VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 139

2016-06-24 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
346 views | 16 komentar | nilai: 8.8 (20 user)

Sekitar 17 tahun yang lalu, sebelum Eagle Red terbentuk. Sebuah kisah terjadi

Di sebuah laboratorium

"Hah..." seorang pria yang sedang duduk kelelahan dan tampak ia sedang menguap

"Tak kusangka ya? Hari sudah malam ya?" ujarnya dengan menatap keluar, melihat gelapnya langit

"Seharusnya kau pulang, Tagari!! Menemani Karumi" ujar pria yang masih sibuk dengan meracik beberapa bahan kimia, Profesor Jun

"Tenanglah, dia kuat dan dia akan baik-baik saja" ujar pria bernama Tagari dengan beranjak dari tempatnya duduk

(Senju Tagari adalah ayah dari Senju Rain, Masamune Karumi adalah ibu dari Senju Rain)

"Inari juga sedang hamil, sebentar lagi ia akan melahirkan. Seharusnya kau juga ada dirumah menemaninya!!" ucap Tagari

"Hey, jangan dicampur!!" teriak Profesor Jun

"Dhuuaarr...

Prof. Jun terlambat Tagari sudah mencampurnya, Laboratorium meledak di tengah malam

"Uhuk... Uhuk...

"Dasar, bodoh kau, Tagari!!" teriak Prof. Jun

"Hehehe... Maaf... Aku salah mencampurnya" Tagari Hanya tersenyum

"Tap... Tap... Tap...

"Apa yang kalian lakukan disini?" ucap seseorang yang datang karena mendengar ledakan "Kalian telah meledakan laboratoriumku!!"

"Tuan Haido!!" keduanya terkejut

"Dan kau, Tagari pulanglah sekarang!! Aku baru saja dari rumah sakit dan istrimu ada di sana, kurasa ia akan melahirkan"

"Melahirkan?? Baiklah aku pulang dulu!!" Pria yang bernama Tagari atau ayah dari Senju Rain seketika berlari terbirit-birit setelah mendengarnya

"Dasar orang idiot!! Kenapa ya? Tuan Haido memperbolehkannya bekerja di laboratorium" batin Prof. Jun

"Huuusp... Dan kau juga, Jun, pergilah ke rumah sakit istrimu telah melahirkan seorang putri" ucap Tuan Haido datar dengan menghembuskan rokok

"Apa? Sudah melahirkan? Kenapa aku tidak tau?" Prof. Jun juga lari terbirit-birit mengejar Tagari atau lebih tepatnya berlari ke rumah sakit

"Hem..." Tuan Haido tersenyum melihat tingkah keduanya dan dalam hati ia bergumam "Keduanya terlalu sibuk di laboratorium, sampai-sampai melupakan hal yang penting"

"Tapi...

"Hiks...

"Kenapa keduanya malah meledakan laboratoriumku yang berharga!!" teriak Tuan Haido sekeras-kerasnya yang melihat puing-puing laboratorium

"Dasar!!!!, bocah-bocah nakal!!!!!!!"

Kosuke Arashi Chapter 139 - Sebuah kisah 17 tahun yang lalu
Penulis : Kosuke Arashi

"Tap... Tap... Tap...

"Jbbuuak...

"Waduh, salah ruangan. Ini tempat orang tua pikun sakit!!" Tagari saking semangatnya mendobrak pintu dan salah ruangan

"Tap... Tap... Tap...

"Waduh, salah lagi!! Ini kamar mayat!!" teriak Tagari sambil membuka kembali sebuah ruangan

"Ini sudah keempat kalinya aku salah ruangan, jadi Sebenarnya dimana Karumi dirawat!!" teriak Tagari sambil berlari-lari tak karuan

Didalam ruangan tempat dimana Karumi melahirkan

"Selamat ya? Atas kelahirannya, Karumi" ucap seorang wanita berambut hitam yang juga menggendong bayi

"Ya... Terima kash. Eh... Tapi ngomong-ngomong dimana kakak?" tanya Karumi

"Tadi dia ada disini kok... Tapi sepertinya Kanzaki sedang keluar" jelasnya

"Eh... Furuna, aku lupa nama anakmu, siapa ya namanya?" tanya Karumi

"Huh..." Wanita bernama Furuna itu menghembuskan nafas panjang "Dasar, kau ini!! Pada keponakan sendiri lupa!!"

"Hehehe... Maaf...

"Masamune... Masamune Ryuzaki itulah namanya"

(Furuna adalah ibu dari Masamune Ryuzaki)

"Masamune Ryuzaki, nama yang keren. Ryuzaki? Apakah dia perempuan?" tanya Karumi polos

"Bukan!! Dia laki-laki!!" bentak wanita bernama Furuna dengan nada kesal

"Hehehe... Aku bercanda kok, jangan marah gitu ya?" Karumi malah tersenyum puas

"Tap... Tap... Tap...

"Jun!!!" teriak kedua wanita itu bersamaan

Dengan menggaruk-garuk kepalanya, Prof. Jun berkata "Kudengar kau sudah melahirkan, jadi aku kesini"

"Em... Itu benar, aku telah melahirkan dan terimakasih telah menjengukku" ucap Karumi tersenyum manis

"Ya...

"Eh... Aku dengar tadi siang, Inari juga telah melahirkan?" tanya Ibu Ryuzaki, Furuna

"Ya... Sekarang aku punya seorang putri" jawab Prof. Jun santai

"Putri? Jadi anak perempuan ya? Tapi Siapa namanya?" tanya Karumi penasaran

"Hehehe... Kalau soal itu, terserah ibunya" jawab Prof. Jun dengan senyum bahagia

"Suatu saat ia pasti akan berteman baik denganmu, iya kan Ryuzaki?" ucap Furuna pada bayi yang ia gendong

Sementara itu dua orang pengguna Jubah Raja, berdiri didepan ruangan tempat Karumi dirawat, Masamune Kanzaki dan Hoshimiya Gingga

"Kenapa kau tidak masuk? Dan menemui adikmu?" tanya Guru Gingga

"Tidak... Kurasa dia baik-baik saja" jawab Tuan Kanzaki singkat

"Hih..." Guru Gingga tersenyum mendengar jawaban temannya "Walau ucapanmu terdengar acuh tapi sebenarnya dalam hatimu kau sangat peduli dan khawatir"

"Apa maksudmu?" Tuan Kanzaki menatap tajam

"Tidak... Tidak apa-apa" Guru Gingga mengelak

Beberapa saat kemudian keduanya mengganti topik pembicaraan

"Hey!! Kanzaki kau tau"

"Apa??

"Untuk sejenak aku berfikir mungkin nanti saat generasi selanjutnya tumbuh bukankah sudah tugas kita generasi tua untuk menyiapkan sebuah masa depan, masa depan yang baik untuk mereka" Guru Gingga mengutarakan pemikirannya

"Hih..." Tuan Kanzaki tersenyum "Memang tugas kita untuk menyiapkan masa depan, tapi merekalah yang mengukir masa depannya sendiri dengan perjuangan dan semangat mereka"

"Hih..." Guru Gingga tersenyum mendengar kata-kata temannya itu dalam hati ia bergumam "Tak kusangka orang sedingin kau bisa berkata-kata seperti itu, Kanzaki"

Beberapa saat kemudian terdengar teriakan disertai dengan langkah kaki

"Woiy, Karumi!! Sebenarnya dimana kau!!

"Hadeh, ini benar-benar melelahkan" gumanya sambil berlari dan berteriak

"Woiy!!

"Berisik!! Masuklah bodoh!! Dia ada didalam" Tuan Kanzaki memotong teriakannya dan terlihat kesal

"Hehehe...

"Maaf ya... Kakak ipar" Tagari pun masuk ruangan

"Pasti sangat menyebalkan, punya adik ipar seperti, Tagari?" ucap Guru Gingga

"Ya..." Tuan Kanzaki tak terlalu menanggapi

Setelah Tagari masuk, ia sangat terkejut "Eh... Furuna..."

"Yo...

"Kyyaaa... kenapa kau sampai disini duluan??" teriak Tagari histeris karena terkejut

"Aku tadi bertanya pada perawat" jelas Prof. Jun enteng "jadi aku tak perlu repot mencari"

"Bertanya pada perawat? Kenapa tak terfikirkan?" gumam Tagari dengan semangat yang hancur dan menundukan muka lesu

"Hihihi..." Furuna yang melihat tingkah dari suami temannya.

"Hey, kemarilah!! Dan lihat bidadari kita!!" Sang istri, Karumi memanggil dengan suara lembut

"Bidadari? Apakah dia perempuan?" tanya Tagari kegirangan

"Tidak... Dia laki-laki!!

"Padahal, aku menginginkan seorang anak perempuan" Tagari menundukan muka muram

Prof. Jun menepuk pundak kiri temannya itu "Akan kuberi nama siapa dia?"

"Em..." Tagari berfikir "Baiklah... Namanya Senju Rain"

"Cepat sekali kau berfikir!!" Prof. Jun cukup terkejut

"Hehehe...

"Sebelum aku sampai disini, aku telah memikirkan namanya karena Karumi suka sekali hujan jadi aku menamakan Rain"

"Rain yang artinya hujan, hujan yang akan menghapuskan segala kesedihan seseorang dan juga hujan yang selalu dibutuhkan setiap makluk hidup" Tagari menjelaskan dengan semangat

"Dasar!!" Prof. Jun ikut senang

"Senju Rain, terdengar bagus juga" Karumi tersenyum bahagia

"Semoga Rain akan menjadi sepupu dan teman yang baik untukmu ya, Ryuzaki?" Furuna ikut senang dengan bergumam pada bayinya

Dua hari berselang, kebahagiaan Tagari seakan-akan lenyap dengan meninggalnya sang istri, Karumi dikarenakan sebuah penyakit.

Dua hari berturut-turut tak henti-hentinya, Tagari mengunjungi makam sang istri bersama Rain digendongannya

"Rain, sepertinya kau benar-benar menghilangkan semua kesedihanku ya?" gumamnya dengan tersenyum walau sebenarnya ia mengalami kesedihan yang sangat mendalam

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 140

Kuroko Akashi
2017-02-11 12:36:16
Nostalgia lamaaa...
Kei Takashima
2016-09-09 12:12:45
Ooo
Rifky D Dragnel
2016-08-01 05:45:04
Rain sma ryuzaki bukan cuma temen tapi sepupu
Shineria of Life
2016-07-14 08:17:53
ini flashback kan??.
Rita En
2016-06-30 00:27:47
Hihih, Tagari..
Dadang yg terluka
2016-06-28 17:04:40
Mav lma absen
ThE LaSt EnD
2016-06-28 00:02:05
senpai.. . dtunggu chapter slanjtnya
Lord Athem
2016-06-26 09:47:11
Ternyata Rain and Ryuzaki Sepupu. . .
Claire Elstein
2016-06-26 06:44:11
Rupa na mereka sepupu? Njiir
Alvian Huda
2016-06-25 12:53:43
nih flashbacknya masih lanjut ?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook