu" ucapnya dengan dua tongkat kecil dikedua tangannya

"Pedang petirnya berganti dengan tongkat petir" pikir Thunder dengan waspada, ia mulai memfokuskan luapkan petir pada pedangnya

"Doubel Stick" Pria itu melemparkan dua buah tongkat petirnya

"Wuussh...

"Shhrriing...

Dengan mudah menggunakan pedang berlapis petir, Thunder berhasil membelah dua tongkat petir menjadi empat bagian. Empat bagian tongkat pun tertancap ditanah

"Ciih..." gumam Thunder dengan senyuman sombong, "Serangan dengan tipe elemen petir, tak mempan padaku"

"Benarkah?" Sahut si pemuda santai, "Sebenarnya rencanaku sudah berhasil"

"Apa maksudnya ini?" Thunder terbelalak melihat empat buah potongan tongkat petir tertancap di sekelilingnya, "Tongkat yang ia lempar menyerap cakra elemen petirku??"

"Dan sekarang tubuhku tak dapat digerakan" pikir Thunder yang mulai terpojok

"Kau terlalu meremehkan lawanmu...

"Wuussh...

Pria itu telah berdiri di belakang Thunder dengan kecepatan kilat dan bersiap menebaskan pedang petirnya, "Sekarang terimalah seranganku!!"

"Kaulah yang terlalu meremehkanku!!" teriak Thunder dengan mencoba memfokuskan cakra

"Jlleebb...

Pria itu kalah cepat, Thunder lebih cekatan dalam menggunakan pedang, ia membalikan badan dan berhasil menusukan pedang ke pada pria tersebut tetapi...

"Apa-apaan ini?" Thunder kembali terkejut ketika pria yang ditusuk secara perlahan memudar, "Ciihh... Bunshin Petir"

"Tapi dimana penggunanya?" pikir Thunder keras dengan melihat kanan kiri, ia mencoba fokus di saat terdesak

"Aku disini!!" teriak si pemuda yang terbang menggunakan roda petir di kedua kakinya, ia bersiap menembakan bazoka petir pada lawannya, "Matilah, Kau!!"

"Wuusshh...

"Sial, semuanya tadi hanya pengalihan agar ia bisa memfokuskan cakra" pikir Thunder yang terdesak saat bola petir melesat kearahnya

"Bllaaarrr...

"Dhuuaarr...

Ledakan petir yang dahsyat terjadi, ledakan yang menghanguskan pepohonan atau pun daratan hutan

"Apakah sudah selesai?"pikir pria itu yang secara perlahan menonaktifkan roda petir di kakinya, lalu ia mendarat pada sebuah pohon yang terbakar oleh ledakan petir

"Wuuss..." Seekor burung raksasa berwarna hitam melesat dari balik ledakan lalu bertengger pada dahan pohon

"Kurasa belum selesai" pikir pria itu yang melihat Thunder muncul dari dekapan sang burung, "Ini baru dimulai"

"Terima kasih, Gaidora" ucap Thunder yang mengelus-elus gagak raksasa, Gaidora pun secara perlahan kembali kewujud normalnya

Thunder dengan segera memalingkan muka dan menatap lawannya tajam, "Kita akan bertarung serius, jadi perkenalkan namamu dulu!!"

"Ciihh... Menyebalkan sekali!! Setelah dikalahkan kau tak mengingat namaku" pria itu nampak kesal

"Aku adalah salah satu Kapten dari Eagle Red, Aku juga terlibat insiden pertarungan di kerajaan, Aku adalah Sunichi Daisuke Si Senjata Petir" Teriak pria itu yang tak lain Daisuke, ia pun meningkatkan cakra petirnya

"Begitu ya? Maaf telah melupakanmu..." Thunder meningkatkan Cakra petirnya juga, "Tak perlu berlama-lama kau akan segera kalah"

"Ciihh...

"Tapi akan ku perkenalkan diriku dahulu, aku dulu dikenal dengan nama Thunder tapi sekarang aku dikenal dengan nama Ikuro Kagetsu"

"Double Sword" Daisuke menciptakan dua pedang dari petir

"Kita lihat petir siapa yang lebih hebat" Thunder menghunuskan pedang berlapis petir

Daisuke yang pernah dikalahkan Thunder, kembali menantangnya di sebuah kompetisi (chapter 63). Daisuke melawan Thunder, Senjata petir melawan Ahli petir

Kosuke Arashi Chapter 156 - Munculnya Si Penari
Penulis : Kosuke Arashi

Disisi lain, tempat Arashi dkk

Terlihat Arashi digantung terbalik di sebuah pohon dengan lilitan ular yang diciptakan Misaki

"Hey!! Apa yang ingin kalian lakukan!! Cepat lepaskan aku!!" teriak Arashi dengan meronta-ronta

"Berisik!!

"Pllaak...

"Kenapa kau menamparku, Hah!!

"Pllaak... Pllaak... Pllaak...

Tanpa mempedulikan, tanpa belas kasihan, Misaki berulang kali menampar pipi kanan kiri Arashi

"Inikah balasan kalian, setelah ku selamatkan!!

"Tuuuttt...

Kini giliran Masamune yang kentut di depan muka Arashi

"Sialan kau, Ryuzaki!! Akan ku bunuh kau!!

"Hehe... Bagaimana? Kau tadi juga melakukannya padaku" Masamune puas setelah membalasnya

Jiro yang belum membalas kini memutar tubuh Arashi lalu melepaskannya, "Woiy!! Woiy!! Apa yang mau kau lakukan!!"

"Shrreettt..." Arashi berputar dengan kencang dan cepat

"Rasanya aku ingin muntah!!"

"Hahahahahahaha..." ketiganya tertawa terbahak-bahak dengan puas

Arashi menderita karena dijahili, sementara ketiganya tertawa dengan riang gembira. Tetapi kemudian ketiganya merasakan hal yang aneh, tubuh mereka tak dapat bergerak

"Kenapa tubuhku tak dapat bergerak..." gumam Misaki yang terbelalak

"Sial... Aku juga..." sahut Masamune

"Lihat kebawah!! Tempat kita berpijak!!" teriak Jiro, "Kita berdiri tepat di sebuah lingkaran bayangan"

"Sial... Segel bayangan" gumam Masamune

Tak berselang waktu lama, puluhan orang telah berada di sana mengepung ketiganya. Puluhan orang yang kelelahan sampai-sampai seperti Zombie

Beberapa orang berteriak minta tolong, "Selamatkan Kami!!"

"Ciihh... Percuma!! Mereka juga telah terperangkap!!" teriak beberapa orang

"Yo... Kalian Harus menari bersamaku!! Yo... Yo..." Seseorang berbadan besar dan kekar maju, berdiri ditengah-tengah

"Apa maksudmu hah!!" bentak Masamune, Jiro dan Misaki serentak

"Goyang Dumang!!

Semuanya yang ada di dalam lingkaran bayangan serentak bergoyang Dumang

"Hah?? Apa yang mereka lakukan??" Arashi yang tergantung dipohon bingung tak terpengaruh jurus bayangan dan ia bergumam dengan tersenyum, "Hihihi... Tapi sepertinya ini menarik!!"

"Dansa...

"Balet...

"Selanjutnya Tari Samba...

"Kyyaaaa... Gawat...!!!" Teriak Masamune, Jiro dan Misaki yang menari sesuai gerakan pengguna bayangan

"Yo... Yo... Kita akan menari, sampai tak dapat berdiri lagi... Yo... Yo..."

Karena kebanyakan bercanda dan kurang waspada sekarang, Dihadapan Arashi dkk telah muncul musuh baru yang merupakan pengguna bayangan, ia merupakan Tujuh Kaisar Hutan dari White Tiger, Kagota Si Penari Bayangan

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 157

Kuroko Akashi
2017-02-11 17:42:19
Wuoohhhh... Smakin menarik... (Y)
Kei Takashima
2016-10-26 12:24:23
Hooaaammmm, ga da sambungnnya kyaky ini. Critany sprt terhenti dtngh jln
Aruga Hiruya
2016-10-23 08:39:20
lanjutnx mana ???
Inuyasha
2016-10-18 16:59:40
Lama sekali. Kemana aj? Kpn nh sambunganx
Inuyasha
2016-09-17 06:25:42
Kapan lanjutanx
Kei Takashima
2016-09-15 15:06:13
Mana lanjutannya?
Kei Takashima
2016-09-09 13:37:25
Ok. Ini dia komentar pamungkas ku Hahahhahaa Maaf y author. Saya hanya ingin memberi masukan. Disini disebutkan arashi dkk adalah murid sebuah akademi eagle red. Tetapi di dalam cerita, tida
Arizl Kareen
2016-09-09 00:21:18
Jurus yg unikk..... Apakah sang penari itu kuat ?? Ditunggu kelanjutannya...
Kyouzo
2016-09-07 12:01:15
Hahahahahaha goyang dumang
Rifky D Dragnel
2016-09-06 13:17:16
Jurus musuhnya keren apa terinspirasi dari shikamaru di naruto
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook