VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 151

2016-07-29 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
271 views | 19 komentar | nilai: 8.6 (10 user)

Disi yang lain, tempat Misaki berada

"Uwwaakk... Uwwaakk...

"Aku ingin pingsan!!

"Lepaskan aku!!

"Rasanya aku ingin muntah!!

Terlihat puluhan orang yang berniat menyerang Misaki, tergantung dengan posisi terbalik oleh pohon ular lukisan Misaki, sebuah pohon dengan sulur-sulur ular yang bisa meliliti dan menjebak

"Hey, gadis sialan!! Lepaskan aku!!"

"Apa!!" Misaki geram

"Jbuuaak... Jbuuaak... Tyyeeng... Tyyeeng...

Dengan kesal Misaki menghajar dan memukul hingga babak belur orang yang meneriakinya

"Hah..." Misaki agak lelah dan beranjak pergi, "Akan kutinggalkan kalian!!"

"Tidak...!!

"Jangan...!!

"Ampuni kami...!!

"Aku tidak mengira jika para peserta berisi oleh orang-orang cengeng dan lembek" pikir Misaki beranjak pergi

"Klluutuk..." Misaki memegangi perutnya yang mulai lapar dan tersenyum licik, "Hi... Sepertinya aku harus segera mencari Arashi dan menyuruhnya memasak"

"Mungkin dia akan mengataiku "Dasar wanita tak berguna!! Memasak saja tak bisa!!", tapi aku tak peduli" Misaki tersenyum dengan gembira

Di Masamune

Terlihat orang-orang telah berhasil dikalahkan Masamune, dan mereka sekarang telanjang

"Ini kebesaran... Ini kekecilan... Dan yang ini terlalu panas" Masamune mencoba beberapa pakaian hasil rampasannya

"Anu..." seseorang mencoba protes

"Kalian mengataiku bukan!!" ucap Masamune dengan tatapan membunuh

"Tidak...!!!" jawab serentak yang ketakutan

"Hyahahahaha..." Masamune melangkahkan kaki pergi dan berteriak dengan puas, "Sekarang bagaimana rasanya menjadi para pria bugil"

Misaki meninggalkan puluhan musuhnya dengan posisi tergantung dipohon, sementara Masamune meninggalkan puluhan musuhnya dalam keadaan tak berbusana atau bugil

Disisi lain, tempat Rain

"Menjauhlah!! Dia berbahaya!!"

"Wuusshh...

"Dyyeess...

"Gyahahahahaha...

Rain terlambat memperingatkan, Saburo terlebih dahulu melesatkan hantaman tinju pada raksasa batu Kiriya, raksasa batu seketika hancur. Kiriya terpental jauh kebelakang keluar dari wujud batunya

"Sial, kenapa kau menyerangku!! Bukankah kita berasal dari akademi yang sama!!" teriak Kiriya kesal akan sikap Saburo

"Gyahahahaha...

"Dyyeesss...

Bukanya menjawab pertanyaan Kiriya, Saburo dengan tertawa menendang dada Kiriya yang kurang waspada

"Uuaawwak..." Kiriya memuntahkan darah dan menatap tajam

"Jbbuuaak..." tanpa mempedulikan kondisi lawanya Saburo kembali melesatkan tendangan pada Kiriya

"Apa-apaan dengan tatapan itu?" ucap Saburo dengan tatapan meremehkan pada Kiriya, "Tatapan menyedihkan"

"Gyahahaha...

"Aku tak peduli teman atau lawan, asalkan ia bisa memuaskanku maka aku senang" ucap Saburo puas

"Khi..." Kiriya tersenyum, walau tubuhnya perlahan memudar karena kalah, "Tapi aku yakin suatu saat jika kau menemukan orang yang membuatmu puas maka saat itulah kau akan kalah"

"Gyahahaha... Jbuaak... Jbuaak..." Saburo menginjak-injak kepala Kiriya berulang-ulang sampai ia menghilang

Kiriya menghilang karena telah kalah dalam pertarungan, ia diteleport keluar wilayah pertarungan

Secara tiba-tiba cuaca berubah menjadi mendung, sebuah tekanan cakra angin yang kuat terkumpul di kejauhan

"Hah??" Saburo menoleh

Terlihat Senju Rain memfokuskan cakra di kedua tangannya, sebuah bola dari elemen angin dengan inti elemen petir dan api mulai terbentuk

"Terakhir aku menggunakannya jutsu ini, aku terluka parah" Rain mengingat pertarungannya dengan Cobra (chapter 86)

"Tapi jutsu ini telah sempurna!!!" teriak Rain dengan berlari menerjang

Sementara Rain berlari mendekat dengan jutsu andalannya, Saburo masih diam ditempat dengan senyum puas

"Gyahahahaha... Sekarang perlihatkan seberapa kuat dirimu" teriak Saburo yang juga meluapkan cakra

"Orang sepertimu, sangat berbahaya bagi teman-temanku!!" teriak Rain yang melompat tinggi

Awan hitam disertai angin yang kuat terjadi dan juga tak luput kilatan-kilatan petir muncul dilangit dampak dari jutsu milik Rain

"Yiiiiyyyyaaaa...

"Terimalah ini, Tatsumi Saburo!!!

"Dyyyeeesss...

"Wuusshh...

"Dyyeess... Dyyeess...

Diluar dugaan serangan Senju Rain luar biasa kuat, Saburo yang berniat menahannya terpental jauh kebelakang menabrak segalanya, baik itu pohon, batu ataupun peserta lain

"Hah... Hah... Hah...

"Brruukk...

Karena kelelahan dan mencapai batas, Rain ambruk. Dalam hati ia bergumam, "Hehe... Sepertinya kedua tulang lenganku patah!!"

Akibat serangan Rain dedebuan pekat tercipta dan dari balik debu yang pekat terdengar suara, "Gyahahahaha..."

"Mustahil..." Rain terkejut, mendapati sang lawan baik-baik saja bahkan dapat tertawa

"Untung tadi aku menggunakannya" ucap Saburo dalam wujud berbeda, sekarang tubuh kekar Saburo dari ujung rambut sampai ujung kaki terlapisi oleh berlian

"Sial, sekarang tubuhku tak dapat digerakan bahkan cakraku sudah habis" pikir Rain kesal yang rebah ditanah, "Sekarang apa yang harus kulakukan?"

"Gyahahahaha... Apakah kau punya jutsu ataupun sesuatu yang lain? Yang bisa membuatku senang?" ejek Saburo yang melihat kondisi Rain, "Sepertinya tidak!!"

"Tap... Tap... Tap..." Saburo berlari dengan cepat menerjang segala yang ada lalu melompat tinggi keudara, "Akan kuhancurkan!!"

"Hi... Sial, aku akan mati!!!" Rain tersenyum dengan memejamkan mata

"Wuusshh...

"Dyyyeeesss...

Hantaman tinju Saburo menghancurkan daerah sekitar hingga tercipta cekungan yang lumayan luas, dan akibat serangan Saburo, tubuh Rain hancur tak bersisa seakan-akan menghilang

"Gyahahahahaha..." Tatsumi Saburo tertawa puas, sesosok monster dari Eagle Red yang telah menyelesaikan buruannya

"Aku akan mencari mangsa selanjutnya!!" teriak Saburo dengan penuh rasa semangat



NB : Yukimura Kiriya merupakan anggota dari Eagle Red, ia memiliki kemampuan mengendalikan batu

Kiriya pertama kali diperlihatkan pada chapter 11 yang pada saat itu ia kesal pada Arashi lalu menyerangnya. Kiriya juga berperan penting diseason 2, ia sangat membatu dalam penyerangan di istana kerajaan Alvarez

Kosuke Arashi Chapter 151 - Para pemburu
Penulis : Kosuke Arashi

Ditempat, Arashi dan Kitsune yang berjalan menyusuri hutan

"Ayolah, Arashi kita sudahi saja pencariannya!! Di daerah ini tak ada musuh yang kuat" rengek Kitsune yang masih berbohong dalam hati ia cemas, "Gawat jika kita bertemu dengan lawan yang benar-benar kuat"

"Em... Siapa yang bilang kita mencari musuh?" jawab Arashi santai, "Kita menyusuri hutan untuk mencari makanan"

"Syukurlah..." batin Kitsune

"Dan juga kuharap kita bertemu dengan Misaki"

"Misaki???" Kitsune penasaran dan tak kenal

"Misaki adalah seorang gadis, ia sangat kuat, bahkan ia bisa dengan mudah memukul atau membantingku" jelas Arashi dengan ekspresi ngeri

Kitsune salah mengartikan, "Keren!! Wanita seperti itu harus jadi pacarku"

"Hehehe... Aku akan aman jika bersamanya" Kitsune senyam-senyum sendiri

"Hadeh... Sebenarnya apa yang ia pikirkan? Apa ia gila?" pikir Arashi yang melihat ekspresi Kitsune

Lalu keduanya terus melanjutkan perjalanan, hingga keduanya terhenti oleh sebuah pertarungan yang dimenangkan oleh seorang berbadan besar

"Hey, dewa penolong!! Bagaiman jika kau coba pukulanmu pada orang yang besar itu!!" ucap Arashi dengan jari telunjuk mengarah pada petarung yang menang

"Bodoh!!" Kitsune mencoba berbohong, "Kau harus melawanya dulu, jika kau berhasil dikalahkan aku akan turun tangan!!"

"Owh..." Arashi mengangguk melangkahkan kaki

"Jika Arashi kalah berarti itu saatnya aku lari" pikir Kitsune

"Hey, kau!! Mau bertarung atau serahkan semua makananmu" ucap Arashi menantang

"Arashi ya?" ucap Pria itu ramah

"Eh... Bagaimana kau mengenalku?" Arashi heran

Secara perlahan pria besar itu berubah menjadi pria yang berbadan cukup kecil "Aku Jiro!!"

"Owh... Jiro orang yang bisa dibentuk" Arashi ingat

"Bukan!! Yang benar Jiro si perubah bentuk!!" teriak Jiro kesal

"Hehe... Maaf...

Kitsune bersembunyi dibalik pohon dan dengan wujud tak terlihat merasa tenang, "Sepertinya mereka saling kenal?"

"itu artinya waktuku untuk tampil" pikir Kitsune dengan melangkahkan kaki mendekat

Di sisi lain

Setelah bertarung dengan Ryura sang raja racun, Gora mulai memburu peserta dari Eagle Red. Dan tampak Kuroto Tomori, gadis siluman harimau putih telah dikalahkan oleh Gora sang raja yang tertidur dalam hutan

"Apa kau mengenal Kosuke Arashi si naga merah?" tanya Gora pada Tomori yang rebah

"Arashi?? Ada urusan apa kau dengannya?" teriak Tomori walau sudah babak belur, dan secara perlahan tubuhnya memudar

"Khi... Baiklah, akan ku buru seluruh Eagle Red sampai ku temukan si naga merah" Gora mengambil keputusan dan pergi

Di tanah lapang, padang rumput

Seseorang yang membawa palu besar dipunggunnya menghentikan langkah, ia adalah Gokura si palu peruntuh dari White Tiger, "Aku merasakan cakra angin yang kuat jadi aku kemari"

"Jadi, cucu dari panglima ya? Gokura Taka" ucap pria yang dari tadinya menikmati udara sejuk, Nagata Hayate dari Eagle Red

"Nagata Hayate, Clan kipas" Gokura menatap tajam

"Taka, Clan yang menguasai angin peruntuh" Hayate juga menatap tajam bersiap menggunakan kipas besar dipunggunnya

"Wuush...

"Dyyeess...

Secara tiba-tiba sebuah pedang berukuran besar jatuh dari langit dan menancap ditanah, seseorang berdiri diatas gagang pedang tersebut

"Bolehkah aku bergabung, di pertarungan ini?" Kazu si pembesar pedang dari Green Snake

Tiga buah pertarungan senjata Kipas, palu dan pedang akan segera dimulai



NB : Takayuki Jiro merupakan anggota dari Eagle Red, ia memiliki kemampuan meniru bentuk maupun kemampuan seseorang dengan menyentuhnya

Jiro merupakan tim Arashi di Season 2, karena kemampuannya Hanami berulang kali dapat lolos dari kejaran pasukan pemakan bangkai. Jiro juga merupakan senjata penting dari strategi Senju Rain di Istana Kerajaan

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 152

Lord Athem
2017-02-22 13:29:53
hm hm hmmm...
SHiniGami GhoUL
2017-02-11 16:52:12
Waahhh... Akhirx bisa nemu Jiro lgi..
Aruga Hiruya
2016-10-23 08:08:50
Rain kalah ??
Kei Takashima
2016-09-09 13:01:35
Mmmmm
Arizl Kareen
2016-09-08 22:35:59
Apa rain kalah ???
Rifky D Dragnel
2016-08-03 05:33:08
Menurutku rain diteleportasi oleh yami
Shineria of Life
2016-07-31 13:11:50
Ahhh. . Si kitsune . . .sesekali dia harus bertarung juga. .
Sqouts Shadows
2016-07-30 19:19:14
Siapa yang akan menang ya ?
Dzibril Al Dturjyana
2016-07-30 11:32:05
apa ada jalan berlian
Gawa Ilahi
2016-07-30 07:57:39
Nunggu arashi bertarung lama juga ya? Knapa arashi dijuluki naga merah ya?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook