VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis · chat game
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 125

2016-05-23 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
265 views | 16 komentar | nilai: 9.5 (4 user)

"Sialan kau!!" teriak Akaru kesal karena tingkah Arashi yang tak sopan, kencing sembarangan secara tiba-tiba

"Hehehe... Aku kebelet jadi maaf ya?? Dan jika kau ingin marah tolong tahan sebentar setelah aku selesai ya??" ucap Arashi yang santai dengan enteng

"Akan kuhabisi kau!!" Akaru bertambah kesal dengan ucapan Arashi. Energi cakra meluap hebat dari tubuh Akaru, kaki Akaru diselimuti kilatan-kilatan petir "Matilah!!"

"Wussshh... Dyyeess...

Arashi terpental oleh tendangan Akaru karena sama sekali tak menghindar, Arashi terpental hingga merobohkan beberapa pohon

"Hih..!! Menyedihkan!!" Akaru tersenyum puas

"Wah... Wah... Wah... Kau benar-benar orang yang tak sabaran ya?? Untung saja tadi aku sudah selesai" Arashi bangkit, tanpa luka sedikitpun

"...!!" tanpa kata tapi yang jelas dari ekspresinya lumayan terkejut Arashi baik-baik saja

"Hih!!" Akaru tersenyum untuk menutupi ekspresi kagetnya "Mungkin kau bisa sedikit menghiburku" kilatan-kilatan kembali muncul dikaki

"Perkenalkan aku Kosuke Arashi dan aku memiliki jalan Naga" ucap Arashi dengan santai

"Siapa peduli!!" teriak Akaru melesat

"Jbuuaakk...

"Seharusnya kau juga memperkenalkan diri!!" Arashi menangkis tendangan petir Akaru dengan kakinya

"Itu jika kau bisa mengalahkanku!!" Akaru tersenyum, cakra petir yang sangat kuat muncul dari kaki Akaru

Arashi yang menahan kaki Akaru juga meningkatkan cakra api, keduanya saling beradu cakra lewat kaki

"Wuusshh...

"Dia kuat!!" pikir Arashi yang terdorong kebelakang akibat kalah tekanan cakra

"Hih!!" dengan senyuman khasnya Akaru berkata "Aku adalah petarung yang bertarung menggunakan kaki kau takkan menang jika beradu tendangan"

Arashi menundukan wajah dan memikirkan sesuatu lalu berteriak secara tiba-tiba "Baiklah!!"

"Hah??" Akaru tak mengerti

"Aku tidak akan menggunakan tangan untuk mengalahkanmu!!" ucap Arashi dengan percaya diri "Dan sekarang aku serius" Arashi mengambil lolypop disakunya dan mengemutnya

"Kau!!" Akaru geram karena diremehkan, cakra petir dikakinya meluap hebat "jangan sombong sialan!!" teriak Akaru

"Wuussh... Jbuaakk...

Akaru kembali melesatkan tendangan tapi Arashi berhasil menghindar, tendangan Akaru hanya merobohkan sebuah pohon

"Jbuuaakk...

Arashi menendang perut Akaru yang lengah dan berkata dengan menyeringai "kaulah yang terlalu sombong sialan"

"Cih..." Akaru sangat kesal karena terpojok akibat tendangan

"Hehehe..." Arashi tertawa karena berada diatas angin "Payah!!"

"Mungkinkah? Orang ini dapat menyadarkan Akaru??" ucap Akiru dikepala Akaru

"Hihihi... Ayo bangkit!! Apa hanya segini kemampuanmu??" Arashi mengejek

"Jangan senang dulu sialan!! Hanya karena kau bisa menendangku" Akaru bangkit dan tersenyum "Sekarang aku mendapatkan buruan naga" Akaru bersemangat dengan kilatan petir dikakinya

"Bagus!!" Api dikaki Arashi juga meningkat "Ayo kita beradu tendangan!!"

"Hiiyyaaaa...

"Jbuuaakk...

Keduanya beradu tendangan, tapi sayang tendangan Arashi terlalu lemah dan membuatnya terpental kebelakang

"Hih?! Mana kesombonganmu tadi sialan!!" Akaru menatap dengan tatapan meremehkan

Secara perlahan Arashi bangkit dan mengusap darah di bibirnya

"Oh ya, mana ya kesombonganku tadi? Hehe..." Arashi tertawa kecil

"Tapi harus kuakui tendanganmu membuat bibirku lecet...

"Kau!!" Akaru makin kesal

"Jbuuaak...

Kedua tendangan kembali dilesatkan tapi kali ini bukan Arashi yang terpental melainkan keduanya

"Hihi..." Akaru tersenyum makin semangat, kemudian ia dengan segera bangkit dan melesat

"Jbuuaak... Jbuuaak... Jbuuaak...

Arashi terkena tendangan petir secara bertubi-tubi dan tendangan terakhir yang mengenai perut membuatnya terlempar dan juga tergeletak ditanah

Akaru membalikan badan berniat meninggalkan Arashi, ia berucap "Mau mengalahkan ku tanpa menggunakan tangan? Apa itu mungkin?"

"Hei, kau mau kemana??" Arashi secara perlahan berdiri "Akibat tendanganmu perutku jadi mules tapi aku masih bisa bertarung kok"

"Menarik!!" Akaru membalikan badan, kakinya kembali terlapisi elemen petir

"Sial, tendangannya benar-benar kuat!!" gumam Arashi dalam hati dengan menyembunyikan rasa sakit

"Terima ini!!"

"Wuusshh...

Akaru mengayunkan tendangan petir tapi Arashi berhasil menghindar, Serangan Akaru menumbangkan semua pohon yang dilewati

"Hebat!! Kekuatan elemen petirnya benar-benar dahsyat!!" pikir Arashi dengan menengok kebelakang

"Zink...

"Jangan alihkan pandanganmu!!" Akaru telah berdiri didepan Arashi

"Jbuuaakk...

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan Akaru menendang perut Arashi, Arashi terdorong kebelakang kesakitan tapi masih berdiri

Kosuke Arashi Chapter 125 - Beradu tendangan
Penulis : Kosuke Arashi

"Sial, dia menyerang disaat aku lengah!!" pikir Arashi

"Tap..." Akaru berlari dan melompat keudara bersiap menghantam dari atas

"Dyyeess...

Akaru menghantamkan tendangan tapi hanya mengenai tanah karena Arashi berhasil menghindar

"Aku harus segera menyelesaikan ini dengan sekali serang" pikir Arashi sambil menghindar "Masalahnya adalah mencari waktu yang tepat untuk menyerang"

"oh ya, aku dapat ide!!" pikir Arashi

"Jbuuaakk...

Arashi kembali terkena tendangan pada pipi kirinya

"Apa hanya segitu kemampuanmu?? Bahkan kau tak berhasil membuat aku serius!!" Arashi memprovokasi

"Kau!!" Akaru meningkatkan cakra seluruh petir terkumpul pada kaki kanan

"Dia berniat menyelesahkannya dengan satu serangan, ini baik atau ini buruk" pikir Arashi

"Terima Ini!!"

"Wuusshh... Jbuuaakk...

Tendangan Akaru kembali mengenai perut Arashi tapi walau sangat kuat Arashi tetap berdiri

"Hihi..." Arashi tersenyum seakan-akan rencananya berhasil

"Kenapa dia tersenyum??" pikir Akaru kaget

"Jduuaaak...

"Aarrgghh..." Akaru kesakitan saat kepalanya berbenturan dengan kepala Arashi

Akaru berjalan sempoyongan kebelakang dengan memegangi kepalanya

"Wuusshh..." dengan sayap apinya Arashi telah berdiri di atas kepala Akaru, seluruh api terkumpul dikaki kanan

"Sial, jadi dia menahan seranganku untuk berbalik menyerang, sungguh sangat beresiko tapi ia berhasil" pikir Akaru

"Sekarang terima ini!!"

"Wuusshh... Jbuuaak... Dyyeess...

Beberapa saat kemudian

"Hah... Hah... Hah..." terlihat Arashi berdiri tegak sementara Akaru rebah ditanah

"Hey, kau!! Sekarang aku yang menang, jadi perkenalkan namamu sesuai dengan janjimu" dengan kakinya Arashi menggoyang-goyangkan tubuh Akaru

"Kau tak menang!! Kau mengingkari janjimu!!" Akaru masih tak terima

"Benarkah?? Aku menggunakan kepala tapi aku berjanji mengalahkanmu tanpa menggunakan tangan apa itu melanggar janjiku" ucap Arashi datar

"Cih!! Dasar licik!!" gumam Akaru merasa dicurangi

"Kalau begitu baiklah aku adalah Sasami Akaru dan pemilik jalan iblis, iblis petir" ucap Akaru walau agak kesal

"Hehe... Akaru salam kenal" Arashi tersenyum ramah

"Nah, Akaru sekarang kau bertemu dengan orang yang suka bertarung tapi menikmati pertarungan bukan sepertimu orang yang suka bertarung tapi hanya untuk kemenangan" ucap Akiru dalam pikiran

"Cih, walau aku benci mengakuinya, tapi kali ini kau benar Akiru" jawab Akaru

"Hihihi..." Akiru tertawa kecil

"Woiy kau, Kosuke diriku yang lain dalam tubuh ini adalah Sasami Akiru dia pemilik jalan dewa, dewa es" ucap Akaru

"Yo, Akiru!! salam kenal juga, Aku Kosuke Arashi" ucap Arashi dengan ramah

Disisi Aihara, Misaki, Yui dan Yuuki yang berlari kedesa Baltar

"Aduh!! Arrggh!!" tiba-tiba Yuuki yang mengemut permen berteriak, hal itu membuat semuanya terkejut dan menghentikan langkah

"Ada apa Yuuki??" Yui khawatir

"Bibi, coba lihat ini!!" Yuuki menjulurkan lidah, terlihat lidahnya memerah

"sepertinya kau menggigit lidahmu sendiri" Aihara ikut bicara

"Dasar Anak-anak, mereka memang tak berpengalaman" gumam Misaki

Disisi Arashi yang telah meninggalkan tempat pertarungan dan kembali berlari

"Aduh... Aawww...

Arashi menjulurkan lidah terlihat lidahnya juga memerah

"Seperti lidahku keseleo" Arashi menyimpulkan dengan santai

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 126

Kei Takashima
2016-09-09 10:43:11
Yuuukiii kato
Arizl Kareen
2016-09-07 18:41:07
Menggunakan trik lama yaaa...
ThE LaSt EnD
2016-08-16 11:52:29
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-08-01 01:46:07
Lidah keseleo ? Bagaimana tu?
Lord Athem
2016-06-26 07:38:06
Lidah Keseleo. . . kayak'a ane pernah dengar tuh candaan disuatu tempat. . .
Lyokovich the Death
2016-06-18 20:18:55
Njir Arashi bodoh mana ada lidah.. Ah lupakan
Rita En
2016-05-30 12:35:46
Akiru - Akaru, dewa es - iblis petir. Kerenlah! Ah tapi kalah ya...
BluePen
2016-05-26 04:48:20
next..
Sword Art Onepiece
2016-05-25 16:29:56
numvang vivis kkkkkkk
Kill Me 1st
2016-05-25 09:52:49
Haha... Ada lidah kesleo..
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook