VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 155

2016-08-21 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
215 views | 11 komentar | nilai: 8.44 (9 user)

"Aku mulai bersemangat!! Persiapkan diri kalian!!" teriak Arashi dengan api berkobar-kobar dan sayap api besar dipunggunnya, "Kalian telah menyakiti teman-temanku"

"Khihihi... Menyakiti? Bukankah kau sendiri yang melakukannya" Genzo tersenyum licik

"Hah?" Arashi bingung dan berfikir, "Benar juga ya, aku yang menyakiti Misaki, Ryuzaki dan Jiro"

"Wuussh...

"Kau lengah!!" teriak Genzo yang telah berdiri di hadapan Arashi dengan bersiap menebaskan pedangnya

"Cthiing...

Arashi menggenggam pedang Genzo dengan tangan berlapiskan elemen kristal

"Benar juga, ya? Aku yang menyakiti teman-temanku sendiri"

"Krreekk...

Arashi meretakan lalu mematahkan pedang Genzo dengan angin peruntuh

"Tapi kalian menyebalkan!!"

"Jbbuuaakk...

Arashi berteriak lalu melesatkan tendangan pada perut Genzo. Genzo terpental beberapa meter tapi dapat menjaga keseimbangan, kemudian ia merapal jutsu

"Teknik Pertahanan : Tiga Lapis Dinding Lem"

Dari dalam tanah terciptalah tiga dinding lem yang dibuat oleh Genzo

"Huupps..." Arashi menarik nafas, cakra api yang semula terfokus dipunggungnya secara perlahan menghilang

"Auman Naga Api"

"Wuusshh...

Serangan Arashi lebih hebat, dinding lem milik Genzo tak dapat bertahan karena terbakar

"Apa...!!!" Genzo terbelalak dan terkejut ketika gelombang api tepat dihadapannya

"Dhhuuaaarrr...

Ledakan api yang sangat besar terjadi akibat Auman Naga milik Arashi

"Huh... Sepertinya aku agak berlebihan!!" ucapnya santai dan pelan

Didalam kobaran api, Genzo mendekap erat tubuh temannya, Karura.

"Gen..." gumam Karura khawatir

"Walau kita berdua, tapi sepertinya kita tak mungkin menang" Genzo tampak putus asa, "Kau bisa kabur, aku akan menahannya"

"Tapi...

"Khi..." Genzo tersenyum dan meyakinkan, "Larilah!! Aku akan menyusulmu nanti"

Disisi lain.

"Cepatlah, Jiro!! Aku ingin segera menghajarnya!!" Masamune berteriak-teriak tak sabaran

"Diamlah!! Dan jangan meronta-ronta!!" teriak Jiro yang berusaha melepaskan

"Khihihi..." Misaki memasang tawa iblis dan bergumam, "Akan ku bunuh, kau!! Arashi!!"

Beberapa saat kemudian api ledakan perlahan menghilang, dan nampak dua orang berdiri dibalik asap ledakan, Genzo dan Karura. Tapi wujud Genzo berbeda, ia berubah besar tubuhnya diselimuti lem yang mengeras

Karura dengan cepat merapal jutsu, "Terima ini, bocah api!!"

"Elemen Air : Kabut"

Karura menghembuskan elemen air berukuran kecil yang menciptakan kabut menyelimuti hutan

"Dia, menunggu apiku padam lalu menggunakan elemen air" pikir Arashi tak gentar

"Whooaarr...

"Dyyeess...

Sebuah tinju besar dilesatkan, tapi Arashi bisa menghindar dengan melompat kebelakang

"Tubuhnya besar, dan terbuat dari lem" pikir Arashi, "tapi..."

Arashi kembali mengumpulkan cakra api, sayap api dipunggungnya mulai tercipta "Akan kubakar!!"

"Hiiaaa...

"Seribu Tinju Naga Api"

"Dyyeess... Dyyeess...

Dengan tinju naga apinya, Arashi menyerang secara bertubi-tubi hingga tinju Arashi terlihat banyak pada Genzo

"Khi..." Genzo dapat bertahan dengan menyilangkan kedua tangan lemnya

"Percuma!!" Genzo dengan cepat meraih tubuh Arashi dan mencengkramnya erat

"Sial..." pikir Arashi agak terdesak, "Apiku tak dapat membakarnya"

"Lem yang menempel pada tubuhku telah kuperkeras, agar tak mudah terbakar!!" teriak Genzo yang bersiap membanting Arashi, "Sekarang matilah!!"

"Wuusshh..

"Dheess...

Tubuh Arashi melesat cepat dan membentur tanah dengan keras, "Sial..."

"Khahahaha...

"Dyyeess... Dyyeess...

Arashi belum sempat bangkit tapi, Genzo dengan cepat melompat keudara dan menginjak-injak dengan kaki besarnya

"Sudah selesai, ya?" pikir Genzo yang beranjak pergi, "Kukira kau orang yang kuat"

"Khi..." Arashi tersenyum dan bangkit, "Hey, mau kemana?"

"Hah..." Genzo menoleh

"Kau pria yang hebat dan setia kawan, menyuruh temanmu pergi dan mengambil resiko untuk melawanku" ucap Arashi santai

"Memang kenapa?" Genzo agak kesal

"Tidak apa-apa... Aku mengakuimu sebagai seorang pria jadi..." Arashi mulai meningkatkan tekanan cakra yang besar, "Akan kutunjukan kekuatan sejatiku!!"

"Mode : Petir Naga Kristal Peruntuh"

"Deess...

Tubuh terlapisi kristal, pusaran angin peruntuh di kedua lengan ditambah kilatan-kilatan energi petir makin lengkap dengan sayap naga api dipunggungnya

"Jangan remehkan aku!!" Teriak Genzo yang melesat keudara besiap dengan tinjunya

"Kau pria sejati yang berkorban demi temanmu tapi...

"Wuushh...

Arashi melesat melompat dan memfokuskan cakra pada tangannya, bersiap dengan kekuatan penuh

"Tapi... Aku takkan kalah!!"

"Tinju Kristal Peruntuh Naga Api Petir"

"Dhhhuuuaaarrr...

Tinju keduanya menciptakan ledakan yang sangat hebat dan sangat kuat. sebuah ledakan yang tak hanya dari elemen api tapi juga dari kilatan-kilatan petir dan badai

Kosuke Arashi Chapter 155 - Kemenangan Kitsune
Penulis : Kosuke Arashi

Disisi lain, Karura yang berhasil melarikan diri

"Hah... Hah... Hah..." suaranya terengah-engah karena berlari dan ia bergumam, "Aku harus berlari terus, tak boleh berhenti jika aku berhenti pengorbanan Genzo akan sia-sia"

Disisi lain, Kitsune yang hendak kabur berlari kembali

"Yeah... Kelihatannya Arashi menang, aku harus disisi agar aman" gumamnya sambil berlari

"Tap... Tap... Tap..." Kitsune berlari kencang tak mempedulikan kanan kiri depan dan belakang saking gembiranya, ia terus berlari hingga...

"Jdduuaaakk..." tanpa disadari Kitsune berlari kencang dan bertabrakan dengan Karura

"Aduh... Aduh... Aduh...

"Eh...??" Karura mengusap-usap kepalanya

"Kyyaaa..." jerit Kitsune, "Dia wanita yang melawan Arashi, kenapa dia bisa disini!!"

"Dia dari Eagle Red, mungkin teman Arash" batin Karura

"Kyyaaaa....!!!" Kitsune panik, "Aku harus segera kabur!!" teriaknya sambil berlari menjauh

"Tak kan kubiarkan kau lolos" Karura merapa jutsu

"Wuuss..." sebuah air mengikat Kitsune

"Dyyeess..." bagaikan cambuk air yang mengikat Kitsune, melemparnya menghantam tanah dan kemudian jatuh membentur pohon hingga tumbang

"Jika aku tak dapat mengalahkan si brengsek Arashi, setidaknya aku bisa mengalahkan temannya" Karura berjalan mendekat kearah jatuhnya Kitsune

"Apa???" Karura terkejut ketika mendapati Kitsune sudah tidak berada disana

"Huh..." Kitsune ternyata sudah berada dibalik pohon, jauh dibelakang Karura, "Untung aku sempat menggunakan kemampuan menghilang"

"Sial..." Karura kesal kemudian merapal jutsu, "Pasti dia belum jauh"

"Elemen Air : Pisau Air"

"Shhrriing...

Semua pohon yang ada dihadapan Karura terpotong dengan mudah oleh jutsunya

"Kyyaaa...!!! Dia kuat sekali...!!!" jerit Kitsune dengan suara keras

"Ups..." Kitsune berkeringat dingin menutup mulut dan bergumam dalam hati, "Kenapa aku malah menunjukan diri?"

"Jadi kau disana, ya?" dengan cepat Karura menoleh kebelakang dan merapal jutsu

"Elemen Air : Pistol Air"

"Cyuu... Cyuu...

Peluru-peluru air melesat

Kitsune yang melihat tembakan-tembakan air melesat kearahnya menelan ludah, berkeringat dingin dengan kaki bergemetaran lalu berteriak, "Sebagai seorang pria, aku harus melawan!!"

"Hiiiaaa..." Kitsune berlari menerjang dalam hati bergumam, "Teman-teman, jika aku mati tolong!! Kuburkan jasatku dengan layak"

"Hiiiaaa..." berlari menerjang tanpa henti lalu menunduk dan mengambil sebongkah kayu

"Apa??" Karura terkejut

"Hiiiaaa... Pukul...!!!

"Jbbuuaakk..." Kitsune menghantamkan kayu pada kepala Karura hingga terpental

"Sial..." Karura bangkit dengan kesal, "Eh...??" ia terkejut ketika menengok kanan kiri tiada siapa-siapa

"Jbbuuaakk..." Kitsune menghilang lalu entah dari arah mana Karura kembali terbentur bongkahan kayu

"Tak bisa dimaafkan!! Pengecut!!" Karura sangat marah lalu merapal jutsu

"Elemen Air : Pisau-Pisau Air"

"Shhrriing... Shhrriing..." pisau-pisau air muncul dari arah kanan dan kiri dan memotong segala yang ada

"Aku bisa mati!!" pikir Kitsune ketakutan yang tiarap dengan kemampuan kamuflase atau tak terlihat

"Dimana Kau...!!!

"Jbbuuaakk..." Kitsune sekali lagi berhasil memukut dengan kayu

"Sakit!!!" Karura memegangi kepalanya yang benjol

"Pukul...!! Pukul...!! Pukul...!!

"Jbbuuaak... Jbbuuaak... Jbbuuaak...

Tanpa mempedulikan dan memberi kesempatan lawannya, Kitsune berulang kali menghantamkan kayu pada si lawan

"Hah... Hah... Hah..." Kitsune mulai kelelahan karena melesatkan pukulan tiada henti, sementara si wanita terlihat tak sadarkan diri dengan penuh benjolan

"Aku menang" Kitsune tersenyum puas lalu berteriak "Aku menang!!"

"Aku menang!! Aku benar-benar laki-laki sejati!!" teriaknya dengan suara keras penuh kebanggaan karena menang

Beralih ke pertarungan Ryura dan Cobra

"Ciihh..." tampak Ryura mengangkat tubuh Cobra dengan mencekik lehernya, dan juga sepertinya Cobra tak sadarkan diri, "Jika kalian pernah melawan Arashi, kalian benar-benar meyedihkan"

Dalan cengkraman Ryura tubuh Cobra mulai memudar karena kalah, "Dan sepertinya aku mulai bosan, mungkin sudah waktunya aku menemui Kosuke Arashi"

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 156

Kei Takashima
2016-09-09 13:24:09
Hmhhh
Arizl Kareen
2016-09-09 00:13:28
Hahaha.... si tukang kabur bisa menang juga...
Mori Takeda
2016-08-27 20:00:30
Apakah bakal ada elemen semen (doton)
Sqouts Shadows
2016-08-22 13:06:55
Sekuat apa ryura dijuluki sbg raja racun ?
Baidi Mondoko
2016-08-22 12:08:55
ditunggu chapter selanjutnya
Gawa Ilahi
2016-08-22 09:27:11
Galak arashi punya elemen angin juga
Zunuya Rajaf
2016-08-22 07:59:34
hmm.., stidakny kitsune tak jd pecundang yg trus brsembunyi.. Ryuya, akn brtrung dgn Arashi.? next
Aerilyn Shilaexs
2016-08-22 06:56:06
lem yang cair/kental sangat mudah terbakar karna mengandung banyak bensin, namun ketika membeku/mengeras. Lem keras bagaikan batu hampir mustahil terbakar karna tidak mengandung bensin. Itulah kesimpu
Rifky D Dragnel
2016-08-22 06:46:40
Bingung mau koment apa soalnya critanya bagus
Rani dan cica
2016-08-22 01:00:44
karura cowok?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook