VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 124

2016-05-22 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
244 views | 18 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

"Sepertinya ini akan semakin menarik!!" ucap Tatsuro dengan santainya ketika dua petarung baru datang

"Si... Siapa kalian??!" Akira sangat terkejut seseorang datang menyelamatkannya disaat-saat kritis

"Menyedihkan!! Kami bukan musuh tapi jangan pernah menganggap kami sebagai teman" ucap seorang yang tadi menangkis kaki sang patung dengan sinis

"Kami dari Eagle Red, dan namaku Nagata Hayate sementara temanku itu bernama Sakazaki Ryusuke" ucap si pembawa kipas, Hayate

"Eagle Red??" Akira bertanya-tanya "ada urusan apa mereka disini??" gumam Akira

"Kami kesini untuk menyeret Kosuke Arashi tapi sepertinya dia belum tiba disini" ucap Ryusuke serius dengan melangkahkan kaki

Gyuko menatap Ryusuke tajam sementara Ryusuke menatap dengan tatapan remeh

Dengan tatapan tajam Gyuko bergumam "datang lagi dua orang yang akan mati"

Dengan tatapan santai Ryusuke mencabut pedangnya yang tersarung dipinggang lalu mengangkatnya kelangit

"Tiga Tornado Penghancur"

"Wuusshh...

Ryusuke berniat menghantam patung raksasa dengan tiga tornado

"itu takkan berguna" sang patung menggerakan keempat tangan yang membawa kapak

"Wuusshh... Dyyeess...

Tornado Ryusuke bertabrakan dengan kapak raksasa, getaran dan kehancuran tak dapat terelakkan

"Dyyeeess...

Angin tetaplah angin, kapak sang patung dapat dengan mudah membelah tornado milik Ryusuke

"Percuma!!" Gyuko menatap remeh Ryusuke yang berada dibawahnya

"Zink..." Ryusuke menghilang

"Jbbllaass... Cruuaatt...

"Apa?!? Bagaimana mungkin?!" Gyuko terkejut ketika Ryusuke muncul didepannya dan mekesatkan tebasan

"Didalam pertarungan kekuatan tidaklah menetukan kemenangan tapi kecepatanlah yang menetukan kemenangan" darah mengalir dipedang Ryusuke

"Sial, Kau benar!!" Gyuko masih santai walau darah mengalir dari dada

Gyuko meletakan tangan patungnya ke bekas sayatan "seharusnya aku lebih waspada" bekas sayatan Ryusuke membatu layaknya patung

"Dia menghentikan pendarahnya dengan elemen patung" pikir Ryusuke menatap tajam

"Zink..." Ryusuke melesat dan menghilang

"serangan yang sama takkan berhasil padaku!!" teriak Gyuko dengan menghantamkan lengan batunya kebelakang

"Jbuuaak..." Ryusuke terkena hantaman lengan Gyuko, Ryusuke melesat dengan cepat saking kuatnya hantaman

"Dyyeess..." Ryusuke menghantam tanah

"Zink...

"walau lenganmu terbuat dari batu tapi sepertinya sangat ringan" ucap Ryusuke dengan tatapan tajam dan telah muncul didepan Gyuko

"cepat sekali!!" batin Gyuko yang terkejut dengan berusaha santai

"Kau benar-benar cepat!! Bahkan sangat cepat!! Sungguh penguasaan elemen angin yang hebat" ucap Gyuko

"apakah kau sudah selesai memuji??" Ryusuke malah membalas dengan tatapan tajam

"Tapi bagaimana dengan teman-temanmu!!" teriak Gyuko sang patung mulai kembali bergerak dan mengangkat salah satu kakinya

"Celaka dia berniat menginjak kami lagi!!" gumam Hayate

"aku mungkin bisa menghindar tapi mereka..." Hayate melihat Akira dan Taka yang kehabisan cakra tak berdaya

Hayate kembali mencabut kipas besar dipunggungnya dan mulai meningkatkan cakra

"Hiiyyaaa...

"Wuusshh...

"Dyyeess...

Sebuah badai besar memetalkan Taka dan Akira keluar dari jangkauan kaki sang raksasa. Sementara Hayate sendiri mengorbankan dirinya

"Sial, dia menolong kami dengan mengorbankan diri, dia menolong kami dengan mementalkan kami menggunakan badai" ucap Akira agak kesal karena tak berdaya dan menjadi beban, Akira mencoba bangkit dari reruntuhan badai

"Ke... Kenapa kau tak khawatir dengan teman-temanmu??" ucap Gyuko heran

"...." Ryusuke hanya tersenyum tipis dan menatap sang lawan dengan sinis

"Jika kau ingin memprovokasi ku, dengan menyerang mereka itu percuma karena mereka tak berarti apa-apa untukku" ucap Ryusuke dengan entengnya (sifat egois inilah yang membuat Ryusuke ditendang Arashi pada chapter 72)

"Kau!!" Gyuko geram karena usahanya untuk memprovokasi tak berhasil

Kosuke Arashi Chapter 124 - Dua kharakter
Penulis : Kosuke Arashi

Beralih ketempat Masamune yang berlari diikuti Sango yang diikat tali pada lehernya

"Dhuurr..." tanah bergetar akibat sang patung

"...!!" Masamune berhenti sejenak dan sangat terkejut ketika melihat sang patung raksasa

"A... Apa itu??" Masamune tak percaya

"Hah!! Gyuko telah serius sebaiknya kau lari saja, jika tidak ingin mati" ucap Sango dengan tertawa menyeringai

"Jbuuak... Jbuuak..." Sango dipukuli Masamune

"siapa yang menyuruhmu berkomentar??" ucap Masamune yang telah memukuli, sementara Sango bonyok

"Aku ataupun Arashi belum sampai disana, lalu siapa yang bertarung??" Dalah hati Masamune bertanya-tanya "apakah orang-orang itu??" Masamune teringat Taka dan Akira

"kurasa aku harus cepat!!"Masamune kembali bergegas

Ke sebuah sungai yang letaknya lumayan jauh dari pertarungan

"Wah..." Akaru atau lebih tepatnya Akiru memandang germercik air sungai

"hey, lihat Akaru tempat ini benar-benar indah bukan" ucap Akiru sendirian

"Cih, apanya yang indah?" umpat Akaru dalam pikiran

Angin sepoi-sepoi, gemercik air dan pepohonan yang bergerak menjadikan suasana bertambah damah, Akiru berjalan mendekati sebuah bunga yang tertanam ditanah

"Benar-benar cantik!!" ucap Akiru tapi kemudian sebuah air mengalir membasahi bunga

"Kyyaaa..." Akiru sangat terkejut ketika air yang membasahi bunga adalah air kencing

"hah?!" ternyata Arashilah yang mengencingi bunga itu, dan dari ekspresinya tampak ia tak terkejut dan bersikap biasa

Dengan cepat ledakan cakra terjadi pada tubuh Akiru, cakra yang semula sangat tenang menjadi bergejolak Akiru berubah menjadi Akaru

"Sialan!! Sebenarnya apa maumu!!" teriak Akaru dengan kilatan-kilatan petir dikakinya

"Maaf... Maaf... Biar kuselesaikan ini dulu!!" jawab santai Arashi yang masih kencing

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 125

Arizl Kareen
2016-09-07 18:34:31
Hahaha.... gila, dengan polosnya bilang maaf...
ThE LaSt EnD
2016-08-16 11:51:47
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-08-01 01:44:09
Gila dikencingi sama arashi
Lord Athem
2016-06-26 07:30:09
Njir Bagian Akhir'a
Shineria of Life
2016-06-10 12:47:58
Bagian akhirnya itu loh. . .
Rinularo
2016-05-30 12:25:11
Haha, Arashi... ugh kasihan bunganya!!
Akihiro Kazuki
2016-05-24 17:05:09
Mungkin kencing Arashi bisa buat subur bunga
Kill Me 1st
2016-05-24 11:40:27
Haha.. Kencing yg merubah Akiru menjadi Akaru..
Siapa Aku
2016-05-23 21:25:49
keren .........
No Name
2016-05-23 20:37:27
berarti yang punya dua kepribadian itu dua orang dong
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook