VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 140

2016-06-29 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
362 views | 22 komentar | nilai: 9 (16 user)

5 hari setelah meninggalnya ibu dari Senju Rain, istri dari Senju Tagari. Rain yang masih bayi mengalami demam tinggi dan kemudian dilarikan kerumah sakit

Tagari duduk disebuah kursi di depan ruangan Rain dirawat dengan penuh rasa cemas mengkhawatirkan keadaan anaknya

"Hey..." Furuna yang duduk disebelah Tagari menepuk pundak Tagari sambil tersenyum "Aku yakin semuanya akan baik-baik saja"

"Ya... Kau benar" untuk sejenak Tagari bisa sedikit tenang akan perkataan Furuna

"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Rain, aku tak tau bisa melanjutkan hidup lagi atau tidak tanpanya" gumam Tagari dengan kembali tertunduk muram

Terlihat Prof. Jun keluar dari ruangan tempat Rain dirawat

"Huh..." Prof. Jun menghembuskan nafas panjang setelah memeriksa Rain

Tagari dan Furuna dengan cepat berdiri setelah melihat Prof. Jun

"Bagaimana keadaannya?" tanya Tagari tak sabaran karena khawatir "Dia akan baik-baik saja bukan?"

"Entahlah...

"Apa maksudmu dengan entahlah!!" Tagari langsung emosi mendengar ucapapan Prof. Jun, ia mencengkram krah baju Prof. Jun dan berteriak "Kau seorang dokter bukan!!!"

"Hey, cobalah tenang dulu!!" Furuna mencoba menenangkan Tagari "Biar Jun menjelaskannya terlebih dulu"

Dengan emosi yang mulai mereda Tagari melepaskan cengkramannya

"Huh..." Prof. Jun menghembuskan nafas panjang dan mulai bicara "Entahlah... Kondisinya sangat aneh, ia menderita penyakit yang sangat aneh"

"Aneh???" Tagari dan Furuna bertanya-tanya

"Aneh karena sebuah penyakit yang sangat langka telah menyerangnya, sebuah penyakit yang menggerogoti aliran cakra tapi anehnya kekebalan tubuhnya meningkat mungkin hal itu yang menyebabkannya demam tinggi"

"Bagaimana bisa bergitu?!?" tanya Tagari dengan berteriak

"Mungkin... Jawabannya ada pada kematian Karumi...

"Karumi mengetahui jika Rain menderita penyakit langka yang menggerogoti cakra dengan ganas, lalu Karumi dengan kemampuan memindahkan rasa, ia berusaha memindahkan penyakit Rain dan memindahkan kekebalan tubuhnya pada Rain"

"Perjuangan seorang ibu ya?" Furuna tertunduk kagum akan perjuangan Karumi sebagai seorang ibu

"Tapi Karumi gagal...

"Gagal..." mendengar ucapan itu, Tagari dan Furuna tercengan

"Karumi berhasil memindahkan kekebalan tubuhnya tapi dilain pihak ia gagal memindah penyakit Rain, Karumi hanya berhasil memindahkan separuh dari penyakit Rain dan mungkin hal itu lah yang menyebabkan Karumi mati, ia mati karena penyakit yang sama dengan sakit yang diderita Rain saat ini"

"Apa maksudmu? Apakah Rain akan mati?" teriak Tagari emosi mendengar penjelasan Prof. Jun

"Dia tidak akan mati..." sahut Tuan Haido yang datang secara tiba-tiba

"Sensei..." semua terkejut atas kedatangan Tuan Haido

"Apa maksudmu Sensei? Apakah ada obat untuknya?" Tanya Tagari

"Di sebrang samudra, ada sebuah pulau yang dikuasai oleh bangsa siluman dan disana ada sebuah pohon yang disebut pohon abadi, buah dari pohon abadi dapat menyembuhkan segalanya" jelas Tuan Haido

"Kalau begitu kita pergi kesana!!" Masamune Kanzaki tanpa diketahui telah menguping, dan ia bergegas dengan semangat

Masamune Kanzaki melangkahkan kaki dan bergegas "Tak akan kubiarkan pengorbanan Karumi sia-sia" batin Masamune Kanzaki sebagai seorang kakak dan seorang pamam

"Lalu bagaimana dengan Rain?" Tanya Tagari khawatir akan anaknya

"Dengan elemen darah spesialku, aku bisa menghambat penyakitnya tapi kalian harus cepat" ucap Prof. Jun

"Hih..." Tagari kembali dapat tersenyum setelah mengetahui ada harapan

"Kalau begitu aku titipkan Rain pada kalian!!" teriak Tagari dengan berlari mengejar Masamune Kanzaki

Disebuah gerbang perbatasan Masamune Kanzaki dan Tagari bersiap melangkahkan kaki dan berangkat

"Hey, tunggu aku!!" teriak seorang wanita dengan berlari

"Hah..." Masamune Kanzaki dan Tagari menoleh kearah asal suara

"Hah... Hah... Hah...

"Aku ikut!!" ucap wanita itu singkat

"Hah? Apa kau sadar akan permintaanmu itu, Mizuki? Kau kan sedang hamil dan sebentar lagi kau akan melahirkan anak keduamu" tanya Tagari yang merasa aneh

"aku tak peduli!!" jawab wanita yang bernama Mizuki dengan singkat

(Hamura Mizuki adalah ibu dari Hamura Fuyuki)

"Pulanglah, perjalanan ini sangat berbahaya!! Kami menuju sarang siluman" Masamune Kanzaki menolak

"Hey!! Hey!! Kau tak bisa menolakku raja merah, aku punya ini" Mizuki menyerahkan gulungan berlambang kerajaan

Sebagai Asisten Raja Alvarez, Masamune Kanzaki mengambilnya dan membaca gulungan itu.

"Yo... Ho... Kanzaki. Ini memang permintaan yang merepotkan tapi kau harus menjaga Mizuki, tapi jangan marah padaku ya? Ini semua karena Mizuki terus-terusan mendesaku dengan merengek dan menangis. Jadi maafkan aku...

"Tertanda Raja Alvarez, Fukushima Kyuto"

"Sialan kau, Kyuto" Masamune Kanzaki merobek-robek gulungan kerajaan dengan kesal, ia terpaksa mengajak Mizuki

"Hehehehe..." Mizuki tertawa puas

"Hadeh... Perjalanan ini berbahaya dan Seharusnya untuk wanita hamil sepertimu, berada dirumah saja!!" Tagari memberi saran

"Biarin, aku bosan!! Lagi pula jika ada kau dan Raja Merah kurasa akan baik-baik saja" Mizuki tersenyum dengan puas

"Cepatlah!! Waktu kita tidak banyak!!" Masamune Kanzaki berjalan duluan dengan tatapan dingin

Untuk perjalanan ke Pohon Abad, penaklukan kerajaan siluman oleh Masamune Kanzaki, proses mendapatkan buah suci pohon abad yang dicari Tagari dan pertemuan Mizuki dengan Kyuubi tidak akan dijelaskan pada season ini.

Kosuke Arashi Chapter 140 - Anak Dewa
Penulis : Kosuke Arashi

Di tengah samudra dan pada malam hari dengan cahaya sang penguasa malam yang menyinari

Mizuki menatap indahnya lautan dimalam hari di pinggiran kapal

Tagari berjalan mendekat "Terima kasih telah menemani perjalan kami, semuanya jadi lebih mudah"

"Em... Ini semua bukan karena aku tapi ini semua karena bantuan Kurama" jawab Mizuki

"Oh... Iya... Kurama makluk putih dengan sembilan ekor itu ya? Tapi kenapa kau menolaknya? Bukankah ia ingin ikut bersama kita?" tanya Tagari

"Aku bukanya menolaknya hanya saja, aku berjanji akan mengajaknya suatu hari nanti" ucap Mizuki dengan tersenyum

"Hah... Kau aneh, padahal jika memiliki kucyiose Kyuubi pasti akan lebih keren" gumam Tagari

"Gbbrraakk...

Tanpa disadari kapal yang ditumpangi menabrak sesuatu, semua terkejut akan hal itu

"Apa apa kapten?" dengan terburu-buru dan panik Masamune Kanzaki bertanya pada kapten kapal

"Kurasa kita menabrak sesuatu" Jawab sang kapten

"menabrak sesuatu dilaut, apakah itu semacam siluman lautan?" tanya Masamune Kanzaki

"Entahlah...

"Sial, setelah mengalahkan siluman di pohon abad kami masih harus menghadapi kesulitan lain" batin Masamune Kanzaki

Di sisi Tagari dan Mizuki

"Hey, ternyata ini es!!" teriak Tagari yang sudah berdiri diatas bongkahan es

"Jangan seenaknya sendiri cepat naik!!" teriak Mizuki dari atas dan dalam hati ia bergumam "Bongkahan es diperairan hangat, itu sungguh aneh"

"Oeek... Oeek... Oeek...

"apa itu?" Tagari terkejut ketika mendengar suara

"Hey, kau mau kemana?" teriak Mizuki penasaran melihat Tagari berlari menjauh

Mizuki yang khawatir melompat dan berlari mengejar Tagari

"Hey... Dimana kau?"

Secara tiba-tiba Tagari muncul dan berteriak "Mizuki lihat aku punya seorang bayi lagi, dan akan kujadikan ia saudara Rain"

"Bayi?" Mizuki terheran-heran "mengapa bayi ada dilautan?"

Secara tiba-tiba Masamune Kanzaki muncul tanpa disadari keduanya "Kurasa bayi itulah yang menciptakan karang es, dan dari aura cakranya dia dewa, seorang dewa es"

"Jadi... Dewa yang terbuang ya?" gumam Mizuki

"Hih..." Tagari hanya tersenyum

"Aku tak peduli dia dewa, iblis, naga atau pun siluman yang jelas akan kujadikan dia anakku" teriak Tagari dengan penuh rasa bahagia

Perjalan pun berakhir. Rain berhasil sembuh dari penyakitnya dan selama 6 bulan Tagari hidup bahagia dengan kedua putranya. Tapi kebahagiaan Tagari tak berlangsung lama karena kejadian yang buruk akan segera terjadi

Di sebuah laboratorium

Tampak Prof. Jun sedang membaca sebuah berkas dengan sampul berwarna hitam "Apa-apaan ini?"

"Sebenarnya apa yang sedang diteliti oleh Tuan Haido" ucap Prof. Jun dengan mata terbelalak karena terkejut setelah membacanya

"Jlleebb...

"Jadi kau telah mengetahui sifat ku yang sebenarnya ya, Jun?" ucap sebuah suara seseorang yang menusuk Prof. Jun dari belakang

Prof. Jun menoleh kebelakang, ia sangat terbelalak "Kenapa kau melakukan hal ini, Tuan Haido?"

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 141

Kuroko Akashi
2017-02-11 12:52:00
NexxTt!!!!
Fuyuki Zirconixena
2017-01-05 19:48:20
Anjiirr.... Aku nemu cerita ini pas cari kata "Fuyuki" di pencarian kata.. Dan ternyata...
Kei Takashima
2016-09-09 12:14:44
Malas baca flashback next
Arizl Kareen
2016-09-07 19:42:17
Next..
Rifky D Dragnel
2016-08-01 05:55:24
Jadi akiru saudara angkat rain
Dadang yg terluka
2016-07-03 03:07:54
Like
Claire Elstein
2016-07-02 09:06:02
Penasaran tp udh tau dikit
Ryuu Akagi
2016-07-01 21:18:51
Seorang bayi yang terbuang...? Wah..., siapakah itu?
djaka
2016-07-01 13:43:04
kok ada kyuubi ada disini? apa naruto juga?
Anonim
2016-07-01 11:39:39
kapan next lg..lanjut"
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook