VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 111

2016-04-22 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
248 views | 18 komentar | nilai: 9.5 (4 user)

Siang hari Masamune dan Hanami yang menyusul Arashi ke Desa Baltar telah lama berjalan cukup jauh dan sekarang berada ditengah sebuah hutan belantara dengan pepohonan yang menjulang tinggi

"Hah... Hah... Hah...

"Fiuh... Ini melelahkan!!" gumam Masamune yang kelelahan karena lama berjalan

"Hey, Hanami berapa lama lagi?? Kita sampai di Desa Kartaz??" tanya Masamune yang ngos-ngosan

"tunggu sebentar!!" Hanami mengambil sebuah peta dari tas dipunggungnya

"heheheheh...

"ada apa??" Masamune penasaran

"Anu... Anu... Maaf... Ryuzaki..." ucap Hanami terbata-bata sambil tersenyum

"...????" Masamune tak mengerti

"maaf ya?? aku salah membaca peta, seharusnya kita tadi belok kekanan bukan kekiri" ucap Hanami santai dan tersenyum

"Apa!!!

"Hanami!!!" teriak Masamune sekeras-kerasnya di tengah hutan, sampai-sampai para kera ketakutan dan panik

"sekali lagi maaf ya??" ucap Hanami masih dengan senyuman khasnya

"Dasar Putri Dungu!!!!" kali ini para kera bukannya kabur atau pergi tapi malah ikut menyoraki mendengar teriakan Masamune yang kedua

Kembali ke Kota Cronoz atau tepatnya diruangan Sang Master

"Gawat!!! Masamune mengejar Arashi yang pergi ke Desa Baltar" teriak Yuza yang datang secara mendadak

"Sialan!! Si bodoh itu!!

"Dhuuarr..." saking kesalnya Master Izumi tak sengaja memukul dinding ruangan hingga jebol

"...????" Guru Sauma, Profesor Jun dan Yuza hanya melongo melihat tingkah Sang Master

"Hey!! Hey!! Izumi tenanglah kemarin kau menghancurkan meja sekarang dinding" Guru Sauma mencoba menenangkan

"Heerrm..." Master Izumi menggeram dan malah menatap dengan tajam

Melihat tatapan tajam dari Sang Master, Guru Sauma langsung diam. Dalam hati Guru Sauma bergumam "bisa-bisa bukan hanya dinding tapi aku juga bisa ia hajar"

"Hah..." Sang Master menghela nafas mencoba menenangkan diri

"apa maksudmu, kau telah mengetahui kemampuan Arashi sejak awal??" Master Izumi menoleh ke Guru Sauma

"Owh... itu ya??" mengusap-usap kepala mencoba mengingat

"O... iya, waktu itu anak bodoh itu melawan para perampok, ia sangat bodoh sampai-sampai terluka parah dan menerima banyak tusukan sampai-sampai hampir mati...

"setelah itu, aku melilitkan rambutku dan melapisi dengan elemen api, tapi aku merasakan hal yang aneh...

"Aneh??" Profesor Jun menyela

"iya, aku merasa dia nyaman berada didalam lilitan apiku malahan dia seperti lebih baik...

"setelah lilitan api, aku menggantinya dengan elemen es kemudian angin...

"jika penelitianmu menyimpulkan bahwa Arashi menyerap elemen berarti ia telah memiliki elemen Es dan Angin walau kelihatannya anak bodoh itu tak menyadarinya" penjelasan Guru Sauma (chapter 4)

Untuk sejenak semuanya terdiam dan berfikir keras setelah penjelasan Guru Sauma

"Izumi atau lebih tepatnya Master, ijinkan aku untuk mengejar Arashi!! Aku ingin memastikan dan meneliti tentang kemampuan Arashi" Profesor Jun mengusulkan diri

"em..." Master Izumi berfikir

"Baiklah... Arashi telah menyerap elemen darah, kristal dan petir. Segera pastikan kemampuan Arashi, agar kelak berguna bagi Eagle Red" Master menyetujui

"Darah??? Apa maksudnya??" gumam Yuza tak mengerti karena datang belakangan

"6 jalan kehidupan, apa Arashi juga bisa menyerap itu?? Tapi apakah mungkin?? Belum pernah ada orang yang memiliki lebih dari satu jalan?? Tidak, aku seorang peneliti, aku harus memastikannya sendiri" pikir Profesor Jun

"Aku ingin kau mengajak dua orang lagi"

"Dua??" Guru Sauma penasaran

"Sakazaki Ryusuke dan Nagata Hayate"

"Sampai dipastikan kemampuan Arashi, informasi ini tak boleh bocor ke orang lain" tegas Sang Master

"Siap!!!" Jawab ketiganya serentak

"kemampuan Arashi bisa-bisa adalah kemampuan terhebat yang pernah ada, akan sangat berbahaya jika jatuh ketangan yang salah" gumam Master Izumi dalam hati

Kosuke Arashi Chapter 111 - Salah arah
Penulis : Kosuke Arashi

"Huuuaam..." Misaki menguap setelah tidur siang yang pulas

"Nyamannya tidur siangku!! Siang ini benar-benar cerah" Misaki memandang pepohonan dan mentari diluar rumah

"Nyaman tanpa terganggu siapapun" gumamnya yang masih tetap memandang keluar

"Yo... Latihanmu benar-benar menyenangkan

"Kyyaaaa....

"Keluar dari kamarku!!!" teriak Misaki yang terkejut dan emosi

"Dyyyeess... Dyyeess...

"Awas... kau... Arashi!!!

"Jddheerr...

Kegaduhan Arashi dan Misaki terdengar oleh Yui dan Yuuki yang berada dilantai bawah

"Ayah...

"Anu... bibi..." Yui hendak memeriksa

"tenang saja itulah cara mereka akrab" ibunya Misaki menanggapi dengan biasa

"cara akrab yang aneh" Yui tak mengerti

Beberapa saat kemudian setelah Misaki tenang...

"Nah... Begitulah..." Arashi menjelaskan alasannya kembali ke Desa Kartaz sambil mengupas permen lolypop

"ini enak rasa jeruk" ucap Arashi menikmati

"sejak kapan kau suka permen??" teriak Misaki tapi tak dijawab

"E... nak..." Yuuki juga mengemut permen

"Maaf... Telah mengganggu, latihanmu Misaki" ucap Yui

"Tidak apa-apa kok!!!"

"Padahal dia, bukan latihan tapi tidur siang" ucap Arashi pelan

"apa yang kau bilang!!" bentak Misaki

"Hahahaha... Tidak, aku tidak apa-apa?? Kau saja yang salah dengar, Misaki" Arashi mengelak

"Mi... sa... ki...

"ya, kau bisa memanggilnya Bibi Misaki" Arashi membenarkan ucapan Yuuki

"Bibi... Misaki...

"Hey, jangan panggil aku, bibi!!" teriak Misaki tak terima

"Ayo!! Yuuki kita tidur siang dulu!!" Arashi tak mendengarkan ucapan Misaki

"Yeah!! Yeah!!" Yuuki mengikuti Arashi dengan kegirangan

"apa tidak lebih baik, kalian mandi dulu??" Yui memberi saran

"Mandi?? Benar mandi dulu, Ayo Yuuki kita mandi" Arashi berjalan menjauh

"Hey!! Tak baik!! Mandi dengan seorang gadis!!" teriak Misaki

"Hah??" Arashi menoleh

"Kenapa?? Bukannya kau dan aku juga sering melakukannya, mandi dan tidur bersama" ucap Arashi santai

"itu kan dulu!!" teriak Misaki dengan muka memerah karena malu, ia tak bisa berkata-kata lain

"Ibu!!" Misaki merengek

"Anu... Arashi setelah mandi, kau lebih baik makan dulu lalu tidur" ucap Ibu Misaki

"seharunya ibu menasehatinya!!" teriak Misaki tak terima

"Shiiip..." jawab Arashi dengan tersenyum lebar

"hihihih...

"Keluarga ini memang memiliki cara akrab yang aneh" Batin Yui dengan tertawa kecil melihat tingkah keluarga Misaki

Di malam hari yang gelap atau lebih tepatnya pada sebuah bukit

"Krik... Krik... Krik...

"Auuum... Auuum...

"Apa masih jauh ya?? Desa Kartaz??" ucap Masamune yang mendaki gunung, ia tampak kelelahan

"coba kulihat!!" Hanami kembali melihat peta

"Hehehehehe...

"Maaf... Ryuzaki, seharusnya kita tidak naik gunung tapi belok saat ada gunung" ucap Hanami polos tanpa rasa bersalah

"Hanami!!

"Dasar Putri Dungu!!" teriak Masamune kesal karena dua kali salah arah

"Auuum..." teriakan Masamune disambut aungan srigala

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 112

Aruga Hiruya
2016-10-22 05:29:59
Hahaha... nyasar mulu...
Arizl Kareen
2016-09-07 17:06:30
Hahaha... dua kali nyasar...
ThE LaSt EnD
2016-08-16 09:43:35
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-07-31 08:08:30
Apakah masamune dan hanami bisa sampai desa kartazt ya...?
Kikko Y Azukiela
2016-06-24 14:21:33
Kovlak dah punya peta tapi nyasar mulu. . .
Rio D.Roy
2016-06-10 04:50:43
Keren sob..
Rinularo
2016-04-27 05:48:13
Lnjt
Shineria of Life
2016-04-24 20:57:53
241. Wkwkwk kasian masamune sama hanami. .
Nicki
2016-04-23 12:42:42
parah ih gak bisa baca peta
Phantom Alicia
2016-04-22 22:04:10
Njiir putri na blo'on next again
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook