VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 123

2016-05-17 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
204 views | 18 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

"A... Apa-apaan dengan lengan batu itu?!!" ucap Taka yang masih terkejut

"Aku adalah seorang pengendali patung, sebuah insiden telah membuatku kehilangan kedua lengan tapi Tuan Haido menemukan cara untuk menyambung bagian tubuhku dengan patung" jelas Gyuko

"Kemampuanku mengendalikan patung sama seperti milik salah satu dari Dua Belas Penjaga, Katoru Hisiki" tambah Gyuko

"Pengendali patung" pikir Taka "aku tak boleh gegabah dia kuat, kesalahan sedikit bisa berakibat fatal "

"Berhati-hati Akira, dia kuat!!" teriak Taka memperingatkan

"Mau batu, patung ataupun kayu aku tak peduli" Akira tak menghiraukan dan berlari berniat menyerang, seluruh tubuh telah terselimuti api

"Bodoh!!" Taka ikut melesat

"Dengan kekuatanku saat ini, kalian bukan apa-apa!!" Gyuko mengangkat kedua tangan besarnya

"Dyyeess... Whuusshh...

Sekali hantaman lengan Gyuko yang besar ketanah, membuat tanah bergelombang tinggi dan membuat Taka dan Akira terpental

"Uwaaahh..." teriak keduanya yang terlempar bersamaan dengan gelombang tanah

Sebuah dataran kosong tanpa pepohonan ataupun bangunan yang berdiri terlihat setelah debu menghilang akibat serangan Gyuko

"Uhuk... Uhuk...

"Kau terlalu berlebihan Gyuko!!" Tatsuro terbatuk akibat debu, ia telah berdiri disampi Gyuko

"aku baru mengeluarkan seperempat dari kekuatanku" Gyuko menatap daerah yang ia hancurkan

"Tapi sepertinya mereka masih selamat" Tatsuro merasakan cakra Akira dan Taka

"Akira!!" teriak Taka yang tertimpa reruntuhan, ia pun segera bangkit

"Akira, dimana kau!!" Taka menengok kanan kiri

"Zink...

"Aku tak baik-baik saja" Akira telah berdiri disamping Taka

"Huh?!" Taka memasang ekspresi kesal "angin peruntuhku tak mempan padanya"

"Ya, dan cakraku mulai habis, tubuhku sudah tak kuat lagi" gerutu Akira dengan luka-luka dan kelelahan

"suatu kesalahan, kita meninggalkan Aihara" sebenarnya Taka tak lupa tentang Aihara

"Owh... Ya aku lupa jika kita tadi bersama Aihara" teriak Akira panik yang baru ingat

"Kuciyose No Jutsu"

"Dyyeess...

"...!!!" tanpa kata-kata dan terbelalak, saat Taka dan Akira menoleh

Sebuah patung raksasa dengan tinggi 50 meter berkepala anjing dengan empat tangan, masing-masing tangan membawa kapak batu raksara. Patung raksasa yang akan terlihat dari jarak yang lumayan jauh

"Besar sekali!!" Akira kehilangan semangat

"Sial" Taka kesal karena kehabisan cakra

"Akan kutunjukan pada kalian pengendalian patung yang sebenarnya" Gyuko telah berdiri diatas kepala sang patung raksasa

Dari kejauhan Tatsuro mengamati

"Hem... hem... hem..." Tatsuro tersenyum licik

"Gyuko telah serius, jika aku berada didekatnya aku juga akan terkena dampak serangan Gyuko" ucap Tatsuro santai "semua akan selesai dengan mudah"

Kosuke Arashi Chapter 123 - Patung raksasa
Penulis : Kosuke Arashi

Beberapa saat yang lalu sebelum patung raksasa muncul, Dari kejauhan Arashi dan Masamune berlari dengan Sango dibelakang mereka, sebuah tali terikat pada leher Sango

"Hey, tali dileherku ini terlalu berlebihan!! Memang aku ini hewan!!" protes Sango atas perlakuan padanya

"Gyahahaha... Kau bukannya hewan, tapi onta punya sayap" ledek Masamune

"Hahaha..." Arashi ikut tertawa

"Ryuzaki, dia bukan hanya onta tapi juga manusia burung dengan kepala bebek" Arashi menambahkan

"Awas kalian!! Jika aku bisa lepas dari tali cakra ini akan kubalas kalian!!" teriak Sango tak terima dihina

"Gya... Ha... Ha... Ha..." Arashi dan Masamune tak menghiraukan dan tertawa makin keras

Ketiganya berlari menyusuri lebatnya hutan, dengan Arashi dan Masamune didepan sementara Sango mengikuti dibelakang dengan terikat

"Eh...!!" Masamune terkejut saat Arashi tiba-tiba berhenti dengan waspada

"Ada apa apa kau merasakan sesuatu?? Apa itu musuh??" tanya Masamune ikut waspada

"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin pipis!!" teriak Arashi yang berlari menjauh tak karuan sambil memegang selakangan "kalian pergilah dulu!!"

"Woiy, jangan seenaknya sendiri!!" teriak Masamune

"tapi itu lebih baik dari pada nanti ia bertarung dan ngompol dicelana" gumam Masamune

"dia pasti kebelet!!" Sango heran

Kembali ke Desa Baltar yang telah hancur karena pertempuran

"Matilah Kalian!!" patung raksasa mengangkat kakinya tinggi bersiap menginjak

"Sial, kami takkan sempat menghindar!!" Akira berlari dengan pincang karena pertarungan sebelumnya

"Wuussh... Dhhuurr...

Walau hanya menginjak tapi dapat meratakan daerah sekitar dan menciptakan goncangan yang hebat

"...!!" Gyuko merasakan sesuatu yang aneh, merasa lawannya belum mati lalu sang patung mengangkat kakinya

"Hah... Hah... Hah..." dengan sisa kekuatannya Taka menangkis kaki sang patung, tapi Taka memperoleh luka yang hebat

"Brruukk...

"Taka!!" teriak Akira yang menyaksikan Taka jatuh

"Masih hidup rupanya??" ucap Gyuko memandang kebawah dari kepala sang patung raksasa "Tapi..."

"Matilah!!" untuk kedua kalinya sang patung akan menginjak

"Wuusshh...

"sial!!" Akira yang tak dapat berbuat apa-apa sangat kesal

"Tap...

"...!!" Akira terkejut

"Dyyeess...

Seseorang berdiri dihadapan Akira dan dengan mudah menangkis kaki sang raksasa dengan satu tangan kirinya

"Apa yang terjadi??" Gyuko juga terkejut

"Wuusshh..." seseorang lagi mengibaskan kipas besar yang menciptakan badai hingga sang patung raksasa terdorong kebelakang

"Si... Siapa kalian?!!" Akira sangat terkejut ketika dihadapannya telah berdiri dua orang yang tidak ia kenal telah menyelamatkan hidupnya

"Menyedihkan!! Kami bukan musuh tapi jangan pernah menganggap kami sebagai teman" ucap sinis pria yang menangkis kaki sang raksasa dengan tangan kirinya

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 124

Kei Takashima
2016-09-09 10:36:59
Hmmm
Arizl Kareen
2016-09-07 18:29:06
Apakah utusan eagle red... Pasti arashi mencium sesuatu...
Zunuya Rajaf
2016-08-16 11:51:36
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-08-01 01:41:43
Yg datang dari eagle red
Kikko Y Azukiela
2016-06-26 07:25:36
Njiir. . . Arashi kelebet pipis. . .
Eiichiro Maruo
2016-06-17 13:18:09
Njir udah keren keren lari malah kebelet pipis si Arashi
Imajinasi0
2016-05-23 18:02:51
+Keren
Shineria of Life
2016-05-22 10:58:36
129. kami bukan musuh, tapi jangan menganggap kami sebagai teman. I like it.
Kurosaki Yoshimura
2016-05-20 22:44:42
itu siapa....???
Kill Me 1st
2016-05-19 15:52:23
New Char?
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook