VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Like Halaman Baru KOPBI, Official Komik One Piece Bahasa Indonesia, selain itu palsu :D
Kosuke Arashi Chapter 102

2016-04-02 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
275 views | 12 komentar | nilai: 9.33 (3 user)

Kota Cronos dirumah sakit tempat Yuza dirawat, ia masih tak sadarkan diri.

"Yuza!? Kumohon sadarlah!!" ucap Rain berulang kali yang duduk disamping Yuza, menunggunya sadar.

"Tap... tap... tap..." suara langkah kaki datang mendekat.

"Eh...?!?" Rain mengalihkan pandangan pada seseorang yang datang.

"Kau menunggunya semalaman Rain??"

"Em... benar!!" Rain menjawab dengan menganggukkan kepala.

"Bagaimana keadaan Yuza?! Profosor Jun (ayah Yuza)" tanya Rain.

"Kau tak perlu khawatir berlebihan, Yuza baik-baik saja, tapi aku tak bisa memastikan kapan ia bisa sadar"

"Begitu ya!?" ucap Rain dengan murung.

"Pulanglah!! Ia akan baik-baik saja"

"Profesor, jangan larang aku di sini! !, biarkan aku menunggunya" Rain bersikeras.

"Hah... Yuza beruntung ia bisa selamat setelah menggunakan jutsu eleman darah yang terlarang itu, tapi aku lebih khawatir pada Arashi"

"Sebagai ayah, kenapa anda berkata seperti itu!!" bentak Rain.

"Yuza memang keras kepala, tapi berkat dia Arashi bisa selamat" ucap Rain dengan lantang.

"Hah... Yuza juga beruntung punya banyak teman yang peduli padanya, dan juga kau yang sangat memperhatikannya"

Saat Senju Rain dan Profesor Jun berdebat terdengar suara ribut ditempat tidur sebelah, tempat Arashi terbaring.

"Apa yang terjadi dengan Arashi??" Rain dengan cepat membuka tirai yang membatasinya.

"Dimana Kosuke Arashi??" ucap Rain yang tak melihat Arashi.

"Kurasa ia sudah pergi lewat jendela" Profesor Jun memandang jendela yang terbuka.

"Dan ia juga meninggalkan pesan" Profesor mengambil catatan kecil di atas tempat tidur dan memberikannya kepada Rain.

"Whooha... Maaf mengkhawatirkan kalian semua, tapi aku sudah sehat dan mulai bosan jadi aku pergi...

"Tubuhku mulai kaku dan gatal-gatal jadi siapapun yang membaca catatan ini, tolong ucapkan terima kasih untuk Yuza"

"Dia memang orang yang tak tau diri" Rain meremas catatan Arashi karena kesal.

"Arasshii...!!" Rain berlari dan melompat lewat jendela.

"Bruuukk....

"Catatan lagi, aku menaruh kotak sampah dijendela jadi jangan mengejarku, dan maaf aku menulisnya dibelakang karena tidak muat" Profesor Jun membaca sebalik catatan Arashi.

"Hehehe... Kosuke Arashi terakhir kali kau pergi membawa obat pencuci perut yang kau kira camilan dan sekarang kau mengerjai seorang yang sangat jenius" Profesor Jun tersenyum membaca catatan Arashi.

"Kosuke Arashi, Awas kau!!" teriak Rain tak karuan.

NB: Chapter 12, Arashi mengira obat pencuci perut sebagai cemilan dan berakhir dengan sangat menyebalkan.

Didalam istana, dua orang pengawal Pangeran Kaito, Kiriha Sorano dan Hataya Ibusaki telah berada disana.

"Pangeran apa yang anda butuhkan??" Kiriha tertunduk muram mengingat dirinya telah dikalahkan Kiba dalam pertarungan pedang (chapter 90) dan Ibusaki yang dikalahkan Wolfman (chapter 87)

"Tidak, tidak ada kalian tak berguna karena telah kalah" ucap Pangeran dingin yang menatap keduanya.

"Maafkan kami!!" dengan makin muram.

"Tidak ada maaf untuk yang kalah" Pangeran berjalan mendekat.

"Tapi ada kesempatan kedua" Pangeran memegang pundak Kiriha.

"Kalian berdua bertambahlah kuat, gunakan waktu yang tersisa, kalian akan mengikuti Festival Lima Bintang dan kalian bisa membalas kekalahan terhadap anak-anak Eagle Red" Pangeran berjalan meninggalkan keduanya.

"Baik..." jawab keduanya semangat.

"Dalam kesempatan kedua menanglah karena aku benci kekalahan" Pangeran berjalan makin jauh

Kosuke Arashi Chapter 102 - Bertambahlah kuat
Penulis : Kosuke Arashi

Disebuah makam tampak Sunichi Daisuke meletakan bunga pada sebuah makam.

"Kakek, aku tak mengira kau meninggalkan Eagle Red dengan cara seperti ini"

"Sungguh menyedihkan tapi memang seperti inilah cara dunia berjalan"

"Aku berjanji padamu kakek, aku akan menjaga Eagle Red dan menjaga ibu, aku tak akan membiarkan orang-orang seperti Arashi berbuat seenaknya sendiri" ucap Daisuke didepan makam, makam Master Eagle Red (Daisuke adalah cucu Master Yamaji dan anak Guru Izumi)

Daisuke lalu melangkahkan kaki dan meletakan karangan bunga pada sebuah makam disamping makam Master Eagle Red yaitu makam Panglima Alvarez.

"Anda adalah teman kakekku, dan aku tak menyalahkan anda atas kematian kakekku...

"Kalian bertarung atas kemauan dan impian masing-masing jadi sekarang serahkan semuanya pada kami...

"Kami... kami... akan menjaga masa depan, aku berjanji itu" ucap Daisuke didepan makam Sang Panglima.

Kesebuah penjara tempat Thunder dan pasukannya ditahan.

"Tap... tap... tap...

Terdengar langkah seseorang didalam lorong lalu, ia masuk ketempat Thunder dan pasukannya ditahan.

"Bau penjahat benar-benar, tak sedap" ucapnya melihat Thunder dan pasukannya tak semangat.

"Untuk apa bangsawan sepertimu datang kemari, pangeran Kaito??" Thunder menatap dengan tajam.

"Sebenarnya aku tak mau datang ke tempat yang bau ini, dan maksud kedatanganku adalah untuk menghukum kalian para penjahat" ucap Pangeran Kaito sambil menatap Thunder dan pasukannya.

"Kami siap menerima hukuman apa saja, bahkan jika itu eksekusi mati...

"Karena selama ini kami berjuang untuk kebohongan, hidup dengan dimanfaatkan orang lain" Thunder tertunduk pasrah.

"Hukuman yang kuberikan lebih berat dari kematian...

"Deg..." semua terkejut.

"Yaitu pengabdian, kalian akan hidup di bawah pengawasanku, jadi mulai sekarang bersiaplah menerima hukuman" ucap Pangeran dengam tegas.

"Apa maksudmu??" Teriak Thunder yang terkejut.

"Tak usah kau pikirkan, kalian dibebaskan, berlatihlah yang keras mulai sekarang kalian murid dari Akademi Blue Pegasus dan 20 hari lagi kalian akan mengikuti Festival Lima Bintang jadi mungkin kalian akan berhadapan dengan mereka lagi" pangeran bergegas pergi.

"Woiy apa maksud perkataanmu" Thunder masih tak percaya.

"Kalian bukannya dimaafkan tapi kalian harus bekerja untuk kerajaan" pangeran menoleh dengan tatapan tajam.

"Ngomong-ngomong carilah nama, karena nama-nama yang kalian gunakan tidaklah keren" Pangeran tersenyum dan meninggalkan Thunder dan pasukannya.

Beralih ketempat lain.

"Aku pulang!!" teriak Arashi semanga sambil membuka pintu.

"Araaashhii...!!

"Dyeeesss...

Tanpa basa-basi Misaki langsung melesatkan tinju ke muka Arashi.

"Apa yang kau lakukan hah??" Arashi tak terima.

"Jbuuaakk...

"Jangan bertanya!!" Misaki menginjak kepala Arashi hingga menyentuh tanah.

"Apa begini perlakuanmu pada orang yang baru keluar dari rumah sakit?" teriak Arashi yang masih tersungkur.

"Diam...!!

"Kau kabur dari rumah sakit dan mereka mengirimkan tagihannya padaku" teriak Misaki dengan kesal.

"Huh... Maaf kalau begitu!!" ucap Arashi santai yang telah berdiri.

"Dasar..." ucap Misaki masih kesal.

"Huh... Ngomong-ngomong kau mau kemana?" Arashi melihat Misaki membawa tas besar seperti mau pindahan.

"Aku mau pulang ke desa Kartaz, aku mau latihan untuk Festival Lima Bintang, jadi jangan ikuti aku, aku ingin mencari ketenangan" ucap Misaki sambil melangkah pergi.

"Tidak....!! jangan tinggalkan aku, aku tak bisa hidup tanpamu!!" teriak Arashi panik.

"Lebay..." Misaki tak menghiraukan.

NB: Chapter 1 sampai 42 adalah season 1 yang bercerita tentang Arashi yang bergabung dengan Eagle Red dan menyelamatkan orang terkaya di Alvarez.

Chapter 43 sampai 102 adalah season 2 yang bercerita tentang rencana pembunuhan putri kerajaan Alvarez.

Chapter 103 sampai selanjutnya adalah season 3 di season ini Arashi akan dipertemukan dengan seseorang yang akan selalu bersama Arashi, Arashi akan selalu bersamanya dan melindunginya sampai kapanpun

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 103

Aruga Hiruya
2016-10-21 18:54:20
Pindah season, season 3..
Kei Takashima
2016-09-08 19:46:29
Hohohooo
Arizl Kareen
2016-09-07 07:11:37
Wah... udah mau pindah chapter... #ending yg indah...
ThE LaSt EnD
2016-08-16 08:24:10
ku beri nilai 10 dan ku tinggallan jejak Renungan "Mayat".just for fan.
Rifky D Dragnel
2016-07-31 03:22:11
Wah udah mau season 3
Clint Mobile Legend
2016-04-21 15:11:10
Misaki injak kepalaku juga dong biar romantis, masa Arashi ajah yang diinjak Kalau boleh masukin nama David Gifly Eidenwelherg sebagai seorang seniman berbakat dalam hal mencuri barang
Shineria of Life
2016-04-14 19:09:49
sixty eight. Jadi ini akhir season 2 ya?? semangat ya...
Phantom Alicia
2016-04-02 19:40:20
Arashi selalu membuat masalah, ciri khas orang kuat yg hyperactif..
Kyouzo
2016-04-02 18:32:55
Hinami kan yg d lindungi
A wahyu
2016-04-02 12:42:52
Seseorang itu akan menjadi pasangan Arashi, atau adalah keluarganya
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook