VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 141

2016-07-03 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
275 views | 16 komentar | nilai: 9.47 (15 user)

Sebelumnya di sebuah malam, Prof. Jun sangat terkejut setelah membaca sebuah berkas yang tersembunyi di laboratorium dan lebih mengejutkan lagi sebuah tusukan menusuk Prof. Jun saat lengah dari belakang

"Sensei..." gumam Prof. Jun yang sangat terkejut ketika menoleh kebelakang

"Jadi kau telah mengetahui sifat asliku, Jun" ucap si penusuk yang tak lain Tuan Haido

"Brruukk..." Prof. Jun jatuh rebah dengan sebuah pisau masih menancap dipunggungnya

Tuan Haido lalu berjalan ke sebuah meja dan mencari sesuatu di laci meja dengan santainya

"Sensei, apa maksudnya semua ini...

"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Prof. Jun dengan berteriak sekuat tenaga dan darah mulai mengalir dari luka tusukan

Tuan Haido masih sibuk mencari sesuatu di laci "Aku hanya ingin mencapai kesempurnaan"

"Kesempurnaan, dimana ke enam jalan bisa dikuasai oleh satu orang saja"

"Itu... Sungguh... Mustahil..." ucap Prof. Jun yang makin lemah "Setiap orang hanya memiliki satu jalan"

Tuan Haido telah menemukan apa yang ia cari yaitu sebuah jarum suntikan "Itu tak mustahil"

"Aaarrrggghh...

Tuan Haido menyuntikan pada Prof. Jun untuk mengambil sempel darahnya "Itu tak mustahil, jika aku memiliki darah spesial dari keluarga Shinomiya yang cocok untuk enam jalan"

Setelah itu Tuan Haido pergi meninggalkan Prof. Jun yang rebah tak sadarkan diri "Sekarang aku hanya perlu mencari subjek penelitian"

Di malam hari, beralih ke rumah Senju Tagari yang sekarang sedang mengurus dua bayi

"Ayolah, Rain buka mulutmu!!" Nampak Tagari sedang berusaha menyuapi Rain

"Emm..." Rain kecil menyantap suapan ayahnya dengan ceria

"Wah... Cepat tumbuh besar ya? Dan jadilah lelaki yang kuat" ucap Tagari sebagai seorang ayah yang tampak bahagia "Sekarang giliranmu membuka mulut, Akiru!!"

"Emm..." Sama seperti Rain, bayi dewa yang ditemukan Tagari tampak mengunyah dengan lahap, dan dia sekarang bernama Akiru

"Wah... Ternyata jadi orang tua tunggal benar-benar susah, ya?" gumam Tagari dengan mengusap keningnya "tapi juga menyenangkan"

Setelah selesai menyuapi kedua putranya, Tagari berjalan menuju dapur untuk mencuci piring

"Hah..." Tagari menghela nafas dan dalam hati ia bergumam "benar kata orang ya, setelah kesedihan berlalu pasti sebuah kebahagiaan akan segera datang"

"Setelah aku kehilanganmu, Karumi sekarang aku menemukan Akiru sebagai penggantimu sekaligus sebagai pengisi luka dihatiku ini" Tagari melamun sambil mencuci piring

"Oeek... Oeek... Oeek..." secara tiba-tiba terdengar suara tangisan Rain dan Akiru dengan kerasnya

"Iya... Iya... Aku kesana!!" ucap Tagari yang mendenar tangisan itu, ia beranjak menuju kamar tempat kedua bayi itu

"Sebenarnya ada ribut-ribut apa sih?" Tagari membuka pintu hendak masuk

"Jlleebb..." dari arah depan tanpa disadari seseorang menusuk Tagari

Dengan terbelalak dan memegangi luka tusukan didada Tagari menatap dengan tajam "Sebenarnya apa maksud semua ini, Tuan Haido?"

"Tidak apa-apa, hanya ingin menemuimu, Tagari" Tuan Haido berdiri memandang dengan santai

"Apa makusud anda dengan tidak apa-apa? Bukankah aku tidak punya masalah dengan anda?" teriak Tagari

"Kau orang yang baik, Tagari. Aku juga tak punya urusan atau pun masalah denganmu bahkan kau sering membantuku tapi...

"Sekarang aku menginginkan bayi dewa yang kau temukan" jelas Tuan Haido santai

"Apaaa...!!!

"Apa yang kau inginkan dari Akiru!!" teriak Tagari

"Owh... Jadi namanya Akiru, ya?"

"Jawab pertanyaanku!!"

"Kau tak akan mengerti bila ku jelaskan jadi..." Tuan Haido meluapkan cakranya, ia berubah ke mode iblisnya

"Aku ingin menjadikan anak dewa ini sebagai subjek penelitianku, aku ingin meletakan sisi iblis padanya" jelas Tuan Haido dengan menggendong Akiru

"Deg..." Tagari terkejut dan terbelalak mendengar penjelasan Tuan Haido

"Kau tak boleh melakukannya dia bisa mati!!"

"Jlleebb...

Tanpa mempedulikan Tagari, Tuan Haido dengan ekornya melubangi dada Tagari

"Uhhuukk...

"Maafkan aku, tapi ini adalah impianku"

"Wuussh..." Dengan nafas apinya Tuan Haido membakar rumah Tagari

Ditengah kobaran api Tagari mencoba bangkit dengan sekuat tenaga yang tersisa, ia mendekati anaknya Senju Rain

Tagari mendekap erat Senju Rain ditengah-tengah kobaran api "Setelah kehilangan ibumu sekarang kau kehilangan seorang adik jadi maafkan Ayahmu yang bodoh ini, Rain"

Flasback selesai...

Kosuke Arashi Chapter 141 - Maaf
Penulis : Kosuke Arashi

Kembali pada masa sekarang dimana Tuan Haido tengah sekarat dan Akiru mencoba menyelamatkannya

"Tidak... Tidak... Aku tidak percaya dengan semua yang kau katakan" teriak Akiru yang tak bisa menerima semua perkataan Tuan Haido "Anda pasti mengarang cerita"

"Semua yang dikatakan sensei itu benar, senseilah yang membunuh Tagari dan memisahkan mu darinya, dari Senju Tagari ayah angkat mu" sahut Prof. Jun

"Maaf, Akiru aku telah membuatmu menderita, aku memisakanmu dari orang yang mencintaimu, dulu jika aku tak melakukan hal yang buruk itu mungkin sekarang kau sudah menjadi salah satu dari Eagle Red"

"Jadi sekarang aku memintamu untuk kembali pada Eagle Red, dimana tempatmu kembali"

"Aku tak peduli akan semua kenyataan itu selama ini aku mengenal anda sebagai orang baik dan hanya padamu tempatku kembali...

"Hiks... Jadi jangan mati!!" teriak Akiru

"Nah... Jun, sebagai seorang peneliti sepertinya aku telah banyak melakukan kesalahan selama ini...

"Jadi sekarang permohonanku yang terakhir jadilah seorang peneliti yang baik agar kau bisa menebus kesalahan gurumu ini"

"Ya..." jawab Prof. Jun dengan keteguhan hatinya

"Sepertinya perjalananku telah berakhir dan sekarang sudah saatnya generasi baru untuk tumbuh" Tuan Haido mulai menutup mata. Nafas dan detak jantung telah berhenti "Akiru, maafkan aku!!"

"Jangan Mati!!!!"

"Jangan tinggalkan aku!!!"

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 142

Kuroko Akashi
2017-02-11 12:59:08
Hhmmtt... Jdi Rain dan Akiru sodaraan angkat ykk...
Kei Takashima
2016-09-09 12:17:13
Matilah
Arizl Kareen
2016-09-07 19:43:18
Lanjut...
Rifky D Dragnel
2016-08-02 01:10:46
Sekarang apakah akiru akan ikut eagle red
Kizaemon
2016-07-04 19:25:34
ternyata Akiru gak marah meski sudah tahu kejahatan Haido di masa lalu...
Gawa Ilahi
2016-07-04 14:36:37
Mantaf
Mr Blacky
2016-07-04 09:03:44
Kasihan kasihan kasihan
Claire Elstein
2016-07-04 07:40:32
Uugghh salah nebak instingku mulai tumpul
Arsya
2016-07-04 07:30:31
next
Muhammad Rizal
2016-07-04 05:48:19
menunggu lagi nih
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook