VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 148

2016-07-19 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
364 views | 19 komentar | nilai: 9.5 (12 user)

Turnamen akan dilakukan besok, semua ribut mempersiapkan diri begitu pula dengan Arashi yang juga melakukan kesibukannya sendiri, yaitu memandangi awan yang bergerak dilangit

"Kosuke Arashi, ya?

"Bolehkah aku bergabung?" Tetapi seseorang gadis yang tak dikenal Arashi datang dan berkata "Aku buta, dan aku punya sebuah permintaan kepadamu, Kosuke Arashi"

"Jika kau bisa mengabulkan permintaanku kau bisa meminta apapun dariku"

"Hah??" Arashi duduk dan bingung

"Jika Ayahku bisa mengabulkan permintaannya, maukah kau menjadi ibuku?" Sahut Yuuki dengan nada polos dan senyum anak kecil

"Hihi... Tentu...

"Hey!! Hey!! Apa-apaan ini!! Aku bahkan belum menyanggupi, Bahkan aku juga belum mengenalmu" Arashi membentak dengan nada marah, "Dan juga kenapa sepanjang hari, kau membicarakan ibu!!!"

"Owh... Benar!! Aku belum memperkenalkan diri, Namaku Amagiri Tsuruna" ucap gadis yang bernama Tsuruna dengan tersenyum, "Dan aku juga murid Eagle Red tapi aku tak ikut turnamen"

"Salam kenal bibi Tsuruna!! Aku Kosuke Yuuki!!" ucap Yuuki semangat

"Murid Eagle Red??" Arashi bertanya-tanya karena tak kenal

"Karena aku buta, mungkin kau jarang melihat ku di akademi" jelasnya

"Owh..." keduanya mengangguk-angguk, "Tapi walau buta, kenapa sepertinya bibi bisa melihat dengan jelas?"

"Dan juga kau terlihat kuat..." sahut Arashi yang memperhatikan sebuah katana milik Tsuruna yang tersarung

"Aku buta, tapi kekurangan pada mataku itu membuat indraku yang lain bekerja dua kali lipat lebih sensitif...

"Kurasa itu mustahil..." batin Arashi tak percaya

"Dan katana ini, aku menggunakannya sebagai tongkat penunjuk arah..."

"Aneh... Tapi kurasa dia berbohong" batin Arashi meragukan, "jelas-jelas ia terlihat kuat"

"Rambutmu lurus, Yuuki" Tsuruna meraba rambut Yuuki

"Sudah cukup bicaranya, sekarang apa permintaanmu?" tanya Arashi serius

"Pertama tentang diriku, kekuargaku termasuk dalam tiga bangsawan Alvarez...

"Tiga bangsawan??" Arashi bingung tak mengerti, "Apa lagi itu?"

"Amagiri, Hamura dan Fukushima itulah tiga bangsawan...

"Owh..." mengangguk-angguk walau tak paham

"Fukushima Kaito atau Pangeran Kerajaan Alvarez, adalah kakak Hanami. Kudengar kau membuat pangeran yang semula jahat pada adiknya menjadi baik padanya...

"Masak sih? Perasaan aku hanya menginjak jarinya dan memukul wajahnya" Arashi tak ingat

"Dan sekarang, permintaanku yang sebenarnya...

"Aku ingin kau mengalahkan Amagiri Satoushi, kakakku sendiri" ucap Tsuruna serius

"Hadeh... Aku malas dan ngantuk..." Arashi kembali berbaring dan memejamkan mata

"Mau kah kau menerima permintaanku?"

"Cari saja orang lain!!" ucap Arashi malas dengan memalingkan muka, "Aku tak mau terlibat urusan keluarga orang lain!!"

"Huh..." Yuuki kesal

"Ayah... Ayah... Ayah... Ayah..." teriak Yuuki merengek dengan menggoyang-goyangkan tubuh Arashi,"Aku tak mau makan, tak mau mandi, tak gosok gigi ayah tau kan kita terikat kontrak"

"Menyebalkan... Baiklah aku menerima permintaanmu, Tsuruna" dengan terpaksa Arashi menyanggupi

"Hihi..." Yuuki tertawa

"Terima kasih..." Tsuruna tersenyum, "Kau orang baik, Kosuke"

"Tapi jika aku dapat menyanggupi permintaanmu, kau harus menjadi ibunya Yuuki agar ia tak merengek minta seorang ibu" ucap Arashi dengan tersenyum

"Sip...

"Yeah!! Yeah!! Aku akan punya ibu!!" Yuuki gembira

"Dan sekarang bantu aku menikmati udara segar disini!!" Arashi kembali berbaring menatap langit

"Hadeh... Sepertinya aku membuat janji yang akan membuatku terlibat masalah" pikir Arashi dengan menatap langit

Kosuke Arashi Chapter 148 - Dimulai
Penulis : Kosuke Arashi

Keesokan harinya disebuah rumah

"Hah..." gumam seorang laki-laki yang baru bangun tidur, lelaki itu Masamune Ryuzaki, "Latihan kemari benar-benar berat!!" gerutunya sambil bangun membuka mata

"Paman Ryuzaki, kenapa para wanita ini tidak memakai baju?"

"Whoha... Kenapa kau dikamarku, Yuuki!!" teriak Masamune terkaget-kaget dengan mata melotot, "Dan jangan sentuh koleksi berhargaku!!"

"Jbuuak..." Masamune kesal dan menendang Yuuki keluar kamarnya

"Kurasa tak perlu ribut-ribut seperti itu!!" ucap Misaki yang telah duduk di tempat makan

"Whooaa... Kenapa kalian juga berada disini?" Masamune tambah terkejut dengan keberadaan Misaki dan Yui

"Selamat pagi, Ryuzaki!!" ucap Yui dengan tersenyum

"Apa-apaan senyuman itu!! Senyuman menyebalkan!!" teriak Masamune dengan nada kesal

"Hey, seharusnya kau tak memperlakukan tamu seperti itu" ucap Arashi yang sibuk memasak

"Tamu macam apa kalian!! Dan juga apa yang kau lakukan didapurku!!"

"Aku memasak...

"Yah... Karena Misaki kemarin membanting semua peralatan dapur, aku jadi memasak disini!!"

"Jangan banyak alasan!! Keluar dari rumahku!!" bentak Masamune, "Cepat keluar!!"

"Dah jadi..." Arashi menghidangkan beberapa masakan dimeja

"Harumnya..." gumam Yui dan Yuuki

"ngomong-ngomong Arashi apa yang kau masak?" tanya Masamune

"Daging sapi yang direbus setengah matang lalu di panggang pakai bumbu-bumbu khusus"

"Daging? Daging memang kesukaanku Arashi. Baiklah aku minta dua porsi" Masamune semangat

"cepat sekali ekspresinya berubah" pikir Misaki heran

"Ciiinngg...

Secara tiba-tiba Yami muncul dengan kemampuan teleportasinya

"Sialan!! Apa yang kalian lakukan dirumahku!!" teriak Yami kesal

"Tenanglah, Yami!! Kami hanya sarapan saja" sahut Masamune

Secara tiba-tiba aura Yami berubah lembut, "Benarkah? Bolehkah aku bergabung?". Yami berganti Yemi

"Tentu saja..." jawab Arashi

"Pasti menyebalkan tinggal serumah dengan orang yang punya dua karakter" pikir Misaki

Sarapan pagi selesai

"Baiklah, aku akan mandi dulu!! Lalu kita berangkat bersama" ucap Masamune

"Lebih baik aku mencuci piringnya dulu!!" sahut Arashi

Beberapa saat kemudian, disaat Arashi mencuci piring, Masamune mandi dan Misaki mengobrol sesuatu terjadi

"Ciinngg..." ketiganya menghilang

"...!!!" Yui dan Yuuki terkejut, "Ayah..."

"Jadi seperti itu, ya?" Yami menyimpulkan, "Sepertinya kertas mantar yang kemarin diberikan adalah alat untuk teleportasi"

"Begitu ya? Pantas guru Sauma menyuruh menempelkan pada tubuh peserta" Yui paham, "Tapi kenapa tak berpengaruh padamu?"

"Mungkin karena kemampuanku juga teleportasi, jadi tak mempan padaku" jelas Yami, "Baiklah sekarang kalian berdua, berangkatlah sendiri"

"Aku akan menteleport diriku sendiri ke tempat turnamen...

"Sip..." Sahut Yui, "Ayo Yuuki!!"

"Yeah!! Yeah!! Kita berangkat!!" Yuuki gembira

Ditempat Misaki yang terteleport ke pinggiran sungai

"Kyyaaa... Ternyata Guru Sauma tak bohong!!" teriak Misaki terkejut, ia berada ditengah-tengah pertarungan

"Hey, gadis kecil!! Apa kau tersesat" ucap pria berbadan besar dibelakang Misaki

"Ctthhiing...

Pria itu menebaskan kapak besarnya, tapi Misaki sigap dengan cepat menangkis dengan belati dipunggungnya

"Sial, bukan hanya mendadak tapi aku juga sudah berada di area pertarungan" pikirnya dengan menangkis kapak

Di sisi Arashi yang tengah berada di padang rumput

"Hah??" Arashi terlihat bingun kemudian ia melihat kertas mantra yang tertempal pada lengannya, "2731"

"2731, mungkin ini jumplah pesertanya" pikir Arashi, "Kalau Eagle Red 26 orang artinya tidak ada satu persen, ya?"

"Ah... Masa bodoh, tiada Misaki tiada Yuuki" Arashi mengemut lolypop dan membaringkan tubuh menatap langit, "sekarang kesempatanku untuk bersantai"

Disisi Masamune yang berada di tanah lapang

"Apa?!?" Masamune tampak syok dengan mulut berbusa, tangan memegang sikat gigi dan lebih mengejutkan lagi ia telanjang bulat

"Hahahaha... Hey, lihat ada pria bugil disini!!" para peserta yang semula bertarung menjadi meneriaki

"Kyyaaa..." Masamune berteriak dan berlari kesemak-semak, "Sekarang harga diri ku benar-benar hancur"

"Sialan kalian!!" Masamune berteriak tak jelas, kesal pada panitia turnamen

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 149

Lord Athem
2017-02-22 13:09:27
njir. . . kovlak. . .
Kuroko Akashi
2017-02-11 13:58:17
Wahahahaaa.... kacian ryuzaki
Aruga Hiruya
2016-10-23 07:51:51
Hahaa..
Arizl Kareen
2016-09-08 20:02:26
Hahaha... telanjang bulatt,, kocakk..
Arizl Kareen
2016-09-08 20:02:26
Hahaha... telanjang bulatt,, kocakk..
Rifky D Dragnel
2016-08-03 02:45:53
Kenapa arashi tidak berhadapan dengan musuh
Anonim
2016-07-21 23:17:47
makin menarik.. semangat senpai
Anonim
2016-07-21 19:46:40
senpai..... Buat komik dunk, kayaknya chara, trus alur crita bakalan keren dweh..... Bravo senpai
Akagami No Kid
2016-07-20 16:40:43
Next Senpai
Arsya
2016-07-20 10:25:11
Ryuuzaku sial
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook