VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Coba game Kampung Maifam
Kosuke Arashi Chapter 107

2016-04-10 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
256 views | 12 komentar | nilai: 10 (3 user)

Sebelumnya mimpi buruk Arashi menjadi kenyataan saat ia membuka mata sebuah kaki menendang wajahnya, Arashi tersadar jika ia tidur dengan seseorang gadis terlebih parah lagi gadis itu dalam keadaan telanjang bulat

"Hiks... Hiks... Hiks...

"Huaaaww... Huaaaww...

"Woiy!! Woiy diam!!" Arashi mencoba menenangkan walau panik

"Huaaaww... Huaaaww...

"Berisik!!!

"Tyeeeng...

Saking kesalnya tak mau berhenti menangis Arashi memukul kepala gadis itu hingga benjol

"aduh!! aduh!!" Arashi dan gadis itu mengusap kepalanya masing-masing yang benjol

"bagaimana bisa aku yang memukul tapi aku juga yang merasakan sakit?" pikir Arashi

"Tap... Tap... Tap...

"Arashi aku mendengar keributan lalu aku..." tiba-tiba Yui muncul dan langsung terbelalak dengan adanya gadis bugil

"Hah??" Arashi menoleh

"Kyyaaa...!!!

"apa yang kau lakukan, Arashi?!?"

"Dyyeess...

Yui yang biasanya lemah lembut dan jarang bicara saking kagetnya secara refleks langsung menendang Arashi keluar lewat jendela

"Hadeeh!! Pagi-pagi aku sudah sial" ucap Arashi pada posisi tersungkur, kaki diatas dan kepala dibawa

"tapi siapa ya? Gadis itu? Yang seenaknya saja tidur denganku?"

"hah... kali ini aku dalam masalah besar" gumam Arashi yang menatap cerahnya langit pagi hari

Untuk sejenak Arashi hanya berdiam diri, tapi kemudian ia bangkit dan berdiri

"kurasa sudah" pikir Arashi yang hendak kembali masuk rumah

Arashi berjalan secara santai, membuka pintu dan kemudian menaiki anak tangga ke lantai dua, ia kemudian masuk kembali kekamarnya

"apakah kau sudah tenang, Yui" Arashi berdiri didepan pintu

"hehehehe...

"maaf... tadi itu gerakan refleks karena terkejut dan kaget" Yui tertawa kecil

"tak apa, aku tadi juga begitu...

"ngomong-ngomong kenapa kau bisa berada disekitar sini" tanya Arashi

"aku tadi ingin pergi belanja, lalu aku mendengar keributan kemudian aku mampir deh" jelas Yui

"Owh... Begitu ya??" Arashi paham

"Hey Arashi!! Kenapa ada anak gadis dikamarmu dan terlebih lagi kenapa dia telanjang, kau tidak melakukan hal-hal yang aneh bukan??"

"hey, kau kira aku orang jahat, aku ini orang baik tau!!" Arashi agak kesal

"hehehe... kadang aku ragu sih" Yui kembali tersenyum

"coba saja tanya padanya sendiri??" masih dalam keadaan kesal

"aku sudah bertanya, tapi dia sepertinya dia seperti orang yang kehilangan ingatan"

"owh...

"tapi bagaimana mungkin orang yang kehilangan bisa berada dikamarku??" pikir Arashi yang menatap aneh pada si gadis

"karena dia tak memakai apapun, aku mengambil beberapa pakaian Misaki dan memberikan padanya, tapi sepertinya masih agak kebesaran" jelas Yui

"Ya, itu mungkin karena dada dan pantat Misaki yang terlalu besar" ucap Arashi seenaknya

"heeem... Arashi kenapa kau tidak pergi belanja dengan ku, kau bisa membelikan beberapa pakaian untuknya"

"itu ide yang bagus, lagipula aku kehabisan bahan-bahan dapur"

"baiklah, ayo kita pergi!!" ajak Yui

"Em... Arashi ada apa dengan kepalamu??" Yui baru menyadari jika kepala Arashi benjol

"entah kenapa aku memukul kepala gadis itu dan kepalaku ikut benjol" Arashi mengusap-usap kepala

"Owh...

"kukira benjol karena aku menendangmu tadi" Yui merasa bersalah

"Tidak!!" jawab singkat

"Tapi itu aneh" pikir Yui

"ini untukmu!!" Arashi memakaikan topi merah pada si gadis

"Waaahh...

"kurasa dia menyukainya" Yui memperhatikan si gadis yang tersenyum

"itu untuk menutupi benjol dikepalanya dan dua tanduknya"

"ya, dia aneh bukan memiliki dua tanduk dan ekor" ucap Yui memperhatikan

"woiy, setidaknya ucapkan terima kasih" bentak Arashi

"Teri... ma... Ka... sih..." ucapan terbata-bata

Kosuke Arashi Chapter 107 - Gadis misterius
Penulis : Kosuke Arashi

Didalam keramaian pasar, ketiganya membeli kebutuhan masing-masing

"sabun, pasta gigi, em... Kemudian shampo dan beberapa bahan pokok" Arashi memesan barang pada sebuah toko

"Wah..." gadis itu menatap dengan serius

"em... Apa kau menyukainya??" Arashi melihat si gadis yang menatap sebuah boneka kelinci warna merah muda

gadis kecil itu hanya menjawab dengan menganggukkan kepala

"Pak, aku juga membeli ini!!" Arashi mengambilnya lalu memberikannya pada si gadis

"Teri... ma... Ka... sih..." gadis itu terlihat senang

"Hah... Ngomong-ngomong siapa namamu??"

"Teri... Ma... Ka... Sih..."

"dasar menyebalkan" Arashi tampak kesal

"hey!! Arashi aku sudah selesai" Yui berlari dengan membawa belanjaannya

"Brruukk...

Yui menabrak si gadis hingga si gadis terjatuh ketanah dengan muka menghantam ke tanah

"Aduh... Aduh... Kau tak apa-apa??" tanya Yui yang juga kesakitan

"Teri... ma... Ka... sih..." ucap gadis itu yang juga kesakitan

"hey, lihat hidungmu berdarah!!" teriak Yui

"hah..." Arashi menoleh

"ya, hidung ku kelihatannya ada darahnya" ucap Arashi

"hidung Arashi juga berdarah, sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka berdua" pikir Yui yang melihat kedua hidung mereka berdarah

"kalian sedang apa??, ayo kita pulang!!" ucap Arashi yang tak menyadari sesuatu

"ya, kami tak apa-apa??" Yui memunguti belanjaannya yang jatuh

Ketiganya berjalan pulang secara berdampingan, tapi Yui masih berjalan tertunduk memikirkan sesuatu karena ada sesuatu yang mengganggunya

"Wah..." si gadis kembali tertarik pada sebuah toko yang penuh dengan permen

"kau mau??" tawar Arashi dan gadis itu hanya mengangguk

"pak, aku ingin membelinya" Arashi memegang dua buah lolypop

"em..." gadis itu sangat senang dengan permen lolypop

"apa ini benar-benar enak ya??" Arashi juga membuka satu bungkus permen

"Wah... Ini benar-benar enak!?!" teriak Arashi dengan mata berkaca-kaca yang mengemut permen lolypop

"hari-hariku yang dulu kosong tanpa arti tapi sekarang hari-hariku jadi lebih berarti dengan lolypop" batin Arashi terharu sampai-sampai meneteskan air mata dengan derasnya

"Pak, aku beli permen yang seperti ini, semuanya!!" teriak Arashi semangat

"Anu... Arashi, aku ada rencana menjenguk Yuza, apa kau mau ikut??" Yui menyela semangat Arashi

"em... baiklah!!" jawab Arashi dengan mengemut Lolypop

"mungkin aku bisa bertanya pada Profesor Jun, tentang apa yang terjadi dengan Arashi dan gadis misterius ini" pikir Yui dengan serius

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 108

Kei Takashima
2016-09-08 20:17:01
Hummmhhh
Arizl Kareen
2016-09-07 16:42:11
Kenapa arashi ikutan benjolan ya kepalanya ?
ThE LaSt EnD
2016-08-16 09:27:57
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-07-31 05:52:13
Mereka pasti terhubung
David von Riessfeld
2016-05-19 06:48:15
Wkwkwk
azman
2016-05-01 15:54:45
Beelzebub
Shineria of Life
2016-04-19 18:25:08
143. yang bisa gadis kecil itu ucapin cuman 'wah' sama 'terima kasih' ya%?
Bikinan Mamah Papah
2016-04-10 19:04:00
Arashi & gadis misterius membuat anak?
Imajinasi0
2016-04-10 16:49:45
Knpa hrus prempuan sih... Cowok kan lebih keren
Lord Athem
2016-04-10 15:26:19
kkkk, Arashi kena kutukan. . . :'v btw karakternya terinspirasi dari Echo ya . . .
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook