VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 105

2016-04-06 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
255 views | 20 komentar | nilai: 10 (3 user)

Kota Cronoz, kotanya bunga, kota yang indah dengan bunga berjejer di sepanjang jalan dan sebuah sungai yang jernih di tengah kota.

Pagi hari yang cerah saat burung-burung tak henti-hentinya berkicau dan embun pagi belum menghilang.

Disebuah rumah atau tepatnya tempat Arashi tinggal.

"Na... Na... Misaki pergi... Misaki pergi..." Arashi sedang berdiri masak dan bersenandung.

"Saat kau merebus dagingnya, masukan rempah-rempah agar nantinya meresap saat dimasak" Arashi memasak sambil membaca buku resep.

"Merica... Em... Kemudian... Lengkuas..." Arashi keasikan dalam memasak.

"Tok... Tok... Tok...

"Eh... Siapa ya?" gumam Arashi sambil menoleh.

setelah mendengar seseorang mengetuk pintu, Arashi berjalan dan membuka pintu, dan terlihat gadis teman Misaki berpakaian rapi.

"Anu... Em..." ucap gadis itu dengan gugup.

"Apa kau mencari Misaki? Jika mencarinya ia tidak ada dirumah?" Arashi menyela.

"Tidak... Aku tadi kerumah sakit untuk menjengukmu, tapi katanya kau sudah pulang" ucapnya.

"Ya... Aku sudah sehat dan aku pulang kemarin, mau makan aku memasak lho??" ucap Arashi santai.

"Arashi memasak, benar Arashi pandai memasak" batin gadis itu.

"Masuklah Fuyuki!!" ajak Arashi.

"Ba...baik..." ucap Fuyuki agak gugup.

Fuyuki duduk dimeja makan sementara Arashi sibuk dengan urusannya memasak.

"Kurasa rumah ini semakin bersih saja?" ucap Fuyuki sambil melihat-lihat sekitar.

"Misaki terlalu jorok dan malas jadi setelah dia pergi aku membersikannya" jawab Arashi santai sambil memasak.

"Arashi hebat selain ia pandai memasak, ia juga rajin bersih-bersih" batin Fuyuki.

"Pasti Arashi nantinya akan jadi suami yang baik" Fuyuki mulai membayangkan hal-hal yang aneh.

"Fuyuki-chan aku telah menyiapkan hidangan yang lezat untukmu" Fuyuki membayangkan sehabis tidur langsung disambut dengan senyuman sekaligus pelayanan.

"Fuyuki-chan aku sudah membersikan rumah, sekarang kau bisa pergi berbelanja" membayangkan dirinya dimanjakan.

"Kyaaa... Hebat!!" Fuyuki berteriak gembira.

"Heh... Ada apa??" tanya Arashi tak mengerti.

"Tidak apa-apa kok!!" jawabnya dengan salah tingkah dan muka memerah.

"Owh...

"Baiklah!! Sekarang sudah siap!! bebek goreng ala Arashi" teriak Arashi dengan meletakannya dimeja.

"Silakan dinikmati...

"Wah... kelihatannya enak" ucap Fuyuki gembira.

"Mari makan!!" ucap keduanya bersamaan.

"Em... ini benar-benar lezat Arashi" Fuyuki memuji.

"Terima kasih telah menyukainya" ucap Arashi dengan tersenyum puas.

"Ngomong-ngomong aku lupa, aku punya sesuatu untuk mu" Fuyuki mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya.

"Wah... Hadiah... Terima kasih ya?" ucap Arashi gembira, kemudian ia membuka kotak itu.

"Wah... sebuah topi warna merah" Arashi gembira.

"Aku tidak tau kau menyukainya atau tidak" Fuyuki ragu-ragu.

"Jelas... Aku sangat menyukainya" ucap Arashi dengan tersenyum.

"Menyukai?? Apa dia menyukai aku juga ya??" batin Fuyuki dengan muka memerah.

"Ngomong-ngomong Arashi apa kau sibuk besok malam?" tanya Fuyuki malu-malu.

"Em... Baiklah!! Ayo kita pergi makan malam besok!!"

"Tapi kau yang bayar ya??" ucap Arashi tanpa ragu.

"Em... Baiklah!!"

"Eh... Sekarang sudah hampir siang mungkin sudah saatnya aku pergi" Fuyuki hendak berpamitan.

"Pergi?? Emang mau pergi kemana??" tanya Arashi.

"Tentu saja latihan, aku ingin mempersiapkan diri untuk Festival Lima Bintang" Jelas Fuyuki.

"Owh..." mengangguk-angguk.

"Kau sendiri mau kemana hari ini?!"

"Tentu saja melaksanakan rutinitas harian ku" ucap Arashi santai.

Fuyuki melangkahkan kaki pergi dengan melambai-lambaikan tangan dan Arashi membalas lambaian Fuyuki.

"Sampai jumpa Arashi!!" teriak Fuyuki di kejauhan.

"Ya, sampai jumpa besok malam" teriak Arashi juga.

"Klontang...

"Wah... Gawat!! Bebek gorengnya dimakan kucing" teriak Arashi kaget, iapun berlari.

"Meeoooww..." si kucing sedang asiknya makan.

"Kucing garong!!" teriak Arashi.

"Wuusshh..." Arashi melemparkan gelas.

"Jduuaakk..." bukannya mengenai kucing malahan gelas memantul dan mengenai kepala Arashi.

"Sialan!! Kau kucing garong" teriak Arashi yang rebah dan benjol.

"Sial... Resep baruku dimakan habis oleh kucing, Kucing itu pasti keenakan" ucap Arashi kesal

Kosuke Arashi Chapter 105 - Waktunya santai
Penulis : Kosuke Arashi

Pagi hingga siang hari bahkan sampai menjelang sore, Arashi menjalankan rutinitas hariannya di tepi sungai yang ditumbuhi rerumputan.

"Hah... Kali ini terasa awan bergerak dengan lambat" gumam Arashi yang memandang langit.

"Tapi pasti menyenangkan menjadi awan, terbang bebas dilangit, bergerak kemana saja tanpa beban terlebih langit itu luas pasti menyenangkan jika dijelajahi" Arashi bergumam sambil memejamkan mata.

Angin semilir menggerakan rerumputan, menerbangkan dedaunan udara semakin nyaman dengan hembusan angin membuat Arashi enggan bertindak ataupun melakukan sesuatu yang lain.

"Hah... Ini sangat nyaman" sekali-kali Arashi menghembuskan nafas.

Seharian Arashi hanya terbaring disana, ia merasa sangat nyaman saat memandang awan.

"Apa ini??" Arashi mencium bau yang aneh.

"Darah!!" Arashi bangkit dari tidurnya.

Kemudian Arashi bergegas menyusuri sungai, setelah berjalan beberapa saat Arashi melihat sesosok pemuda yang mengapung disungai.

"Hey!! Apa yang terjadi padamu??" tanya Arashi sambil mengangkat tubuh pemuda itu dari sungai.

"Desa Baltar sedang diserang, tolong cari pasukan Alvarez untuk membantu!!" ucapnya dengan lemas dan hampir sekarat.

"Hey!! Aku tak mengerti maksudmu??" teriak Arashi.

"Dan tolong carikan pemililk asli dari benda ini!!" pemuda itu memberikan kotak pusakan desa Baltar.

"Apa ini??" Arashi tak mengerti.

"Itu...

"Kreek... Kreek... Kreek...

Ucapan pemuda itu terhenti saat kotak hitam benda pusaka itu retak, pemuda itu hanya menatap heran.

"Apa ini??" Arashi terkejut saat dirinya tiba-tiba terselimuti asap hitam pekat yang berasal dari dalam kotak.

"Hey!! Apa ini" teriak Arashi yang semakin bingung didalam asap hitam yang semakin pekat.

"Begitu ya??"

"Benda ini akan memilih pemiliknya sendiri" pemuda itu teringat akan perkataan kepala desa saat memberikan kotak itu.

"Hah... Aku beruntung secepat ini menemukan pemilik aslinya" ucap pemuda itu yang kemudian pingsan.

"Woiy, apa ini!!" teriak Arashi lagi

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 106

Arizl Kareen
2016-09-07 16:32:52
Apa isi kotak hitam itu ya ???
LaZiEsT SiLeNt DiZzY
2016-08-16 09:25:35
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-07-31 03:47:44
Fuyuki agak mirip sama hinata
Gabriel Dropout
2016-05-11 15:04:38
Jadi pengen makan bebek goreng
gIN taka
2016-04-29 22:11:48
1 untuk mengomentari cerita lama . . .
Shineria of Life
2016-04-16 20:24:59
103. arashi pinter masak ya. . .
dragon black
2016-04-07 12:58:04
next chapter...
Boz Minti
2016-04-07 12:51:54
knp ending nya pas seru- seru nys?????
Bikinan Mamah Papah
2016-04-07 12:30:23
Kekuatan apa ya?
Dzibril Al Dturjyana
2016-04-07 10:07:15
waa lebi cepat dari yang tak terduga.
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook