VersiTeks.com
Selain membaca versi teks anime dan manga, di sini kalian juga bisa membaca dan mengirim cerita karangan kalian sendiri, baik itu yang berupa cerita berseri, cerpen (oneshot), atau fanfiction.
login · register · kirim cerita · setting · kuis
home · versi teks · cerita karangan · oneshot · fanfiction · jadwal rilis


Silakan login atau register jika belum memiliki akun untuk menikmati berbagai fitur khusus di situs ini serta akses tanpa iklan-iklan yang mengganggu.
Pengguna Telegram? Mainkan Game KampungMaifam
Kosuke Arashi Chapter 101

2016-04-01 - Kosuke Arashi > Kosuke Arashi
237 views | 12 komentar | nilai: 9.67 (3 user)

"Huh...?? Di mana lagi aku?? Dan tempat macam apa ini!!" teriak Arashi ketika ia berada dalam dunia yang dipenuhi balok-balok yang bertumpuk, kanan kiri atas bawah semua tercipta oleh balok dengan warna putih.

"Dyeesshh... Dyeesshh...

puluhan balok dengan beberapa macam ukuran jatuh dari atas dan membangun tempat itu.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini??" Arashi bertanya-tanya.

"Tempat ini sedang dibangun ulang" ucap pria berjubah hitam yang tak asing bagi Arashi (pria ini pernah diceritakan di chapter 2), ia berdiri pada tumpukan balok yang menjulang tinggi.

"Siapa kau?? Dan apa maksudmu dengan dibangun ulang??" teriak Arashi tak mengerti.

"Sudah kubilang padamu aku adalah kau, dan kau adalah aku...

"Lalu apa maksudmu dengan dibangun ulang" tanya Arashi yang masih tak mengerti.

"Dasar bodoh coba lihat keatas!!" Arashi lantas mendongkak keatas ia melihat balok-balok yang berjatuhan dari tempat yang sama seperti tempat Arashi berpijak.

"Dunia atas itu adalah dunia dari Shinomiya Yuza yang mulai kehilangan cahaya...

"Kehilangan cahaya?? Apa maksudnya??" masih tak mengerti.

"Dunia yang kehilangan cahaya atau dunia yang akan mati...

"Lalu bagaimana dengan Yuza" tanya Arashi lagi.

"Tentu saja ia akan mati...

"Itu terjadi ketika Yuza mentransfer energi terlalu banyak kepada mu" jelas pria berjubah hitam lagi.

"Mati...

"Aku takkan membiarkan Yuza mati!!" teriak Arashi yang melesat dengan sayap api kedunia Yuza yang makin menghitam.

"Kosuke Arashi tak salah aku memilihmu, kau akan menjadi Sang Penguasa Elemen" ucap pria berjubah hitam yang perlahan-lahan menghilang.

"Jalan yang kau lalui adalah jalan pertarungan apa kah kau akan berubah, Kosuke?" sebelum menghilang ia memandang Arashi yang melesat.

"Yuza di mana kau??" teriak Arashi yang mencari-cari diantara balok-balok yang beterbangan kesegala arah.

"Sialan di mana kau!!

"Dyeeshh... Dyeeshh...

saking kesalnya Arashi memukul bahkan menendang balok-balok yang menghalanginya.

"Apa ini?? Kenapa semuanya makin gelap??" Yuza terjatuh makin dalam dan mulai kehilangan kesadaran.

"Apa aku akan berakhir di sini??" Yuza mulai berfikir akan kematianya.

"Tak apa setidaknya aku mati menyelamatkan satu teman yang berharga untukku" gumam Yuza pasrah.

"Selamat tinggal semuanya!!

"Dapat!?" Arashi menemukan Yuza dan memegang tangannya.

"Siapa yang memberimu ijin untuk menolongku...???

"Eh..?? Arashi bagaimana bisa kau menemukanku?" Yuza agak terkejut.

"Bau...

"Bau?? Apa maksudmu dengan bau??" Yuza tak mengerti.

"Aku mencium bau tubuhmu dengan indra nagaku atau mungkin kau jarang mandi...

"Huh..." Yuza tampak kesal diledek.

"Kau ingin bertemu Rain bukan?!

"Em!?" Yuza hanya mengangguk.

"Jadi teruslah hidup!! Aku ingin berbagi cerita dan tertawa denganmu" teriak Arashi dengan memeluk erat tubuh Yuza.

"Hiiaaaa..." Arashi memperbesar sayap apinya, kotak-kotak yang semula beterbangan tak karuan kembali ke dunia Yuza, bahkan kotak-kotak didunia Arashi ikut tertarik dan mulai membangun dunia Yuza.

"Aku tak mau kehilangan teman lagi!!" teriak Arashi dengan tubuh memudar menjadi cahaya, tubuh Yuza pun ikut memudar menjadi cahaya.

NB: Karakter pria berjubah hitam adalah karakter terkuat dalam kisah Arashi ini, tapi ia tidak akan diperlihatkan dalam pertarungan karena terlalu kuat

Kosuke Arashi Chapter 101 - Terus hidup dan berjuanglah
Penulis : Kosuke Arashi

sehari kemudian...

Hanami dengan pakaian putri memandang keluar jendela istana, ia sedang melamun.

"Ngomong-ngomong tuan putri setelah masalah ini selesai maukah kau bergabung dengan Eagle Red" Hanami terus memikirkan kata-kata Master Yamaji (chapter 75)

"Huh... apa mungkin ya seorang putri bisa hidup dengan rakyat biasa??" pikir Hanami dengan menghela napas panjang.

"Tok... tok... tok...

"Masuklah!!" seseorang mengetuk pintu.

"Apakah aku mengganggumu??" ucap seorang pria dengan berjalan ke arah Hanami yang masih menatap keluar dari jendela.

"Kakak!?" Hanami cukup terkejut.

"Insinden kemarin benar-benar telah mengubah semuanya" ucap pangeran Kaito yang juga melihat kearah keluar.

"Em..." jawab Hanami dengan tersenyum dan menganggukkan kepala.

"Aku sedang memikirkan sesuatu...

"Apa itu kakak??" Hanami penasaran.

"Aku akan mengusirmu dari istana ini...

"Kau akan bergabung dengan Eagle Red dan mengawasi mereka, mereka adalah kelompok yang susah diatur jadi aku memutuskan harus ada yang mengawasi mereka" jelas Pangeran Kaito serius.

"Terimakasih kakak, sekarang kau telah memahamiku" batin Hanami gembira.

Pangeran Kaito melangkah pergi keluar dari tempat Hanami.

"Tuan Masamune Kanzaki kurasa dia punya seorang anak, aku juga ingin kau mengawasinya juga, kita berhutang banyak pada Tuan Kanzaki...

"Dan satu hal lagi, beritahu Kosuke Arashi bahwa aku akan membalasnya karena telah menginjak tangan seorang pangeran" ucap Pangeran Kaito sebelum meninggalkan Hanami (chapter 72 Arashi menginjak tangan Pangeran Kaito)

Ketempat Eagle Red empat guru sedang berkumpul.

"Apa yang harus kita lakukan?? Setelah Master Yamaji meninggal, kita harus punya seseorang untuk menggantikannya" ucap Guru Gingga.

"Kenapa tidak kau saja, kau yang terkuat diantara kita semua??" saran Guru Takuma.

"Tidak...

"Benar kau terlalu dingin dan kurang ramah kau tak pantas menjadi Master" Guru Takuma malah setuju.

"Kalau begitu biarkan aku saja yang menjadi Master!!" teriak Guru Sauma dengan semangat.

"Tidak!!" jawab Guru Takuma dan Guru Gingga secara bersamaan dengan sinis dan kurang percaya.

"Hey!! Jangan berkata begitu!!" teriak Guru Sauma kesal.

"Kau itu bodoh Sauma, memimpin dirimu saja tak bisa apalagi memimpin Akademi, bisa-bisa kau malah menghancurkan Eagle Red dengan kecerobohan dan sifat gegabahmu" ucap Guru Takuma dengan entengnya.

"Benar!!" Guru Gingga setuju.

"Hey!! Kalian berdua mau dihajar ya!!" teriak Guru Sauma kesal.

"Guubrraak...

"Aku akan menjadi Master" ucap Guru Izumi dengan menggebrak meja.

"Sebagai putri dari Master Yamaji aku akan menggantikan ayahku sebagai Master" teriak Guru Izumi dengan lantang.

"Ya, itu lebih baik dari pada Sauma ataupun Gingga" ucap Guru Takuma dengan entengnya.

"Tyeengg... Tyeengg..." Guru Sauma dan Guru Gingga memukul kepala Guru Takuma.

"Dari tadi kau hanya berkata seenakmu sendiri, kau hanya mengomentari kemampuan orang lain" ucap Guru Sauma.

"Harga diri, reputasi, bahkan kepercayaan kepada Eagle Red memang telah pulih dari insiden kemarin...

"Tapi aku menginginkan yang sesuatu yang lebih, aku ingin Eagle Red menang dalam Festiva Lima Bintang...

"Jadi aku memerintahkan kalian sebagai pembimbing melatih dengan sangat keras itulah perintah pertamaku sebagai Master" perintah Guru Izumi.

"Siap...!!" jawab ketiganya serentak.

"Dan aku tak mau insiden yang dibuat oleh Kosuke Arashi terulang lagi, orang seperti Arashi harus selalu diawasi" teraik Guru Izumi sebagai Master baru Eagle Red.

"Crraaakkk....

"Whooha...!! Lihat ulahmu Izumi mejanya jadi terbelah" teriak Guru Sauma yang sebelumnya mejanya digubrak Guru Izumi.

"Mungkin itu karena dia terlalu semangat!!" ucap Guru Takuma santai

Bersambung ke Kosuke Arashi Chapter 102

Arizl Kareen
2016-09-07 07:03:14
Keputusan yg sangat cepat... Guru izumi #menakutkan....
Die And DeAth
2016-08-15 22:14:26
ku beri nilai 10 , kutinggalkan jejak Renungan "Mayat".
Rifky D Dragnel
2016-07-31 03:13:23
Gimana nasib arashi dan yuza
Kecoak Terbang
2016-04-20 06:37:36
Arashi you lose
Shineria of Life
2016-04-14 16:08:52
fifty four. Arashi udah sadar belum ya%??
Phantom Alicia
2016-04-02 19:24:47
Arashi bisa hidup kembali kah?
Alicia Lancaster
2016-04-01 20:25:14
Arashi gimana nasib na? Apa dia mati?
Imajinasi0
2016-04-01 19:04:58
Masternya wanita?? Keren (y) (y)
Dzibril Al Dturjyana
2016-04-01 13:51:52
lanjut
hairurrozikin
2016-04-01 13:25:08
Lanjut aja
Baca Semua Komentar dan Balasan
daftar user · online · daftar penulis
halaman awal · group facebook