VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 153

2016-08-08 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
272 views | 16 komentar | nilai: 8.67 (9 user)

Beberapa saat sebelumnya

Masamune berjalan dihutan, "Duh... Perutku mulai lapar, dimana ya? aku bisa menemukan makanan? Em... Mungkin aku bisa memancing?"

"Andai saja Arashi disini, mungkin dia bisa memasakkan sesuatu untukku...

"Tidak... Aku tidak boleh bergantung pada orang lain, terutama pada Arashi" Masamune berjalan sambil mengkhayalkan muka menjengkelkan Arashi

"Hahahaha... Dasar tak berguna!!!, kau orang bodoh yang tak bisa bertahan dari perutmu" dalam khayalan Masamune, Arashi mentertawainya

"Sial... Sial... Sial..." entah kenapa Masamune kesal sendiri, "Eh..." ia mencium sebuah bau yang menyengat dan tak asing

Masamune berlari dengan cepat, seakan-akan seperti orang yang kebelet pipis, "Hihi... Tak salah lagi, ini aroma ramen"

"Tapi... Kenapa bau ramen ada ditengah hutan? Ah... Aku tak peduli yang jelas aku lapar" gumamnya sambil berlari

Beberapa saat kemudian Masamune menghentikan langkah kakinya, "Whoooha... Ini benar-benar ramen, dan masih hangat pula"

"Sruupt... Nyam... Nyam..." tanpa pikir panjang, tanpa tau asal makanan karena sudah terlalu lapar Masamune memakan ramen dengan lahap

Secara tiba-tiba setelah menghabiskan ramen, kepala Masamune mulai pusing dan keseimbangan mulai hilang, "Apa yang terjadi padaku?"

"Brruuukk...

"Tap... Tap... Tap..." setelah Masamune pingsan, dua orang laki-laki dan perempuan mendekat

"Tak kusangka ya? Ada orang yang terjebak dengan tipuan murahan" ucap si gadis kecil, "Eh... Lihat ternyata mereka dari Eagle Red!!!"

"Jangan buang-buang waktu!! Cepat bawa mereka dan kuras habis semua cakranya!!" ucap si pria, ia telah membawa Misaki yang telah di pundaknya

Dengan mudah karena kecerobohan atau lebih tepatnya karena kelaparan, Masamune dan Misaki pingsan ditangan mie ramen

Dan sekarang beralih ketempat pertarungan, Hayate, Gokura dan Kazu

Sebelumnya disaat Hayate dan Gokura teralihkan oleh meteor, Kazu memperbesar pedangnya menjadi seukuran gedung bertingkat 50 atau sebesar menara

"Hancurlah, dalam reruntuhan!!!

"Wuussh...

"Dhhuuunngg...

Sekali hantaman pedang yang sangat besar milik Kazu menimbulkan getaran dan kegoncangan di seluruh hutan, mau bagaimana lagi? Pedang Kazu seukuran menara

"Khi..." Kazu tersenyum menyeringai, secara perlahan pedangnya mengecil kembali seperti semula.

Tapi walau serangan telah usai dan pedang Kazu telah mengecil, dedebuan pekat masih menutupi daerah itu

"Apakah seranganku berhasil?" pikir Kazu dalam hati

"Wuussh..." dalam sekejap dedebuan tersapu angin

"Sial...!!!

"Hah... Hah... Hah... Sepertinya kau kurang beruntung?" ucap Hayate sok kuat walau nampak kelelahan

"Dan juga serangan seperti itu, sungguh murahan!!" sahut Gokura yang secara perlahan menonaktifkan bola angin peruntuh yang mengitarinya

"Khi... Aku beruntung melihat kalian masih dapat berdiri" Kazu menyungging senyuman puas, padahal dalam hati, "Sial, hampir separuh cakraku habis, untuk memperbesar pedang tadi"

Gokura meningkatkan cakra, dirinya kembali terlapisi pusaran angin peruntuh tapi kali ini lebih besar dan lebih kuat, tanah dan hutan kembali bergoncang

"Gokura Si Palu Peruntuh, kekuatannya sungguh luar biasa!!" gumam Hayate yang sedikit terdorong kebelakang, "Aku harus selalu waspada"

"Pllok... Pllok... Pllok..." seseorang mendekat dengan bertepuk tangan, ia memecahkan ketegangan dan menghentikan pertarungan

"...!!!" semuanya menatap pada seseorang yang datang

"Ryura...!!!" ucap Kazu agak terkejut

"Wah... Wah... Kraak... Sepertinya disini banyak petarung tangguh, ya?" ucap Ryura santai dengan memakan krupuk yang berjalan mendekat, "Kazu, temanku juga ada disini"

"Owh... Lihat clan Nagata juga ada disini, clan yang sama dengan Nagata Kagami Si Pembawa Badai" ucap Ryura menatap Hayate

"Nagata Hayate" Hayate memperkenalkan diri dengan tatapan tajam

"Em... Dan juga..."

"Wuussh...

"Jbbuuaak...

"Uwwaakk...

Ucapan Ryura terpotong ketika Gokura melesatkan tinju peruntuh pada perut Ryura, Ryura memuntahkan darah kerena tinju peruntuh

Setelah melakukan serangan Gokura melangkahkan kaki mundur dan berfikir "Tinjuku seharusnya menghancurkan tulang-tulangnya"

"Khi..." Ryura tersenyum menyeringai, menusap darah di bibirnya, "Dan kau, pasti dari clan Taka, dilihat dari angin peruntuh itu"

"Ryura, ada urusan apa kau kemari?" tanya Kazu serius

"Tidak ada... Aku hanya ingin menghentikan pertarungan ini"

"Hahahaha..." Gokura tertawa, "Kau sadar akan kemampuanmu"

"Seharusnya kau yang tau kemampuanmu, Jika pertarungan ini dilanjutkan yang kalah pertama kali adalah si Nagata itu karena telah kehabisan cakra...

"Selanjutnya yang kalah adalah temanku, Kazu. kau mungkin bisa mengalahkan keduanya, Gokura. Tapi bagaimana jika aku ikut bertarung? Jelas akulah yang menang" ucap Ryura menjelaskan

"Tapi, apa untungnya kita berempat bertarung? Kita hanya akan memperburuk keadaan jika petarung kelima, keenan atau pun ketujuh datang, mereka hanya akan diuntungkan dengan pertarungan kita jika dilanjutkan" Ryura menjelaskan alasan kedatangannya

"Em... Perkataannya ada benarnya juga, aku akan kalah" pikir Hayate, "Baikalah... Aku pergi!! Kita lanjutkan pertarungannya nanti, di babak selanjutnya"

"Ryura dan Kazu, mereka dari Green Snake. Aku tidak diuntungkan, untuk sekarang lebih baik aku mundur" pikir Gokura dengan beranjak pergi

"Gokura, lebih baik kau cepat!! Karena saat ini Raja Dari Hutan, Gora, sedang berburu Naga. Aku takut ia kalah, jadi cepat hentikan dia" Ryura tersenyum mengeringai

"Itu mustahil, Gora tak akan kalah karena ia lebih kuat dariku" Gokura melangkahkan kaki pergi dengan santai

Kazu memandang Ryura, "Terima kasih, telah datang jika tidak pasti aku akan gugur di babak penyisihan"

"Khi... Aku hanya tak ingin, petarung yang kuat gagal dibabak ini" Ryura tersenyum menyeringai

"Aku ingin melihat pertarungan yang hebat dan menarik, pertarungan yang dipenuhi petarung tangguh"



NB : Gokura Taka adalah anggota dari White Tiger, dari enam jalan Gokura memiliki jalan Ksatria

Gokura merupakan bagian dari Tujuh Kaisar Hutan dan dalam kekuatan ia menduduki posisi kedua setelah Gora.

Gokura memiliki sifat tegas, tangguh, tak suka diremehkan dan kekuatanya tak dapat diragukan karena ia cucu dari Panglima Alvarez, Sakaki Taka. Dalam turnamen ini, mungkin Gokura adalah orang yang paling jengkel pada Arashi.

Kosuke Arashi Chapter 153 - Gawat!! Malah terhipnotis
Penulis : Kosuke Arashi

Beralih ketempat Arashi dkk yang saat ini berjalan ketempat dimana Masamune dan Misaki berada

"Dhhuurrr...

"Waduh... Getaran apa itu?" teriak Kitsune panik karena merasakan hantaman pedang Kazu

"Apakah kau tak ingin memeriksanya, Arashi?" tanya Jiro

Arashi tetap berjalan dengan santai kemudian menanggapi pertanyaan Jiro, "Abaikan saja, Kita jalan terus ketempat Misaki dan Masamune"

"Hah... Arashi memiliki sifat setia kawan yang tinggi, mungkin ia mengkhawatirkan Ryuzaki dan Misaki" batin Jiro

Mendengar keputusan Arashi, Kitsune lega dan tenang "Untung-untung kita tak kesana, jika kita kesana pasti kita bertemu petarung-petarung tangguh"

Ketiganya terus berjalan menuju tempat Masamune dan Misaki, beberapa saat kemudian ketiganya mendengar teriakan yang tak asing

"Kurasa itu suara Misaki dan Ryuzaki" Jiro menyimpulkan

"Benar juga...

"Anu... Aku kebelet pipis, kalian pergi kesana dahulu aku akan menyusul nanti" Kitsune mencoba meyakinkan

"Terserah..." Arashi cuek

"Hey, tunggu aku, Arashi!!" Jiro mengejar

"Tenang saja, aku akan kesana jika kalian membutuhkan bantuan" teriak Kitsune padahal dalam hati "Aku akan melihat dahulu lawannya, jika lemah aku kesana jika kuat maka aku akan kabur"

Disisi lain

"Tolong... Tolong... Selamatkan kami!!" teriak Misaki berulang-ulang

"Diamlah, Misaki tidak akan ada yang datang dan juga kau berteriak didepan wajahku" bentak Masamune kesal

"Apa maksudmu? Aku juga bosan menempel seperti ini denganmu" balas Misaki dengan berteriak

"Kau pikir aku suka dengan kondisi ini" balas Masamune dengan berteriak juga

"Kalau begitu, cobalah lepaskan tanganmu dari dada dan bokongku" Misaki tambah kesal

"Huh... Dasar Wanita galak!!

"Pria mesum!!

"Dada rata!!

"Pria tak berguna!!

Bukannya mencari jalan keluar keduanya malah saling bertengkar dengan saling mengejek satu sama lain mengatakan keburukan masing-masing

"Tap... Tap... Tap...

"Hadeh... Kukira kalian dalam masalah tapi ternyata kalian bersenang-senang"

"Arashi!!!" teriak keduanya senang dan gembira

"Arashi, cepat lepaskan aku darinya!! Nafasnya bau, wajahnya kurang tampan dan juga tatapannya menyebalkan" teriak Misaki

"Cepatlah Arashi, wanita ini gila!! Ia terus menerus berteriak-teriak" Masamune tak tahan

"Aku penasaran bagaimana keduanya bisa seperti itu?" pikir Jiro

"Cepatlah, Arashi!!" Keduanya makin tak sabaran

"Iya... Iya... baiklah" Arashi berjalan santai, hingga ia menginjak sesuatu yaitu segel mantra

"...!!!" Jiro, Misaki dan Masamune terkejut

Arashi tak dapat bergerak dengan cepat dirinya tertelan air, ia terperangkap dalam bola air

"Tap... Tap... Tap..." dua orang datang, seorang wanita dan pria

"Siapa kalian?" tanya Jiro dengan tatapan tajam

"Kami bukan siapa-siapa? Dan juga kalian telah terperangkap" jelas si wanita, "Dan sekarang...

Si wanita menonaktifkan jutsu elemen air pada Arashi, "Pria ini telah terhipnotis, ia sekarang menjadi budakku"

"Hahahahahaha..." Arashi tertawa terbahak-bahak terhipnotis kemampuan musuh

Dari kejauhan, dibalik pohon, Kitsune dengan kemampuan tak terlihatnya mengawasi, "Sial!! sepertinya keadaannya semakin memburuk"



NB : Hozuki Ryura adalah anggota dari Green Snake, dari enam jalan ia memiliki jalan dewa. Ryura memiliki julukan Sang Raja Racun

Ryura memiliki karakter santai, pemalas dan suka basa-basi dalam bertarung, dalam kekuatan Ryura adalah yang terkuat di Akademi Green Snake.

Bukan hanya kuat, Ryura juga punya seekor ular yang selalu menemaninya, ular itu bernama Cero. Ryura merupakan adik dari Master Green Snake.

Walau terlihat jahat dan licik, Ryura sebenarnya baik. Ia percaya dan yakin pada Arashi karena sebuah ramalan yang akan mengubah dunia

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 154

Kuroko Akashi
2017-02-11 17:09:08
yosshhh Ryura cool... (Y)
Kei Takashima
2016-09-09 13:12:08
Fjdd
Arizl Kareen
2016-09-08 23:34:47
Ohh... Ada ramalan
Atsui D Ikky
2016-08-16 22:48:53
masih blum lanjut nih??
Mori Takeda
2016-08-10 14:58:27
Kapan rilisnya
Rani dan cica
2016-08-09 18:48:54
jadi bingung karna lupa chapter yg lalu...................
Akagami No Kid
2016-08-09 13:30:07
Lanjut...
Dzibril Al Dturjyana
2016-08-09 11:31:01
busyet kalah ma jebakan mulu.
Eiden Wallenstein
2016-08-09 10:36:08
Sedikit om aku masih mau baca #ArishiaYuuki
Baidi Mondoko
2016-08-09 07:46:28
chapternya trllu sedikit
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook