VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 149

2016-07-22 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
317 views | 20 komentar | nilai: 9.62 (13 user)

"Yosh... Semua telah siap!!" ucap Yuuki semangat dengan mengacungkan jari telunjuk dan tas dipunggungnya serta tak lupa topi merah dikepalanya, "Ayo kita berangkat, bibi!!"

"Kau semangat sama seperti Arashi, ya?" ucap Sizuka senpai

"mungkin karena dia anak Arashi" sahut Yuza

"Anak???" Sizuka senpai bingung tak mengerti

"Kami berangkat dulu, sensei" ucap Yui dengan melambaikan tangan

"Ya... Jaga diri kalian dan jangan sampai terlibat masalah!!" ucap guru Sauma santai

Yuuki, Yui, Yuza dan Sizuka Senpai pergi menjauh dari gerbang kota Cronos

"Kuharap mereka baik-baik saja" Shinosuke senpai agak khawatir

"Tenang saja, Izumi dan Hikaru ada disana semuanya akan baik-baik saja" guru Sauma tetap tenang dan santai, "Sekarang tugas kita menjaga kota Cronos disaat yang lainnya berjuang diturnanen"

Kembali ke turnamen dan sekarang beralih ketempat Senju Rain

"Elemen Api : Perisai Naga Penjaga Jiwa"

Tak tanggung-tanggung Si Jenius, Senju Rain menggunakan elemen api yang hebat, seluruh tubuhnya terselimuti api yang berbentuk naga lengkap dengan sayap, cakar dan kepala

"Wuusshh..." dengan sayap menghempaskan pepohonan dan dengan mulut sang naga menghembuskan api membakar semua yang ada dihadapannya

"Sial!!" gumam seseorang yang berlindung di balik batu, "Itu salah satu kapten Eagle Red, Senju Rain si jenius, Aku harus melakukan sesuatu" pikirnya

"Em..." Rain tersenyum puas, "Walau ini jurus yang baru kukembangkan tapi sepertinya sukses"

"Sepertinya semua telah kukalahkan" pikir Rain yang secara perlahan menonaktifkan jutsu elemen api

"Sekarang kesempatanku!!" pria yang semula sembunyi di balik batu melompat dan merapal jutsu

"Elemen Bumi : Gelombang Penghimpit"

Pemuda itu meletakan kedua telapak tangannya pada tanah, secara mendadak tanah bergetar, bergelombang besar

"...!!!" Rain tampak terkejut melihat gelombang tanah mengarah padanya, "Sial!!" Rain mencoba menghindar tapi sepertinya jutsu musuh juga mengikat kakinya

"Siaaalllaaann...!!!

"Uwwaaahhh...!!!

"Khi..." Pria itu tersenyum menyeringai, "Sepertinya seranganku berhasil"

"Sial..." separuh tubuh Rain terjepit tanah, ia berusaha keluar melepaskan diri

"Tap... Tap... Tap..." secara perlahan pria itu melangkahkan kaki mendekati Rain, "Tak kusangka Senju Rain yang terkenal kejeniusannya bisa kukalahkan dengan mudah" ucapnya

"Hih..." walau kondisinya terdesak Rain tetap bisa tersenyum

"Apanya yang lucu??

"Maaf... Mengecewakanmu" Rain tersenyum, secara perlahan tubuhnya menjadi batu

"...!!!" si pria itu kaget tak bisa berkata-kata, "sial, bunshin batu. Tapi sejak kapan?"

"Sejak awal!!!" teriak Rain dari kejauhan, dengan cepat ia merapal jutsu

"Elemen Bumi : Gelombang Penghimpit"

"Apa...!!!

"Teknik yang sama denganku, bagaimana bisa??" batin pria itu saat melihat gelombang tanah, "Dan sialnya kakiku tak bisa digerakan!!"

"Uwwaaahhh....!!!

Tanpa diduga Senju Rain mengeluarkan kejeniusannya, dengan kemampuannya ia meniru jurus lawannya, dan sekarang lawannya terhimpit tanah

"Sialan, bagaimana bisa?" ucap si lawan yang terjebak, "dan sejak kapan kau membuat strategi ini?" secara perlahan Rain mendekat

"Em..." gumam Rain santai, "Sejak Awal"

"Aku sengaja mengeluarkan teknik api untuk menyerang para peserta secara brutal...

"Tapi aku menyadari bahwa mereka terlalu lemah, dan saat itu aku membuat bunshin, diriku yang asli bersembunyi dan bunshin menyerang dengan elemen api...

"Karena terlalu bosan, bunshinku menonaktifkan jutsu dan berharap lawan yang sebenarnya keluar..." jelas Rain

"Ta... Tapi bagaimana bisa kau menggunakan jutsuku!!

"Segel jutsumu tidak rumit kok" ucap Rain santai dan merapal segel jutsu, "Sekarang akan kuperlihatkan jutsu elemen tanah yang baru kukembangkan"

"Elemen Tanah : Kura-Kura Raksasa Batu"

Tanah kembali bergetar dan itu semua karena jutsu Rain, sebuah gundukan tanah terangkat dan menciptakan kura-kura raksasa yang berdiri dengan dua kaki, sebuah meriam nampak dikedua pundak si kura-kura

"Dan sekarang selamat tinggal!!" dua meriam mengarah pada musuh

"Siiaallaann...!!!" teriaknya tak berdaya ataupun bergerak ketika dua buah senjata meriam mengarah padanya

"BAAMM...

"DHUUAARR...

Ledakan hebat terjadi, dan beberapa saat kemudian terlihat cekungan akibat ledakan dan disana nampak si musuh terkapar tak sadarkan diri

"Em... Begitu ya?" Rain mengamati lawannya yang secara perlahan menghilang menjadi cahaya, "Mereka menteleport para petarung yang telah kalah keluar arena pertarungan"

"Dan juga sepertinya ia peserta dari Green Snake" Rain mengamati kertas mantra warna hijau yang tertempel dibahu lawannya dari kepala kura-kura

"Gyahahahahahaha...

"Wuusshh...

"Dyyeess...

Secara tiba-tiba seseorang menghantam kura-kura raksasa, Rain yang berada diatas kepala kura-kura dengan sigap melompat

"Krreekk... Krreekk... Krreekk...

Sekali hantaman kura-kura retak dan secara perlahan hancur

"...!!!" Rain menatap tajam pada orang yang menyerangnya, "Siapa??"

"Gyahahahaha..." dari balik runtuhnya kura-kura raksasa, seseorang berambut putih kaku dengan badan kekar berdiri

Terlihat kertas merah warna tertempel di bahunya, "Mustahil!! Dia dari Eagle Red, tapi kenapa dia menyerangku!!"

Kosuke Arashi Chapter 149 - Singa melawan ular
Penulis : Kosuke Arashi

Di lain tempat, dua orang yang dianggap terkuat sedang bertemu, Ryura Sang Raja Racun dari Green Snake dan Gora Raja Yang Tertidur Dalam Hutan dari White Tiger

"Em... Jadi... Disini ya?" Ryura berjalan kesebuah pohon besar, di sana ada seseorang yang duduk bersila dengan santai

"Ada urusan apa kau kemari?" tanya Gora, seorang pria dengan mantel kulit beruang putih, ia menatap tajam

"Ada dua orang yang hebat dalam turnamen ini, Naga merah dan Singa" ucap Ryura santai dan berkata dengan enteng, "Aku akan tunduk pada Naga Merah"

"Tapi... Aku akan mengalahkan sang singa"

"Begitu ya?" Gora bangkit berdiri, "Tapi apakah kau mampu menumbangkan singa?"

"Phuuft... Dheess...

Tanpa aba-aba Ular yang meliliti Ryura dengan cepat berubah membesar menjadi ular naga, dan tanpa diperintah ular Ryura meliliti pohon

"...!!!" Gora yang berada dibawah pohon hanya menatap tajam

"Ayo kita mulai, Cero!!" ucap Ryura pada si ular dengan cepat Ryura merapal jutsu

"Elemen Racun : Nafas Ular Api"

Si ular yang meliliti pohon menyemburkan sebuah racun cair sementara Ryura menghembuskan api

"Duueess..." Racun Cero dengan dipadukan Api Ryura menciptakan kobaran yang besar, tapi walau kobarannya besar tidak menimbulkan kerusakan karena kobaran terhalang oleh tubuh ular

"Kau tidak akan kalah dengan serangan itu kan, Gora?" ucap Ryura santai dari atas kepala Cero

"Huuupps..." Serangan api beracun Ryura dengan mudah dihisap Gora

"Aku kembalikan!!" Gora menarik nafas

"Wuussh...

"Dyyeess...

Racun Ryura ditembakan kembali oleh Gora, tapi serangan balasan hanya mengenai Cero. Ryura dapat menghindar karena melompat

"Khi..." Ryura tersenyum, "Daya tahan tubuhnya benar-benar luar biasa"

"Uwwaak..." tanpa disadari Gora melompat dan menghantamkan tinju pada punggung Ryura, "Waspadalah!!"

"Wuusshh...

"Dyyeeesss...

Tubuh Ryura melesat turun dengan cepat menghantam tanah, sebuah retakan yang sangat luas terjadi akibat hantaman yang keras

"Tap..." Gora mendarat dengan mulus dan secara perlahan mendekati Ryura

"Hah..." Ryura telah duduk bahkan Cero, ular milik Ryura telah ada disampingnya, "Aku menyerah, Gora"

"Apa maksudmu?" Gora berdiri, menatap dengan tajam

"Aku bilang, aku menyerah. Jadi aku akan pergi" Ryura bangkit dan tersenyum

"Kau bisa mengalahkan ular, tapi apakah kau bisa mengalahkan sang naga merah" ucap Ryura

"Apakah itu artinya kau ingin bertaruh?" tanya Gora serius, "apa kau pikir aku akan kalah"

"Kita lihat saja nanti" ucap Ryura sebelum pergi, "Tapi aku yakin 7 kaisar dari White Tiger akan tunduk pada Sang Naga dari Eagle Red"

"Ryura dari Green Snake, aku tahu kau belum mengeluarkan kekuatanmu sepenuhnya" gumam Gora dengan berfikir, "jadi apa tujuannya?"

Beralih ketempat lain

Disebuah dataran rumput, dengan angin semilir berhembus menerpa bunga dan rerumputan

"Hah... Nyamanya" gumam Arashi yang terbaring menatap langit menikmati angin, "Andai, setiap hari aku bisa seperti ini"

"Tanpa Misaki, tanpa Yuuki, tanpa Ryuzaki dan tanpa masalah pokoknya damai seperti angin" Arashi mengkhayal

Dari kejauhan, di balik pohon seseorang dengan tubuh tak terlihat mengawasi, "Tak salah lagi, itu Kosuke Arashi salah satu kapten...

"Bagus, dia teman aku akan aman jika bersamanya"

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 150

Kikko Y Azukiela
2017-02-22 13:18:44
sopo maneh iku?
Aruga Hiruya
2016-10-23 07:58:53
Arashi belum bertarung
Kei Takashima
2016-09-09 12:49:13
Hmhhh
Arizl Kareen
2016-09-08 22:13:25
Santai banget arashi...
Rifky D Dragnel
2016-08-03 02:58:08
Arashi masih belum bertarung juga
Baidi Mondoko
2016-07-25 00:26:43
lanjut
Sqouts Shadows
2016-07-23 16:28:58
Next vroh
Gawa Ilahi
2016-07-23 08:00:53
Belum paham cerita ini kapan arashi bertarung udah gx sabar nih next kakak
Dadang yg terluka
2016-07-23 07:32:30
Keren
Shark
2016-07-22 23:14:06
Di tunggu kelanjutan nya ...
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook